Menu:

WABUP  GARUT  HIMBAU  MASYARAKAT  TIDAK  MEROKOK
Garut  News, ( Kamis, 11/11 ).

        Wakil Bupati Garut, Rd. Diky Chandra dalam surat himbauannya, bernomor : 440/2493/Diskes, agar seluruh masyarakat di daerahnya “tidak merokok” pada peringatan hari kesehatan nasional tahun ini, Jumat 12 Nopember 2010.

        Seruan tidak boleh merokok tersebut, juga terutama ditujukan kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemkab/ Setda setempat, sehingga bisa memberikan keteladanan nyata kepada masyarakat, ungkap Kadiskes Garut, dr H. Hendy Budiman, M.Kes dan Kabag Informatika, Dik Dik Hendrajaya, M.Si. **** (John).

MAHASISWA  STKIP  GARUT  KAWAL  PERSIDANGAN  PENEMBAKAN  AKTIVIS
Garut  News, ( Kamis, 11/11 ).

       Keluarga Besar Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Garut, turut serta mengawal proses persidangan perdana, kasus penembakan aktivis mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut, di Pengadilan Negeri (PN) setempat, Kamis.

       Kalangan mahasiswa antara lain mendesak, diungkap tuntasnya nilai kebenaran guna merebut keadilan, ujar mereka dengan nada lantang saat pawai menuju PN Garut, dengan kordinator lapangan, Ivan Rivandra.

      Pada persidangan yang disesaki kalangan mahasiswa serta pengunjung itu, selain pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap tersangka penembakan, seorang oknum Polri, Sopan Sopian juga dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.

      Peristiwa berdarahnya, berlangsung Senin 19 Juli 2010, menewaskan Herman alias Oday akibat bagian kanan kepalanya ditembus sebutir timah panas, yang dimuntahkan pistol milik tersangka, kemudian korban sempat dibawa ke Poliklinik Cisanca, namun jiwanya tak tertolong.

      Sidang majelis PN Garut itu, dipimpin Hakim Ketua, Roedy Soeharso, SH, MH beranggotakan Mahaputra, SH, MH serta Indrawan, SH sedangkan Tim JPU terdiri H. Ruhiyat, SH, Zein Mugni Munggaran, SH dan Gani Alamsyah, SH, dengan penasihat hukum antara lain Yusef Mulyana, SH, MH.

       Jika terbukti memenuhi unsur psl 338 KUHP, terdakwa terancam hukuman selama 15 tahun penjara, bahkan jika terbukti memenuhi psl 340 KUHP, ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup. ***(John).

DPRD  GARUT  BERJANJI  AWASI  SELEKSI  PENERIMAAN  CPNS  2010
Garut  News, ( Kamis, 11/11 ).

       Ketua Komisi A DPRD Garut, Nono Kusyana melalui Garut News, Kamis berjanji akan mengawal ketat, untuk mengawasi proses pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS 2010 di daerahnya, agar benar-benar bersih atau terbebas dari beragam indikasi kecurangan.

      Bahkan dia mengingatkan, agar pelaksanaan seleksi tersebut tidak hanya secara terus-menerus dilakukan oleh Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, melainkan juga hendaknya bisa dilaksanakan oleh universitas lainnya.

      Menyusul pengalaman penerimaan CPNS 2009 lalu, pihak UNPAD bersikeras tidak mau membuka penilaian hasil seleksi yang mereka periksa, secara transparan kepada publik, dengan alibi hanya berkewajiban menyerahkannya kepada pihak Pemkab Garut, sebagai penentu kelulusan.

      Padahal masyarakat sangat menghendaki keterbukaan, terlebih lagi dengan adanya Undang-Undang (UU) Tentang Keterbukaan Informasi Publik serta Peraturan Daerah (Perda) tentang Transparansi, katanya.

      Diingatkan pula, keterlibatan pihak perguruan tinggi, semata-mata harus untuk mewujudkan obyektivitas hasil seleksi, sebab jika pada akhirnya hanya pihak Pemkab sebagai penentu kelulusan, tidak mustahil terjadi kecurangan.

      Karena fakta selama ini, banyak diantaranya yang berhasil lulus itu, terdiri para putra dan putri maupun kerabat dekat petinggi Pemkab Garut.  ****(John).

DISNAKANLA  GARUT  PERIKSA  560  HEWAN  KURBAN
Garut  News, ( Kamis, 11/11 ).

        Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Garut, telah memeriksa kondisi kesehatan pada sekurangnya 560 ekor hewan kurban,  yang seluruhnya dinyatakan sehat maupun tidak menularkan penyakit

       Staf Disnakanla setempat, Drh Paryadi kepada Garut News, Kamis mengemukakan pemeriksaan terhadap hewan kurban lainnya akan terus dilakukan, hingga pada hari pelaksanaan pemotongan, katanya.

       Sebanyak 560 ekor hewan kurban tersebut, terdiri 491 ekor sapi, 57 domba serta 12 kerbau, yang tersebar di Kecamatan Wanaraja, Banyuresmi, Kelurahan Margawati, Kadungora, Bratayudha, Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul, Pataruman, Pasir Muncang serta Haurpanggung.

       Paryadi katakan, Kabupaten Garut terbuka terhadap pengiriman ternak untuk hewan kurban dari luar daerah, sepanjang telah memiliki surat keterangan resmi yang menyatakan berkondisi sehat, tetapi jika kenyataannya terdapat hewan yang sakit, maka terpaksa dilarang untuk dilakukan pemotongan. ***(John).
Picture
Evakuasi Penemuan Mayat Di Garut Untuk Diselidiki. (Foto : Ahen/naskah John Doddy Hidayat).
SELAMA  OKTOBER  TERJADI  703  KEGEMPAAN  GUNUNGAPI   PAPANDAYAN
Garut  News ( Selasa, 2/11 ).

      Selama Oktober 2010 terjadi 703 kegempaan gunungapi Papandayan di Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut, Jawa Barat, atau meningkat signifikant jika dibandingkan pada bulan sebelumnya, terdapat 388 kegempaan. 

     Sebanyak 703 kegempaan tersebut, terdiri satu kali kegempaan tektonik terasa, 184 tektonik jauh (TJ), 39 tektonik lokal (TL), 38 vulkanik dalam (VA), 438 vulkanik dangkal (VB) serta tiga kali kegempaan vulkanik type T (tornello), ungkap petugas Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Papandayan, Krisno Wahyongko kepada Garut News, di Papandayan, Selasa.

      Sedangkan 388 kegempaan selama September, meliputi 145 TJ, 27 TL, 33 VA, 171 VB serta 12 tornello, disusul hasil pengukuran suhu kawah pada 20 Oktober 2010, masing-masing 100,2 derajat Celsius Solfatara kawah Manuk/Balagadama, 77 derajat Celsius Fumarola kawah Manuk/Balagadama.

      Kemudian 268 – 290 – 309 derajat Celsius Solfatara kawah Emas serta 18,6 derajat Celsius air danau kawah baru, pada gunungapi yang sejak 16 April 2008 hingga saat ini berstatus Level II/ Waspada.

      Sehingga Kepala BBKSDA Jabar SKW V Garut, Teguh Setiawan, S.Hut mengingatkan, agar pengunjung berhati-hati dan tidak memasuki areal kawah, menyusul kegempaan gunungapi ini  berlangsung fluktuatif, bahkan tidak mustahil bisa meningkat tajam.

      Ungkapan senada mengemuka dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Yatie Rochyati, M.Si dan menyatakan pihaknya pun telah menyerukan melalui para pemandu wisata termasuk kelompok peduli pariwisata, katanya.

      Saat didesak pertanyaan, mengenai sangat jeleknya kondisi ruas jalan raya menuju kawah Papandayan, dia enggan berkomentar karena menurutnya fakta dan kenyataannya demikian adanya.

      Dalam pada itu Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten setempat, Hj. Elka Nurhakimah, M.Si katakan, jajarannya akan menjalin koordinasi dengan BBKSDA Jabar SKW Garut serta PVMBG, untuk mewujudkan peta pengungsian menghadapi kemungkinan terjadinya kondisi darurat.

      Karena selain perlu melaksanakan kegiatan tanggap darurat, juga diperlukan untuk mempermudah maupun memperlancar evakuasi penduduk, jika gunungapi itu berstatus siaga, juga diakui membuat peta pengungsian bahaya gunungapi Guntur, dinilai lebih sulit.

       Karena di seputar kawasan kaki gunungapi tersebut, sarat dipenuhi pemukiman penduduk juga obyek wisata potensial, bahkan berlokasi sangat berdekatan dengan pusat perkotaan, katanya.

       Sementara itu, Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si mengatakan, kondisi rusak parahnya ruas jalan menuju kawah Papandayan, bisa menghambat mobilitas jika berlangsung evakuasi penduduk, namun akan segera diperbaiki sepanjang 1 km, sambil dilakukan tender kelanjutan perbaikan berikutnya.

      Ditemui terpisah, Penyuluh BBKSDA Jabar SKW V Garut, Nur Surantiwi, S. Hut kepada Garut News mengemukakan, fokus materi penyuluhannya antara lain mengenai “konservasi”, melalui para pecinta alam (PA).

      Karena mereka selama ini, lebih banyak menjamah kawasan pegununungan, sehingga diharapkan bisa menjadi pionir untuk senantiasa menjaga serta berperan melestarikan alam beserta lingkungannya.

      Diantaranya, tidak membuang sampah sembarangan, berhati-hati membuat api unggun, menghindari “vandalisme”, yang meski muatan materinya relatif sederhana, namun dinilai sangat mendasar karena terkait dengan pembentukan karakter, katanya.

      Yakni karakter yang baik dan terpuji, mewujudkan interaktif positip dengan alam berupa saling menguntungkan, pada ketergantungan manusia dengan alam beserta lingkungannya.

“Inovasi   Ilmuwan”
      Inovasi kalangan ilmuwan, berupa pemancar radio yang dapat menahan panas hingga 900 derajat Celsius, dapat segera dijatuhkan ke dalam bumi untuk memberikan peringatan dini terhadap letusan gunung berapi.

      Teknologi state-of-the-art, yang dipelopori oleh para pakar dari Universitas Newcastle, menggunakan elektronik silicon carbide, yang bisa menahan suhu sama dengan bagian dalam mesin jet.

      Pengukuran perubahan tingkat gas vulkanik, seperti carbon dioxide dan sulplur dioxide, sensor nirkabel akan memberikan sinyal balik data real time ke permukaan, memberikan informasi penting tentang aktivitas vulkanik serta letusan apapun yang akan datang.

      Sebagai karya ilmuwan, menciptakan sensor antisipasi gunung berapi meletus, katanya.  *** (John).

PENEMUAN  MAYAT  MASIH  DISELIMUTI  MISTERI
Garut  News ( Selasa, 2/10 ).

       Penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas, Senin lalu (1/11), yang menggemparkan warga Kampung Cirengit di Desa Kersamenak Kecamatan Tarogong Kidul Garut, hingga berita ini disusun masih diselimuti misteri dibalik peristiwa mengenaskan tersebut.         Mayat itu, ditemukan pada areal pesawahan berkondisi sangat mengenaskan, dengan sejumlah luka bacok mulai dari bagian leher hingga kepala korban.

      Seorang warga setempat, Heris Kurnia(27) mengatakan, mayat tak dikenal itu ditemukan warga yang akan bertani di areal pesawahan sekitar pukul 07.00 WIB, diawali penemuan ceceran darah cukup mencurigakan.

     Ketika ditelusuri, ternyata sesosok tubuh manusia tergeletak tak jauh dari selokan irigasi di tengah areal pesawahan, katanya.

      Dikatakan, diperkirakan mayat ini bukan warga sekitar, karena tak seorang pun yang mengenali wajah korban, dipenuhi luka bacokan yang cukup mengerikan.

      Dengan kondisi bagian leher nyaris putus, serta sejumlah luka bacokan pun terdapat di beberapa bagian kepalanya, katanya.

      Dugaan sementara, penyebab kematian korban, luka bacokan yang terdapat  di leher bagian belakang, diibandingkan luka bacokan lainnya, luka di bagian leher ini merupakan luka paling parah sehingga banyak mengeluarkan darah.

      Saat ditemukan, korban menggunakan celana pendek warna hitam dan kaos berwarna biru. selain itu berusia sekitar 40-an tahun, namun tak terdapat tanda khusus lainnya yang bisa memudahkan untuk  mengenalinya. ***(John).
Picture
Wabup Garut, Rd. Diky Chandra Segera Selenggarakan Tausyiah Pada Setiap SKPD. (Foto : John Doddy Hidayat).
DPRD  INGATKAN, RAPERDA  PENDIDIKAN 
HARUS JAMIN  HAK  BELAJAR  MASYARAKAT
Garut  News, ( Selasa, 26/10 ).

      Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Garut, dr H. Helmi Budiman, MM mengingatkan, agar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Penyelenggaraan Pendidikan di daerahnya, harus mampu memberikan jaminan hak belajar bagi masyarakat. 

      Meski merealisasikan hak belajar rakyat itu, kerap dibelenggu kendala banyaknya siswa, yang tidak mampu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan termasuk sarana penunjangnya, tegas Helmi Budiman kepada Garut News, seusai beraudensi dengan kalangan guru, tergabung dalam Forum Guru Garut (Fogar), Selasa.

      Sehingga diharapkan, supaya pemerintah secara konsekwen memenuhi alokasi dana pendidikan 20 persen dari APBD, di luar pemenuhan kebutuhan biaya pegawai, pemerintah dan masyarakat juga kembali diingatkan harus memiliki tanggungjawab terhadap pendidikan.

      Selain itu, harus benar-benar memfokuskan anggaran pendidikan tersebut, untuk tetap menjamin keberlangsungan hak belajar masyarakat, kemudian bisa menyiapkan lulusan anak didik dapat langsung memasuki bursa tenaga kerja, guna mengaplikasikan ilmu dan pengetahuannya.

       Karenanya, penyelenggaraan pendidikan SMK semestinya lebih banyak daripada SMA, bahkan hendaknya pula setiap SMK menjalin kerjasama, untuk diperolehnya rekomendasi dari setiap perusahaan sesuai dengan bidang kejuruan masing-masing, katanya.

      Agar setiap tamatan SMK bisa langsung bekerja sesuai dengan bidang keakhlian serta keterampilannya masing-masing, yang sebelumnya kondisi sosial ekonomi masyarakat yang memprihatinkan sekalipun, tetap bisa menikmati haknya mengenyam pendidikan.

      Menyusul paradigma wajib belajar, telah dimiliki setiap insan manusia sejak lahir hingga ke liang lahat, justru yang kini sangat penting berupa pemenuhan hak masyarakat untuk menikmati pendidikan secara memadai.

      Karena pelaksanaan program wajib belajar, yang selama ini mengratiskan SPP, pada kenyataannya masih banyak peserta didik yang justru lebih banyak mengeluarkan biaya untuk memenuhi sarana penunjangnya, yang lebih mahal dibandingkan dengan biaya SPP.

        Maka dalam proses penyusunan Raperda Tentang Penyelenggaraan Pendidikan, masih terus menghimpuan beragam kontribusi pemikiran dari masyarakat, ungkap Helmi Budiman.

        Sementara itu Ketua Fogar, Drs H. Dadang Johar Arifin, antara menyatakan Raperda tersebut masih belum berpihak bagi pengembangan dan kemajuan pendidikan di daerahnya, katanya.

       Ditemui terpisah Kepala Dinas Pendidikan setempat, H. Komar. M, M.Pd menyatakan setuju atau sependapat dengan Ketua Komisi D DPRD, bahkan menurut dia Perda merupakan landasan hukum tertinggi di daerah.

       Malahan lebih operasional, yang diharapkan mendapat dukungan penuh dari seluruh stakehorder, katanya. *** (John).      

AKTIVITAS  PENAMBANGAN  EMAS  DI  CIHIDEUNG  TETAP  DILARANG
Garut  News, ( Selasa, 26/10 ).

         Beragam aktivitas penambangan emas di kawasan Cihidueng Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, Jawa Barat, tetap dilarang dilakukan oleh siapapun, meski dengan alasan serta dalih apapun, sesuai Keputusan Bupati bersama seluruh kalangan Muspida.

         Sambil menunggu terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, ungkap Kepala Seksi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Pertambangan pada Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Kabupaten Garut, A. Dimyati kepada Garut News, Selasa. 

      Terkait cukup gencarnya kalangan masyarakat, yang mendesak bisa melakukan penambangan di Cihidueng, Dimyati mengingatkan, hendaknya sambil menunggu terbitnya Perda, silahkan menyusun perencanaan yang matang termasuk kesiapan menata manajemen usaha penambangan, katanya.

      Agar pada saatnya yang tepat dan legal, bisa langsung mengaplikasikannya di lapangan, sekaligus dengan perencanaan pengelolaan limbah tambang serta kegiatan reklamasi kerusakan lingkungan, imbuh Dimyati. *** (John).

SEKDA  GARUT  BUKA  PENYELENGGARAAN  EVALUASI  KELEMBAGAAN
Garut  News, ( Selasa, 26/10 ).

       Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, H. Hilman Faridz, SE, M.Si membuka penyelenggaraan evaluasi kelembagaan serta sosialisasi Perda Nomor. 5/2010 Tentang Mekanisme Penyusunan Program Legislasi Daerah di Garut, Selasa.

       Dia antara lain mengingatkan, evaluasi kelembagaan merupakan upaya reformasi birokrasi pemerintah pusat dan daerah, dengan tatanan organisasi pemerintahan yang efektif, rasional dan professional, sebagai upaya integral mewujudkan transformasi nilai menghadapi tantangan global.

       Namun dilaksanakan sesuai dengan pemenuhan peningkatan kualitas jasa pelayanan publik, sehingga diharapkan seluruh jajaran Pemkab/Setda Garut, tidak bersikap pesimis serta apriori, melainkan tetap optimis dengan melakukan deskripsi secara nyata, terkait dengan pelaksanaan tugas pokok, katanya.   

       Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekda Garut, Darsani, M.Si kepada Garut News mengemukakan, mekanisme penyusunan program legislasi daerah, merupakan sistim hukum yang dibentuk secara bersama-sama antara legislatif dan eksekutif, maupun bisa langsung disusun kalangan DPRD.

       Dengan melalui proses empat tahapan pembicaraan, mewujudkan Raperda untuk kemudian bisa disahkan menjadi Perda, yang juga sebelumnya mendapatkan kontribusi pemikiran dari berbagai kalangan masyarakat, katanya.

      Selain itu, juga berpedoman pada visi pemerintah daerah, serta sejalan dengan rencana pembangunan jangka panjang serta jangka menengah, imbuh Darsani. 

       Kepala Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Cipta Karya setempat, Ir H. Deni Suherlan mengatakan, bidang kebersihan, pertamanan dan PJU yang kemungkinan dipisah dari institusinya, karena bidang tersebut lebih banyak memanfaatkan dana rutin.*** (John).

SEKDA  GARUT  INSTRUKSIKAN  SEGERA  TINDAK  LAJUTI  TEMUAN  BPK
Garut  News, ( Senin, 25/10 ).

       Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, H. Hilman Faridz, SE, M.Si menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab setempat, agar segera menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

      Meski temuan di Kabupaten Garut, dinilainya masih relatif ringan dibandingkan daerah lainnya, termasuk salah-satu SKPD yang harus mengembalikan Rp80 juta, dikarenakan potensi sumber dananya belum tergarap akibat keterbatasan biaya operasional.

       Kepada Garut News, Senin juga mengemukakan, digelarnya diskusi prosedur tetap, termasuk tugas pokok dan fungsi tenaga akhli serta dievaluasinya kelembagaan, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) N0. 41/2007, katanya.

      Diantaranya pembentukan Kelembagaan Pemuda dan Olahraga, lembaga baru yang diurai dari Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Cipta Karya (Pertacip), juga diurai dari Disnakanla, agar masing-masing terdapat instansi Kelautan dan Peternakan.

      Kajiannya dilaksanakan secara ilmiah, bekerjasama dengan salah satu Universitas Negeri di Bandung, termasuk pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten, tegasnya.

       Ditemui terpisah Kepala Dinas Pendidikan setempat, H. Komar. M, M.Pd menyatakan, tidak menapikan adanya warga Kabupaten Garut yang masih mengalami buta aksara.

       Sedangkan pemanfaatan dana bantuan Provinsi Jawa Barat Rp3 miliar lebih, untuk penanggulangan buta aksara, tengah diselesaikan dan ditelisik indikasi adanya penyimpangan.

      Dia juga mengaku, baru pulang studi banding dari Negeri Tirai Bambu Cina, atas undangan bersama SMK, sehingga SMK Politeknik di Cina patut ditiru otoritasnya menentukan produk sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar.

       Bahkan saat ini SMK di Garut, tengah merancang produk laptop, yang dipastikan berharga murah, katanya. ***(John).

INDUSTRI  PENYAMAKAN  KULIT  SUKAREGANG 
MILIKI  SEJARAH  PANJANG
Garut  News, ( Minggu, 24/10 ).

      Industri penyamakan kulit di Kampung Sukaregang Garut, Jawa Barat, memiliki perjalanan sejarah panjang, atau lebih tua dibandingkan sektor industri yang sama di Magetan.

      Sukaregang, ada sejak jaman Jerpang, yang pertama kali dirintis oleh pekerja industri penyamakan kulit di Jatayu Bandung, kemudian berhasil menerapkan keakhlian serta keterampilannya di kampung halamannya sendiri.

      Demikian diungkapkan pemilik Pabrik Kulit (PK) Arsya Leader Sukaregang, Ir H. Ayub Afandi kepada Garut News, Minggu dan menyatakan saat ini kondisi lingkungan Sukaregang sangat memerlukan kepedulian pemerintah serta peran serta seluruh kalangan pengusahanya.

      Aparat pemerintah pun, hendaknya jangan hanya menyerap informasi tentang kondisi Sukaregang dari pihak pihak tertentu, melainkan patut disikapi dengan terjun langsung ke lapangan, katanya.

      Karena jika peningkatan pengembangan sentra industri penyamakan kulit ini, dikelola dengan berbasiskan ramah lingkungan, maka dipastikan akan semakin bisa dijadikan percontohan di Indonesia bahkan di dunia.

      Karena kreativitas para perajinnya, sejak dahulu hingga sekarang tetap eksis di tengah pemukiman penduduk, serta perkembangan penerapan teknologi yang semakin canggih, menyusul proses pengolahannya yang dahulu sangat beda dengan saat ini.

      Sehingga berbagai rencana regulasi yang akan dikeluarkan pemerintah pun, hendaknya bisa terbuka dikemukakan kalangan pejabat di lingkungan Pemkab Garut, sekaligus tidak hanya mendengar informasi secara sepihak, melainkan harus secara menyeluruh dan obyektif.

      Terdapatnya kalangan pengusaha dari luar daerah yang berusaha di Sukaregang, juga hendaknya bisa mematuhi kepentingan lingkungan, termasuk bersama-sama mengolah limbah dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), imbuh Ayub Afandi.

     Dia pun selama ini, tetap “concern”, ikut serta memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan Kabupaten Garut, dalam berbagai bidang, termasuk mengkritisinya jika terdapat kondisi yang patut segera dibenahi.

       Tamatan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, kerap pula ikut serta beraudensi di ruang paripurna DPRD Kabupaten Garut, dengan kalangan eksekutif dan legislatif, guna melakukan berbagai pembenahan untuk kemajuan Garut. *** (John)

RUAS  JALAN  SEPUTAR  LAPANGAN                           
MERDEKA  KEERKHOOF  MACET  TOTAL
Garut  News, ( Minggu, 24/10 ).

      Nyaris seluruh lintasan ruas jalan seputar lapangan Merdeka Keerkhoof Garut, Minggu mengalami macet total, sehingga sulit dilalui berbagai jenis kendaraan apapun, yang ironisnya  tak terlihat petugas melakukan pengaturan arus lalu lintas.

      Selain dilalui moda angkutan kota juga kendaraan pribadi, serta sarat terdapat lapak maupun roda penjual berbagai komoditi, makanan dan minuman ringan, termasuk aksesori serta kerap dijadikan sarana promo.

      Mengakibatkan suasana hingar bingar, penyebab tak nyaman lagi dijadikan sarana berolahraga bagi keluarga, demikian pemantauan Garut News di lapangan. **** (John). 

PEMERHATI  BUDAYA  GARUT  HIMPUN  BIOGRAFI  R.A  LASMININGRAT 
Garut  News, ( Sabtu, 23/10 ).

      Pemerhati Budaya Garut, Deddy Efendie(55), tengah berupaya menelisik dan menghimpun dokumen biografi Raden Ajoe (R.A) Lasminingrat, yang bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan kajian ilmiah.

      Menyusul “perempoean intelektual pertama” di Indonesia atau setidaknya di “Tatar Soenda” itu, akan terus diperjuangkan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, meski pemberian gelar Pahlawan nasional tersebut, merupakan hak prerogatif Presiden RI.

       Bahkan merupakan Keputusan Presiden, ungkap Deddy Efendie kepada Garut News dan menyatakan, Sabtu TP2GD Kementerian Sosial sebelumnya mengusung pengajuan gelar Pahlawan Nasional R.A Lasminingrat ke Dewan Gelar pada 2010 ini.

      Pada Dewan Gelar, seorang diantaranya menolak mutlak, tiga setuju mutlak serta sembilan pada prinsipnya setuju, jika terdapat cetakan biografi berdasarkan kajian ilmiah, sehingga  persyaratan ini perlu dilengkapi, untuk kembali diusulkan pada 2011 mendatang.

      Guna menelisik dan menghimpun dokumen biografi R.A Lasminingrat, bekerjasama dengan Lembaga Perguruan Tinggi ternama di Indonesia, sekurangnya diperlukan biaya Rp141,940 juta, tidak termasuk biaya jika harus melakukan perjalanan ke negeri kincir angin, Belanda.

      Masih menurut Deddy Efendie, R.A Lasminingrat selain mendirikan “Sakola Kaoetamaan Istri”, juga berhasil menulis dan menerbitkan karya sastra Carita Erman kemudian Warnasari Jilid I dan II, selanjutnya Jilid III karya adik kandungnya Lenggang Kencana.

      Sedangkan warga Garut lainnya yang dinilai layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional, antara lain Mustafa Kamil, Hasan Arief, Suherman, Arudji Kartawinata, Subjadinata serta Enoch, katanya.

      Bahkan berdasarkan kajian pakar sejarah Asia termasuk Indonesia, Prof Dr Mikihiro Moriama, justru R.H Moehammad Moesa, ayahanda R.A Lasminingrat selaku Penghulu Kabupaten Balubur Limbangan (1862), yang dinilai paling layak sebagai Bapak Pendidikan Nasional RI.

      R.H Moehammad Moesa mendirikan sekolah pertama sekitar 1862 di seputar gedung Pendopo, yang kemudian pada 1870 mendapatkan bantuan 100 gulden dari Pemerintah Belanda, saat murid sekolah itu berjumlah 200.

      Sementara itu istri Wakil Bupati Garut, Ny. Rani Permata Diky Chandra mengungkapkan,

R.A Lasminingrat merupakan pionir maupun pelopor utama pendidikan modern “Kaoem Poerempoean Soenda” pada zamannya, lahir 1843 kemudian 1871 sudah bisa menulis karya sastra berjudul “Carita Erman”.

       Diterbitkan pada 1875, 1876 dan 1887, selanjutnya terbit buku “Warnasari” Jilid 1 dan 2, pada usia 64 tahun mendirikan “Sakola Kaoetamaan Istri” dengan lima kelas yang menerapkan kurikulum 1907, demi “Kemajoean Kaoem Perempoean”.

     Karena pada masanya, masih dianggap “sampah”, R.A Lasminingrat pun dengan tulus dan ikhlas  menghibahkan seluruh harta dan kekayaannya untuk Kabupaten Garut.

      Sehingga pada saat wafat, tidak memiliki apa-apa, padahal sebagai istri Bupati Garut, Rd. Aria Wiratanudatar VIII.

       “Saya mohon do’a serta dukungan dari seluruh elemen dan komponen masyarakat Kabupaten Garut, semoga kedepan R.A Lasminingrat bisa dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional,” ujar Ny. Rani Permata Diky Chandra. **** (John).

PEMERHATI  BUDAYA  GARUT,  WUJUDKAN  MINIATUR
“KARATON  PAKUAN  PADJADJARAN”
Garut  News, ( Sabtu, 23/10 ).

        Pemerhati Budaya Garut, Deddy Efendie(55), kini tengah berupaya mewujudkan miniatur dua lantai “Karaton Pakuan Padjadjaran”, diatas tanah miliknya seluas 708 m2 di Studio Proklamasi, Jl. Proklamasi Garut, Jawa Barat.

      Obsesinya itu, dikemas sejak 1996 yang sekaligus didirikan Museum seluruh Lukisan Terkecil Se Dunia merupakan hasil karyanya sendiri, Museum Reflika Benda Budaya “Oerang Garoet”, Perpustakaan, boutiq serta restourant budaya makanan etnis khas Garutan.

       Menurut dia, Oerang Soenda itu memiliki perjalanan sejarah yang sangat hebat, tetapi belum terdapat bukti menyeluruh secara ilmiah, jika ada pun hanya sebagian maupun tidak utuh, sehingga seluruh barang seni peninggalannya perlu dihimpun dan dilestarikan, meski berbentuk reflika, katanya.

      Diantaranya, karya sastra R.H. Moehammad Moesa, Hasan Moestafa, R.A Lasminingrat, Lenggang Kencana, Kartawinata, serta Karya Budaya Karuhun Oerang Garoet seperti Peta Ciela, naskah Kabuyutan Ciburuy, serta benda pusaka berupa Kujang Buhun, Batik Garutan dan Batik Padjadjaran Asli.

       Hingga kini, masih belum mengajukan profosal bantuan kepada Pemkab setempat termasuk siapapun, meski ke depan tak menafikan bagi siapapun calon investor untuk menanamkan investasinya, diantaranya pada restourant budaya makanan etnis khas Garutan.

       Dengan menyediakan menu “karedok”, minuman langka “lahang”, “burayot” dari Leles, “Opak Bungbulang”, “bajigur”, “bandrek” serta makanan etnik lainnya. **** (John).

BENCANA  SEPTEMBER  GARUT   HANCURKAN  16  RUMAH  PENDUDUK
Garut  News, ( sabtu, 23/10 ).

       Peristiwa bencana di Kabupaten/Kota Garut, Jawa Barat, selama September 2010 sekurangnya menghancurkan 16 rumah penduduk,  bahkan dalam 89 kejadian itu 45 rumah lainnya rusak berat, 282 rusak ringan, 258 terancam serta 275 rumah terendam.

      Seluruhnya menelan kerugian lebih dari Rp953,325 juta, juga mengakibatkan 1.535 Kepala Keluarga (KK) atau 6.576 jiwa penduduk menderita, bahkan 302 KK lainnya atau sekitar 1.560 jiwa terpaksa dievakuasi untuk melakukan pengungisian.

      Demikian diungkapkan Kepala Seksi Perlindungan Sosial pada Dinsosnakertrans Kabupaten Garut, Drs Dadang Bunyamin kepada Garut News dan menyatakan, Sabtu bencana yang berlangsung selama September tersebut, terdiri angin putting beliung, tanah longsor dan banjir bandang.

      Selain itu, kebakaran, kebakaran pasar, hujan deras dan petir, hujan deras dan angin kencang, longsor, banjir, rumah rubuh, hujan deras dan rumah rubuh, serta tanah retak maupun bergerak, katanya.

      Mengakibatkan pula, antara lain dua warga mengalami luka, sehingga diserukan pada kondisi cuaca yang tidak menentu ini, agar masyarakat berhati-hati serta mewaspadai kondisi alam lingkungannya masing-masing.

      Terutama bagi mereka yang bermukim pada kawasan maupun lokasi rawan bencana, menyusul di Kabupaten Garut terdapat sekurangnya 33 titik rawan bencana alam tanah longsor dan banjir lumpur, ungkap Dadang Bunyamin, menambahkan. *** (John).

WABUP  TEGASKAN  SKPD  GARUT  PATUT  MENDAPATKAN  TAUSYIAH
Garut  News, ( Jumat, 22/10 ).

       Wakil Bupati Garut, Rd. Diky Chandra melalui Garut News, Jumat menegaskan setiap Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab/Setda setempat, patut segera mendapatkan tausyiah.

       Terkait terlambatnya mereka merespon temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun lalu, diantaranya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut, berkewajiban mengembalikan dana sekitar Rp80 juta pada kas negara.

      Disusul Dinas Bina Marga sekitar Rp120 juta serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Rp8 juta, katanya.

      Meski temuan tersebut dinilai masih sebatas wajar, namun tetap akan menggelar pertemuan khusus dengan para SKPD, bahkan memberikan ceramah keagamaan maupun tausyiah, agar mereka bisa kembali memahami tentang mana yang hak dan mana yang bathil, tegas Wabup.

      Sehingga di masa mendatang, peristiwa serupa tak terulang lagi dan BPK tak menemukan lagi keanehan-keanehan lainnya di setiap lingkungan SKPD, katanya.

      Sumber lainnya mengingatkan, kian mendesak diterapkannya pembuktian terbalik, menyusul cukup banyaknya pejabat eselon IV, yang memiliki harta berlimpah ruah, bergaya hidup mewah termasuk keluarganya berhiaskan emas permata.

      Menyusul tak mungkin penghasilan resmi dari jabatan eselon IV, bisa bergaya hidup demikian lengkap dengan mobil pribadi, jika tidak menjarah dari yang bukan haknya. **** (John).
Picture
Ketua Komisi A DPRD Garut, Harapkan Penerimaan CPNS Berjalan Jujur dan Obyektif. (Foto : John Doddy Hidayat).
CALON  PELAMAR  CPNS  BISA  MEMPROSES  KELENGKAPAN  PERSYARATAN
Garut  News, ( Jumat, 22/10 ).

       Kepala Bidang Formasi PNS pada Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) kabupaten Garut, H. Muhdin, SH melalui Garut News, Jumat menyerukan setiap calon pelamar umum untuk penerimaan CPNS 2010, bisa memproses kelengkapan persyaratannya.

      Meski pengumuman resmi dan jadwal penerimaan CPNS tersebut, masih menunggu penandatanganan formasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, namun kemungkinan Nopember mendatang bisa dimulai, katanya.

      Sedangkan persyaratan yang bisa dituntaskan persiapannya, antara lain terdiri foto copy ijazah beserta transkrip nilai yang dilegalisir, keterangan kesehatan dari dokter pemerintah, sedangkan SKCK bisa diproses setelah dinyatakan lulus dari seleksi penerimaan CPNS 2010.

       Sementara itu, ratusan tenaga kerja kontrak (TKK) yang telah tuntas dilakukan validasi pendataan dokumennnya, masih menunggu kepastian hasilnya dari Jakarta, imbuh Muhdin. *** (John).

IPM  GARUT  DINILAI  MENINGKAT  MEMUASKAN 
Garut  News, ( Jumat, 22/10 ).

      Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Garut, dinilai meningkat memuaskan, meski selama lima tahun terakhir pada setiap tahunnya rata-rata hanya meningkat dibawah satu digit.

      Namun kondisi IPM pada 2005 bertengger 68,70 kemudian pada akhir Desember 2009 berangka proyeksi menjadi 71,16 sedangkan IPM rata-rata Provinsi Jawa Barat, 71,12, ungkap Sekretaris Bappeda setempat, Drs Toni T. Somantri kepada Garut News, Jumat.

      Sementara itu laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kabupaten Garut, 4,16 pada 2005 kemudian menjadi 5,57 persen per akhir Desember 2009, yang menurut Toni T. Somantri, kondisi LPE tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi secara nasional termasuk laju inplasi, katanya.

      Namun dia tidak menjelaskan melorotnya laju investasi, yang pada akhir 2008 bisa mencapai 12,16 persen, namun pada akhir Desember 2009 berangka proyeksi 8,55 persen. *** (John).

UMK KABUPATEN  GARUT  2011  DIPASTIKAN  ALAMI  PENINGKATAN
Garut  News, ( Jumat, 22/10 ).

      Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 2011 mendatang dipastikan mengalami peningkatan, jika dibandingkan pada 2010 ini sebesar Rp735 ribu.

      Proses pengusulannya telah diajukan kepada Bupati, kemudian dilanjutkan untuk mendapatkan persetujuan Gubernur Jawa Barat, sehingga angka riel peningkatannya masih belum bisa diungkapkan saat ini, tegas Kepala Dinsosnakertrans Garut, Hj. Elka Nurhakimah, M.Si, Jumat.

      Kepada Garut News, dia mengemukakan sebelum diusulkan berlangsung proses pembahasan, antara lain bersama Dewan Pengupahan, Disperidag Koperasi dan UKM serta Dinsosnakertrans.

      Kemudian dilaksanakan survey pasar kebutuhan hidup layak (KHL), termasuk survey pada unsur pengusaha, yang seluruhnya sekurangnya 40 item kajian telah dilaksanakan, katanya.

      Sehingga saat ini, masih menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur, kendati dipastikan mengalami peningkatan dari UMK 2010 yang bernilai Rp735 ribu, imbuhnya.

      Menyikapi ketokohan perempuan Kabupaten Garut, Raden Ajoe (R.A) Lasminingrat, yang pada 2010 tidak memasuki sepuluh nama Calon Pahlawan Nasional (CPN), Elka Nurhakimah mengemukakan, sangat kecewa dan akan terus berupaya membantu melengkapi persyaratannya.

      Meski selama ini, R.A Lasminingrat tetap dinilai oleh seluruh masyarakat Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebagai figur idola bahkan sebagai pahlawan besar bagi kemajuan pendidikan modern kaum perempuan, tegasnya.

      Sejak ratusan tahun lalu, R.A Lasminingrat membuktikan makna ungkapan Sekjen PBB, Kofi Annan, yang mengemukakan ; “Mendidik Seorang Perempuan Sama Dengan Mendidik Satu Generasi, sedangkan mendidik seorang laki-laki adalah mendidik dirinya sendiri”.  *** (John).
Picture
Miniatur Speda Onthel Bisa Menarik Wisatawan Ke Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Foto : Nova Nugraha Putra/naskah John Doddy Hidayat).
ANAK  PEMAKAN  DAGING  MENTAH  JALANI  PERAWATAN  DI  CIMAHI
Garut  News, ( Kamis, 21/10 ).

       Dindin Suherman(8), anak yang selama ini kecanduan pemakan daging mentah, sejak sebulan lalu menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Cisarua Cimahi, yang akan berlangsung hingga setahun mendatang.

      Warga Kampung Wanakerta RT.02/02 Desa Wanakerta Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, Jawa Barat, itu selama ini sangat mendesak memerlukan dana pendukung untuk proses penyembuhannya, ungkap tetangga terdekatnya, Beni kepada Garut News, Kamis.

      Beni bersama orang tua anak tersebut, Atang Sulaeman(29) pekerjaan serabutan mendatangi kediaman Ketua Konsorsium Peduli Untuk Mereka, Ny. Rani Permata Diky Chandra, mengeluhkan kesulitan ekonominya.

      Sehingga diharapkan adanya kepedulian dari kalangan dermawan, untuk meringankan beban sosial psikologis dan ekonomi keluarga tersebut. *** (John).
Picture
Sekda Garut, H. Hilman Faridz, SE, M.Si Sangat Apresiasi Terhadap Pembangunan Ruas Jalan Cukul - Rancabuaya Garut. (Foto : Farhan Aulia/naskah John Doddy Hidayat).
WABUP  GARUT  SERUKAN  IMPLEMENTASIKAN  SHALAT  DENGAN  MENGOLAH  AKAL
Garut  News, ( Rabu, 20/10 ).

      Wakil Bupati Garut, Rd. Diky Chandra menyerukan, agar bisa mengimplementasikan setiap melaksanakan ibadah shalat wajib, antara lain dengan mengolah akal menjadi ilmu dan amal, termasuk berkreativitas yang inovatif serta produktif.   
     Sehingga dapat bermanfaat bagi semua pihak termasuk diri sendiri, karena Allah SWT telah menganugerahi kekayaan yang luar biasa, berupa akal dan pikiran, imbuhnya saat meresmikan gerai baru “d’jieun tjokelat” di Jl. Otista Garut, antara lain dihadiri Ny. Rani Permata, Rabu.

      Wabup juga mengharapkan, beragam produk kreasi dan inovasi yang berhasil digulirkan pemilik produk “Chocodot” (Coklat Berisi Dodol Garut), bisa memberikan inspirasi bagi warga Garut lainnya, yang dipastikan masing-masing memiliki keakhlian di bidangnya masing-masing. 

      Karena masih sangat banyak pintu keberhasilan di bidang lainnya, yang jika diolah dengan kreativitas dan inovasi kecerdasan berpikir sekemilau intan, bisa membuahkan hasil maksimal, seperti halnya pemilik produk Chocodot, Kiki Gumelar.

      Dia dinilai mampu tampil beda dengan dinamis mengkolaborasikan produk makanan etnik dengan kuliner modern dalam beragam kemasan kreativitas produk cokelat, sehingga juga bisa menunjang pengembangan dan kemajuan industri pariwisata, katanya.

      Sementara itu, Kiki Gumelar antara lain mengemukakan, obsesinya mencoklatkan Kabupaten Garut, tanpa mengesampingkan nilai budaya Sunda, termasuk memproduk cokelat dengan kemasan lima gunung yang mengelilingi Kota Garut.

      Termasuk produk Cokelat Garut Geulis, Cokelat Besek Khas Sunda, Bromis Cokelat Isi Dodol (Brodul), Cokelat Parahiangan Jabar, Cokelat Domba Garut (Dogar), Coklat Isi Biji Kopi (Kopicok), Ranginang Celup Coklat (Rangicop) serta Pitza Dodol Cokelat (Jadol).

      Satu tahun Chocodot berkarya, diantaranya telah mendapatkan UKM Pangan Award Nasional 2010, Kategori Inovasi Produk Dan Bahan Baku, dari Kementerian Perdagangan RI, kemudian Garut Award 2010.

      Bahkan Kiki Gumelar mengaku, meski produknya lokal Garut, namun kerap diundang menjadi nara sumber di seluruh Nusantara bahkan hingga ke luar negeri, yang dalam waktu dekat akan juga memproduk Piza Dodol Cokelat, katanya. ***(John).   

WARGA  GARUT  KECEWA, LASMININGRAT  TIDAK  MASUK  SEPULUH  “CPN”
Garut  News, ( Rabu, 20/10 ).

       Warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, termasuk kaum perempuan sangat kecewa menyusul almarhumah Raden Ajoe (RA) Lasminingrat, tidak masuk nominasi sepuluh Calon Pahlawan Nasional (CPN) 2010.

      “Atas nama pribadi dan rakyat Garut juga seluruh kaum perempuan, saya menyatakan sangat kecewa, meski tidak akan menyerah untuk terus memperjuangkannya,” tegas Ketua Parfi Korda setempat juga Wakil Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Garut, Ny. Hj. Rani Permata Diky Chanda melalui Garut News, Rabu.

      Ketua Konsorsium Peduli Untuk Mereka itu, juga mengemukakan, akan terus berjuang mencari informasi serta data yang validitasnya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, tentang eksistensi nilai perjuangan dan pengorbanan R.A Lasminingrat.

      Kendati dipastikan biayanya sangat mahal, tetapi akan terus berupaya memenuhinya, termasuk selama ini mewujudkan hormat dan penghargaan warga Garut terhadap R.A Lasminingrat, antara lain diabadikan menjadi nama gedung wanita “R.A Lasminingrat”, tegas Ny. Rani Permata.

      Dia mengungkapkan, R.A Lasminingrat merupakan pionir maupun pelopor utama pendidikan modern “Kaoem Poerempoean Soenda” pada zamannya, lahir 1843 kemudian 1871 sudah bisa menulis karya sastra berjudul “Carita Erman”.  

      Diterbitkan pada 1875, 1876 dan 1887, selanjutnya terbit buku “Warnasari” Jilid 1 dan 2, pada usia 64 tahun mendirikan “Sakola Kaoetamaan Istri” dengan lima kelas yang menerapkan kurikulum 1907, demi “Kemajoean Kaoem Perempoean”. 

      Karena pada masanya, masih dianggap “sampah”, R.A Lasminingrat pun dengan tulus dan ikhlas  menghibahkan seluruh harta dan kekayaannya untuk Kabupaten Garut.

      Sehingga pada saat wafat, tidak memiliki apa-apa, padahal sebagai istri Bupati Garut, Rd. Aria Wiratanudatar VIII.

       “Saya mohon do’a serta dukungan dari seluruh elemen dan komponen masyarakat Kabupaten Garut, semoga kedepan R.A Lasminingrat bisa dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional,” ujar Ny. Rani Permata Diky Chandra. **** (John).

SAWO  KECIK  BISA  DIJADIKAN  TANAMAN  KONSERVASI
Garut  News, ( Selasa, 19/10 ).

      Vegetasi sawo kecik (crisopylum cainito), sejenis kayu-kayuan dinilai bisa dijadikan tanaman konservasi, menyusul selain buahnya dapat dikonsumsi dan mengobati penyakit panas dalam, juga menjadi penguat struktur tanah jika ditanam pada kiri - kanan jalan.

      Tanaman keras yang banyak ditemukan di Kelurahan Margawari Kecamatan Garut Kota itu, sangat tinggi menyerap karbon serta sebagai peneduh, berdaun mengkilap dan tajuk rimbun, ungkap Kepala Seksi Litbang Dinas Kehutanan setempat, Ir Kuswana kepada Garut News, Selasa.

      Tetapi untuk membudidayakannya secara besar-besaran, masih diperlukan kajian sosial ekonomi atau analisa usaha, sedangkan kandungan nutrisi dari pohon yang berbuah manis tersebut, juga memerlukan proses penelitian dari akhli gizi, katanya.

     Sementara itu, penggandaannya bisa melalui penanaman biji, namun memerlukan waktu sepuluh tahun untuk memulai belajar berbuah, maka mempercepatnya dapat dengan cara “mencangkok”.

      Diagendakan pada 2011 mendatang, dilakukan pengkajian serius untuk pengembangannya sebagai “trend” baru penanaman sawo kecik sebagai tanaman konservasi, yang selama ini dikenal oleh warga Margawati sebagai sawu susu.

      Karena kekentalan lendir getahnya hampir menyerupai susu, yang banyak di tanam di Kebun Raya Bogor serta pada beberapa titik lokasi pada lintasan Jl. Soekarno – Hatta Bandung, ujar Kuswana.

      Dia katakan, dimulainya kegiatan kajian pada 2011, karena menjelang akhir tahun ini masih disibukan pelaksanaan PHBM pengembangan kembali tanaman rami, serta kegiatan PHBM di Kawasan Panawa.

      Kepada masyarakat Margawati, disampaikan penghargaan serta apresiasinya karena selama ini telah mengembangkan jenis tanaman kayu-kayuan ini, sehingga dirinya pun akan segera langsung meninjau ke lapangan, katanya. ****(John).

CAPAIAN  IPM  GARUT  MASIH  SANGAT  RENDAH
Garut  News, ( Senin, 18/10 ).

       Wakil Bupati Garut, Rd. Diky Chandra mengakui, capaian Indek Pembangunan Manusia (IPM) termasuk indek daya beli, indek kesehata, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) serta laju investasi di kabupaten nya, hingga saat ini masih sangat rendah.  

      Sehingga setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar seksama mempelajari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) berbasiskan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), tegasnya saat didesak pertanyaan Garut News, Senin.

      Dia mengingatkan, pelaksanaan RKPD merupakan instruksi bupati berthemakan pembangunan inprastruktur, yang jika tidak dilaksanakan maka dipastikan pada 2011 mendatang, tak akan ada apa-apa, katanya.

      Atau jika setiap SKPD, hanya bersitegang bisa membelanjakan anggarannya hanya berdasarkan keinginan dengan mengedepankan “ego sektoral”, atau bukan berdasarkan kebutuhan masyarakat yang mendesak maupun berdasarkan skala prioritas.

      Didesak pertanyaan tentang kemungkinan masih banyaknya Kepala SKPD berkualitas SDM rendah, Wakil Bupati menegaskan, jika hal itu kenyataannya, “maka sayalah yang salah mendidik, sehingga mereka tidak perlu disalahkan”, ungkapnya.

     Sedangkan rencana pembangunan 2011, antara lain klaster Satu di Utara Garut, klaster dua pada sektor pariwisata  serta klaster tiga di wilayah Selatan Garut, dengan daerah yang harus dipacu masing-masing Kecamatan Peundeuy, Singajaya, Banjarwangi, Cisewu dan Talegong.

      Di wilayah Selatan Garut, juga akan dikembangkan peternakan sapi potong bekerjasama dengan PTPN di Kecamatan Cibalong, ujarnya.

      Sementara itu, IPM Garut 2009 berangka proyeksi 71,16 atau hanya meningkat dibawah satu digit dibandingkan pada akhir 2008 lalu (70,52), disusul indek daya beli 64,34 juga meningkat dibawah satu digit dibandingkan akhir tahun sebelumnya (63,54).

      Kemudian indek kesehatan 67,00 meningkat dibawah satu digit dibandingkan akhir 2008 (66,33), laju investasi 8,55 menurun dari 12,16 (2008) serta LPE bertengger pada 5,57 dari 4,69 pada akhir 2008 lalu.

      Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda setempat, H. Budiman, SE, M.Si saat ditemui terpisah mengingatkan, perlunya kalangan Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) bersama stakehorder lainnya, menerjemahkan makna indikator makro tersebut.

      Kemudian berupaya menyikapinya, antara lain dengan beragam tereobosan inovasi, atas deviasi serta 11 sektor yang mempengaruhi kondisi LPE di daerah ini, katanya. *** (John).

HASIL  VALIDASI  670 TKK  GARUT  DIPROSES  DI  JAKARTA
Garut  News, ( Senin, 18/10 ).

       Kepala Bidang Formasi Kepegawaian pada Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, H. Muhdin, SH kepada Garut News, Senin  menyatakan, hasil kegiatan validasi sekitar 670 tenaga kerja kontrak (TKK), akan diproses di Jakarta.

      Kegiatan yang diselenggarakan tim dari BKN dan Menpan, pada 11-18 Oktober 2010 di Garut itu, berakhir Senin siang, yang hasil akhirnya masih belum bisa diketahui, karena akan diproses di Jakarta, katanya.

      Sedangkan untuk perekrutan CPNS dari pelamar umum 2010, Kabupaten Garut mendapatkan formasi 213, diantaranya bagi tenaga guru (91), kesehatan (61), selebihnya tenaga teknis lainnya, yang pelaksanaan seleksinya kemungkinan serentak di seluruh Provinsi Jawa Barat.

      Rincian alokasinya serta persyaratannya pun, akan diumumkan setelah mengikuti rapat koordinasi di Jakarta, katanya. *** (John). 

LAJU KENDARAAN  GARUT  -  BANDUNG  PADAT    MERAYAP
Garut  News, ( Minggu, 17/10).

       Laju kendaraan roda empat Garut – Bandung dan dari arah sebaliknya, Minggu siang mengalami padat merayap, terutama pada lokasi sebelum Kecamatan Leles dari arah Garut serta sesudah Kecamatan Kadungora dari arah Bandung.

       Banyaknya jenis kendaraan truk tronton, yang kapasitas muatan barangnya cenderung melebihi kapasitas ruas jalan, juga mengakibatkan antrian panjang pada Tanjakan Leuweung Tiis tujuan Garut, demikian pemantauan lapangan Garut News.

       Kondisi tersebut diperparah saratnya melintas bis penumgpang umum serta bis pariwisata berbadan lebar, menyebabkan hanya pengendara speda motor yang bisa mudah mendahuluinya, sedangkan mobil roda empat terpaksa antri dengan laju merayap dari kedua arah.

      Kemacetan kerap pula berlangsung di Perkampungan Tanjung Kemuning Garut, hingga memasuki Bundaran Tarogong, acap lintasan kendaraan dari kedua arah berlawanan sering memacetkan arus lalu lintas terutama di hari libur.

      Diperparah pula pada musim penghujan, atau setiap diguyur hujan cukup deras, banyak terdapat genangan air, yang bisa membahayakan keselamatan para pengguna jasa jalan.

      Simpul kemacetan juga selama ini, terdapat pada lintasan KA di Kecamatan Kadungora, depan pasar Kadungora serta Leles serta Bundaran Tarogong. ***(John).

GARUT  TERGENANG  AKIBAT  SEMALAMAN  DIGUYUR  HUJAN
Garut News, ( Sabtu, 16/10 ).

      Nyaris seluruh ruas jalan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tergenang luapan air yang melimpah dari drainase kiri dan kanan lintasan jalan, akibat semalaman diguyur hujan cukup deras.

      Hingga menjelang Sabtu sore, masih terdapat genangan air dan kerikil pada badan Jl. Proklamasi, bahkan sebelumnya tumpahan air dari areal persawahan di Sadang Karangpawitan, Desa Jayaraga serta Jayawaras, juga memenuhi badan jalan.

      Tidak memadainya kondisi saluran air, yang diperparah terjadinya penyempitan dan pendangkalan akibat banyak sampah berserakan, sebagai penyebab air melimpah ke badan jalan serta pemukiman penduduk, ungkap warga Sadang termasuk Sutisna(34) kepada Garut News, Sabtu.

      Dia katakan, dipastikan di kawasan Garut selatan dan utara pun berkondisi sama, menyusul selama ini nyaris tidak terdapat kegiatan pembangunan fisik, termasuk rehabilitasi sarana-prasarana umum, katanya.

      Dia menilai, Bupati setempat Aceng H.N Fikri lebih banyak melaksanakan tugas serimonial dan protokoler, daripada melakukan pembangunan fisik yang bisa menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

      Sehingga jika selama sepekan, secara terus-menerus diguyur hujan deras, bisa mengakibatkan bencana alam yang lebih parah dan sangat memprihatinkan.

      Saat ini pun banyak terdapat ruas jalan kabupaten, jalan desa termasuk jalan provinsi Garut - Pameungpeuk, yang mengalami kerusakan, berlubang serta sarat genangan air, malahan pada beberapa lokasi ruas jalan wisata Cipanas dipastikan setiap diguyur hujan, menjadi tergenang.

       Demikian pula pada Jl. Pembangunan hingga terusan Jl. Pembangunan, termasuk di depan komplek perkantoran Dinas Pendidikan, serta kantor bupati selalu tergenang, kapan pun diguyur hujan.

      Kondisi drainase pada kiri dan kanan jalan, juga sarat tumpukan sampah plastik dan organik, demikian pula pada ruas Jl. Guntur diperparah bertebarannya kotoran kuda, yang juga terjadi di seputar ruas jalan yang mengelilingi lapangan Merdeka Keerkhoof.

      Sedangkan permasalahan lainnya, berupa sering terjadinya kemacetan arus lalu lintas di Jl. Pramuka dan Jl. Cimanuk, kondisi di pusat perkotaan pun sarat pedagang kaki lima (PKL), yang semakin sulit dikendalikan. *** (John).

JABAR  PERLUKAN  4.715 CPNS
Garut News, ( Sabtu, 16/10 ).         

        Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Jawa Barat, memerlukan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 4.715, sebanyak 275 diantaranya antara lain diperuntukan bagi guru Sekolah Luar Biasa (SLB).       

         Selebihnya juga antara lain bagi tenaga kesehatan, serta teknis lainnya, kata Kepala Badan Kepegawaian Jabar, Achadiat Supratman, MH, setelah pembahasan di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Jakarta.       

        Pihaknya masih menunggu  persetujuan penetapan provinsi dan kabupaten/kota, termasuk peruntukan bagi setiap Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten/Kota, katanya. ***(John).

CUKUL  -  RANCABUAYA  PACU  PENGEMBANGAN  EKONOMI  WARGA  GASELA
Garut  News, ( Jumat, 15/10 ).

      Pembangunan ruas jalan yang melintas dari Cukul Pangalengan Bandung hingga Sukarame, Cisewu dan Rancabuaya di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dipastikan bisa memacu pengembangan denyut perekonomian warga “Garut Selatan” (Gasela).

      Pembangunan tersebut, berkonstruksi hotmix sepanjang 6 km dengan lebar jalan 6-8 meter, yang semula 3,5 meter, ungkap Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si kepada Garut News, Jumat juga mengemukakan, dikerjakan sejak Juli dan tuntas dikerjakan Desember mendatang..

      Dia katakan, dana yang terserap Rp33 miliar bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat 2010, yang Kamis (14/10) ditinjau langsung Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan beserta rombongan, antara lain disambut Sekda Garut, H. Hilman Faridz, SE, M.Si.

      Gubernur sangat mengharapkan, sarana jalan itu bisa dipelihara dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, karena selain berbiaya sangat tinggi juga sebagai upaya menanggulangi kerapnya terjadi bencana tanah longsor selama ini pada sepanjang ruas jalan itu.

      Gubernur antara lain meninjau lokasi pembangunan ruas jalan di Kampung Pasir Awi Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong, katanya.

      Sedangkan Sekda Hilman Faridz mengemukakan, sangat apresiasi terhadap pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang dinilainya sebagai salah-satu bentuk kepedulian mengangkat pengembangan perekonomian masyarakat.

      Melalui kelancaran serta memadainya sarana transfortasi mobilitas moda angkutan hasil pertanian tanaman pangan masyarakat petani, katanya. ***(John).
Picture
Bocah Berusia Dua Tahun Korban Penculikan. (Foto : Ahen).
WABUP  GARUT  INSTRUKSIKAN  SKPD  RAMU  POLA  SOSIALISASI
Garut  News, ( Kamis, 14/10 ).

      Wakil Bupati Garut, Rd. Diky Chandra instruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab dan Setda setempat, agar bisa meramu pola sosialisasi serta komunikasi yang efektif dan efisien.

      Menyusul masih banyaknya oknum “sosialitator”, yang justru hanya melakukan pemborosan anggaran, tetapi efektivitas penyampaian materi serta sebaran sosialisasinya mengesankan asal-asalan, sekedar dilaksanakan untuk menghabiskan alokasi anggarannya, tegas Wabup, Kamis.

      Penegasan Diky Chandra tersebut mengemuka kepada Garut News, seusai membuka kegiatan Diseminasi Hak Azasi Manusia (HAM) di lingkungan pendidikan, yang digelar Dirjen HAM Kementerian Hukum dan HAM RI, tahun anggaran 2010 di SMAN 1 Garut.

      Diikuti 30 peserta, terdiri perwakilan Komite Sekolah SD, SMP dan SMA/SMK, pengurus anak cacat serta perwakilan guru SD, SMP dan SMA/SMK, dengan penyaji materi Kasub Program Diseminasi HAM, Agus Jazuli.

      Kemudian Kabag Hukum dan Perundang-Undangan Setda Garut, Budi Gan Gan Gumilar, M.Si serta Ketua LSM Mitra Perempuan Kabupaten Garut, Dra Nita K. Wijaya.

      Wabup Garut juga mengingatkan, diperlukan upaya serius mencegah berhentinya kegiatan sosialisasi, dengan alasan minim serta tidak tersedianya anggaran, karena sosialisasi berbagai program pemerintah dapat dilaksanakan melalui beragam kesempatan dan medium.

      Atau tak hanya pada forum resmi dan serimonial maupun protokoler, melainkan antara lain bisa digelar sambil bersilaturahmi atau anjangsana dengan siapa pun dan dimana pun, katanya.

“Tanggungjawab Pemerintah”

       Sementara itu, Agus Jazuli mengemukakan, secara umum pemerintah memiliki tanggungjawab untuk menghormati, melindungi serta memenuhi hak mendasar setiap anak.

      Sedangkan tanggungjawab spesifik pemerintah, berupa menghindarkan anak dari tindakan kriminalisasi, mewujudkan harmonisasi serta melaksanakan pelaporan, ujarnya.

      Dia mengingatkan, terdapat sekurangnya 1,72 juta anak atau 38 persen, yang tidak bisa melanjutkan pendidikan formalnya dari tamatan SD ke SMP, bahkan pada 2009 terdapat 483 ribu anak SD, tidak lagi meneruskan pendidikan.

      Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, juga terdapat sekitar 70 ribu anak bermasalah, atau 70.578 anak sebagai penanggung masalah kesejahteraan anak, padahal mereka memiliki hak belajar, katanya.

      Sementara itu, Kabag Hukum dan Perundang-Undangan Setda Garut, Budi Gan Gan Gumilar, mempresentasikan perlindungan dan pemenuhan HAM bagi anak, diantaranya kebutuhan dasar anak serta hak dan kewajiban anak.

      Ketua LSM Mitra Perempuan, Nita K. Wijaya menyatakan, perlunya disajikan materi pendidikan tentang kesehatan reproduksi terhadap anak di bawah umur, menyusul saat ini terdapat kecenderungan terjadinya “Kekerasan Dalam Pacaran” (KDP).

      Selain itu, angka aborsi di Provinsi Jawa Barat mencapai sekitar 40 persen, kemudian eksploitasi seksual anak di bawah umur oleh tetangga, orang tua serta teman mereka seperti yang saat ini dialami warga Kecamatan Cibatu Garut, korbannya mengalami kehamilan.

      Kondisi tersebut, diperparah pula 168 anak Garut didera penyakit thalasemia, yang setiap pekan harus menjalani dua kali cuci darah, padahal kondisi sosial ekonomi orang tua mereka umumnya sangat memprihatinkan.

      Juga terdapat seorang siswi salah satu SMK di Kecamatan Bayongbong Garut, kini menjadi korban pemerkosaan seorang duda, sedangkan lembaga sekolah banyak yang nyaris menyerupai penitipan anak, akibat kesibukan kedua orang tua anak-anak.

      Dalam pada itu, terdapat peserta diseminasi HAM, yang antara lain mengusulkan agar dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pendidikan di Kabupaten Garut, bisa merubah program wajib belajar menjadi program hak belajar.

      Agar bisa dengan jelas, batasan pemenuhan hak dasar anak dalam menikmati dunia pendidikan, sebagai kewajiban yang harus dipenuhi pemerintah. ***(John).

LIO  CIWALEN  DAN  JL. PEMBANGUNAN  LANGGANAN  BANJIR
Garut  News, ( Kamis, 14/10 ).

      Kondisi wilayah di Kampung Lio Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota, termasuk pada Jl. Kabupaten dan Jl. Pembangunan, kerap dilanda banjir dan genangan air jika diguyur hujan deras cukup lama.

      Tetapi kondisi yang memprihatinkan tersebut, hingga kini sejak belasan tahun lalu masih terus kerap berlangsung, akibat tidak tuntas dan permanen dilakukan rehabilitasi, padahal penanganan yang parsial saat terjadi bencana, dipastikan tidak akan membuahkan hasil maksimal.

      Demikian pengamatan Garut News, yang sering menyaksikan kesibukan aparat institusi teknis terkait berebutan turun ke lapangan, jika terjadi bencana banjir, namun kelanjutan penanganannya secara mnenyeluruh sering pula tidak jelas.

      Dari Garut juga dilaporkan, di musim yang tak menentu ini terjadi kasus pencurian sayur-mayur berupa “seledri”, diatas tanah sekitar satu hektare dengan tersangka pelakunya tiga warga berusia muda di Kecamatan Bayongbong.

       Mereka meranggas tanaman seledri sekitar satu ton, bernilai lebih kurang 15 juta, yang kasusnya hingga kini masih diusut jajaran Polsek Bayongbong, menyusul ketiga tersangka pelakunya, telah berhasil diciduk aparat penegak hukum.

      Sedangkan harga bawang merah saat ini cukup tinggi, atau mencapai Rp15 ribu/kg, bahkan bisa lebih tinggi di tingkat pengecer atau warung pada pemukiman penduduk. *** (John).

“IOM”  BEROBSESI  CERDASKAN  MASYARAKAT  HADAPI  BERAGAM  BENCANA
Garut  News, ( Rabu , 13/10 ).

     International Organization for Migration (IOM) Indonesia, berobsesi mencerdaskan masyarakat di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dalam setiap menghadapi beragam bencana alam.

      Sehingga berbagai kegiatan yang digelar lembaga tersebut, termasuk seminar sehari  pentingnya pengurangan resiko bencana alam berbasis masyarakat, juga “sharing” pengalaman dari berbagai institusi, tidak hanya dilaksanakan di Kecamatan Pameungpeuk.

      Melainkan secara terencana bisa berlanjut pada wilayah kecamatan lainnya, ungkap Kepala Kantor “IOM” Jawa Barat, Peter Kern kepada Garut News, disela penyelenggaraan seminar hari pentingnya pengurangan resiko bencana alam di hotel termegah Pameungpeuk, Rabu.

      Dia senang tingginya respon masyarakat dan mengatakan, masyarakat pun harus membangun kesiapsiagaan bencana, melalui banyak perencanaan serta latihan termasuk simulasi di lapangan, juga mengamati dan menganalisa dokumen visualisasi dampak bencana alam, katanya.

      Sementara itu, Ir Gatot Soedrajat, M.Sc dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berpendapat, sangat diperlukannya kemampuan masyarakat bersama aparat pemerintahan mengelola “manajemen darurat”.

      Termasuk jika sewaktu-waktu aktivitas gunungapi Guntur mulai menggeliat, setelah ratusan tahun beristirahat bahkan telah melintasi kurun waktu periode letusannya sejak 1870-an, yang kini sekurangnya 15 juta penduduk Indonesia bermukim sekitar zona bahaya letusan gunungapi.

      Mereka tidak mungkin secara serta merta dimukimkan kembali ke lokasi aman, kecuali dievakuasi jika terjadi peringatan dini bahaya gunungapi, termasuk di Kabupaten Garut muntahan batu letusan gunungapi Guntur bisa menjangkau hingga ke gedung Pendopo Kabupaten, katanya.

      Dia juga mengingatkan, Kabupaten Garut memiliki banyak kawasan rawan bencana tanah longsor serta banjir lumpur, juga terdapat ancaman gempa bumi dan tsunami, tetapi wilayah ini sangat subur, sehingga diperlukan kemampuan mengelola manajemen darurat, imbuhnya.

     Mira Dewi dari “IOM” antara lain katakan, kegiatannya di kabupaten Garut ditargetkan bisa menjadi pilot proyek duplikasi bagi daerah lainnya.

      Camat Pameungpeuk, Jujun Juhana, M.Si menyambut antusias serangkaian kegiatan yang diselenggarakan “IOM”, karena bisa membekali pengetahuan serta keterampilan masyarakatnya untuk berperan serta menanggulangi dampak bencana alam, termasuk antisipasi mengurangi resiko bencana.

      Ungkapan senada juga mengemuka dari Camat Cisompet, U. Haerudin, S.Sos dan Kepala Bagian Informatika, Dik Dik Hendrajaya, M.Si pada seminar yang dibuka Asisten Administrasi Umum Setda Garut, Arus Sukarna, SH, M.Si.

      Output yang diharapkan, antara lain pembuatan dan sosialisasi SOP (Standar Operational Procedure) dan rencana aksi PRB di setiap desa, seperti diingatkan Dik Dik Hendrajaya di daerahnya terdapat sekurangnya 33 titik rawan bencana tanah longsor serta banjir lumpur.

      Sehingga diharapkan pula, IOM bisa memperluas wilayah operasional lainnya hingga menjamah seluruh 42 kecamatan di Kabupaten Garut, imbuhnya.

       Sedangkan mengurangi resiko bencana dapat dilakukan dengan cara, mengurangi kerentanan, meningkatkan kapasitas/kemampuan serta memberikan dukungan teknis dalam program “Pengurangan Resiko Bencana” (PRB).

     Sementara itu Government Liaison Assistant, Kantor IOM Bandung, Lioni Beatrik Tobing mengemukakan, program PRB dilaksanakan pada enam desa tersebar di lima kecamatan, terdiri Desa Cikelet Kecamatan Cikelet, Paas (Pameungpeuk), Karyasari (Cibalong), Depok (Cisompet), Sukanagara (Cisompet) serta Desa Pangauban Kecamatan Cisurupan.

     Dia katakan, sebagai respon atas terjadinya bencana gempa bumi di Jawa Barat, IOM juga melaksanakan program dukungan Psikososial dan hunian sementara selama enam bulan (Desember 2009 – Mei 2010) pada empat kecamatan.

     Masing-masing Kecamatan Cibalong, Pameungpeuk, Cisompet dan Cikelet, berupa distribusi paket peralatan tukang (toolkits), pembangunan hunian sementara (transitional shelter), pelatihan rumah aman gempa (safe construction training), training of trainer (TOT) untuk fasilitator, serta pelatihan dukungan psikologis anak, katanya.

     Sekretaris Dinsosnakertrans, Herri. H, SH katakan, agenda kegiatan IOM tersebut berlangsung pada 4-11 Oktober, diantaranya lomba gambar dan menulis, sesi foto keluarga sadar bencana di Pangauban serta Sukanagara, lomba palang merah remaja juga festival keluarga korban bencana. *** (John).

“IOM”  GELAR  SEMINAR  PENGURANGAN     
RESIKO  BENCANA  BERBASIS  MASYARAKAT
Garut  News, ( Selasa, 12/10 ).

     International Organization for Migration (IOM) Indonesia, menggelar seminar sehari tentang pentingnya pengurangan resiko bencana alam berbasis masyarakat, termasuk “sharing” pengalaman dari berbagai institusi, di Kecamatan Pameungpeuk, Rabu (13/10).

     Sehingga siapapun dapat lebih siap dan siaga jika bencana datang, karena bencana bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan menimpa siapa saja, seperti yang selama ini penanganan tanggap daruratnya dilaksanakan Dinsosnakertrans kabupaten Garut, ujar Sekretarisnya, Herri. H, SH kepada Garut News, Selasa.

     Meski pemberian bantuan tanggap darurat, disesuaikan dengan kebutuhan pokok dan mendasar masyarakat, berdasarkan kelompok usia, katanya.

     Sedangkan mengurangi resiko bencana dapat dilakukan dengan cara, mengurangi kerentanan, meningkatkan kapasitas/kemampuan serta memberikan dukungan teknis dalam program “Pengurangan Resiko Bencana” (PRB).

     Sementara itu Government Liaison Assistant, Kantor IOM Bandung, Lioni Beatrik Tobing mengemukakan, program PRB dilaksanakan pada enam desa tersebar di lima kecamatan, terdiri Desa Cikelet Kecamatan Cikelet, Paas (Pameungpeuk), Karyasari (Cibalong), Depok (Cisompet), Sukanagara (Cisompet) serta Desa Pangauban Kecamatan Cisurupan.

     Dia katakan, sebagai respon atas terjadinya bencana gempa bumi di Jawa Barat, IOM juga melaksanakan program dukungan Psikososial dan hunian sementara selama enam bulan (Desember 2009 – Mei 2010) pada empat kecamatan.

     Masing-masing Kecamatan Cibalong, Pameungpeuk, Cisompet dan Cikelet, berupa distribusi paket peralatan tukang (toolkits), pembangunan hunian sementara (transitional shelter), pelatihan rumah aman gempa (safe construction training), training of trainer (TOT) untuk fasilitator, serta pelatihan dukungan psikologis anak, katanya.

     Sebagaimana diungkapkan Sekretaris Dinsosnakertrans, Herri. H, SH, aganda kegiatan IOM tersebut berlangsung pada 4-11 Oktober, diantaranya lomba gambar dan menulis, sesi foto keluarga sadar bencana di Pangauban serta Sukanagara, lomba palang merah remaja juga festival keluarga korban bencana.

      Output yang diharapkan, antara lain pembuatan dan sosialisasi SOP (Standar Operational Procedure) dan rencana aksi PRB di setiap desa, seperti diingatkan Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si di daerahnya terdapat sekurangnya 33 titik rawan bencana tanah longsor serta banjir lumpur.

     Dia mengharapkan pula, IOM bisa memperluas wilayah operasional lainnya hingga menjamah seluruh 42 kecamatan di Kabupaten Garut, imbuhnya. *** (John).

BELUM  SELURUH  SKPD  GARUT  MILIKI  KESADARAN  KELOLA  KEARSIPAN
Garut  News, ( Senin, 11/10 ).

      Hingga saat ini belum seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, memiliki kesadaran mengelola kearsipan dengan baik dan benar, bahkan juga belum menyadari tentang pentingnya makna arsip.

     Sehingga banyak arsip non aktif yang tidak mereka serahkan ke Kantor Arsip Daerah setempat, melainkan di masukan ke dalam gudang tanpa diklasifikasikan serta disusun berdasarkan jenisnya, ungkap Kepala kantor Arsip Daerah Kabupaten Garut, Asep S. Farouk, SH.

     Kepada Garut News, Senin dia mengemukakan kantor pelayanan arsipnya memiliki kewenangan menghimpun seluruh dokumen, karena setiap arsip aktif dan non aktif harus benar-benar dijamin keamanan serta kebersihannya, termasuk bebas dari serangan rayap, katanya.

     Padahal sebagai institusi pembina kearsipan seluruh SKPD, berwenang pula memelihara serta menyelamatkan arsip pemerintahan, termasuk keuangan dan kepegawaian, sebagai bukti faktual antara lain pada mekanisme pengangkatan tenaga kerja kontrak (TKK) maupun Sukarelawan.

     Seperti halnya pada pengajuan CPNS dari TKK, diperlukan dokumen daftar hadir, honorarium outentik yang ditandatangani pejabat berwenang, sehingga demikian pentingnya makna dan arti arsip, ungkap Asep S. Farouk.

     Sedangkan penumpukan arsip dari setiap SKPD yang baru diserahkan, untuk memilahnya berdasarkan klasifikasi memerlukan waktu setahun bagi satu hingga dua SKPD, akibat keterbatasan personil pada Kantor Arsip Daerah.

     Terlebih lagi setiap dokumen resmi, harus manual sebagai bukti fisik, sehingga pihaknya pun terus berupaya meningkatkan kualitas SDM tenaga kearsipan, yang kini hanya memiliki empat arsiparis untuk menangani 39 SKPD termasuk Bagian di lingkungan Pemkab/Setda Garut.

     Sementara itu, kendalanya ketertarikan pegawai untuk menekuni bidang kearsipan masih rendah, terkait dengan belum jelasnya jaminan kesejahteraan diluar gaji pokok, juga kepastian karier fungsional petugas arsip, yang sekarang belum bisa otomatis bisa naik pangkat dua tahun sekali, diperparah tunjangannya masih memprihatinkan.

     Telah diusulkan rintisan mulai 2011 mendatang, pada setiap SKPD terdapat satu hingga dua pengelola arsipnya masing-masing, sebagai embrio dari Kantor Arsip Daerah, dengan jaminan tunjangan fungsional, menyusul saat ini arsip telah menjadi satu kesatuan dari seluruh proses kegiatan manajemen, berupa pengarsipan maupun pendokumentasian.

     Sebelumnya Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, H. Hilman Faridz, SE, M.Si mengingatkan agar seluruh SKPD dan Bagian di lingkungan Pemkab/Setda setempat, bisa melaksanakan pengelolaan kearsipan dengan sebaik mungkin, katanya. *** (John).
Picture
Kepala BKD Garut, H. Djadja Sudardja, M.Si (Foto : John Doddy Hidayat).
SEGERA  DIUMUMKAN  REKRUTMEN  203  CPNS  GARUT
Garut  News, ( Jumat, 8/10 ).

      Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Kabupaten Garut, H. Djadja Sudardja kepada Garut News, Jumat menyatakan, akan segera mengumumkan persyaratan lengkap pendaftaran 203 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di daerahnya.

     Masing-masing diperuntukan bagi 91 tenaga pendidikan, 51 tenaga teknis lainnya serta 61 tenaga kesehatan, selain itu pada 11-18 Oktober 2010 tiba di Garut tim dari BKN serta Menpan, yang akan melaksanakan validasi pendataan bagi 690 tenaga honorer kategori satu, katanya.

     Sedangkan hasilnya, juga akan segera diumumkan secara terbuka kepada masyarakat, termasuk melalui situs www.garutnews.com, dalam waktu dekat ini.

     Seluruh proses rekrutmen CPNS tersebut, diupayakan bisa tuntas hingga akhir Desember mendatang, karena untuk alokasi pengangkatan pegawai 2010, ungkapnya. *** (John).
Picture
Ratusan Korban KLB Keracunan Makanan Sesaki Puskesmas DTP Tarogong Garut. (Foto : Ari/Naskah John Doddy Hidayat).
KLB  127  KERACUNAN  MAKANAN  HEBOHKAN  WARGA  GARUT 
Garut News, ( Jumat, 8/10 ).

      Kejadian luar biasa (KLB) 127 anak keracunan makanan, berusia rata-rata 3-10 tahun seusai menghadiri acara ulang tahun di Kampung Cileungsing Desa Pasawahan Kecamatan Tarogong Kaler, sempat menghebohkan warga Kabupaten Garut, Jawa Barat.

     Menyusul nyaris sepanjang malam hingga Jumat pagi, mereka mendatangi Puskesmas DTP Tarogong menjalani rawat jalan, bahkan lima diantaranya terpaksa dirawat inap, ungkap Kepala Perawatan Puskesmas tersebut, H. Yayan Sugiarto kepada Garut News, Jumat.

     Dia mengimbau agar masyarakat pun, berhati-hati setiap hendak mengonsumsi jenis makanan apa saja, karena kasus keracunan makanan di Kabupaten Garut, selama ini sering terjadi secara massal.

     Korban keracunan berhasil diobati dengan cepat, namun jika terjadi keterlambatan penanganannya, maka dipastikan berdampak sangat kritis bahkan bisa fatal, katanya.

     Mereka sebelumnya mengonsumsi nasi kuning, pada perhelatan ulang tahun, namun berdasarkan pengamatan visual Kepala Puskesmas DTP Tarogong, dr H. Edy Kusmayadi tercium bau tak sedap, pada oncom kemasan makanan dari penyelenggara ulang tahun itu.

     Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr H. Hendy Budiman, M.Kes saat ini, tengah memeriksakan contoh makanan penyebab keracunan pada laboratorium kesehatan daerah Provinsi Jawa Barat di Bandung, katanya. *** (John).
Picture
Sekda Garut, H. Hilman Faridz, SE, M.Si (Foto : Ist).
PEREKRUTAN  CPNS  2010  SEGERA  DIGELAR  DI  GARUT
Garut News, ( Selasa, 5/10 ).

      Proses perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010, akan segera digelar di Kabupaten Garut, Jawa Barat, namun penjadwalan proses penerimaan termasuk pengumuman resminya masih menunggu hasil rapat koordinasi, pada Rabu (6/10).

     Pada rapat koordinasi tersebut, juga akan dibahas pembagian kuota sekitar 203 CPNS di Garut tersebut, diantaranya yang akan dialokasikan 61 bagi tenaga kesehatan, 91 tenaga pendidikan serta tenaga teknis lainnya, ungkap Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kabupaten Garut, H. Djadja Sudardja, M.Si kepada Garut News, Selasa.

     Kemungkinan pelaksanaan seleksi pada Nopember mendatang, sedangkan bagi tenaga kerja kontrak (TKK), proses perekrutan CPNS nya akan di validasi di tingkat pusat pada 11 – 18 Oktober ini, katanya.

      Djadja Sudardja juga mengingatkan, masih belum bisa menyampaikan pengumuman resmi terkait perekrutan CPNS dari pelamar umum, serta perekrutan dari tenaga kerja kontrak (TKK) maupun honorer, ungkapnya.

      Pihaknya masih menunggu pelaksanaan rapat koordinasi termasuk dengan beberapa BKD lainnya. *** (John).

BUPATI  GARUT  TIDAK  MENGHENDAKI           
DIKLATPIM  HANYA  DIANGGAP  FORMALITAS
Garut  News, ( Selasa, 5/10 ).

      Bupati Garut, Aceng H.M Fikri menegaskan, Selasa dirinya tidak menghendaki kegiatan Diklat Kepemimpinan hanya dianggap sebagai formalitas, atau sekedar memenuhi kewajiban melaksanakan kegiatan, karena telah dianggarkan.

     Melainkan seluruh materi yang disajikan, harus dapat diserap dengan baik, dipahami dan selanjutnya diimplementasikan dengan benar dalam melaksanakan tugas, juga harus diyakini kegiatan Diklat Kepemimpinan dapat memberikan nilai tambah keilmuan.

     Dan peningkatan kemampuan administrasi serta manajemen pemerintahan, yang bermanfaat secara kelembagaan maupun personalitas, katanya ketika membuka Diklat Kepemimpinan Tingkat IV di Lingkungan Pemkab setempat.

     Kegiatan yang berlangsung selama 36 hari di Augusta Hotel dan Restoran Garut itu, diikuti 40 peserta pejabat eselon IV berasal dari Dinas, Badan, Kantor, Kecamatan dan Kelurahan, kata Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat, H. Djadja Sudardja, M.Si.

      Sedangkan kredit waktu selama 285 jam, terdiri kajian sikap dan perilaku (60 jam), kajian manajemen publik (96 jam), kajian pengembangan (36 jam), aktualisasi (78 jam), lain-lain (15 jam), dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi kelompok, studi kasus, ujian komprehensif, observasi lapangan, penulisan kertas kerja serta seminar, katanya.

     Evaluasi dilaksanakan terhadap peserta, pengajar dan penyelenggara, peserta dievaluasi mengenai aspek dan perilaku kepemimpinan, terdiri disiplin, kepemimpinan, kerjasama serta prakarsa. ***(John).

WABUP  LEMBATA  PIMPIN  STUDI  BANDING  GEOTHERMAL  DI  GARUT
Garut  News, ( Senin, 4/10 ).

       Wakil Bupati Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT), Andreas N. Liliweri Pimpin pelaksanaan studi banding potensi geothermal (panasbumi) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin.

     “Saya bersama masyarakat sekitar lingkar tambang panasbumi di Desa Watu Wawer Kecamatan Atadei, disertai 45 anggota DPRD serta unsur dinas teknis Kabupaten Lembata, akan melihat langsung manfaat sosial dan ekonomi geothermal,” ujar Andreas kepada Garut News.

     Karena selain ikut serta Ketua dan dua Wakil Ketua DPRD, juga perwakilan warga Desa Watu Wawer, yang sementara ini telah memiliki dua sumur pengeboran geothermal, untuk bersama sama sekembalinya ke kampung, menyosialisasikan panasbumi kepada masyarakat setempat.

     Kabupaten Lembata, salah-satu dari 21 kabupaten/kota di NTT, memiliki empat gunungapi, dengan sembilan kecamatan berpenduduk 120 ribu, yang selama ini umumnya berprofesi sebagai petani lahan kering, katanya.

     Sementara itu Wakil Bupati Garut, Rd Diky Chandra disela menerima rombongan studi banding tersebut, kepada Garut News mengemukakan, sangat apresiasi terhadap rombongan yang dipimpin rekannya itu.

     Karena bisa sekaligus mempromosikan beragam potensi unggulan Garut, termasuk pengelolaan sumber daya alam geothermal, di Kampung Darajat Kecamatan Pasirwangi serta di Kampung Kamojang Desa Ibun.

     Wabup Diky Chandra juga sebelumnya melepas keberangkatan 20 seniman lukis, yang akan menggelar pameran di Kabupaten Indramayu pada 7 – 14 Oktober 2010, diantaranya karya Iwan Muri, Encang, Dado Bima, Yusuf, H. Sambas, dengan thema lukisan budaya.

     Menurut Diky, di Indramayu pun beragam potensi keunggulan Garut, bisa gencar dipromosikan semaksimal mungkin, katanya.

     Ungkapan senada mengemuka dari Sekretaris Daerah Garut, H. Hilman Fraidz, SE, M.Si dan menyatakan, potensi geothermal di Kabupaten Lembata sekitar sepertiga potensi yang dimiliki Kabupaten Garut, sehingga wajar mereka melakukan studi banding disini, katanya.

     Terlebih lagi, akses jalan menuju lapangan geothermal Kamojang paling mudah dan efektif dijangkau dari Garut, sebagai eksploitasi geothermal pertama di Indonesia, yang dibangun dengan konsultan dari Selandia Baru.

     Sekda juga menyatakan, saat ini kian banyak calon investor yang terus berdatangan di Kabupaten Garut, termasuk yang berminat membangun rumah sakit serta terminal, sehingga mutlak diapresiasi dengan suasana yang kondusif di segala bidang.

     Selain itu, adanya jaminan kepastian hukum, prosedur perijinan yang efektif, efisien dengan beragam kemudahan.

     Sedangkan mengenai, kasus kebakaran pasar yang selama ini kerap terjadi, masih ditangani laboratorium kriminal Polda Jabar, yang hasil serta kesimpulannya akan segera disosialisasikan, terutama penerapan sistem pengamanan pembangunan pasar tradisional.

     Sebagai potensi ekonomi masyarakat, namun perlu diketahui ada apa selama ini kerap terjadi kasus kebakaran, ungkap Sekda dengan nada tanya.

     Pasar tradisional juga sebagaimana diingatkan Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda setempat, H. Budiman, SE, M.Si berpeluang memasarkan produk tradisional 33 corak batik Garutan.

     Menyusul corak tersebut, telah memiliki hak kekayaan intelektual serta diakui keberadaannya oleh Unesco sebagai salah satu warisan dunia, katanya. *** (John).

KEBAKARAN  DI  GARUT  TELAN  KERUGIAN  Rp13,615  MILIAR
Garut  News, ( Minggu, 3/10 ).

     Dari sekurangnya 74 kasus kebakaran di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak 1 Januari hingga 3 Oktober 2010, menelan kerugian material lebih dari Rp13.615.000.000,- menyusul peristiwa kebakaran Pasar Wanaraja, Minggu dini hari menelan kerugian sekitar Rp3 miliar.

     Plt. Kepala UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat, Dede Sambas kepada Garut News mengemukakan, kebakaran yang berlangsung Minggu mulai Pukul 03.30 WIB tersebut meluluhlantakan sekurangnya 76 kios dari beragam ukuran.

     Terdiri kios maupun berukuran 6 m2, 4 m2, 1,5 x 1,5 m, sebagaimana diungkapkan Kabag. Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si.

     Sekitar 200 kios lainnya juga terancam maupun nyaris diranggas kobaran api, sehingga dikerahkan empat unit mobil Damkar dengan 20 petugas, namun satu diantaranya mengalami gangguan pada perangkat fortabelnya.

     Kebakaran pada blok tengah serta ujung timur pasar, di desa Wanamekar Kecamatan Wanaraja itu, berhasil tuntas dipadamkan pada Pukul 06.00 WIB, dan langsung ditinjau Sekretaris Daerah Garut, H. Hilman Faridz, SE, M.Si. *** (John).


MAYAT  TAK  DIKENAL,                                          
DITEMUKAN  DI  SUNGAI  CIMANUK  GARUT
Garut  News,  ( Minggu, 3/10 ).

     Sesosok mayat tak dikenal, ditemukan di Sungai Cimanuk tepatnya pada lokasi Kampung Waruga RT.02/07 Desa Binakarya Kecamatan Banyuresmi, Minggu sekitar Pukul 12.20 WIB.

      Kepala Bagian Informatika Setda setempat, Dik Dik Hendrajaya, M.Si kepada Garut News mengemukakan, mayat tersebut akan segera diidentifikasi, katanya. ***(John). 

PEMKAB  GARUT  SEGERA  TERTIBKAN  KEGIATAN  PENAMBANGAN
Garut  News, ( Jumat, 1/10 ).

       Sekretaris Daerah Garut, H. Hilman Faridz, SE, M.Si melalui Garut News, Jumat mengingatkan, akan segera digelar operasi penertiban aktivitas penambangan, secara administrasi dan operasional.

      Menyusul telah dilaksanakannya rapat koordinasi Tim Gabungan termasuk dari seluruh unsur Muspida, yang merumuskan langkah untuk disarankan pada Pimpinan Daerah bersama Muspida setempat.

      Sebagai sikap Pemkab Garut, terhadap fenomena alam terkait kegiatan penambangan yang dilakukan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Garut, termasuk di Kecamatan Cikelet dan Pakenjeng, tegasnya.

      Penertiban tersebut, akan diawali kegiatan sosialisasi kemudian dilaksanakan secara bertahap, termasuk pada penentuan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang mutlak harus diawali kajian teknis.

       Sekaligus analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL), sehingga dipastikan kegiatan penertiban itu bersamaan dengan penindakannya. *** (John).

BUPATI  RESPON  BANYAK  MASUKAN  PENTING  ELEMEN  MASYARAKAT
Garut  News, ( Kamis, 30/9 ).

      Bupati Garut, Aceng H.M Fikri merespon banyak masukan penting dari berbagai elemen dan komponen masyarakat di daerahnya,  untuk diformalisasikan pada tindakan lebih lanjut.

      Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) setempat, H. Hilman Faridz, SE, M.Si kepada Garut News, seusai menghadiri upacara Hari Kesaktian Pancasila, Jumat.

      Dia katakan, kontribusi pemikiran penting yang mengemuka dari beragam elemen tersebut, antara lain harus besarnya perhatian terhadap masyarakat kawasan penghasil panasbumi (geothermal), yang diekploitasi PT. Chevron Geothermal Energi Indonesia.

       Terkait adanya dana bagi hasil, selain itu juga dari perusahaan besar lainnya yang selama ini beroperasional di Kabupaten Garut.

      Sebelumnya Ketua Pusat Informasi dan Studi Pembangunan (PISP), Hassanuddin, mendesak Bupati Aceng H.M Fikri bertanggungjawab, atas pengelolaan dana bagi hasil (DBH) panasbumi sebesar Rp69 miliar lebih, yang diterima Pemkab Garut.

       Dia juga mendesak anggota dan setiap Fraksi DPRD Garut, menggunakan hak meminta keterangan (interpelasi) kepada Bupati, terkait keterbukaan dan kebijakan belanja daerah dari dana tersebut, katanya.  *** (John).

DAIM   SELAMA   96  JAM  DIHANYUTKAN   SUNGAI   CIMANUK
Garut  News, ( Jumat, 1/10 ).

     Derasnya luapan sungai Cimanuk, telah menghanyutkan Daim(20) selama 96 jam lebih, sejak Senin (27/9) hingga diketemukannya pada Jumat (1/10) Pukul 12.10 WIB, di lokasi Kopeng Cibatu.

      Korban, warga Kampung Anyersari RT.01/02 Desa Karangsari Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, yang semula bermain-main dan berenang di sungai tersebut, bersama lima rekannya.

      Namun kelima rekannya selamat di Leuwi Bungbang Kampung Curug Babakan RT. 02/10 Desa Karyasari, ungkap personil Satlak PBP kabupaten setempat, Imat Ruchimat kepada Garut News.

      Dari Garut juga dilaporkan, sebanyak 56 pelajar putri SMKN 1 Garut mengalami kesurupan massal, Jumat sejak Pukul 10.30 WIB hingga Pukul 13.00 WIB, peristiwa tersebut merupakan yang kedua kalinya, sejak sekitar 1996-an sebanyak 80 murid putri termasuk beberapa guru juga mengalami hal serupa. *** (John)
Picture
Lokasi Penambangan Cihidueng Garut, Menelan Dua Korban Jiwa. (Foto : Ridwan Mustafa/ Naskah John Doddy Hidayat).
BERAGAM   KEPENTINGAN   DIINDIKASIKAN 
TERDAPAT   PADA   PENAMBANGAN   EMAS   CIHIDEUNG
Garut  News, ( Kamis, 30/9 ).

       Beragam kepentingan diindikasikan terdapat pada lokasi penambangan emas di Kampung Cihideung, Desa Cipangramatan Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, Jawa Barat.

     Sehingga meski illegal, namun upaya penghentiannya dinilai banyak kalangan memerlukan pendekatan khusus secara terkoordinasi dengan banyak pihak, termasuk menyertakan partisipasi masyarakat, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.

     Saat fenomena tersebut dikonfirmasikan dengan Bupati Aceng H.M Fikri, Kamis, dia mengemukakan pihaknya tidak bisa terlalu jauh menyikapi adanya indikasi beragam kepentingan pada lokasi penambangan illegal tersebut, ujarnya kepada Garut News.

      Tetapi ditegaskan, agar segera ditutup karena terbukti membahayakan keselamatan jiwa manusia, menyusul tewas mengenaskannya dua pencari emas di dalam lubang berkedalaman sekitar 30 meter, Selasa  (28/9).

      Bahkan menurutnya, selama ini pun menimbulkan konflik horizontal serta merusak lingkungan akibat pencemaran “mercury” serta penggalian lubang penambangan, yang  tersebar pada areal sekurangnya 47 hektare dengan 200 an lebih bongkahan lubang galian, sehingga harus segera ditutup bersamaan turun tangannya tim gabungan, katanya. ***(John).

RATUSAN  WARGA  PAKENJENG  GARUT  PERLU  SEGERA  DIRELOKASI
Garut  News, ( Kamis, 30/9 ).

      Ratusan warga di Kecamatan Pakenjeng, yang lokasi pemukimannya mengalami tanah retak sepanjang 1,5 km selebar 0,5 meter, bahkan setiap diguyur hujan deras dan lama menimbulkan retakan baru, perlu segera di relokasi ke tempat aman.

      Demikian hasil kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geeologi (PVMBG), namun realisasi relokasi setelah adanya hasil kajian tim teknis, untuk menentukan lokasi, waktu serta biaya yang diperlukan, ungkap Bupati Aceng H.M Fikri kepada Garut News, Kamis.

      Menyusul warga yang perlu direlokasi tersebut, terdapat diantaranya sebelumnya pernah direlokasi dari tempat lain, sehingga pelaksanaan relokasi yang akan datang mutlak diperlukan perencanaan yang sematang mungkin, katanya. *** (John).

115  ELEMEN  MASYARAKAT  NILAI  KINERJA  BUPATI  GARUT  BURUK
Garut News, ( Kamis, 30/9 ).

       Sekurangnya 115 elemen masyarakat dari berbagai organisasi dan LSM, kembali mengemukakan penilaiannya terhadap kinerja Bupati Aceng H.M Fikri buruk, sehingga meski SDA berlimpah ruah, tetapi masih terdapat warga Garut yang terpaksa mengonsumsi nasi “aking” (nasi bekas yang dicuci dan dimasak kembali).

      Demikian antara lain diungkapkan Ketua Presidium “GARASI”, H. Ee Sumarno, ketika beraudensi dengan kalangan legislatif di ruang sidang paripurna DPRD setempat, Kamis.

      Mereka juga menghujat eksistensi para anggota DPRD, yang dinilai sangat lamban merespon rekomendasi Presidium, sehingga banyak diantara peserta aksi mendesak DPRD menggunakan hak angketnya.

      Sementara itu, Bupati yang mendatangi ruang rapat paripurna, antara lain disambut siulan, kemudian menggelar pertemuan secara tertutup di ruang Ketua DPRD, sedangkan para peserta aksi umumnya mengaku “tidak mengusung kepentingan pribadi”, katanya.      
       Nyaris pada saat bersamaan, Ketua Pusat Informasi dan Studi Pembangunan (PISP), Hassanuddin, mendesak Bupati Aceng H.M Fikri bertanggungjawab, atas pengelolaan dana bagi hasil (DBH) panasbumi sebesar Rp69 miliar lebih, yang diterima Pemkab Garut.

       Mendesak anggota dan setiap Fraksi DPRD Garut, menggunakan hak meminta keterangan (interpelasi) kepada Bupati, terkait keterbukaan dan kebijakan belanja daerah dari dana tersebut, katanya.  *** (John).    

MESKI  TELAN  DUA  KORBAN  JIWA, 
PENAMBANGAN  MASIH  BERLANGSUNG

Garut  News, ( Rabu, 29/9 ).

      Aktivitas penambangan emas, yang selama ini dilakukan secara tradisional di Cihidueng Desa Cipangramatan Kecamatan Cikajang, masih terus berlangsung meski telah menelan dua korban jiwa di kedalaman sekitar 30 meter.

     Camat Cikajang, Undang Syarifudin kepada Garut News, Rabu mengemukakan kedua korban tewas itu, selama ini bukan sebagai penambang melainkan warga Kampung Badega atas nama Aa Rohana(38), serta Ajang(30) warga Kampung Potongan, katanya.

     Mereka tewas mengenaskan di dalam lubang penambangan Blok Sakura, yang menurut Camat Undang Syarifudin merupakan lubang yang telah lama tidak dipakai lagi, sehingga diperkirakan menghirup gas asam.

      Sebelumnya, kedua korban mencari emas bersama tiga rekan lainnya, masing-masing  Dadang, Atep dan Amang. Kedua korban baru diketahui tewas pada Selasa (28/9) oleh ketiga rekan lainnya, akibat sangat lama tidak naik ke atas permukaan tanah.

      Menyusul seorang rekan lainnya sempat masuk  lubang, namun bisa langsung merasakan bau gas asam kemudian minta segera tali yang diikatkannya ditarik kembali oleh kedua rekannya di atas,  sehingga bisa diselamatkan, sedangkan Aa Rohana dan Ajang hingga dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

      Masih menurut Camat, selama ini terdapat tiga perorangan serta tiga kelompok, yang mengajukan perijinan penambangan kepada Pemkab Garut, namun Dinas Sumber Daya Alam dan Pertambangan (SDAP) setempat, belum memberikan WPR (Wilayah Pertambangan Rakyat).   

      Bahkan katanya, pada April 2010 pihak SDAP memberikan peringatan kepada kalangan penambang, sedangkan unsur Muspika Kecamatan hanya berkewajiban dalam pengamanan wilayah atau bukan lokasi penambangan sebelum adanya WPR, kata Camat.

      Namun Camat tidak menjelakan, lokasi penambangan tersebut juga merupakan wilayah Kecamatan Cikajang, bahkan belum diperoleh informasi tentang sejauh mana Dinas SDAP berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menertibkan aktivitas penambangan.

     Sejauh ini pula, masih belum diperoleh kejelasan mengenai penerapan Undang-Undang Pertambangan serta Peraturan Pemerintahnya.  

   Sementara itu, Kapolres Garut AKBP Yayat Ruhiyat mengatakan, pihaknya melakukan penyidikan atas tewasnya dua warga Cikajang di lokasi penambangan tersebut, dan akan melakukan kajian keabsahan lokasi galian emas ini, katanya kepada Pers.

       Dihubungi terpisah Kepala Dinsosnakertrans Garut, Hj. Elka Nurhakimah, M.Si menyatakan, jika terdapat permohonan dari pihak keluarga korban, pihaknya bisa mengupayakan sumbangsih bantuan sosial berdasarkan kemampuan yang ada.  ***(John).
Picture
Istri Wabup Garut, Besuk Balita Penderita DBD. (Foto : John Doddy Hidayat).
ISTRI  WABUP  GARUT  HIMPUN  DAN  SALURKAN 
DEDIKASI  DERMAWAN


Garut  News, ( Selasa, 28/9 ).

     Istri Wakil Bupati Garut, Ny. Rani Permata Diky Chandra kepada Garut News, Selasa menyatakan, akan terus berupaya secara maksimal menghimpun serta menyalurkan setiap dedikasi kalangan dermawan dari manapun.

      Menyusul di Garut masih banyak masyarakat miskin, sangat memerlukan biaya penunjang proses pengobatan penyakit kronis, yang mendesak ditanggulangi meski dana pengobatannya bisa ditanggulangi pelaksanaan program “jaminan kesehatan masyarakat” (Jamkesmas), katanya.

     Tetapi saat pasien tersebut, menjalani operasi serta rawat jalan pada rumah sakit rujukan di Bandung, selain diperlukan biaya transfortasi juga akomodasi penunggu pasien serta biaya hidup keluarga yang ditinggalkan di rumah.

     Sehingga akan terus mengimbau serta menjaring kalangan dermawan, agar mereka tersentuh dan tergugah, untuk berperan serta mengurangi beban biaya penunjang proses pengobatan masyarakat miskin.

      Ny. Rani Permata Diky Chandra mengemukakan hal itu, saat mendatangi rumah sejumlah warga miskin yang anggota keluarganya di dera penyakit kronis pada beberapa perkampungan di Desa Pasanggarahan Kecamatan Sukawening, 25 km arah timur dari pusat Kota Garut.

     Mereka yang didatangi Ny. Rani Permata Diky Chandra, Ana Mulyana(21) di Kampung Ciawitali yang pahanya membengkak sebesar buah kelapa akibat terserang kanker ganas sejak Sembilan bulan lalu.

      Penderita, anak pasangan suami-istri Afipuddin(50) serta Ny. Banah(45), dengan mata pencaharian sebagai buruh serabutan di Kota Bandung, disusul Rochimat(7) yang sejak usia empat tahun didera penyakit saraf pada kepala, akibat sebelumnya sering kejang, setelah mendapatkan imunisasi polio kemudian badannya demam serta panas tinggi.

     Selanjutnya Restri(1), anak keenam dari pasangan suami istri Encang(60) serta Ny. Aisyah(40) menderita hydrocephalus sangat parah (pembesaran kepala) sejak usia empat bulan, berobat terakhir lima bulan lalu, namun tidak ada tenaga medis yang sanggup menyembuhkannya, selain harus dirujuk ke rumah sakit besar.

      Warga Kampung Desa Kolot tersebut, sehari-harinya hanya berprofesi sebagai pekerja serabutan, sehingga hanya mampu menempati rumah berukuran sekitar 6 m2.

     Sedangkan Ihsan(28), menderita tulang punggung terjepit sejak empat tahun lalu, hanya ditemani ibunya Ny. Endeh(65) di Kampung Bebedahan Pasir Sukawening, sehingga terpaksa hidup sehari-hari hanya mengandalkan pemberian makan secara bergiliran dari tetangga terdekat.

     Ikut serta dalam kunjungan Ny. Rani Permata Diky Chandra, antara lain Camat Sukawening, Drs Otto Iskandar, SH, M.Si beserta istri, Kapolsek AKP Sukmanawijaya,MH juga Dan Ramil setempat, hadir pula unsur kecamatan dan pemerintahan desa.

      Istri Wabup, juga selama sehari penuh, Senin (27/9) menghibur warga Kecamatan Pakenjeng, terutama kaum ibu termasuk yang tengah hamil serta baru melahirkan, mereka banyak mengalami “traumatis” akibat tanah terbelah selebar 50 cm, membentang sepanjang 1,5 km.  *** (John).

KADINSOSNAKERTRANS  GARUT  TEGASKAN,
PENGUNGSI  PAKENJENG  TIDAK  PERMANEN

Garut  News, ( Selasa, 28/9 ).

      Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Garut, Hj. Elka Nurhakimah, M.Si menegaskan, Selasa, para pengungsi korban tanah retak di Kecamatan Pakenjeng, sifatnya tidak permanen, melainkan mereka pun bisa tetap berdomisili di rumahnya masing-masing.

      Bahkan selama ini pun, dinilai bisa melaksanakan kegiatan rutinnya masing-masing, hanya jika terjadi hujan deras dievakuasi untuk menghindari terjadinya bencana alam, yang membahayakan keselamatan jiwa, katanya kepada Garut News.

     “Kemarin pun, jumlah tendanya sudah kita tambah,“ ungkap Elka menyusul  sejak terjadi retakan tanah di Kampung Cimareme  Tengah  Desa Tegalgede  Pakenjeng  pada 13 September, gerakan tanahnya cenderung  meluas,  mengakibatkan lokasi retakan tanah bertambah.

       Kepala Desa Tegalgede, Yuhana mengatakan, jumlah kepala keluarga (KK) terancam akibat terjadinya retakan tanah di daerahnya saat ini 239 KK atau 645 jiwa, 72 KK di antaranya atau 240 jiwa mengungsi ke delapan tenda yang disediakan.

      Tenda satu dihuni dua KK (11 jiwa), tenda dua 10 KK (34 jiwa), tenda tiga 6 KK (16 jiwa), tenda empat 3 KK (12 jiwa), tenda lima 8 KK (28 jiwa), tenda enam 35 KK (136 jiwa), tenda tujuh 7 KK (28 jiwa) serta tenda delapan dihuni 3 KK (11 jiwa), katanya.

       Menyebabkan para pengungsi terpaksa berdesak-desakan,  ujar Yuhana di lokasi pengungsian.

        Bahkan masih terdapat  warga yang memaksakan diri bertahan di rumahnya, meski dihantui rasa was was, sehingga diperlukan  sekitar 30 buah lagi.

       Para pengungsi, warga RW. 08 dan 09 di Kampung Cimareme Tengah, dengan jumlah rumah rusak berat mencapai 60 unit dan rusak ringan 180 unit, sedangkan yang terancam, jumlahnya jauh lebih banyak, ungkap Yuhana. ***(John).

CIMANUK  HANYUTKAN  WARGA  BAYURESMI  GARUT
Garut  News, ( Senin, 27/9 ).

     Derasnya luapan sungai Cimanuk, menghanyutkan Daim(20) warga Kampung Anyersari RT. 01/02 Desa Karangsari Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Senin.

     Daim semula bermain-main dan berenang di sungai tersebut bersama lima rekannya, yang kelimanya selamat di Leuwi Bungbang Kampung Curug Babakan RT. 2/10 Desa Karyasari, ungkap personil Satlak PBP kabupaten setempat, Imat Ruchimat kepada Garut News.

     Hingga sore hari, upaya pencarian masih terus dilakukan, meski terkendala kondisi cuaca yang kerap berubah dengan cepat, bahkan selain mendung juga berkabut, katanya. *** (John).

DINSOSNAKERTRANS  GARUT  USULKAN  BBR  KE  BPBD  JABAR
Garut  News, ( Senin, 27/9 ).

      Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Garut, Hj. Elka Nurhakimah kepada Garut News, Senin mengemukakan pihaknya tengah mengusulkan bantuan “bahan bangunan Rumah” (BBR) kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat.  

     Menyusul 11 rumah warga Kampung Cisaga Dusun Cigadog Karangsari Cikelet Garut , Sabtu (25/9) hancur tergerus tanah longsor dan banjir lumpur, sehingga kini sekurangnya 21 kepala keluarga (KK) atau 69 jiwa masih dievakuasi ke SDN Karangsari.

     Mereka juga mendesak direlokasi, yang menurut Nurhakimah masih perlu rekomendasi hasil penelitian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), katanya.

     Korban bencana juga sangat mendesak memerlukan therafi psikologi, akibat dilanda kecematan terjadinya bencana susulan serta hilangnya bangunan rumah mereka, tetapi kegiatan pemulihan psikologi merupakan ranah Dinas Kesehatan, ungkap Elka.

     Ditemui terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr H. Hendy Budiman, M.Kes menyatakan, tenaga kesehatan di setiap kecamatan maupun Puskesmas telah menjalani pelatihan, sehingga dipastikan mereka bisa menanganinya. Sedangkan penanganan dari Tim Khusus, tidak diperuntukan bagi korban bencana yang sifatnya temporer, ujar Hendy Budiman.

“Banjir bandang”

      Dari Garu dilaporkan pula, Minggu (26/9) mulai Pukul 20.25 WIB terjadi banjir bandang di Desa Suci, disebabkan. Meluapnya tanggul irigasi balok suci di Kecamatan Karangpawitan, sehingga air membludak sepanjang Jl. Cimasuk dan merendam hektaran sawah serta palawija siap panen.

     Sementara itu  setiap turun hujan, sebanyak 18 kepala keluarga (KK) di Kampung Sawahlega RT. 01/03 dan Kampung Cibunar RT. 03/04 Desa Sukamulya Kecamatan Pakenjeng terpaksa  mengungsi. Karena khawatir terjadinya tanah amblas di wilayahnya, yang semakin mengancam keselamatan jiwa mereka.

      Kepala Desa Sukamulya Dedi Somantri mengungkapkan, kondisi tanah retak dan amblas selama ini mengamcam 97 KK atau 344 jiwa, maka penduduk sekitarnya mendesak direlokasi.

     Kondisi tanah terus menerus mengalami pergeseran setiap turun hujan, kondisi ini terjadi sejak (18 September lalu, selain mengancam 97 rumah, dua masjid Jami di dua kampong itu , juga longsoran tanah berawal dari Gunung Angsana merambat ke perkebunan dan sawah sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar retakan mencapai 50 cm, katanya. ***(John).

KORBAN  LONGSOR  CIKELET  MENDESAK  
BANTUAN  “BBR”  DAN  DIRELOKASI

Garut  News, ( Minggu, 26/9 ).

     Sekurangnya 21 kepala keluarga (KK) atau 69 warga Kampung Cisaga Dusun Cigadog Karangsari Cikelet Garut, yang sejak Sabtu (25/9) dievakuasi ke SDN Karangsari, mendesak bantuan bahan bangunan rumah (BBR) dan bisa direlokasi ke tempat aman.

     Menyusul terjadinya bencana tanah longsor dan banjir lumpur, menggerus 11 rumah penduduk serta sepuluh rumah lainnya terancam, sehingga warga setempat saat ini dihantui terjadinya longsor susulan, ungkap mereka termasuk Maman(45) kepada Garut News, Minggu.

     Ditemui terpisah Kepala Seksi Balinsos Dinsosnakertrans Kabupaten Garut, Drs Dadang Bunyamin menyatakan, rencana kegiatan relokasi penduduk bisa dilaksanakan jika telah terdapat rekomendasi hasil penelitian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

     Sedangkan realisasi bantuan BBR, antara lain akan diusulkan kepada Kementerian Sosial serta Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, sementara sekarang ini menyiapkan logistik untuk kegiatan tanggap darurat, yang akan segera dijemput petugas dari Kecamatan Cikelet siang ini.

     Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Minggu telah memasok tiga ton logistik, antara lain berupa mie instan, sarden, saos dan kecap, juga tiga ton beras dalam bentuk “delivery order” (DO), ungkap pengantarnya, Yoga kepada Garut News, menambahkan.

     Pasokan bantuan tersebut, sebagai “buffer stok” Dinsosnakertrans Kabupaten Garut, yang segera didistribusikan kepada korban bencana di manapun, ungkap Dadang Bunyamin pula.

     Bahkan katanya, akan segera tiba bantuan logistik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, ungkap Dadang.

     Bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Cikelet itu, sekurangnya menelan kerugian ratusan  juta rupiah. *** (John).

11 RUMAH  WARGA  CISAGA  GARUT            
TERGERUS  TANAH  LONGSOR

Garut  News, ( Sabtu, 25/9 ).

    Sekurangnya 11 rumah warga di Kampung Cisaga Dusun Cigadog Desa Karangsari Kecamatan  Cikelet Kabupaten Garut, Jawa Barat, tergerus bencana tanah longsor, Sabtu dini hari, sedangkan 10 rumah lainnya terancam.  

     Mengakibatkan 21 kepala keluarga (KK) atau 69 jiwa, terpaksa diungsikan di SD Karangsari, mereka saat ini mendapat bantuan logistik tanggap darurat dari Dinsosnakertrans, ungkap Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya kepada Garut News.

      Dinsosnakertrans juga antara lain, menyiapkan pasokan beras, mie instan serta peralatan untuk memasak, bencana tanah longsor akibat rentannya kondisi tanah setelah diguyur hujan secara terus-menerus, katanya. *** (John).

FASILITATOR  PENDAMPING  KORBAN  BENCANA  
PERLUKAN  PASOKAN  AKOMODASI  MEMADAI

Garut  News, ( Sabtu, 25/9 ).

     Sebanyak 114 fasilitator pendamping masyarakat korban bencana gempa bumi, 2 September 2009, dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan rumah penduduk tahap kedua,  sangat memerlukan pasokan akomodasi dan transfortasi yang memadai.

      Keluhan serius tersebut, mengemuka dari sejumlah fasilitator saat jeda kegiatan pemantapan di Gedung Korpri Kabupaten Garut, Sabtu.

     Menurut mereka, cakupan wilayah tugasnya sangat luas dan jauh, sehingga diharapkan adanya pasokan bantuan operasional selain honor pendampingan, agar jangan sampai honor yang diperoleh malahan habis untuk kegiatan transfortasi serta akomodasi operasional, katanya.

     Selain diharapkan terdapat pasokan tambahan dana operasional yang memadai, dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, juga diharapkan adanya kepedulian dari Pemkab setempat, untuk mengalokasikan dana pendamping operasional.

     Sementara itu, Kepala Subag Sosnakertrans Setda setempat, Drs Sidi Pramono mengemukakan, rehabilitasi dan rekonstruksi tahap kedua korban gempa bumi tersebut, terdiri realisasi bantuan untuk rusak berat Rp15 juta/rumah serta rusak sedang Rp10 juta/rumah.

     Tersebar pada 34 wilayah kecamatan, menyusul tujuh kecamatan lainnya dari 41 kecamatan di Kabupaten Garut telah direalisasikan rehabilitasi serta rekonstruksinya pada tahap pertama.

     Di Kabupaten Garut, dengan 42 kecamatan hanya Kecamatan Selaawi, yang tidak mengalami kerusakan rumah penduduk akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 pada Skala Richter (SR) 2009 tersebut, katanya.

     Diperoleh informasi, realisasi pencairan dana rehabilitasi dan rekonstruksi tahap kedua, dijadwalkan dalam waktu dekat ini, secara serentak di 13 Kabupaten di Provinsi Jawa Barat. *** (John).

\WABUP  SEGERA  LUNCURKAN                                                                      “GARUT  NEWS” DAN  INTERNET  “SEHAT”
Garut News, ( Jumat, 24/9 ).

      Wakil Bupati Rd. Diky Chandra menyatakan, akan segera meluncurkan website, www.garutnews.com, sebagai media “on line” bervisikan “mengangkat Potensi Informasi Produk Kearifan Lokal Berkualitas Global”.

     Media yang juga berbasiskan “knolodge” itu, diharapkan bisa eksis bersama media massa lainnya, menebar beragam potensi unggulan dan spektakuler asal Kabupaten Garut secara nasional bahkan ke luar negeri, ungkapnya, Jumat.

     Menyusul selain di daerahnya berlimpah-ruah beragam potensi sumber daya alam, juga memiliki potensi wisata, seni dan budaya, yang hingga saat ini masih terbuka sangat luas bagi kalangan calon investor, untuk menanamkan investasinya.

     Sehingga dipastikan, penyebaran informasi potensi melalui Garut News, dapat diakses oleh siapapun di belahan bumi manapun, katanya.

     Kepala Bagian Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si menyatakan, apresiasi terhadap keberadaan website www.garutnews.com, yang sekaligus bisa mempublikasikan pemanfaatan internet dengan baik dan sehat.

     Dia menyerukan pula, agar pihak orang tua dan masyarakat, ikut serta mengawasi putra putrinya, yang kerap memanfaatkan jasa internet, hendaknya bisa dilakukan dengan baik dan sehat, imbuhnya. *** (John)
Picture
Siap Bertarung, Wabup saat Memulai Adu Ketangkasan Domba (Foto : Fendi Pamela)
WABUP  INGATKAN,
DOMBA  GARUT  “PLASMANUFTAH”  TERLANGKA  DI  DUNIA

Garut  News, ( Jumat, 24/9 ).

     Wakil Bupati Garut, Rd Diky Chandra mengingatkan, potensi Domba Garut (Aries Ovis), merupakan plasmanuftah maupun spisies terlangka di dunia, karena hanya terdapat di Kabupaten Garut.

     Sehingga upaya pembudidayaan serta penangkaran bibit unggulnya, selama ini dinilai paling ideal dilaksanakan di daerah asalnya yakni Garut, bahkan mutlak memiliki hak paten agar tidak diakui bangsa lain, tegasnya kepada Garut News, Jumat.

     Penegasan tersebut, mengemuka menyusul disampaikannya nota permohonan persetujuan kepada DPRD setempat, tentang hibah tanah seluas 26 hektare di Kawasan Margawati dan Sukanegla kepada Pemprov Jabar, untuk tetap dikelola UPTD Peternakan Provinsi Jawa Barat.

     Atas hibah tersebut, Pemkab Garut juga mengharapkan bantuan Pemprov Jawa Barat dalam proses pengadaan kekurangan tanah sekitar empat hectare, untuk sarana GOR, katanya.   

     Menurut Wabup Diky Chandra, jika tanah itu tidak bisa dihibahkan maka dipastikan upaya pembudidayaan maupun penangkaran Domba Garut, akan dipindahkan lokasinya oleh Pemprov Jabar  ke luar kabupaten, dan itu merupakan kerugian besar bagi Garut, imbuhnya.

     Sebelumnya Kalangan Legislatif di Kabupaten Garut, sempat menolak keras Pemkab setempat memperjual-belikan aset milik daerah, berupa tanah seluas 26 hektare di kawasan Margawati, kepada Pemerintah Provinsi Jabar.
      Ketua Komisi A DPRD membidangi Pemerintahan, Nono Kusyana mengingatkan, Selasa, sama sekali tidak terdapat istilah jual-beli antara Pemkab Garut dengan Pemprov Jabar.     

     Karena berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tidak mengharuskan peristiwa seperti itu, sehingga perlu ditempuh mekanisme yang sah berdasarkan hukum, katanya.     

     Bahkan jika memungkinkan pun, diperlukan pula mekanisme secara lelang atau jika perlu dihibahkan, imbuh Nono Kusyana.     

     Namun dia juga menegaskan, daripada aset berupa tanah tersebut diperjual belikan, lebih baik dikelola sendiri oleh Pemkab Garut atau dimanfaatkan untuk fasilitas lain, yang bernilai ekonomi maupun yang manfaatnya besar bagi masyarakat umum.     

     Diantaranya untuk gelanggang olahraga, lokasi wisata dan lain sebagainya, meski selama ini dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, untuk pembudidayaan potensi unggulan ”Domba Garut”.      

     Sebelumnya pula proses pengalihan aset daerah itu, pernah dijadikan salah satu nota pengantar Bupati Aceng H.M Fikri pada beberapa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Garut, yang selama ini dibahas kalangan legislatif setempat.**** (John)

Picture
Ny. Rani Permata Diky Chandra. (Foto : Anang).
ISTRI  WABUP :  TKW  HARUS  TERAMPIL  DAN  MILIKI  SDM  MEMADAI
Garut  News, ( Jumat, 24/9 ).

     Istri Wakil Bupati Garut, Ny. Rani Diky Chandra menegaskan, setiap tenaga kerja wanita (TKW) termasuk yang hendak bekerja di luar negeri, selain harus terampil juga memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memadai.

     Sebab selama ini pun, banyak diantara mereka yang menjadi korban akibat terjebak perusahaan pengiriman tenaga kerja illegal, karena ketidaktahuan calon TKW itu sendiri, ungkapnya kepada Garut News, Jumat.

     Sehingga diserukan, agar berhati-hati dilandasi pemikiran secara matang, sebelum melaksanakan niat bekerja di luar negeri, imbuh Ny. Rani Permata Diky Chandra seusai melayat almarhumah  Ny. Neni(52) di Pataruman Garut.

     Almarhumah, sebelumnya menjalani operasi tumor  leher dan kemudian menjalani proses penyembuhan penyakit paru-parunya di RSU dr Slamet Garut, saat dirawat di rumah sakit pun dibesuk istri Wakil Bupati, sekaligus membesuk pasien rawat inap lainnya.

     Pada bagian lain keterangannya, istri Wabup kembali mengingatkan, agar para calon TKW terlebih dahulu membekali dirinya dengan keterampilan khusus, maupun keterampilan lainnya termasuk secara bertahap belajar bahasa asing.

     Dia berpendapat, jika setiap TKW memiliki keterampilan serta pengetahuan yang memadai, dipastikan bekerja di luar negeri pun akan lebih dihargai, bahkan penghasilannya juga lebih memuaskan, katanya. ***(John)
Picture
Hotimah Setiap Disiksa Hingga Berdarah-darah di Arab Saudi. ( Foto : Ahen ).
BANYAK  TKW  ASAL  GARUT  MENDERITA  DI  LUAR  NEGERI
Garut  News, ( Rabu, 22/9 ).

     Hingga saat ini, semakin banyak TKW asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang mengadukan nasibnya menderita bekerja di luar negeri, dengan beragam keluhan termasuk yang masih belum terdeteksi jejak keberadaannya.

     Mereka yang kerap disebut-sebut pahlawan devisa tersebut, antara lain mengaku sering dianiaya majikan, mengalami pelecehan seksual, diperkosa serta tak dibayar gajinya selama bekerja.  

      Sebagaimana diungkapkan Sari(41), asal Kampung Tengger RT.01/02 Desa Cigagade Kecamatan Balubur Limbangan, Rabu mengaku  menjadi korban kenakalan majikannya.

     Bahkan meski tak diperlakukan kasar,  namun gajinya selama delapan bulan tidak dibayar majikannya, ibu lima anak ini masih tetap berharap delapan bulan gajinya bisa secepatnya dibayarkan, yang bekerja di Selangor Malaysia sejak 2001.

      Wiwin Nurhasanah (25), rekan sekampung dengan Sari, selain gajinya tidak dibayar juga kerap disiksa majikannya, katanya.

      Selama bekerja setahun empat bulan, dia hanya dibayar empat bulan gaji, itupun belum termasuk dipotong “agency” oleh majikannya, tak hanya itu acap mendapat perlakuan kasar berupa cacian dan makian.

     Dicaci dan dimaki babi, anjing atau kamu tidak becus kerja seperti hewan serta cacian lainnya, sehingga tak tahan dengan perlakuan kasar majikannya, Wiwin pun memutuskan pulang kampung meski kontrak kerjanya belum habis.

      Terdapat pula TKW, yang hingga kini diduga kuat hilang, diantaranya Juariah(22) yang masih sekampung dengan Sari dan Wiwin, sejak empat tahun lalu Juariah tak ada kabar beritanya.

      Dia pada Mei 2006, diajak pegawai perusahaan penyalur tenaga kerja ke Malaysia, atau sepekan setelah Siti Hajar berangkat, tetapi  sampai sekarang pihak keluarga Juariah tidak tahu lagi dimana Juariah berada.

      Kasie Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans setempat, Yayat Hidayat, SH kepada Garut News menyatakan, beragam pengaduan mantan TKW tersebut akan ditindaklanjuti pengusutannya, namun pihaknya memerlukan pengaduan resmi secara tertulis disertai bukti kuat.

     Termasuk saat ini masih menelusiri pengaduan lisan Hotimah(36), yang mengaku disiksa majikan perempuan di Arab Saudi, katanya. *** (John).

Picture
Warga Pedesaan Di Kecamatan Bungbulang Garut, Semarakan Lebaran Idul Fitri Dengan Permainan Tradisional. ( Foto : Anang ).
Picture
Kadishub Garut, Drs Mlenik Maumeriadi . ( Foto : John Doddy Hidayat ).
DISHUB  GARUT  HARAPKAN  KEMENTERIAN                         PERHUBUNGAN  BANTU  DAERAH
Garut, ( Selasa, 21/9 )

      Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut, Drs Mlenik Maumeriadi mengharapkan, adanya bantuan alokasi anggaran maupun perlengkapan operasional bagi penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi ( Tupoksi) Dishub di daerah.  

     Karena meski diberlakukan Otonomi Daerah (Otda), namun jangan sekaligus dilepas, menyusul pelaksanaan Tupoksi Dishub di daerah, umumnya mengacu pada ketentuan maupun kebijakan Kementerian Perhubungan, tegas Mlenik Maumeriadi kepada Garut News, Selasa.

     Seusai menggelar upacara bendera peringatan hari jadi ke-39 Perhubungan Nasional di Mako Dishub setempat, dia juga mengemukakan, yang saat ini paling dibanggakan jajarannya memiliki jiwa karsa yang tinggi.

     Selain itu, hirarki antara atasan dengan bawahan dinilai berjalan baik dengan sistem yang jelas, dibandingkan pada Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) lainnya.

     Didesak pertanyaan Garut News mengenai kualitas kesejahteraan setiap personil Dishub Kabupaten Garut, Mlenik Maumeriadi singkat mengemukakan, hal itu sangat relatif, katanya.

     Peringatan hari jadi Perhubungan Nasional tahun ini, terselenggara dengan khidmat meski sederhana, yang antara lain ditandai penyerahan penghargaan kepada puluhan pegawai dilanjutkan bersalaman di tengah lapangan.

     Kepala Dishub Mlenik Maumeriadi juga menyampaikan sambutan tertulis Menteri Perhubungan RI, Laksamana Madya (Purn) Freddy Numberi.   **** (John)

TUNTUTAN  TKW  KORBAN  PENYIKSAAN  ARAB  MASIH  BELUM  JELAS
Garut  News, ( Selasa, 21/9 ).

     Tuntutan TKW korban penyiksaan majikan di Arab Saudi,  Hotimah(36) binti Ajun, warga Kampung Citanggeuleuk Desa Karangwangi, Kecamatan Mekarmukti Garut, Jawa Barat, substansinya dinilai masih belum jelas.

     Meski korban, Senin (20/9) mengadukan penderitaaannya kepada Bupati Aceng H.M Fikri, namun masih belum jelas hendak menuntut apa, menyusul pihak korban hanya menginginkan keadilan, tegas Kadinsosnakertrans setempat, Hj. Elka Nurhakimah kepada Garut News, Selasa.

     “Bentuk keadilan yang dikehendaki itu apa, apakah menghendaki ganti rugi uang, pembayaran gaji selama empat bulan terhitung sejak habisnya kontrak kerja, atau menghendaki pengusutan hukum bagi pelaku penganiayaan,” ungkap Elka dengan nada tanya.   

     Pihaknya akan berupaya maksimal menuntaskan tuntutan korban, jika terdapat pengaduan secara terulis bahkan jika perlu dilengkapi visum et repertum dari dokter sebagai bukti yuridis, meski peristiwanya dinilai telah kadaluarsa.

     Sedangkan beban yuridis dari pihak PJTKI telah dipenuhi, setelah korban dikembalikan kepada pihak keluarganya, hanya saja bisa diminta bantuan secara kemanusiaan, katanya.

     Kenyataannya, yang mengantarkan korban ke Bupati pun, bukan saudaranya melainkan tetangganya, yang semula diberi kesempatan untuk membuat surat pengaduan di Kantor Dinsosnakertrans, namun mereka malahan terus pulang.

     Bahkan hari Selasa ini, sudah berada di Jakarta tanpa surat pengantar dari Dinsosnakertrans, yang bersangkutan pun telah disiarkan lengkap dengan pengaduannya di stasiun televisi swasta, jadi sebenarnya maunya apa, ujar Elka pula.

      “Saya menugaskan Kasie Penempatan Tenaga Kerja, hari ini untuk menyelidiki secara detail motip serta keberadaan korban di kampung halamannya, antara lain dengan menemui langsung pihak keluarga dekat korban,” ungkap Elka Nurhakimah yang berjanji akan membantu sesuai dengan prosedur yang normatif, katanya. *** (John).

TKW ASAL  GARUT  DISIKSA  BERDARAH-DARAH  DI  ARAB
Garut  News,  ( Senin, 20/9 ).

     Hotimah(36) biti Ajun, warga Kampung Citanggeuleuk Desa Karangwangi, Kecamatan Mekarmukti Garut, Jawa Barat, sekujur tubuhnya termasuk kepala hingga kaki sarat dipenuhi bekas luka akibat penyiksaan yang dilakukan majikannya di Arab Saudi.

     Penganiayaan berat tersebut, juga mengakibatkan korban menjadi sangat sulit berbicara bahkan kerap mengalami sesak napas serta pusing, sehingga terpaksa mengadukan nasibnya kepada Bupati Garut, Senin.

     Hotimah juga mengaku, selama dua puluh delapan bulan bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Saudi, nyaris setiap hari dirinya disiksa majikannya, dengan beragam bentuk penganiayaan yang dialaminya.

     “Antara lain dicekik, dicambuk dengan kabel hingga dipukul gagang sapu serta sepatu termasuk dengan benda keras lainnya,” ungkapnya dengan nada lirih dan terbata bata.

     Malahan setiap kali majikan hendak mau menyuruh, dipastikan diawali dengan penyiksaan, seperti dicekik, dipukuli dengan gagang sapu dan sepatu, hingga dicambuk oleh kabel listrik, katanya.

     Menyebabkan, sekujur tubuh korban menjadi dipenuhi luka mulai dari kepala sampai ke kaki, ujarnya pula.

     Hotimah pun menunjukan foto dirinya saat pertama kali datang ke kampung halamannya, pada 10 September lalu, atau bertepatan Lebaran Idul Fitri 1431 H, foto tersebut menunjukan kondisi sekujur tubuh korban dipenuhi luka akibat penganiayaan itu.

      Saat disiksa yang terus-menerus dilakukan majikannya, sulit dihentikan meski korban berteriak minta ampun, kemudian bisa berhenti jika telah terlihat tubuh korban berdarah-darah.

     “Saya pun pernah dicekik hingga mengeluarkan darah dari mulut, dan sejak saat itu  kesulitan untuk bicara, saat  saya tanya kenapa saya sering disiksa, majikan katakan supaya bisa bekerja dengan cepat dan benar," ungkap korban.

      Selain sering disiksa, juga disekap majikannya, dilarang berkomunikasi dengan siapapun, apalagi keluar rumah, sehingga selama di Arab Saudi sama sekali tidak bisa berkomunikasi dengan puhak keluarga di Garut, baik melalui telepon maupun surat.

      Setiap  minta ijin mau telepon keluarga, selalu dilarang demikian pula ketika  pamit ke Kantor Pos memasukan surat juga tidak diperbolehkan, menyebabkan sejumlah surat yang telah dibuat, tak satupun sempat terkirim, tuturnya.

      Janda tiga anak ini, berangkat ke Arab pada 14 Mei 2008  disalurkan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia PT Jasmindo, beralamat di Jakarta Timur.

     Selama bekerja, tidak pernah memberikan kabar dan mengirim uang untuk menghidupi anaknya di kampung, karena  tidak pernah diberi uang gaji.

     Majikannya baru memberi uang ketika korban hendak  pulang, senilai 19 ribu Real atau setara Rp47 juta, sedangkan bekerja selama empat bulan terakhir setelah habis kontrak, gajinya tak dibayar  majikan.

     Bupati Aceng H.M Fikri berjanji akan menuntaskan kasus tersebut hingga ke pemerintah pusat, dan menginstruksikan Dinsosnakertrans setempat untuk memprosesnya.

      Kepala Dinsosnakertrans Garut, Hj.  Elka Nurhakimah, M.Si antara lain mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti masalah tersebut, namun diperlukan laporan resmi dan tertulis dari pihak korban.

     "Korban telah diberi pengarahan, namun jika hanya laporan secara lisan, sulit untuk menindaklanjutinya, maka diminta laporan secara resmi dan tertulis," katanya. ***(John)

1.446.141  KENDARAAN  MUDIK  DAN  BALIK  LEBARAN  LINTASI  GARUT
Garut  News, ( Senin, 20/9 ).

     Sekurangnya 1.446.141 beragam jenis kendaraan pada musim arus mudik dan balik Lebaran Indul Fitri 1431 H, melintasi ruas jalan provinsi dan kabupaten di Garut, Jawa Barat, sebanyak 852.143 unit diantaranya jenis speda motor.

     Sebanyak 1.446.141 beragam jenis kendaraan tersebut, terdiri 786.837 unit yang melintasi dari arah barat ke timur, 460.626 unit atau 58,46 persen diantaranya speda motor, ungkap Kepala Dishub Kabupaten setempat Drs Mlenik Maumeriadi kepada Garut News, Senin.

     Sedangkan arus kendaraan yang meluncur dari arah timur ke barat, mencapai 658.304 unit, 391.517 unit atau 59,47 persen diantaranya speda motor, sehingga jenis kendaraan speda motor masih mendominasi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, katanya.

     Mengenai lintasan rel Kereta Api (KA) pada beberapa lokasi di Kabupaten Garut, yang hingga kini masih belum memiliki pintu pengaman, telah lama dilaporkan dan dikonsultasikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

     Dengan harapan bisa dibuat pintu sederhana dengan penempatan petugas dari PT. KAI dibantu aparat Dishub Kabupaten Garut, namun hingga saat ini masih belum diperoleh solusi, meski pada lintasan KA tanpa pintu tersebut, selama ini pula kerap menelan korban jiwa, ujar Mlenik Maumeriadi, menambahkan.

     Sementara itu, Stasiun KA di Lebak Jero berlokasi pada perbatasan Kabupaten Garut dengan Bandung, berada pada ketinggian 818 mdpl, setiap harinya dilintasi sekitar 16 KA dengan beban setiap lokomotif  Diesel 82 ton serta rata-rata lima gerbong masing-masing seberat 40 ton.

     Stasiun Peninggalan Pemerintahan Kolonial Belanda tersebut, gedung serta sarana pendukungnya masih terbilang orsinil, pada posisi KM 196 + 560, yang selama ini banyak dimanfaatkan sebagai obyek menarik para fotografer.      *** (John)

BANYAK  TUMPUKAN  SAMPAH                             
MASIH  BELUM  TUNTAS  TERANGKUT 

Garut News, ( Senin, 20/9 ).

     Setiap harinya banyak tumpukan sampah rumah tangga sisa Lebaran, yang masih belum tuntas terangkut sehingga onggokannya menjadi berserakan serta menimbulkan aroma tidak sedap juga mengundang rombongan lalat.  

     Kondisi tersebut disanggah Kepala Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Cipta Karya (Pertacip) setempat, Ir Deni Suherlan, Senin dan menurutnya terjadi peningkatan volume sampah selama Lebaran Idul Fitri.

     Dari semula 200 ribu m3 per hari menjadi 300 an ribu m3 setiap harinya, namun pihaknya berupaya untuk mengatasi, katanya. *** (John)

Picture
Jalur Lingkar Nagreg Diprediksi Sebagai Biangnya Kemacetan Arus Lalu Lintas. (Foto : Ari ).
GARUT – LELES  MACET  TOTAL
Garut News, ( Minggu, 19/9 ).

      Lintasan ruas jalan provinsi mulai dari Kampung Warung Peuteuy hingga Kecamatan Leles di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejauh 15 km pada Minggu Pukul 16.00 WIB macet total akibat derasnya luapan arus balik kendaraan Lebaran Idul Fitri 1431 H.

     Bahkan diprediksikan kemacetan Garut-Bandung bisa berlangsung hingga tengah malam, bahkan Senin dini hari, terutama dialami jenis kendaraan mobil, sehingga kepolisian mengarahkan arus dari Bandung tujuan Garut melintasi Kecamatan Banyuresmi dari Leles, demikian pemantauan langsung Garut News di lapangan.

     Padat merayapnya arus kendaraan, menyebabkan pengemudi bis Primajasa tujuan Jakarta terpaksa membalikan kendaraannya di Warung Peuteuy, kemudian melambung melintasi Situ Bagendit selanjutnya menembus Kecamatan Limbangan.

     Sedangkan pada Minggu siang, arus kendaraan yang melintasi Kecamatan Malangbong, Limbangan kemudian memasuki Tanjakan Nagreg, terbilang lancar sebagaimana diakui Kepala Dishub Kabupaten Garut, Drs Mlenik Maumeriadi di Pos Aju Limbangan.

     Sementara itu, pada lintasan Jalur Lingkar Nagreg terutama pada lokasi Tanjakan “HP” banyak terdapat mobil maupun speda motor yang tidak kuat mendaki, kondisi badan jalannya pun semakin banyak yang terkelupas bahkan berlubang.

     Lebar jalan relatif sempit, sehingga jika digunakan dua arah dipastikan terjadi kemacetan total, satu arah pun kerap terjadi tumpukan kendaraan, padahal kendaraan dari arah Garut dan Malangbong juga masih banyak memanfaatkan lintasan Tanjakan Nagreg lama.

     Pengendara speda motor pun, yang mendominasi arus balik banyak  memanfaatkan Tanjakan Nagreg lama, sementara itu luapan arus kendaraan yang selama ini memanfaatkan lintasan ruas jalan Pantura, kini cukup deras melintasi Garut.

      Mereka umumnya berharap bisa lebih lancar dapat melintasi jalur Lingkar Nagreg, namun kenyataan masih terjebak kemacetan maupun antrian kendaraan beragam jenis mobil.

     Kondisi Jalur Lingkar Nagreg, juga belum memadai dilengkapi sarana penerangan jalan umum, minim rambu lalu lintas serta marka jalan, nyaris sebagian lintasannya hanya dibatasi pembatas jalan.

     Malahan kini bermunculan pedagang, menyiapkan makanan dan minuman ringan termasuk rokok pada tenda-tenda plastik darurat, belasan penyedia jasa pengganjal ban juga bersiaga di pinggir tanjakan “HP”, sebagai indikasi belum mampunya pemerintah menyediakan sarana dasar rakyat yang memadai dan manusiawi. **** (John).   

KEMACETAN  ARUS  LALIN  LEBARAN                                                    
AKIBAT  TERJEBAK  LINGKAR  NAGREG

Garut  News, ( Minggu, 19/9 ).

      Padat serta parahnya tingkat kemacetan arus lalu lintas, selama berlangsung arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1431 H pada lintasan ruas jalan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga kuat akibat terjebak jalur Lingkar Nagreg sepanjang 5,3 km.

     Karena nyaris seluruh kendaraan yang selama ini melintasi jalur Pantura (Pantai Utara)  Jawa, mengalihkan perjalanannya melalui Ciamis, Tasikmalaya, Malangbong dan Limbangan Garut, diperparah kondisi jalur Lingkar Nagreg yang ternyata masih belum layak pakai.  

     Bahkan pada jalur yang baru diresmikan pemakaiannya itu, kerap terjadi kemacetan total akibat lintasan tanjakannya panjang bahkan lebih berat dibandingkan Lintasan Nagreg lama, terutama pada lokasi Citiis hingga tanjakan “HP”, dengan lebar jalan relatif sempit.

      Malahan berdasarkan pemantauan Garut News, Minggu menunjukan, nyaris sepanjang jalur Lingkar Nagreg tersebut, hanya dilengkapi drainase jalan yang mungkin tidak diperhitungkan tingginya debet luapan air, sehingga terdapat air yang meluap ke badan jalan.

     Menyebabkan berserakannya kerikil diatas badan jalan, yang menghambat dan bisa mencelakakan para penggunanya, terdapat pula tikungan yang sudut elevasinya cenderung tidak memenuhi syarat, yang dapat membunuh pelintasnya dengan kecepatan tinggi.

      Selain itu seusai melewati tanjakan, tak langsung dapat melihat arah jalan ke depan, sehingga jalur Lingkar Nagreg untuk sementara lebih cocok hanya dijadikan “jalur alternatif” atau bukan sebagai jalur utama, sebab masih membahayakan jiwa manusia.

     Menyusul masih belum tuntasnya dilakukan “audit keselamatan”, oleh pihak Kepolisian, Perhubungan serta Bina Marga, padahal semestinya sebelum dimanfaatkan dituntaskan audit keselamatan, kemudian terdapat rekomendasi untuk pembenahan.

     Setelah dilakukan pembenahan, kembali dilakukan uji ulang sebelum dibuka untuk dimanfaatkan oleh kendaraan umum, sesuai amanat Undang-Undang N0.22/2009 Tentang LLAJ.

      Malahan yang lebih memprihatinkan, kondisi Sekolah Dasar (SD) yang kini terkepung Jalur Lingkar Nagreg, masih belum direlokasi padahal libur sekolah telah berakhir, mengindikasikan tidak matangnya perencanaan pemerintah dalam pembangunan, atau asal-asalan seperti memproduk “surabi”.

      Dihubungi terpisah Kadishub Kabupaten Garut, Drs Mlenik Maumeriadi antara lain menyatakan, pemerintah telah berupaya maksimal mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran, meski mungkin belum sepenuhnya memenuhi harapan semua pihak, katanya, berdiplomasi.

     Sementara itu, dari Posko Kesehatan Terminal Guntur yang beroperasi sejak 3 September hingga 18 September 2010, didatangi sekurangnya 385 pasien, terbanyak dengan keluhan tukak lambung (magh) mencapai sekitar 72 pasien, ungkap petugasnya dr. Agustin kepada Garut News. ***(John).
Picture
Lokasi Penambangan Emas Di Cihideung Garut, Nyaris Menyerupai Barak Persembunyian Tengah Hutan Pada Perang Vietnam/ 'The Killing Field' ( Foto : Ridwan Mustofa).
KECEMASAN  MASIH  WARNAI  WARGA  PERKAMPUNGAN  CIHIDEUNG
Garut News, ( Sabtu, 18/9 ).

     Sebagian warga Perkampungan Cihideung di Desa Cipangramatan Kecamatan Cikajang Garut, yang semula sarat dengan “asa” bisa menjadi jutawan, saat ini mulai sirna menyusul kerapnya terjadi intrik, silang pendapat bahkan pertikaian seputar lapak yang mereka yakini berpotensi emas permata.

    Asa yang kian berganti menjadi kecemasan di kawasan hutan lindung itu, akibat masih dibingkai kuatnya ambisi bisa menuai hasil panen tanpa tandur, serbuk kemilau logam mulia yang mahal dan indah menawan menurut versi manusia.

     Sehingga memunculkan tragedi awal, terjadinya serangan warga Cikopo, Jumat (17/9) lalu yang masih penduduk Desa Cipangramatan, dipastikan peristiwa itupun dibungkus dengan beragam dalih serta alibi, meski “wallahualam” nilai kebenarannya.

     Menyebabkan dua unit mobil jenis Feroza dan Escudo jadi sasaran amuk massa, malahan massa yang temperamental pun, mengobrak-abrik belasan saung di perbukitan terjal termasuk merusak mesin Diesel, yang selama ini dijadikan sumber penerangan.       

     Hingga kini, sumber sumber yang berpotensi bisa memberikan keterangan pers, lebih banyak memilih aksi “GTM” (gerakan tutup mulut), namun diprediksi kuat aksi massa tersebut, akibat perebutan lapak maupun lahan usaha penambangan emas yang secara ilmiah, belum jelas volume kandungan potensinya.

     Sementara itu, tugas pokok dan fungsi Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Kabupaten Garut, mengesankan semakin samar malahan bias untuk menertibkan serta menyajikan regulasi penambangan, yang semestinya diawali analisa masalah dampak lingkungannya termasuk proses perijinan.

     Sedangkan Kadis SDAP, Ir H. Widyana juga mengesankan lebih sibuk “wara-wiri” mengurus royalty geothermal daripada membenahi aktivitas penambangan liar yang bisa menghancurkan kondisi lingkungan dimana-mana.

     Aparat penagak hukum, sesuai dengan kewajibannya berupaya menertibkan masyarakat, namun sejauh ini nyaris tak terdengar gaungnya berupaya menertibkan “oknum aparat” yang diindikasikan berada di belakang setiap kelompok para penambang.  

     Jika fenomena tersebut terus-menerus berlangsung, daerah ini pun terancam menjadi Kabupaten Beling. ( John Doddy Hidayat/ artikel ).

BENCANA  SELAMA  SEPTEMBER 
SEKURANGNYA  TELAN  KERUGIAN  Rp693,775  JUTA   

Garut News, ( Sabtu, 18/9 ).


     Bencana kebakaran, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gelombang pasang dan lain sebagainya di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 1-17 September 2010 sekurangnya menelan kerugian Rp693,775 juta.  

     Sembilan kebakaran kerugiannya Rp166,775 juta, dua kali banjir (Rp445 juta), lima kali tanah longsor (Rp10 juta), tiga tragedi puting beliung (Rp72 juta) serta sekali gelombang pasang dan lainnya masih dihitung, ungkap Kasie Banlinsos setempat, Drs Dadang Bunyamin, Sabtu.

     Kepada Garut News, juga mengemukakan dari sembilan kebakaran terpaksa 8 kepala keluarga (KK) atau 37 jiwa diungsikan karena menghancurkan tujuh rumah serta tiga rumah lainnya rusak berat dan satu rumah rusak ringan.

     Disusul dua kali peristiwa banjir, menyebabkan 2 KK atau sembilan jiwa diungsikan menyusul hancurnya dua rumah serta 35 rumah sempat terendam, kemudian lima peristiwa tanah longsor 6 KK atau 24 jiwa diungsikan sebab menghancurkan satu rumah, tiga rusak berat, empat rusak ringan serta 240 rumah terancam.     

     Sedangkan tiga kali peristiwa angin puting beliung, menyebabkan delapan rumah rusak berat serta 273 rumah penduduk rusak ringan, kemudian gelombang pasang dan lainnya mengakibatkan 16 rumah rusak berat, katanya.

     Penderita akibat tragedi angin puting beliung, tanah longsor, banjir bandang, kebakaran serta korban hujan deras disertai petir, logistik pemenuhan kegiatan tanggap daruratnya untuk selama tujuh hari telah dipenuhi, sedangkan korban kebakaran pasar dikonsultasikan dengan Disperidag, Koperasi dan UKM Kabupaten Garut.

     Seluruh peristiwa bencana alam tersebut, terjadi pada 14 wilayah kecamatan dengan 20 desa, masing-masing di Kecamatan Malangbong, Cilawu, Garut Kota, Pakenjeng, Bayongbong, Pameungpeuk, Singajaya, Limbangan, Tarogong Kaler, Cigedug, Talegong, Cikajang, Mekarmukti serta di Kecamatan Kersamanah.

     Didesak pertanyaan Garut News, Dadang Bunyamin katakan, logistik untuk memenuhi pelaksanaan tanggap darurat, persediaannya masih memadai, namun kendala yang dialaminya biaya maupun kebutuhan untuk mengantarkan sangat minim bahkan relatif belum tersedia. *** (John).

HINGGA  SABTU  PAGI  TERJADI  128  KECELAKAAN  LALIN
Garut News, ( Sabtu, 18/9 ).

     Hingga Sabtu pagi, terjadi 128 kasus kecelakaan lalu lintas serta 30 kasus lainnya termasuk yang terhimpit dongkrak mobil di Kabupaten Garut, mengakibatkan 216 luka ringan, 71 luka berat, bahkan delapan korban tewas.

     Terdapat pula 200 dirawat jalan di Puskesmas, 24 rawat inap serta 64 pasien terpaksa di rujuk ke RSU dr Slamet Garut, ungkap Kepala Bagian Informatika Setda setempat kepada Garut News, melaporkan.

       Sementara itu, Istri Wakil Bupati Garut, Ny. Rani Permata Dicky Chandra, Sabtu siang hingga sore harinya antara lain mendatangi seorang penderita tumor leher, yang tengah dirawat di Ruang Kecubung RSU dr Slamet Garut, yang sekaligus memotivasi kaum dermawan untuk mengulurkan tangan memberikan bantuannya. ***(John).

KAWASAN  HUTAN  LINDUNG  “CIHIDEUNG”  GARUT                       DIGEROGOTI  PENAMBANG  TRADISIONAL
Garut, ( Jumat, 17/9 ).

     Kawasan hutan lindung Cihideung di Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, Jawa Barat, saat ini berkondisi semakin digerogoti aktivitas para penambang tradisional, yang terus-menerus membongkar bongkahan tanah yang mereka anggap mengandung “emas”.

    Para penambang yang berdatangan dari luar Kabupaten Garut, berbaur dengan kuli atau buruh setempat, setiap harinya terus-menerus menggerus tofografi yang curam kemudian membuat terowongan horizontal, dengan pengamanan seadanya terbuat dari anyaman serta barisan bambu.

     Sehingga menyerupai gua buatan, bahkan nyaris seperti lokasi persembunyian di tengah hutan saat berlangsung “Perang Vietnam” (The Killing Field), demikian pemantauan langsung Garut News, di lokasi penambangan tersebut, Jumat.

     Diantara para penambang, kerap terjadi konflik kepentingan yang juga acap berakhir dengan adu jotos, peristiwa perkelahian tersebut telah dianggap hal biasa terjadi, ungkap beberapa buruh tambang yang enggan disebut namanya.

     Ditemui terpisah Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Garut, Ir H. Eddy Muharam, M.Si menyatakan, hutan lindung merupakan ranah pengelolaan serta pengawasan Perum Perhutani, sedangkan proses perijinan kegiatan penambangannya, kewenangan Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) setempat.

      Namun demikian dia berpendapat, diperlukannya upaya penertiban dengan mengacu kepada ketentuan yang berlaku, kemudian ditaati oleh semua pihak agar tidak membahayakan kondisi lingkungan.

     Menyusul sekalipun dilakukan penambangan pada tanah milik masyarakat, namun tidak mustahil pembuatan lorong horizontal di dalam tanah, jika tidak mengacu kepada aturan yang jelas akan tidak beraturan, sehingga bisa menembus kawasan hutan lindung, katanya.

     Selama ini, kerap digelar rapat koordinasi untuk menanggulangi sekaligus menertibkan kegiatan penambangan tradisional itu, namun jika masih diindikasikan kuat terdapat “beking” manusia kuat yang berseragam, maka rapat koordinasi pun hanya sebatas formalitas.

      Lingkungan tetap menjadi rusak, kemudian berdampak pada kemungkinan terjadinya bencana tanah longsor serta banjir lumpur, sehingga kegiatan penambangan pada lokasi yang belum jelas kandungan potensinya itu, tidak sebanding dengan kerugian yang bisa ditimbulkannya, seperti Jumat ini terdapat kalangan masyarakat yang setuju dan tidak setuju terhadap aktivitas penambangan logam mulia tersebut. *** (John).

KECELAKAAN  LALIN  DI  GARUT  TEWASKAN  TUJUH  KORBAN
Garut News, ( Jumat, 17/9 ).

     Dari 122 kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Garut, menelan 283 korban dengan kondisi 205 luka ringan, 71 luka berat serta menewaskan tujuh korban, bahkan selama berlangsung arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1431 H, terjadi 29 kasus lainnya.

     Sehingga selama rentang waktu 3-17 September 2010 pagi, terdapat 189 menjalani rawat jalan di Puskesmas, 24 rawat inap serta 64 terpaksa dirujuk ke RSU dr Slamet, ungkap Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si, Jumat.

     Sementara itu, di Kampung Lemah Duhur kembali terjadi longsor yang menimpa ruas badan jalan, sempat mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas dari dan ke Kecamatan Banjarwangi, malahan terdapat kendaraan yang mengalami “slip” disebabkan jalan licin dan berlumpur tebal.

     Peristiswa tanah longsor, sebelumnya terjadi pada lima hari lalu, yang kini mendesak memerlukan bantuan peralatan berat maupun becko, katanya. *** (John).    
Picture
Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si didampingi Camat Pameungpeuk, Jujun Juhana, M.Si membidikan Kamera Pada Lokasi Banjir Bandang. ( Foto : John Doddy Hidayat).
KEBAKARAN  DAN  LUAPAN  SUNGAI 
CIPALEBUH   TELAN   KERUGIAN  Rp445  JUTA

Garut News, ( Kamis, 16/9 ).

     Peristiwa kebakaran serta luapan Sungai Cipalebuh di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut, Jawa Barat, sekurangnya menelan kerugian Rp445 juta.

      Kerugian Rp35 juta diantaranya akibat kebakaran rumah berukuran 35 m2 di Desa Bojong, 12 September lalu, sedangkan kerugian Rp410 juta akibat luapan sungai yang menggerus lima desa serta 19 kampung, ungkap Camat setempat, Jujun Juhana, M.Si, Kamis.

      Kepada Garut News dan Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si, Camat Jujun Juhana juga mengemukakan di Pameungpeuk, kelima desa yang dilanda luapan air bah tersebut terdiri Desa Mandalakasih, Pameungpeuk, Sirnabhakti serta Desa Paas.

     Mengakibatkan sekitar 125 rumah terendam mengakibatkan rusak ringan, rusak berat serta hanyut, satu MCK permanen menjadi miring, 88 meter keermer ambruk, dua jembatan rawayan masing-masing sepanjang 60 meter terputus dan 15 hektare sawah siap panen hancur.

     Selain itu, merusakan dua irigasi masing-masing sekitar 30 meter, dua buah masjid serta menghanyutkan tiga ekor beri-beri bersama kandangnya, seluruh kerusakan termasuk rumah dan sawah ini, milik 95 kepala keluarga (KK) atau 584 warga masyarakat.

     Ditemui terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, H. Hilman Faridz, SE, M.Si mengingatkan, meluapnya sungai Cipalebuh bersumber dari proses kerusakan vegetatif bersama lingkungannya, sejak belasan tahun lalu.

     Terutama pada lokasi arah hulu sungai, dengan kondisi daya dukung daerah aliran sungai (DAS)-nya, yang tidak memadai, antara lain pada wilayah Kecamatan Cisompet menyebabkan luapan pertemuan Sungai Cipalebuh dan Sungai Cikaso sempat meluapkan air diatas ketinggian enam meter, katanya.

     Maka diharapkan, kesadaran masyarakat untuk menanam, menjaga serta merawat pohon serta lingkungannya, bisa terus ditingkatkan bahkan dilaksanakannya himbauan Bupati bagi pasangan calon mempelai serta yang akan bercerai untuk menyumbangkan pohon kemudian mereka tanam.

      Sementara itu, Kabag Informatika, Dik Dik Hendrajaya juga melaporkan sepanjang 93 km lintasan jalan provinsi yang menghubungkan Garut dengan Pameungpeuk, saat ini terdapat sekitar 22 titik lokasi longsoran.

      Terparah di wilayah Kecamatan Cisompet serta sepanjang jalan Gunung Gelap, yang jika tak segera dibenahi dapat menimbulkan longsoran susulan yang lebih parah, imbuhnya *** (John).
Picture
Camat Pameungpeuk, Jujun Juhana, M.Si Melaporkan Peristiwa Luapan Sungai Cipalebuh. ( Foto : John Doddy Hidayat ).
745 WARGA  PAKENJENG  GARUT  TERANCAM  BENCANA  TANAH  RETAK
Garut News, ( Kamis, 15/9 ).

      Gerusan hujan yang terus-menerus berlangsung, mengakibatkan tanah retak di Kampung Cimareme Tengah Desa Tegal Gede Kecamatan Pakenjeng, Kamis menyebabkan 239 kepala keluarga (KK) atau 745 warga setempat terancam bencana tersebut.

     Bahkan 13 KK atau 53 warga diantaranya, saat ini terpaksa dievakuasi dan telah diungsikan ke tempat yang dinilai lebih aman, menyusul terdapat lima rumah permanen kini retak-retak, serta empat rumah panggung telah berposisi menjadi miring.

     Demikian diungkapkan Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si serta Camat setempat, Drs Jajat Munajat kepada Garut News, mereka juga menyatakan, peristiwa itu berlangsung pada dua RW serta lima RT, katanya. *** (John).

SUNGAI  CIPALEBUH  PAMEUNGPEUK                                                           MELUAP  SETINGGI  ENAM  METER  LEBIH
Garut News, ( Rabu, 15/9 ).

      Derasnya curah hujan sejak pagi hingga Rabu malam, mengakibatkan luapan sungai Cipalebuh di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut mencapai diatas ketinggian enam meter, sehingga beberapa desa menjadi terendam.

     Diantaranya Kampung Cibango Desa Bojong, sekurangnya 10 hektare sawah terendam aliran sungai, lima rumah dan satu speda motor hanyut, kondisi serupa juga berlangsung di Kampung Cisalam, serta Desa Pameungpeuk 35 rumah terendam setelah beberapa hari lalu menghanyutkan dua rumah penduduk.

     Di Kampung Bojong Mongkong Desa Pameungpeuk, satu kios dan satu masjid terendam sungai, sedangkan di Kampung Cijayana RT.04/01 Desa Jayabaya Kecamatan Mekarmukti, rumah milik Maman(45) berukuran 45 m2 habis terbakar

     Sehingga ketika itu sangat diperlukan pembangunan bronjong penahan, namun saat peristiwa berikutnya terjadi, pembangunan bronjong tersebut masih belum dilakukan, demikian dilaporkan Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si. ***(John).

AKIBAT  PADAT  MERAYAP GARUT  - KADUNGORA SELAMA  DUA  JAM
Garut News, ( Rabu, 15/9 ).

      Akibat kondisi lalu lintas yang padat merayap, Rabu  menyebabkan waktu tempuh Garut ke Kecamatan Kadungora selama dua jam, padahal  hanya berjarak 15 km dengan melintasi ruas jalan provinsi.

     Pemantauan langsung Garut News di lapangan menunjukan, antrian kendaraan berlangsung sejak Bundaran Tarogong hingga memasuki jalur Lebak Jero serta Tanjakan Nagreg, diperparah kondisi mendung yang kerap disertai hujan cukup deras.

     Luapan kendaraan dari arah Garut tujuan Bandung maupun kearah barat itu, sebagian besar mobil pribadi serta speda motor, dipastikan mereka merupakan sisa arus balik termasuk yang pulang setelah mengunjungi sejumlah obyek wisata, maupun menuju lokasi pariwisata.

     Pada umumnya kendaraannya bernopol Bandung, Bekasi, Jakarta bahkan terdapat mobil bernopol asal Sumatra, menyusul masa liburan sekolah masih berlangsung hingga 20 September mendatang.

     Namun ironisnya, para pengunjung yang hendak mendatangi Taman Satwa Cikembulan, terhambat ruas jalan utama, yang masih dibiarkan menganga ambruk akibat digerus luapan sungai, padahal ruas jalan kabupaten itu, juga merupakan urat nadi perekonomian masyarakat sekitarnya.

     Tetapi Pemkab setempat khususnya Dinas Bina Marga Kabupaten Garut, mengesankan menutup mata maupun tidak mau tahu, meski dampaknya bisa menyengsarakan rakyat akibat terhambatnya mobilitas perekonomian mereka.

     Sementara itu, jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat pun juga mengesankan “cuek-bebek”.  *** (John).  

MASYARAKAT  TRANSPORTASI  UMUM   DAMBAKAN  KLINIK  KESEHATAN  TERMINAL  GUNTUR
Garut News, ( Rabu, 14/9 ).          

      Masyarakat tranportasi umum, yang selama ini sebagai pengguna jasa angkutan penumpang umum dari dan ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendambakan dibangunnya klinik kesehatan di Terminal Guntur secara permanen.

     Menurut mereka termasuk Undang Suryana(34), yang ditemui Garut News di Terminal Guntur, Rabu selama ini Pos jasa layanan kesehatan gratis hanya digelar sepekan sebelum dan sesudah Lebaran Idul Fitri, setiap tahunnya.

     Menyusul banyak pengguna angkutan penumpang umum yang berpendapat, dibangunnya klinik kesehatan di terminal bisa mengimbangi masih relatif buruknya kualitas jasa angkutan penumpang terutama kelas ekonomi, baik bis maupun non bis, katanya.

     Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr H. Hendy Budiman, M.Kes mengatakan, adanya harapan masyarakat tersebut merupakan hal wajar, tetapi untuk mewujudkannya diperlukan koordinasi yang sangat panjang, bahkan mungkin bertele-tele.

     Belum termasuk pembahasan untuk mendapatkan persetujuan DPRD setempat, terutama dalam pengalokasian anggarannya.

     Namun ungkap Hendy Budiman, Terminal Guntur sangat berdekatan dengan Puskesmas Haur Panggung, kendati pada kenyataannya tidak seluruh pengguna jasa angkutan penumpang umum yang singgah, berangkat atau turun di terminal itu, dapat mengetahuinya.

     Petugas Pos Kesehatan Lebaran, Ny. Imas Masitoh serta rekannya Ny. Lilis Siti Aisyah mengemukakan, sejak dibukanya Pos Layanan Kesehatan gratis didatangi sekurangnya 400 an pengunjung, terdiri penumpang arus mudik dan balik serta operator kendaraan umum.

      Menurut mereka, sebagian besar yang berobat dan diperiksa kondisi kesehatannya, mengeluhkan sakit tukak lambung maupun magh, katanya di Pos Kesehatan yang sejak dua hari lalu menempati Kantor Terminal, akibat Pos sebelumnya kerap banjir dan terguyur hujan. *** (John).

Picture
Lintasan KA Tak Berpintu Di Desa Cikembulan Kecamatan Kadungora Garut, Menelan Satu Korban Jiwa serta Melukai Dua Korban. ( Foto : Ari ).
KA  LODAYA  GILAS  SPEDA  MOTOR 
DINAIKI  TIGA  PENUMPANG
 
Garut News, ( Selasa,  14/9 ).

     Kereta Api (KA) Lodaya jurusan Bandung – Solo bernomor lokomotif CC 20404, menggilas speda motor yang dinaiki tiga penumpang, saat speda motor menyebrangi lintasan KA tidak berpalang pintu di Kampung Hujung RT. 01/03 Desa Cikembulan Kecamatan Kadungora Garut, Selasa.   

     Peristiwa yang terjadi sekitar Pukul 08.35 WIB itu, dengan pengendara speda motor Agus Hendra(13) bin Amun, warga Kampung Dungus Mara RT. 03/05 Desa Mekarbhakti Kecamatan Kadungora meninggal dunia di lokasi kejadian, jenazahnya langsung ditangani Puskesmas setempat.

     Sedangkan dua rekannya, Gunawan(17) serta Agus Sofian(12) bisa selamat, karena loncat dari speda motor, ungkap Kabag Informatika Dik Dik Hendrajaya, M.Si dan Camat setempat Drs Dadang Purwana melaporkan kepada Garut News.

      Ka tersebut dikemudikan Masinis, Ponirin(40), sedangkan speda motor dengan tiga penumpang hendak menuju obyek wisata Situ Cangkuang. *** (John).
Picture
Sekda Garut H. Hilman Faridz, SE, M.Si Nampak Bingung Saat Sidak Bersama Bupati, Cukup Banyak Pegawai Membolos. ( Foto : Ist.).
RATUSAN  PEGAWAI  PEMKAB/SETDA  GARUT  MEMBOLOS
Garut News, ( Selasa, 14/9 ).      

      Sekurangnya 400 pegawai negeri sipil (PNS) termasuk tenaga kerja kontrak (TKK) serta sukarelawan (Sukwan) di lingkungan Pemkab/Setda Garut, membolos atau tidak masuk kerja pada hari pertama kerja setelah menjalani cuti Lebaran Idul Fitri 1431 H.

     Kehadiran para abdi Negara dan abdi masyarakat, yang menjalani cuti sejak 9 September lalu 98 persen, sedangkan dua persen lainnya dari dua puluh ribuan pegawai tidak masuk kerja karena bebas piket, sakit dan izin, ungkap Kabag Informatika Dik Dik Hendrajaya, M.Si, Selasa.

     Kepada Garut News, dia mengemukakan para pegawai itu diingatkan Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, H. Budiman, SE, M.Si agar meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas pokok kesehariannya.

     Sementara itu, Bupati Aceng H.M Fikri saat didesak pertanyaan Garut News, mengaku telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lingkungan Setda, Bappeda, lingkungan Pekerjaan Umum serta Dinas Pendidikan.

     “Yang tidak masuk kerja hanya beberapa pegawai saja kok, itupun dengan alasan yang jelas atau bisa dipertanggungjawabkan,”  katanya dengan nada parau. ***(John).
Picture
Penumpukan Penumpang Arus Balik Lebaran, Kerap Berlangsung Setiap Tahunnya Di Terminal Guntur Garut. ( Foto : Ari ).
PENUMPUKAN  PENUMPANG  ARUS  BALIK                                                    KERAP  TERJADI  DI  TERMINAL  GUNTUR
Garut News, ( Selasa, 14/9 ).

     Penumpukan penumpang arus balik Lebaran Idul Fitri 1431 H, kerap terjadi di Terminal Guntur Garut, hingga mencapai ratusan penumpang tujuan Lebak Bulus serta Leuwi Panjang Bandung.

     Sehari menjelang berakhirnya cuti bersama Lebaran atau Senin (13/9), terjadi penumpukan sekurangnya 177 calon penumpang tujuan Lebak Bulus, sejak Pukul 10.00 WIB kemudian bisa terangkut pada Pukul 16.00 WIB, ungkap Kadishub setempat, Drs Mlenik Maumeriadi, Selasa.

     Ratusan calon penumpang tujuan Leuwi Panjang, juga sempat menumpuk tetapi bisa teratasi hari itu juga, katanya kepada Garut News, menambahkan.

     Sedangkan penyebab terjadinya penumpukan, akibat keterlambatan angkutan tiba di Terminal Guntur, menyusul terjadinya kemacetan arus lalu lintas pada lintasan Bandung – Garut, ungkapnya pula.

     Upaya yang dilakukannya antara lain, mengalihkan bis jurusan lainnya untuk mengatasi penumpukan atas kesepahaman berbagai pihak, melaksanakan tes urine bagi 40 pengemudi angkutan penumpang umum, terdiri 25 pengemudi bis, 10 pengemudi non bis serta lima pengemudi bis arah Bandung – Jakarta.

     Seluruhnya dinyatakan negatif dari pengaruh zat adiktif, selain itu juga didirikan tenda regu pada Pos Limbangan serta Kadungora dilengkapi sepuluh velbet.

     Dilakukan pula pemeriksaan kendaraan, diantaranya kelengkapan dokumen serta kondisi fisik, yang 90 persen dinyatakan laik jalan, sepuluh persen diantaranya mengalami gangguan pada kipas kaca dan righting.

     Sementara itu, keluhan pengemudi umumnya mengaku kelelahan, sehingga kondisi tekanan darah mereka kerap berfluktuatif, kemudian segera mendapatkan pasokan vitamin dan pemeriksaan kesehatan di Pos Kesehatan terminal secara gratis, demikian Mlenik Maumeriadi. *** ( John ).
Picture
Tabung Gas Elpiji Kerap Mencelakaan Bahkan menelan Korban, Sehingga Perlu Kewaspadaan Untuk Menggunakannya. ( Foto : Anang ).
LEDAKAN  KOMPOR  GAS  BAKAR                                                                          DUA RUMAH  DI  TALEGONG
Garut News, ( Senin, 13/9 ).     

      
Ledakan kompor gas akibat bocor membakar ludes rumah panggung berukuran 43 m2  milik Ayep(35) beristrikan Ayun(35) bersama dua anak mereka, Rika Sonaliah(16) serta Wina Wulansari(14), Senin Pukul 18.30 WIB.    


     Peristiwa tersebut, berlangsung di Blok Kopi RT. 07/05 Desa Sukamaju Kecamatan Talegong, menelan kerugian sekurangnya Rp30 juta, kemudian rumah berukuran 47 m2 terbakar sebagian milik Marna(48) beserta istrinya Daryati(35) serta anak mereka Ani(10) tahun, kerugiannya Rp5 juta.

     Demikian dilaporkan Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya kepada Garut News, semalam. ****(John).       

SEKUJUR  TUBUH  IBU  DAN  ANAK  TERBAKAR  LEDAKAN  KOMPOR  GAS  Garut News, ( Senin, 13/9 ).

      Ny. Atik Munawaroh(35) beserta anaknya Eka Rahmat(19) terbakar sekujur tubuhnya akibat ledakan tabung kompor gas, yang menyambar bensin dua tax yang mereka dagangkan, Senin.  

     Peristiwa mengenaskan tersebut, berlangsung Pukul 05.00 WIB namun kedua korban masih mendapatkan perawatan serius di ruang UGD RSU dr Slamet, setelah sebelumnya dilakukan pertolongan pertama di Puskesmas Cikajang.

     Sedangkan rumah Ny. Atik Munawaroh yang bersuamikan Empit Rahmat(51), ludes terbakar rata dengan tanah, sehingga keluarga dengan Sembilan anggota itu terpaksa melakukan pengungsian di kampungnya Babakan RT.05/06 Desa/Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut.

     Sementara kerugian material akibat peristiwa ini, sekurangnya Rp15 juta, kobaran api dapat dipadamkan oleh warga sekitarnya, ungkap Kabag Informatika, Dik Dik Hendrajaya, M.Si.

      Kepala Dinas Kesehatan dr H. Hendy Budiman beserta jajarannya meninjau langsung di ruang UGD, namun sejauh ini masih belum diketahui ada atau tidaknya santunan maupun bantuan dari Pemkab Garut.

      Dari Garut juga dilaporkan, angin puting beliung di Kecamatan Cilawu, merusakan rumah penduduk Desa Sukatani dan Mekarsari, sekurangnya 57 rumah rusak berat dan ringan, pohon beringin yang tumbang merusakan tiang listrik beserta jaringannya, sehingga terjadi pemadaman.  *** (John).

BANJIR  HANYUTKAN  DUA  RUMAH  DI  GARUT  
Garut News, ( Senin, 13/9 ).

      Banjir hanyutkan dua rumah penduduk, Senin milik Amar(72) serta Anah(60) keduanya warga RT. 03/06 Desa Mandalakasih Kecamatan Pameungpeuk.

     Kedua rumah tersebut tergerus luapan air Sungai Cipalebuh atau sungai Cikaso, yang mendadak sontak sejak Pukul 13.30 WIB membludak, sehingga menghanyutkan rumah masing-masing berukuran 24 m2, ungkap Kabag Informatika, Dik Dik Hendrajaya kepada Garut News.

     Dia melaporkan, selain menggerus dua rumah juga sebuah MCK bantuan Isa Merci, serta kermeer sepanjang 70 meter ambruk, meski tak menelan korban namun kerugian sekurangnya Rp80 juta.

     Enam penghuni rumah tersebut sementara diungsikan pada tetangga dan saudara terdekat, tetapi luapan sungai masih membludak sehingga mendesak diperlukan bronjong penahan agar tidak meluas.

     Dari Garut dilaporkan pula, intensitas arus mudik tujuan Garut, Senin rata-rata 736 kendaraan setiap jam, sedangkan arus balik dari Garut tujuan arah barat rata-rata 2.017 per jam, di wilayah ini terjadi 89 kecelakaan lalu lintas.

     Kecelakaan lainnya 18, menelan 217 korban dengan 152 luka ringan, 60 luka berat serta lima meninggal dunia, sementara yang dirawat jalan di Puskesmas 143, rawat inap 18 serta yang dirujuk ke RSU dr Slamet 52, demikian laporan hingga Senin sore.

     Pantauan garut News, hingga Senin malam ruas jalan wisata Cipanas banyak dilintasi antrian kendaraan dengan kondisi padat merayap, antrian padat merayap juga berlangsung sejak selepas Bundaran Sumpang Lima hingga Nagreg serta wilayah Bandung lainnya. *** (John).
Picture
Proyek Lingkar Nagreg Masih Belum Maksimal Mengatasi Kepadatan Arus Mudik dan Balik Lebaran. (Foto: ARI).
ARUS  BALIK  PADATI  GARUT – BANDUNG
Garut  News, ( Senin, 13/9 ).

     Arus balik Lebaran Idul Fitri 1431 H, memadati ruas jalan provinsi Garut – Bandung, yang padat merayap dari arah Garut sebelum Bundaran Tarogong, hingga lepas Kampung Nagrog Kabupaten Bandung.  

      Selain didominasi speda motor juga mobil pribadi, mereka berdesakan pada sejumlah simpul kemacetan, antara lain di Bundaran Tarogong, Pertigaan Ruas Jalan Menuju Cipanas termasuk di Kampung Tanjung, serta di Leuweung Tiis.

     Pemantauan Garut News juga menunjukan, kemacetan terjadi di depan Pasar Leles, Kadungora, Lebak Jero hingga Tanjakan Nagreg, sedangkan jalur Lingkar Nagreg pada Senin hanya boleh dilintasi sepeda motor.

     Mengindikasikan kondisi ruas jalan tersebut, masih belum laik pakai, sehingga rutinitas laten setiap musim arus mudik dan balik Lebaran tak pernah usai, yang merupakan kewajiban utama pemerintah untuk menyediakan sarana jalan memadai.

     Menyusul sangat besarnya dana yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor, hendaknya sebanding dengan pembangunan sarana jalan agar sesuai dengan pertambahan beragam jenis kendaraan bermotor setiap saat.

     Karena sepanjang penyediaan sarana jalan tak sebanding dengan pertambahan kendaraan, hingga kapanpun negeri ini akan di belenggu kemacetan di mana-mana, masalahnya respon pemerintah masih terlalu lamban termasuk dalam segala hal.

    Atau entah dananya menguap kemana, meski penegakan hukum gencar dilakukan tetapi juga segencar pengampunan bagi para koruptor dengan dalih hukum dan undang-undang pula, seakan hukum dan undang-undang dijadikan sarana perlindungan bagi perampok uang Negara. *** (John).

DUA  WARGA  TASIKMALAYA  TEWAS  TERGULING 
BERSAMA  TRUK  DI  GARUT

Garut News, ( Minggu, 12/9 ).

     Dua warga Kampung Ciangir Tamansari Tasikmalaya, tewas saat menaiki truk double engkel bernopol  Z 8812 HJ, yang dikemudikan Dayat, terguling ketika melaju hendak bersilaturahmi dengan Ajid, di Kampung Panagan Mekarjaya Sukaresmi Garut, Minggu.

     Kedua korban tewas terdiri Ramdan(11) beserta Elan(44), mereka menaiki truk yang seluruhnya 32 penumpang, 11 penumpang lainnya luka berat sehingga terpaksa dirawat di RSU dr Slamet Garut.

     Sedangkan enam penumpang luka ringan kemudian dirawat di Puskesmas Bayongbong, akibat terbaliknya truk di tanjakan Pasirgelang Desa Mekarjaya Kecamatan Sukaresmi sekitar Pukul 10.00 WIB, ungkap Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya.

     Kepada Garut News, dia juga mengemukakan pada hari yang sama terjadi kasus kebakaran yang meludeskan sebuah rumah milik warga Kecamatan Pameungpeuk, mengakibatkan kerugian Rp20 juta, dengan sumber api berasal dari tungku yang lupa dipadamkan.

     Penghuninya saat ini, terpaksa diungsikan di rumah saudara serta tetangga terdekat mereka, sedangkan ketika hujan deras Pukul 16.00 WIB terjadi angin putting beliung yang memporak porandakan rumah di Desa Sukatani Kecamatan Cilawu.

     Warga setempat pun, sempat panik bahkan banyak diantaranya yang hingga malam harinya dihantui ketakutan, sedangkan intensitas kerugian kerusakan sebagian rumah penduduk masih dilakukan pendataan.

     Dik Dik Hendrajaya melaporkan pula, rumah milik Alit hancur tersambar petir di Kampung Cipeujeuh RT. 07/06 Desa Sukamerang Kecamatan Kersamanah Garut, pada Minggu Pukul 18.00 WIB. (John).        

PENYEBAB  PASAR  CIKAJANG  TERBAKAR  DIINDIKASIKAN 
FAKTOR  KELALAIAN

Garut  News, ( Minggu, 12/9 ). 

     Plt. Kepala UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Garut, Dede Sambas menyatakan kepada Garut News, Minggu penyebab terbakarnya sekitar 25 kios di komplek Pasar Cikajang diindikasikan kuat factor kelalaian.

      Peristiwa tersebut, berlangsung Sabtu sejak Pukul 19.30 WIB dan seluruh bara api benar-benar bisa dipadamkan pada Pukul 01.30 WIB Minggu dini hari, dengan menerjunkan lima unit mobil Damkar bersama 25 personilnya dipimpin Komandan Regu, M.R Manaf, katanya.

      Meski tidak menelan korban jiwa, namun sementara kerugian material mencapai senilai Rp500 juta lebih, diperkirakan sumber api berawal dari tumpukan sampah yang dibakar kemudian meranggas pada sebuah kios.

     Di dalam kios tersebut juga terdapat dua tabung gas berkapasitas 3 kg, mengakibatkan keduanya meledak serta memperbesar kobaran api hingga merambat ke kios lainnya.

     Dede Sambas mengingatkan, sejak Januari hingga 11 September 2010 di daerahnya terjadi 70 kasus kebakaran dengan menelan kerugian lebih dari Rp10,574 miliar, atau lebih besar dibandingkan jumlah kasus serta kerugian kebakaran selama 2009 lalu.

     Selama 2009 tersebut, terjadi 57 kasus kebakaran dengan menelan kerugian Rp4,605 miliar, yang juga menyebabkan tiga penduduk mengalami luka bakar serta empat penduduk lainnya meninggal dunia.

     Dia mengimbau, agar masyarakat mewaspadai beragam sumber api yang bisa membahayakan termasuk harus berhati-hati dan bijak memanfaatkan kompor gas, hendaknya periksalah kondisi selang serta regulatornya sebelum digunakan, kemudian selalu membersihkan kompor, imbuhnya. *** (John).

BUNDARAN  TAROGONG  GARUT  MACET  TOTAL
Garut News, ( Minggu, 12.9 ).

     Bundaran Tarogong Garut mengalami macet total yang puncaknya sempat terjadi pada Minggu tengah hari, akibat bertemunya luapan beragam jenis kendaraan dari arah Simpang Lima, Jl. Suherman maupun terminal serta dari arah Bandung.

     Garut News melaporkan dari lapangan, beragam jenis kendaraan didominasi mobil pribadi serta speda motor, yang umumnya hendak bersilaturahmi Lebaran serta mendatangi setiap obyek wisata, mengakibatkan aparat kepolisian mengalami kesulitan mengurai kemacetan tersebut.

     Kondisi itu, juga diperparah berlalu-lalangnya moda angkutan delman, angkutan kota, serta bis serta mikro bis jenis Elf yang hendak keluar dan memasuki jalur terminal, bahkan banyaknya kendaraan yang diparkir sepanjang pertokoan makanan maupun oleh-oleh khas Garut.

     Sedangkan penyebab meluapnya pengguna kendaraan pribadi termasuk speda motor, antara lain lebih nyaman daripada mereka menggunakan moda angkutan penumpang umum seperti bis apalagi kelas ekonomi.

     Sementara itu, kemacetan lalu lintas disebabkan derasnya pertambahan volume kendaraan tak sebanding dengan upaya pemerintah memperlebar serta memperpanjang maupun memperbanyak cabang ruas jalan.

     Sehingga khusus jalan kabupaten, solusinya Pemkab setempat dapat menyediakan sarana memadai kemudian mendesak Pemprov Jabar agar memperlebar ruas jalan provinsi, menyusul pelebaran di kawasan Tanjung hingga kini masih belum tuntas.

     Ipda Cecep, anggota Polres Garut juga melaporkan, obyek wisata Pantai Santolo dan Sayang Heulang, sekitar 95 km arah selatan dari Pusat Kota Garut kini disesaki pengunjung yang sebagian besar menggunakan speda motor.

     Namun banyak diantaranya yang kurang memahami karakteristik medan ruas jalan, yang sarat tikungan tajam juga melintasi banyak jurang curam, sehingga diingatkan agar berhati-hati termasuk bagi pengemudi kendaraan roda empat, imbuhnya. *** (John).

ARUS  BALIK  LEBARAN  MACETKAN      
RUAS  JALAN KERSAMANAH -  NAGROG

Garut News, ( Minggu, 12/9 ).

      Kepadatan beragam jenis kendaraan arus balik, memacetkan ruas jalan mulai dari Kecamatan Kersamanah Garut hingga Kampung Nagrog Kabupaten Bandung, sepanjang belasan hingga puluhan kilometer, Minggu.

     Pemantauan Garut News di lapangan juga menunjukan, ruas jalan alternatif Warung Bandrek yang melintasi Kecamatan Cibatu, kian ramai dilintasi kendaraan, sedangkan jalan alternatif Sasak Beusi masih terbilang langka dilintasi kendaraan.

     Karena terhambat sempitnya ruas jalan, yang melewati pasar darurat di Kecamatan Cibatu, sehingga kendaraan lebih banyak yang melintasi Kecamatan Cibiuk dan Kecamatan Leuwigoong, namun menjelang lokasi wisata Situ Bagendit Kecamatan Banyuresmi terjadi lagi kemacetan.

     Bahkan kemacetan total pada Sabtu sore, terjadi pada pertigaan STM Negeri hinggga Bundaran Tarogong, sepanjang beberapa kilometer terdapat antrian padat kendaraan, yang dipastikan dapat terurai pada tengah malam.

     Sepanjang perjalanan lintasan wilayah Garut utara, banyak ditemukan para pengendara speda motor yang beristirahat di pinggir jalan bersama keluarga serta saratnya barang bawaan.

     Mereka juga antara lain beristirahat pada setiap SPBU, sambil mengisi bahan bakar kendaraannya, terutama speda motor.

     Terdapatnya beberapa lokasi simpul kemacetan, kian merepotkan aparat kepolisian terlebih lagi cuaca mendung, yang kerap disertai hujan deras serta sambaran petir.

     Sementara itu kondisi Lingkar Nagreg pun, macet total meski hanya dilintasi kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya., kemacetan terjadi pada lokasi saat memasuki ruas jalan tersebut, dari arah Malangbong dan Garut, di tanjakan Citiis serta tanjakan Hendro Pandowo (HP). **** (John).

Picture
Ny. Euis Rusmayanti(40), Meratapi Kepergian Suaminya Joni Malela Yang Tewas Pada Tragedi Kemanusiaan Hari Kemenangan Di Depan Istana. ( Foto : Farhan Aulia ).
KORBAN  TRAGEDI  KEMANUSIAAN HARI  KEMENANGAN,                   DIMAKAMKAN  DI  GARUT
Garut News, ( Sabtu, 11/9 ).

     Ketua Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITNMI) Provinsi Banten, Joni Malela yang tewas saat berdesakan antre silaturahmi di depan istana, Sabtu Pukul 10.00 WIB korban tragedi kemanusiaan hari kemenangan itu, dikebumikan di kampung halamannya,  Sukaregang Kabupaten Garut, Jawa Barat.

     Sejak Pukul 09.00 WIB Jumat (10/9), korban berusia sekitar 53 tahun itu, berdesak-desakan antre di depan istana bersama pengunjung lain berkondisi normal, meski tidak sempat terjatuh namun kakinya berulangkali terinjak-injak, ungkap istri korban, Ny. Euis Rusmayanti(40).

     Dia berharap peristiwa serupa tidak terulang lagi, sehingga tidak menelan korban lainnya, bahkan yang sangat diharapkan Presiden RI bisa menyejahterakan seluruh bangsa Indonesia, tuturnya kepada Garut News, seusai menyaksikan pemakaman suaminya.

     Menurut Ny. Euis didampingi anak tunggalnya tamatan SMA, Novi, sebelum antre almarhum suaminya berkondisi sehat wal-afiat, malahan tidak sempat terjatuh kendati kakinya berulangkali terinjak orang lain, katanya.

     Jenazah korban tiba di Kampung Sukaregang Garut, pada Pukul 02.00 WIB, Sabtu dini hari, antara lain dengan dibekali uang santunan Rp10 juta, istri korban juga menyatakan tidak akan lagi pergi merantau ke Jakarta, takut peristiwa serupa kembali terjadi.

     Sementara itu pegawai Dinsosnakertrans Kabupaten Garut, saat ditemui Garut News mengemukakan, masih belum mengetahui nilai santunan dari Pemkab setempat melalui instansinya yang akan diberikan kepada korban, karena akan dikonsultasikan dahulu.

     Suasana prosesi pemakanan, selain dihadiri keluarga korban juga warga sekitarnya, Ketua DPRD Garut, Ahmad Bajuri, SE yang juga Ketua Partai Demokrat tiba di pemakaman setelah korban selesai dikebumikan, dengan alasan dikira dikebumikan “Pukul Dua”, katanya.

     Penyebab yang menewaskan korban, hingga kini masih belum jelas, bahkan Kabid Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Garut, Dede Rochmansyah saat didesak pertanyaan Garut News, mengemukakan masih belum tahu. *** (John).

Picture
Pada Jalur Alternatif Cijapati Pun Warga Menyediakan Jasa Ganjal Ban. ( Foto : Ist ).
JALUR  LINGKAR  NAGREG  MULAI  BERLUBANG  DAN  TERKELUPAS
Garut News, ( Sabtu, 11/9 ).

     Jalur Lingkar Nagreg sepanjang 5,3 km, meski baru dimanfaatkan pada arus mudik Lebaran Idul Fitri 1431 H, namun kini kondisinya mulai terdapat lokasi yang berlubang bahkan pada beberapa lokasinya pula, aspalnya terkelupas.

     Malahan pula ruas jalan yang dilintasi dari Garut tujuan Bandung tersebut, di beberapa lokasi tanjakan, nyaris sepanjang Sabtu terjadi kemacetan total sehingga speda motor pun sangat sulit melintasinya, demikian pemantauan langsung Garut News di lapangan.

     Sepanjang jalur lingkar itu, juga mulai terdapat warung yang menjual makanan dan minuman ringan, memperparah kemacetan akibat cukup banyaknya speda motor dan mobil yang berhenti atau diparkir.

     Selain itu masih minim rambu lalu lintas termasuk marka jalan, sepanjang jalan hanya terdapat papan peringatan, diperparah sarana penerangan jalan yang tidak memadai.

     Pada jalur lingkar tersebut, terdapat lintasan jembatan kereta api, yang dibangun sejak ratusan tahun lalu, atau pada jaman kolonial Belanda namun kondisinya masih berdiri kokoh, karena mungkin meski jaman penjajahan, tetapi belum merajalela korupsi seperti sekarang.

     Lalu lintas arus mudik mengalami kemacetan menyebabkan laju kendaraan merayap, mulai sebelum lintasan kereta di Kampung Nagrog dari arah Bandung hingga Bundaran Tarogong Garut, sejauh puluhan kilometer.

     Kemacetan terparah terjadi di Nagreg, kendati satu arah dari Bandung, kemudian pada jalur lingkar menuju Garut, lokasi Lebak Jero, Kiara Dodot, Kadungora, Leles, Leuweung Tiis hingga Tanjung menjelang pertigaan ke arah Cipanas.     

     Pembangunan jalur lingkar Nagreg, masih belum maksimal memberi manfaat mengurai kemacetan lalu lintas, akibat sangat banyaknya yang menggunakan mobil pribadi dan speda motor, sebagai akibat pula tidak nyamannya menaiki kendaraan penumpang umum.

     Menaiki kendaraan penumpang umum, terutama kelas ekonomi, baik bis maupun mikrobis Elf, kondisi penumpang menjadi sangat tersiksa, selain jumlah penumpang melebihi kapasitas juga posisi tempat duduk yang kerap menjepit kaki penumpang.

    Demikian pula di dalam bis penumpang umum kelas ekonomi, diperparah para pendagang asongan yang terus menerus hilir mudik dan berteriak setengah memaksa menawarkan komoditinya.

    Kemacetan arus lalu lintas, juga menuai rejeki bagi pedagang asongan serta jasa ganjal ban, demikian Garut News melaporkan langsung dari lapangan. ***(John).

RUAS  JALAN  MEKARMUKTI – BUNGBULANG AMBLAS                    PULUHAN  METER
Garut  News, ( Sabtu, 11/9 ).

     Kondisi ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Mekarmukti dengan Bungbulang mengalami amblas, di Kampung Rendeng sejak Jumat sore sedalam puluhan meter yang membentang sepanjang 20 meter.

     Sehingga sempat tidak bisa dilintasi beragam jenis kendaraan apapun, sedangkan masyarakat yang membersihkannya terkendala sangat banyaknya volume longsoran tanah dan batu, sehingga mereka memerlukan bantuan alat berat, ungkap Kabag Informatika, Dik Dik Hendrajaya, Sabtu.

     Ruas jalan di Desa Sukarame juga mengalami longsor, yang menghambat mobilitas antara Bungbulang dengan Kecamatan Caringin, sehingga diperlukan peralatan berat, longsor menimbun ruas jalan sepanjang 200 meter.

     Sementara itu, petugas Posko Kesehatan Terminal Guntur, Idham Suganda serta Ny. Rita kepada Garut News mengemukakan, hingga Sabtu siang telah diberikan jasa layanan kesehatan bagi sekurangnya 222 pasien.

     Umumnya dengan keluhan tukak lambung (magh) mencapai 43 pasien, disusul pusing dan pernapasan dengan 48 pasien, serta keluhan jenis penyakit lainnya.

     Sedangkan jumlah pemudik Lebaran Idul Fitri 1431 H, hingga Sabtu siang yang turun di Terminal Guntur mencapai 197.125 penumpang, sedangkan yang naik dari terminal hingga Jumat malam (10/9) sebanyak 13.631 penumpang. ***(John).

PUASA  RAMADHAN  MENANAMKAN  AKHLAQ  MULIA
Garut News, ( Jum’at, 10/9 ).

     Fokus pandangan Allah SWT terhadap diwajibkannya ibadah saum (Puasa Ramadhan),  untuk menanamkan akhlaq mulia, karena akhlaq sebagai wajah bathiniah manusia, bisa indah dan juga bisa buruk.

     Sehingga Ramadhan, menanamkan akhlaq yang baik, yakni akhlaq yang mampu meletakan kejernihan fikir, angan-angan secara proforsional dalam jiwa manusia, serta mampu meletakan dan menggunakan secara adil dalam dirinya, ungkap KH. E. Zainal Muttaqien, Jum’at.

     Pimpinan Pondok Pesantren Cilawu tersebut, dalam khutbah “idul Fitri” di Masjid Agung Garut juga menyatakan, diperlukannya akhlaq yang komit atau tidak fluktuatif dan tidak berubah dalam kondisi bagaimanapun.

     Mantan guru besar Cairo University, Prof Dr Ahmad Salabi dalam bukunya “Masyarakat Islam” mengemukakan, prinsip sosial dalam Islam untuk membangun masyarakat yang berakhlaq mulia, yang sekaligus memberi gambaran potret kesalehan sosial seorang muslim.

     Tidak boleh memandang hina kepada orang lain, tidak boleh buruk sangka dan tidak boleh mengintai-intai kesalahan orang, Islam menyeru kepada persatuan, menyeru agar membayarkan amanat dan menepati janji.

     Melarang hasud (iri hati), melarang takabbur dan sombong, melarang mencari aib orang lain, menyuruh berlaku adil dan membenci penganiayaan, membenci kesaksian palsu, memperteguh tali silaturahim, dan menyeru kepada ilmu pengetahuan.

     Bahkan Islam mewasiatkan agar orang baik dengan tetangganya, juga menyerukan agar tolong-menolong serta mementingkan orang lain, demikian antara lain dikatakan KH. E. Zainal Muttaqien dalam khutbah yang mengusung tema, “urgensi keshalehan sosial”  

      Shalat Idul Fitri yang diikuti puluhan ribu warga Kota Garut itu, dengan Imam KH. Maman Mansyur, Pimpinan Pondok Pesantren Bayongbong.

     Sementara itu Bupati Aceng H.M Fikri antara lain mengajak perkokoh kesatuan dan persatuan, tingkatkan usaha maupun ikhtiar serta atas nama pribadi, keluarga serta pemerintah menyampaikan mohon maaf.

     Seusai shalat Idul Fitri, nyaris seputar Alun-Alun serta ruas jalan menjadi lautan kertas Koran yang berserakan dimana-mana, pada beberapa titik lokasi juga terdapat tumpukan sampah yang kerap berserakan. **** (John).

WABUP  GARUT  SELENGGARAKAN  “OPEN  HOUSE”

Garut News, ( Jum’at, 10/9 ).

      Wakil Bupati Garut beserta keluarga menyelenggarakan “open house”, di rumah dinas Jl. Patriot seusai shalat Idul Fitri 1431 H.

      Kepada Garut News, dia mengungkapkan akan terus mengemas beragam kreasi seni termasuk industri kreatif untuk memajukan kesejahteraan perekonomian masyarakat, bahkan masih berobsesi menghimpun para pengusaha lokal.

      Para pengusaha lokal itu, diharapkan berperan serta membuka lahan usaha berupa penyediaan bahan pokok masyarakat, hingga ke wilayah pedesaan bahkan daerah terpencil sekalipun, katanya.

     Sehingga masyarakat bisa memenuhinya dengan harga relatif murah, sedangkan pengusaha lokal bisa sekaligus cepat berkembang dan maju pesat, imbuhnya pula.

     Open house di kediaman dinas Wakil Bupati, jugta dihadiri masyarakat dari berbagai komponen dan elemen, termasuk kalangan birokrasi setempat. *** (John).

WABUP  SELENGGARAKAN  TAKBIR  DI  CIGEDUG  DAN  CIKAJANG
Garut  News, ( Jumat, 10/9 ).

      Wakil Bupati Rd Diky Chandra bersama Ny. Rani Permata Diky Chandra, menyelenggarakan takbir bersama di Desa Kolot Cigedug serta Desa Pamegatan Cikajang.

     Dalam tausyiahnya mengharapkan, sekaligus mengajak mengamalkan makna saum Ramadhan di dalam kehidupan sehar-hari, serta menyampaikan pentingnya kesetaraan dalam hidup, ungkapnya Kamis malam.

     Bahkan Ny. Rani berpendapat, tak ada yang berbeda dalam hidup manusia kecuali kadar keimanan dan ketakwaannya.

     Keduanya di dua desa juga menyerahkan bantuan sembako sebagai shadaqoh keluarga, termasuk 150 paket sembako lainnya kepada anak yatim dan kaum dhuafa yang bersumber dari para donator.

      Sedangkan pada Pukul 00.00 WIB Jumat dini hari, diselenggarakan konsigner menyambut Lebaran Idul Fitri di kawasan Pengkolan bersama Muspida, ungkap Kabag Informatika, Dik Dik Hendrajaya.

     Seusai shalat Idul Fitri, kondisi seluruh ruas jalan Kota Garut sangat sepi, namun terdapat kerumunan masyarakat yang mengalami kesulitan bisa mendapatkan sarana angkutan perkotaan (angkot). *** (John).

RUAS  JALAN  PENGHUBUNG  TIGA  KECAMATAN  DI  GARUT  TERPUTUS
Garut News, ( Jum’at, 10/9 ).

     Kondisi ruas jalan yang menghubungkan tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sempat terputus bahkan kini hanya bisa dilintasi kendaraan pada satu jalur.
      Masing-masing tujuan Kecamatan Banjarwangi, Singajaya dan tujuan Kecamatan Peundey, akibat sejak Jum’at Pukul 08.00 WIB tertimbun tanah longsor setelah terus-menerus digerus hujan deras, ungkap Kabag. Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya.

     Kepada Garut News, dia mengemukakan peristiwa serupa pertama kali terjadi Rabu (8/9) lalu, disusul Kamis (9/9) kemudian Jum’at ini, katanya.

     Sedangkan volume material longsorannya menutupi badan jalan sepanjang 20 meter setebal dua hingga tiga meter, berlokasi di Kampung Lemah Duhur Banjarwangi, katanya pula.

     Kondisi memprihatinkan, juga terjadi pada kondisi ruas jalan menuju Pos Pengamatan gunungapi Guntur di Kampung Cipepe Cireungit, yang saat ini semakin mengalami rusak berat, sehingga sangat sulit dilintasi beragam jenis kedaraan.

     Padahal merupakan   jalur sangat vital, terutama jika terjadi bencana alam serta letusan gunungapi, dengan kondisi ruas jalan yang rusak berat, dipastikan menyulitkan kegiatan evakuasi maupun penyelamatan penduduk dari bahaya gunungapi.

     Ruas jalan yang rusak mencapai belasan kilometer, namun lokasi Pos Pengamatan gunungapi dari lintasan jalan raya Garut – Samarang hanya berkisar dua kilometer, ungkap Risman(34), yang mengaku rumahnya berdekatan dengan Pos Pengamatan tersebut.

     Dari Garut juga dilaporkan, sejak Jum’at siang hingga sore harinya nyaris seluruh ruas jalan di perkotaan termasuk lintasan jalan provinsi yang menghubungkan Bandung – Garut serta Tasikmalaya – Garut, sarat dilintasi beragam jenis kendaraan para pemudik lokal.

     Meski jenis kendaraan speda motor sangat mendominasinya, menyusul ruas jalan di pusat Kota Garut, mulai lengang dari para pedagang kaki lima (PKL), termasuk di Pasar Baru, seluruh kios dadakan yang semula menghalangi jalan telah dibongkar pemiliknya.

     Semarak Lebaran Idul Fitri di Kabupaten Garut, juga disemarakan penerbangan beberapa balon udara tanpa awak, produk kreasi warga Kampung Panawuan di Kelurahan Sukajaya Kecamata Tarogong Kidul.

     Balon Udara tersebut, berbahan baku kertas tipis, namun selama ini bisa melintasi Samudera Hindia, diterbangkan setiap Lebaran Idul Fitri maupun hari besar keagamaan, ungkap warga setempat kepada Garut News, menambahkan. (John).

Picture
Tujuh Narapidana Lapas Garut, Peroleh Remisi Khusus Langsung Bebas Pada Lebaran Idul Fitri 1431 H. ( Foto : John Doddy Hidayat ).
TUJUH  NARAPIDANA  GARUT BEBAS  PADA  LEBARAN  IDUL  FITRI
Garut  News, ( Kamis, 9/9 ).

     Sebanyak tujuh dari 235 narapidana yang memperoleh pengurangan hukuman (Remisi) khusus, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II.B Kabupaten Garut, bisa langsung bebas seusai Shalat Id Lebaran Idul Fitri 1431 H.

     Sedangkan pemberian remisi khusus bagi 235 narapidana tersebut, tiga diantaranya perempuan dengan lama pengurangan hukuman berkisar 15 hari hingga maksimal dua bulan, tegas Kepala Subsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas setempat, Ahmad Sarif, Kamis.

     Namun diantara mereka, terdapat pula yang memperoleh Remisi Umum pada Peringatan HUT Kemerdekaan ke-65 RI 17 Agustus lalu, katanya kepada Garut News, menambahkan.

     Hotel Prodeo itu kini dihuni 460, 177 diantaranya masih berstatus tahanan serta 283 narapidana, termasuk diantaranya beberapa mantan pejabat Pemkab Garut serta mantan anggota DPRD setempat, dengan kapasitas Lapas 529.

     Pada Lebaran Idul Fitri, selama empat hari mulai Jum’at hingga Senin mendatang bebas dikunjungi keluarga maupun handai taulan di Gasebo Lapas, setelah seluruh penghuni melaksanakan Shalat Idul Fitri, ungkap Ahmad Sarif.

     Sedangkan pada 17 Agustus lalu, dari 242 narapidana terdapat dua diantaranya memperoleh remisi (pengurangan hukuman) paling besar atau masing-masing selama lima bulan, sedangkan yang lainnya berkisar 1 - 4 bulan.   

     Kedua narapidana dengan remisi paling lama terdiri Tati Sumiati binti Suhdi, yang langsung dinyatakan bebas serta rekannya Hadri bin Danu, ungkap Kepala Lapas setempat, T. Suwarno kepada Garut News.

     Pada pemberian remisi itu, terdiri 219 narapidana dengan pengurangan hukuman sebagian meliputi 216 laki-laki dan tiga perempuan.Serta 23 narapidana dengan remisi langsung bebas, terdiri 22 laki-laki serta satu perempuan.

     Yakni Tati Sumiati, yang sebelumnya divonis hukuman lima tahun penjara akibat terbukti melakukan pembunuhan terhadap bayinya seusai melahirkan.

     Kepala Lapas juga menjelaskan, pemberian remisi umum satu bulan diberikan kepada 117 narapidana, dua bulan (60 narapidana), tiga bulan (54 narapidana), empat bulan (Sembilan narapidana) serta remisi lima bulan diperuntukan bagi dua narapidana.
****(John).
Picture
Bis SPPJ Mengalami Kecelakaan di Lebak Jero Garut, Ternyata Tidak Memiliiki Data Pengujian. ( Foto : Ari ).
PUNCAK  ARUS  MUDIK  TUJUAN  GARUT                                                     DIWARNAI  BIS  TABRAK   RUMAH
Garut News, ( Kamis, 9/9 ).

     Puncak arus mudik tujuan Kabupaten Garut, Jawa Barat, antara lain diwarnai peristiwa bis menabrak rumah di Lokasi Lebak Jero, Kamis mengakibatkan empat penumpang diantaranya mengalami luka sangat parah, sedangkan penumpang lainnya luka ringan.

     Bis berukuran tiga perempat itu, menempuh jalur Bandung – Pameungpeuk, terbalik diperkirakan akibat “kelalaian pengemudinya”, yang terus mengarahkan kemudi ke arah kanan, sedangkan penyebab pastinya masih diselidiki Satlantas Polres Garut.

     Demikian diungkapkan Kepala Dishub setempat, Drs Mlenik Maumeriadi kepada Garut News, dan menyatakan puncak arus mudik ke daerahnya dipastikan berlangsung sejak Rabu hingga Kamis ini, katanya.

      Mlenik katakan, bis SPPJ berdomisili di Bandung itu, ternyata tidak memiliki data pengujian, katanya.

     Jumlah penumpang yang turun di Terminal Guntur, sejak H-7 hingga H-1 Lebaran atau hingga menjelang Kamis tengah hari mencapai sekurangnya 142.770, disusul penumpang yang naik dari Terminal Guntur pada Kamis siang 625 dengan 16 unit bis.

     Kepadatan arus lalu lintas juga merayap, sejak Rabu sore (8/9) mulai dari Nagreg hingga Kecamatan Leles, yang terus berlangsung hingga Kamis, dari Posko Kesehatan Terminal Guntur dilaporkan memberikan jasa layanan bagi sekurangnya 200 pasien dengan beragam keluhan.

     Antrian kendaraan mencapai belasan kilometer, termasuk Perkotaan Garut, ruas Jl. A. Yani sangat sulit dilintasi jenis kendaraan apapun, akibat luapan PKL serta penghunjung nyaris menyesaki seluruh badan jalan.

     Sementara itu, Kabag Informatika Setda Garut Dik Dik Hendrajaya, M.Si melaporkan, terjadinya ruas jalan amblas berkuran 2,5 x 6 meter yang menghubungkan Desa Cisaat dengan Desa Cikembulan di Kecamatan Kadungora.

     Sehingga sangat menghambat kelancaran arus lalu lintas, serta angkutan penumpang dan barang umum lainnya, terutama yang hendak mendatangi obyek wisata taman Satwa Cikembulan, ungkapnya.

     Penyebabnya curah hujan sangat tinggi, menggerus jalan dari aliran sungai Cigunung Agung hingga meluap dan meluluh lantakan ruas jalan, sehingga wisatawan tujuan Cikembulan bisa melintasi melalui dari arah jalan Cangkuang serta Panenjoan/Bojong, ungkap Manager Taman Satwa, Rudi Arifin, SE. 

      Sedangkan situasi di Pos Pam Tarogong, hingga kini masih kondusif meski terjadi peningkatan arus kendaraan mudik, tegas Kanit Reskrim Polsek setempat, Ipda Surya, yang juga menyesalkan tidak disiplinnya pemudik dengan speda motor, selain kencang dinaiki lebih dua penumpang.

     Tetapi di sejumlah perkampungan termasuk di wilayah Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul, banyak anak-anak dan remaja yang marah menyalalan petasan hingga pada setiap gang sempit. *** (John).
Picture
Melintasi Ruas Jl. Cijapati Diperlukan Kewaspadaan Serta Konsentrasi Pengemudi Akibat Sempit, Beerkelok Serta sarat Tanjakan. ( Foto : Ahen ).
PERKANTORAN  PEMKAB/SETDA   GARUT                            NYARIS  MENYERUPAI  PEMAKAMAN
Garut  News, ( Rabu, 8/9 ).

     Pada H-2 Lebaran Idul Fitri, Rabu berkondisi sangat sepi sehingga nyaris menyerupai komplek pemakaman korban perang, demikian pula para pejabat struktural eselon dua dan tiga menjadi barang sangat langka untuk bisa ditemui.

     Padahal cuti bersama Lebaran dimulai Kamis (9/9), kondisi serupa juga berlangsung di komplek DPRD setempat, hanya didatangi kalangan pegawai Sekretariat sedangkan para anggota DPRD yang terhormat, juga menjadi barang langka untuk dapat ditemui.

     Pada komplek perkantoran Pemkab/Setda Garut, hanya didatangi pegawai biasa menyusul terdapat pejabat struktural yang sejak sepekan lalu malahan meninggalkan Kota Garut, untuk bermudik ria ke luar Provinsi Jawa Barat, demikian investigasi Garut News.

     Hanya pejabat eselon dua tertentu antara lain Dinas Perhubungan, yang terus-menerus melakukan pemantauan langsung ke lapangan, bahkan ikut serta mencari solusi mengurai kemacetan arus lalu lintas.

     Sementara itu, para pejabat struktural eselon dua pada setiap SOPD, nyaris seluruhnya tidak masuk kantor, sehingga mengesankan staf mereka terlantar di perkantoran.

     Mengakibatkan kondisi perkantoran menjadi sunyi-sepi, yang juga menyerupai onggokan beku bangunan – bangunan hantu yang tak berpenghuni. *** (John).  

PASAR  TUMPAH  LEWO  SANGAT  BERPOTENSI                MACETKAN  ARUS  MUDIK

 Garut, ( Rabu, 8/9 ).

     Kondisi pasar tumpah Lewo di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut, Jawa Barat, sangat berpotensi memacetkan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1431 H, meski jajaran Dishub setempat berupaya maksimal mengantisipasinya.

     Bahkan pada H-2 Lebaran, terjadi peningkatan volume pasar tumpah menyusul berlangsungnya puncak transaksi jual beli untuk memenuhi kebutuhan Lebaran bagi masyarakat sekitarnya, termasuk banyaknya warga Kecamatan Kersamanah dan Limbangan yang berbelanja.

     Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Drs Mlenik Maumeriadi menegaskan, jauh sebelumnya di lokasi tersebut dipasang pembatas jalan yang refresentatif, namun luapan pedagang dan pembeli nyaris tak terkendali, kendati secara berangsur bisa ditanggulangi.

     Dengan melibatkan unsur Dishub bersama aparat terkait lainnya, secara bahu-membahu melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, katanya kepada Garut News, Rabu.

     Sedangkan pada lintasan antara Nagreg hingga Kecamatan Balubur Limbangan, juga berlangsung arus kendaraan yang cukup padat, malahan kerap terjadi padat merayap.

     Namun ruas jalan alternatif Cijapati serta Kampung Bandrek, masih belum maksimal dimanfaatkan para pemudik, yang kemungkinan padat dilintasi pada arus balik mendatang, ungkap Mlenik Maumeriadi. *** (John).


SETIAP  DIGUYUR  HUJAN  RUAS  JALAN  KABUPATEN  TERGENANG
Garut News, ( Selasa, 7/9 ).

     Setiap diguyur hujan cukup lama, sebagian besar ruas jalan kabupaten di Garut, Jawa Barat, berkondisi tergenang nyaris menyerupai kolam sehingga bisa membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

     Selain itu,cipratan air yang dilintasi mobil dapat membasahi para pejalan kaki maupun pengguna speda motor, demikian pemantauan Garut News sepanjang Jl. Pembangunan, Jl. Merdeka serta Jl. Proklamasi juga Jl. Terusan Pembangunan.

     Hujan yang mengguyur pada H-3 Lebaran Idul Fitri 1431 H, juga mewarnai berlangsungnya arus mudik, dengan simpul kemacetan antara lain di seputar Bundaran Tarogong, depan Pasar Leles, depan Pasar Kadungora  serta Kiara Dodot.

     Kondisi ruas jalan yang melintasi jalur Lebak Jero, juga gelap gulita akibat tidak memadai bahkan tak adanya sarana penerangan jalan umum (PJU), padahal berkondisi sarat tikungan serta menanjak.

     Sedangkan kondisi ruas jalan di perkotaan, nyaris seluruhnya mengalami kemacetan akibat padat atau banyaknya kendaraan yang melintas, sehingga sejak H-10 Lebaran kerap terjadi antrian panjang, yang padat merayap. *** (John).
Picture
Bis Budiman Bernopol Z 744 HA Tergelincir Kemudian Menukik Ke Dalam Parit/ Selokan Akibat Menghindari Tabrakan. ( Foto : Ridwan Mustafa ).
BIS BUDIMAN TERGELINCIR AKIBAT HINDARI TABRAKAN
Garut News, ( Senin, 6/9 ).

     Bis penumpang umum “Budiman” bernopol Z 744 HA tergelincir ke dalam parit setinggi empat meter, akibat menghindari tabrakan di Kampung Parahulu Desa Lewo Baru Kecamatan Malangbong Garut, Senin.

      Bis yang dikemudikan Dede Jalal(48), melaju dari arah Cikarang Bekasi, dengan membawa 20 penumpang, tetapi saat melintasi tikungan Parahulu secara mendadak dari arah berlawanan atau Tasikmalaya, meluncur truk jenis Colt Diesel yang hendak menyalip speda motor.

     Lokasi kejadian berdekatan dengan jembatan, Dede pun akhir membanting stir, kemudian bis meluncur ke dalam parit akibat ruas jalan licin diguyur hujan, ungkap Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya melaporkan kepada Garut News dari lokasi kejadian. *** (John).

SEPASANG  BERUANG  MADU                                         BERLEBARAN  DI  TAMAN  SATWA  CIKEMBULAN
Garut News, ( Senin, 6/9 ).

     Sepasang beruang madu dipastikan berlebaran di Taman Satwa Desa Cikembulan Kecamatan Kadungora, sekitar 15 km arah barat dari Pusat Kota Garut, menyusul kedua hewan dilindungi itu telah tiba di lokasi konservasi tersebut.

     Sehingga menambah koleksi 53 lebih spisies satwa langka dan dilindungi Undang-Undang, pada areal seluas dua hectare lebih, yang sebelumnya antara lain dihuni sepasang harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae), ungkap Manager Taman Satwanya, Rudy Arifin, SE.

     Kepada Garut News, Senin sore mengemukakan hal itu terkait keikutsertaan Taman Satwa ini mendukung maupun ikut serta mensponsori penyelenggaraan buka puasa bersama “Teman Satwa” dengan penghuni Panti Asuhan Ibu Aledja Anggapraja.

     Juga dihadiri Wakil Bupati Rd. Diky Chandra bersama Ny. Rani Permata Diky Chandra, sekaligus menghibur sekurangnya 65 santri di panti asuhan itu.

     Disela membawakan lagu penggugah semangat dan bernuansakan Islami, Wabup mengharapkan agar seluruh penghuni panti asuhan jangan mudah menyerah, menghadapi berbagai kendala dan hambatan menuntut ilmu pengetahuan.

     Hadir pula H. Ato Hermanto dari perusahaan Dodol Picnic serta Teman Satwa, terdiri kalangan wartawan Garut yang peduli terhadap konservasi.

     Wabup, juga menyempatkan menyambut karnaval Garut Anti Kurang Darah (AKUR), menjelang berbuka puasa, yang antara lain disemarakan Senam Ramadhan, Pencanangan Garut AKUR, POP religi serta doo prize puluhan parcel Lebaran.

     Digelar Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Garut serta Sangobion, diikuti 500 peserta diantaranya marching band Jelita Bahana Swara, ungkap Ketua PPI Kabupaten Garut, Cecep Syafaatul Barkah.

     Karnaval diikuti antar organisasi kepemudaan, PMI, speda Onthel, penarik becak, pernghuni panti asuhan serta SMP Yos Sudarso. *** (John).

PMI   GARUT   KESULITAN                                                 
LEBIHI  TARGET   PERSEDIAAN   DARAH

Garut  News, ( Senin, 6/9).

      Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Garut, H. Budiman, SE, M.Si menyatakan, lembaganya kesulitan lebihi target persediaan darah, untuk menunjang pemenuhan kebutuhan selama musim arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri.

     Sehingga tetap menargetkan 1.000 labu (kantong) darah setiap bulan, itupun selama bulan Puasa Ramadhan sangat sulit dipenuhi, menyusul calon pendonor yang melaksanakan ibadah puasa dipastikan belum bisa mendonorkan darahnya, tegas Budiman Kepada Garut News, Senin.

     Maka jajarannya, menggiatkan pemenuhan kebutuhan dari para calon pendonor “Keluarga Donor Darah” (KDD) Non Muslim, diantaranya menjalin koordinasi dengan Universitas Parahiangan (UNPAR) dan Persatuan Gereja Indonesia (PGI).

     Selain itu, berkoordinasi sekaligus minta bantuan kepada PMI Pusat dan PMI Provinsi Jawa Barat, karena selama ini PMI mengutamakan prinsip netralitas, kesamaan, kemiteraan serta kemanusiaan, katanya.

     Bahkan menjelang Lebaran Idul Fitri, dibuka Pos Petolongan Pertama di Kecamatan Kersamanah, merupakan ruas jalan provinsi utara Kabupaten Garut, yang sangat padat dilintasi arus mudik dan balik Lebaran, melintas dari Jakarta – Surabaya Jawa Timur.

     Pos Siaga PMI, juga dibuka di Pusat Kota Garut, dengan menyertakan Forum Remaja PMI (Forpis), sebagaimana penetapan mekanisme dan pembagian wilayah oleh PMI Provinsi, ujar Budiman.

     Dia katakan, meski sulit menambah target 1.000 labu, tetapi yang penting persediaan darah pada hari-hari sibuk maupun puncak hari besar keagamaan, bisa tersedia kesiapan yang lebih rata-rata stok mingguan atau diluar kebiasaan.

     Sedangkan pemenuhan kebutuhan mendesak, yang golongan darahnya belum tersedia dapat dengan alternatif dipenuhi dari pihak keluarga korban, yang hingga kini pengguna darah 80 persen dari peserta Jamkesmas serta Askes.

     Resikonya, proses pembayarannya ke PMI tidak bisa langsung, atau pada dua hingga tiga bulan mendatang, sehingga menyulitkan PMI untuk memenuhi biaya operasional pengadaan darah termasuk Biaya Penggantian Pengolahan Darah (BPPD), terjadilah kesulitan likuiditas.

     BPPD ditentukan secara seragam atau terstandar, yang kini Rp252 ribu/ labu, termasuk untuk biaya labu yang masih diproduk dari luar negeri, mesin pencucian/pengolahan darah pun merupakan barang ekspor. *** (John).
Picture
Wabup Rd. Diky Chandra Mencoba Sarana Arung Jeram Sungai Cimanuk Garut. ( Foto : Anang ).
RISMAN  HANYUT  DIGERUSLUAPAN  SUNGAI  CIMANUK  GARUT
Garut News, ( Jumat, 3/9 ). 

     Risman(7), warga Kampung Kikisik RT. 02/12 di Kelurahan Sukakarya Kecamatan Tarogong Kidul Garut, Jumat mulai sekitar Pukul 12.15 WIB  hanyut digerus luapan Sungai Cimanuk.

     Anak kandung dari pasangan suami-istri, Eman dan Ny. Popon itu, semula berenang bersama rekan sekampungnya pada sungai tersebut, sehingga upaya pencarian gencar terus dilakukan, ungkap Kabag Informatika Setda setempat, Dik Dik Hendrajaya kepada Garut News.

     Kakak korban, Gunawan(21) mengaku sempat meraih adiknya tersebut, tetapi derasnya luapan Cimanuk dan terjatuh mengakibatkan korban tetap terbawa arus, ungkap Hendrajaya yang ikut serta melaksanakan upaya pencarian menyusuri arus deras sungai ini.

     Selain pencarian dilaksanakan warga sekitarnya, juga oleh Tim Arung Jeram Indonesia (TAJI) Garut beserta kalangan Pramuka, dengan menggunakan dua unit perahu termasuk pihak kepolisian, yang kini mendesak diperlukannya kantung mayat.  *** (John).

PEMKAB  GARUT  PERLU  EFISIENKAN STRUKTUR  ORGANISASI

Garut News, ( Jumat, (3/9).

     Pemkab Garut dinilai perlu efisienkan struktur organisasi, namun multi fungsi serta efektif dalam menjalankan dinamika roda pemerintahan dan pembangunan kemasyarakatan.

     Selama ini Pemkab setempat, berstruktur “menengah”, padahal wilayahnya 306.519 hektare, terluas di Provinsi Jabar setelah Kabupaten Sukabumi, bahkan Sukabumi pun kini dimekarkan menjadi dua kabupaten, ungkap Asistem Administrasi Umum. Drs Darsani, M.Si, Jumat.

     Kepada Garut News, dia mengemukakan berdasarkan hasil Sensus Penduduk (SP) 2010, jumlah penduduk di Kabupaten Garut (angka sementara) 2.401.248 jiwa, terdiri 1.216.139 laki-laki dan 1.185.109 perempuan tersebar pada 42 wilayah kecamatan.

     Sehingga dibandingkan hasil SP 2000 dengan 2.051.092 penduduk, maka Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) nya 1,59 persen setiap tahun atau tertinggi di wilayah Priangan Timur. 

     Karena itu diperlukan  struktur “penuh”, termasuk  Dinas  Perhubungan  juga diperlukan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pada setiap kecamatan.

     Menyusul berdasarkan Undang-Undang yang berlaku, Dishub antara lain memiliki fungsi menyelenggarakan ketertiban dan  kelancaran  Perhubungan termasuk mengatur arus lalu lintas di jalan, sedangkan pihak kepolisian sebagai pengawas dan menindak jika terjadi pelanggaran, katanya.

     Menurut Darsani, dilantiknya  235 pejabat struktural dan dua jabatan fungsional Pengawas TK/SD, 218 diantaranya pejabat eselon IV, sedangkan 15 pejabat eselon IV B, merupakan salah satu agenda reformasi birokrasi.

     Tetapi sejauh ini, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, masih belum jelas agenda reformasi jilid kedua, atau masih terjebak dengan rutinitas selama ini, sejak era reformasi pertama kali digulirkan. *** (John).
Picture
Wabup Rd. Diky Chanda, Juga Kerap Berspeda Onthel Saat Berangkat Ke Kantor. ( Foto : Informatika).
WABUP  KEMUDIKAN  MOBIL  SENDIRI  TARLING  DI  CIHURIP
Garut News, ( Rabu, 1/9).

     Wakil Bupati Garut, Rd Diky Chandra, Rabu sore mengemudikan mobil sendiri, untuk melaksanakan Tarawih Keliling (Tarling) di Kecamatan Cihurip, yang diperkirakan berlangsung hingga larut malam.  

     Sedangkan jenis mobil yang dipakainya, berupa kendaraan operasional Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten setempat, yang dilengkapi dua gardan untuk melintasi medan jalan berlumpur.

     Menyusul kondisi alam Kecamatan Cihurip di wilayah Selatan Garut, merupakan kawasan rawan bencana alam berupa tanah longsor dan banjir lumpur, terutama pada musim penghujan.

     Wabup berangkat tanpa didampingi kendaraan pengawal, maupun iring-iringan mobil pejabat, melainkan berangkat hanya disertai dengan ajudan serta sopirnya. *** (John).

DISHUB  GARUT  TERJUNKAN  264 PERSONIL                                    LANCARKAN  MUDIK  LEBARAN
Garut News, (Rabu, 1/9).

     Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Drs Mlenik Maumeriadi menegaskan, untuk menunjang kelancaran arus lalu lintas mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1431 H, jajarannya menurunkan 264 personil.  

     Mereka akan menempati sekurangnya tujuh Posko Pengamanan, masing-masing di Kecamatan Kadungora, Limbangan, Malangbong, Terminal Guntur, Garut Kota, Santolo serta pada Posko Induk, ujarnya kepada Garut News, Rabu sore.

     Seusai ikut serta uji coba jalur Lingkar Nagreg, dia mengemukakan pula untuk mewujudkan kelancaran lintasan utara, antara lain dipasang pengamanan berisi air, sedangkan simpul titik kemacetan diperkirakan pada lintasan di wilayah Kecamatan Limbangan, katanya.

     Sementara itu 264 personil jajarannya, beroperasi secara bergantian berdasarkan jadwal yang terprogram serta terukur.

    Sedangkan kondisi jalur Lingkar Nagreg, dalam serangkaian uji cobanya akan terus dievaluasi, karena terbukti kendaraan besar seperti truk bermuatan pasir serta jenis kendaraan L-300 tidak bisa mendaki tajamnya tanjakan pada ruas jalan baru itu, yang dilintasi dari arah Garut.

     Sehingga kemungkinan, hanya diperuntukan bagi kendaraan beroda empat yang kondisinya masih prima, termasuk speda motor.

     Sedangkan Rabu malam, uji coba kembali dilakukan untuk mengetahui efektivitas sarana penerangan jalan umum (PJU), yang terpasang pada sekitar 20 titik, ungkap Mlenik Maumeriadi menambahkan, saat meninjau langsung lintasan Limbangan. *** (John).
Ny. RANI  PERMATA  APRESIASI  GOW                                        SELENGGARAKAN  PASAR  RAMADHAN
Garut  News, (Senin, 30/8).

     Istri Wakil Bupati Garut, Ny. Rani Permata Diky Chandra yang juga Pelindung Gabungan Organisasi Wanita (GOW) setempat, Senin menyampaikan apresiasinya atas penyelenggarakan pasar Ramadhan.

     Menyusul meski tanpa bantuan Pemkab, namun kalangan ibu yang tergabung dalam berbagai organisasi wanita itu, dinilai mampu berinovasi melaksanakan perhelatan yang berdampak terkendalinya harga “Sembilan Bahan Pokok” (Sembako), katanya kepada Garut News.

     Sehingga diharapkan agar masyarakat umum, dapat memanfaatkan kegiatan pasar Ramadhan tersebut, dalam memenuhi kebutuhan Sembako serta barang penting lainnya, karena dipastikan bisa diperoleh dengan harga yang relatif murah, imbuhnya.

     Selain Sembako, juga antara lain tersedia pakaian, peralatan dapur, sajian makanan masak termasuk bursa penjualan beragam buku cetakan Agama Islam.

     Pasar Ramadhan yang dibuka Bupati Aceng H.M Fikri itu, disemarakan pula atraksi seni tradisional serta alunan lagu-lagu bernuansakan Islami.

     “Saya Ny. Rani Permata Diky Chanda, selaku pribadi dan keluarga serta Ketua Persatuan Artis Film (Parfi) Korda Kabupaten Garut, menyampaikan selamat melaksanakan ibadah Puasa Ramadhan 1431 H, dengan khusu disertai keihlasan dan kesabaran”.

      Juga Selamat Lebaran Idul Fitri, Taqobbalallohu Minna Wa Minkum Syiamana  Wa Syiamakum, Minal’aidin  Wal  Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.  Semoga  Kembali Ke Fitrah Kita, dan Allah SWT menerima Amal Ibadah Puasa Kita, Amien. *** (John).

SEKDA  GARUT  INGATKAN                                                                                 MOBIL  DINAS  JANGAN  DIPAKAI  MUDIK  
Garut  News, ( Senin 30/8).

      Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, H. Hilman Faridz, SE, M.Si mengingatkan,  mobil dinas inventaris pejabat struktural eselon dua dan tiga, di lingkungan Pemkab/Setda setempat, agar jangan memakai mobil dinas untuk mudik Lebaran.

     Kendaraan dinas tersebut, hanya bisa digunakan saat melaksanakan tugas khusus maupun operasional yang dilaksanakan bersamaan pada musim arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri, tegasnya saat didesak pertanyaan Garut News, Senin.

     Namun jika sengaja bermudik ria bersama keluarga memanfaatkan berlangsungnya cuti Lebaran, hendaknya para pejabat memanfaatkan kendaraan milik pribadi atau angkutan penumpang umum biasa, katanya.

     Karena Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan juga melarang keras pejabat menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran, katanya.

     “Mobil dinas milik rakyat, karena dibeli bersumber dari uang rakyat, atau bukan warisan nenek moyang,” ungkap kalangan mahasiswa Garut, dengan nada lantang dan sinis.

     Sedangkan mengenai masih belum terpenuhinya Penerangan Jalan Umum (JPU) terutama pada ruas jalan kabupaten, secara terpisah dijanjikan Kadis Pertacip, Ir H. Deni Suherlan, bisa terpenuhi tujuh hari sebelum Lebaran Idul Fitri, ungkapnya sambil berlalu terbirit-birit menghindari gencarnya pertanyaan Pers. *** (John).

KOMPLEK    SDN    CIARO  TERKEPUNG    JALUR    LINGKAR    NAGREG
Garut News, (Minggu, 30/8).

     Komplek Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciaro di Kampung Ciburial Desa Ciherang, yang didirikan sejak puluhan tahun lalu, kini terkepung jalur lingkar Nagreg menyusul arus kendaraan dari arah Garut tujuan Bandung  jadi melintas di samping dinding sekolah.

     Selain kebisingannya bisa mengganggu proses belajar mengajar ratusan siswa, juga mereka sama sekali tidak dapat lagi menyeberang ruas jalan dari depan sekolah, ungkap warga setempat termasuk Jejen(42) asal Majalaya Bandung kepada Garut News, Minggu.

     Sehingga setiap berangkat dan pulang sekolah, terpaksa mereka melewati bawah jembatan, atau menyusuri jalan setapak pinggiran sungai, yang rawan meluap maupun banjir jika diguyur hujan deras, katanya.

      Selain terdapat pinggiran sungai, ratusan siswa tersebut juga melintas jalan setapak yang di sebelahnya terdapat perbukitan areal persawahan, kerap berkondisi becek dan licin akibat mudah berlumpur, ungkap warga sekitarnya.

     Mereka berharap segera dibangun jembatan penyeberangan, untuk menghindari kecelakaan lalu lintas termasuk korban jiwa, karena setiap kendaraan yang melintasinya dipastikan dengan kecepatan tinggi, menghadapi tanjakan pada ruas jalan baru Lingkar Nagreg.

     Terlebih lagi, sebelum kendaraan berbelok ke arah kiri, melintasi pula ruas jalan menurun dari arah Kabupaten Garut, ungkap Jejen pula.

     Sementara itu, pada beberapa lokasi ruas jalan Lingkar Nagreg sepanjang 53 km, siang-malam hingga Minggu sore masih terus-menerus dilakukan upaya penyempurnaannya termasuk pengaspalan serta pemadatan pada kiri dan kanan bahu jalan, secara marathon.  

     Hingga kini masih belum terpasang marka jalan serta rambu-rambu lalu lintas, sedangkan sepanjang perjalanan sarat terdapat perbukitan terjal rawan longsor, akibat sama sekali belum tertanami vegetasi penghijauan. *** (John).

LINGKAR  NAGREG  MENDESAK                                                 PERLUKAN  PENERANGAN  JALAN  DAN  PENGHIJAUAN
Garut News, (Minggu, 28/8).

     Sekurangnya 5,3 km lintasan ruas jalan Lingkar Nagreg, yang dibangun sejak 2007 kemudian Sabtu diuji coba, mendesak memerlukan sarana penerangan jalan, rambu lalu lintas termasuk penunjuk arah, juga upaya penghijauan di sepanjang jalur tersebut.

     Selain itu, masih diperlukannya upaya penuntasan pengerasan dan pengaspalan badan jalan pada beberapa titik lokasi, meski untuk sementara tidak boleh dilalui kendaraan bertonase diatas delapan ton, ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Mlenik Maumeriadi.

     Kepada Garut News, saat ikut serta uji coba pada hari pertama bersama kalangan Muspida  Provinsi Jawa Barat termasuk Gubernur Ahmad Heryawan itu, dia mengemukakan pemenuhan penerangan jalan sementara memanfaatkan lampu sorot pada beberapa titik lokasi.

     Juga terdapat dua hingga tiga Posko Pengamanan, menyusul pembangunan ruas jalan baru yang kini berkondisi dengan standar minimal tersebut, dipastikan bisa mengurangi kemacetan lalu lintas sebesar 40 persen, katanya.

     Sehingga dapat dimanfaatkan pada lintasan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1431 H, mulai H-10, maka dari arah Garut dan Tasikmalaya tujuan Bandung melintas keatas memasuki jalan lingkar, sedangkan dari Bandung melalui jalur lama.

     Dari arah Tasikmalaya dan Limbangan tujuan Garut, juga bisa melintasinya dari Kampung Cikaledong, ujarnya.

     Nyaris sepanjang lintasan Lingkar Nagreg itu, sarat perbukitan dan tebing terjal serta curam dengan kondisi sangat gersang, sehingga diperlukan upaya penghijauan berupa penanaman pohon, termasuk segera terpasangnya rambu-rambu lalu lintas.

     Menyusul banyak terdapat tikungan tajam serta badan jalan yang menurun maupun menanjak, bahkan harus terhindar dari merebaknya para pedagang yang mendirikan kios atau jongko sepanjang kiri dan kanan jalan.

     Ruas jalan baru ini, memiliki panorama pemandangan alam yang cukup menawan, yang juga dilintasi jembatan kereta api peninggalan Belanda, namun masih utuh terpakai setiap hari di Sungai Citiis Desa Ciherang Kecamatan Nagreg.

     Mlenik Maumeriadi memastikan, ketatnya pengawasan serta pengamanan jalur lingkar baru itu, bisa terhindar dari kemungkinan adanya warung remang-remang (Warem), atau lokasi mangkalnya kendaraan truk angkutan barang, katanya menambahkan. ***(John).

WABUP  GARUT  PERTIMBANGKAN                                        PEMAKAIAN  “MOBDIN”  MUDIK  LEBARAN
Garut News, (Sabtu, 28/8).

      Wakil Bupati Garut Rd Diky Chandra menyatakan, bersama Sekda segera menganisa pertimbangan mobil inventaris dinas pejabat struktural eselon dua dan tiga Pemkab/Setda setempat, apakah bisa digunakan kepentingan pribadi untuk mudik Lebaran Idul Fitri.

     Namun jika terdapat peraturan yang melarang mudik dengan mobil dinas, maka sekarang pun diinstruksikan agar para pejabat Garut jangan memakai mobil dinas untuk kegiatan mudik Lebaran, tegasnya kepada Garut News di pelataran Masjid Agung, Jumat malam.

     Karena para pejabat pemerintahan pun, dilarang menerima bingkisan Lebaran berupa parcel, sehingga kepada para calon pemberi parcel juga diingatkan, jangan lagi coba-coba memberikan parcel kepada pejabat, katanya.

     Ditemui Garut News, seusai menghadiri Peringatan Nuzulul  Qur’an, Wabup Diky Chandra mengingatkan pula, perlu segera adanya kepastian apakah radio penyiaran milik Pemkab Garut itu bisa atau tidak dipenuhi kebutuhan biaya pembelian tabung pemancarnya.

     Menyusul selama ini tidak bisa beroperasional, akibat masa pakai tabung pemancar telah habis, setelah selama puluhan ribu jam beroperasi.

     Namun jika akan tidak diaktifkan lagi, juga perlu segera terdapat kepastiannya, sehingga radio penyiaran yang sedang sakit tersebut dapat dijadikan bagian dari rumah sakit atau RSU dr Slamet Garut, kata Wabup dengan nada sangat kesal.  

     Peringatan Nuzulul Qur’an, berlangsung seusai Shalat Tarawih di Masjid Agung, dengan penceramah KH. Abdul Hamid dari UIN Bandung.  ****(John).

Picture
Masyarakat Garut Harapkan BKD Setempat, Utamakan Nilai Kejujuran Dan Obyektivitas. (Foto : Nova Nugraha Putra).
RIBUAN  HONORER  GARUT                                                     TANYAKAN  VALIDASI  DAN  VERIFIKASI
Garut News, (Jumat, 27/8).

     Ribuan tenaga honorer termasuk sekurangnya 865 tenaga kerja kontrak (TKK) di lingkungan Pemkab dan Setda Kabupaten Garut, kini mulai marak mempertanyakan kelanjutan proses validasi serta verifikasi status kepegawaian mereka.

     Menyusul mereka telah mengirimkan data dan “soft copy”, ke Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) setempat, untuk selanjutnya di verifikasi pada Kantor Inspektorat Garut, namun banyak tenaga honorer yang mengaku bio data mereka masih belum terdapat di Inspektorat.

     Kegelisahan tenaga honorer ini, juga dikemukakan kalangan TKK namun mereka untuk sementara enggan ditulis namanya, Jumat.

     Kepala BKD setempat, Djadja Sudardja, M.Si saat ditemui Garut News mengatakan, seluruhnya akan diproses sehinga tidak perlu mengeluh berlebihan, karena kegiatan validasi dan verifikasi ini, bukan semata-mata untuk meredam gejolak sosial, katanya.

     Tetapi jangan sampai terdapat pihak yang dirugikan, juga jangan dimanfaatkan, ujarnya seraya menepis opini terlalu banyaknya tenaga honorer akibat rekrutment kalangan pejabat Pemda selama ini.

     Sedangkan pelaksanaan validasi dan verfikasi tersebut, didasari adanya Surat Edaran Kementerian Pendayagunaan Negara dan Reformasi Birokrasi, Nomor : 05/2010 Tentang Pendataan Tenaga Honorer, yang bekerja di lingkungan instansi pemerintah.

     Khususnya mereka yang memiliki masa kerja minimal satu tahun sampai dengan 31 Desember 2005 secara terus-menerus, berusia minimal 19 tahun maksimal 46 tahun sampai dengan 1 Januari 2006.

     Dan memiliki penghasilan dari APBN/APBD, maupun bukan dari APBN/APBD, beserta lampiran/format yang diperlukan, ungkapnya. *** (John).
Picture
Prahara Dan Bencana Alam Selama Ini, Akibat Kerusakan Kawasan Konservasi. (Foto : PVMBG).
“LEUWEUNG  SANCANG”  MEMUNGKINKAN  DIUSULKAN  MENJADI  SITUS  WARISAN  DUNIA  
Garut  News, (26/8).

     Leuweung (hutan) Sancang di Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut, Jawa Barat, dinilai memungkinkan jika diusulkan menjadi “situs warisan dunia”, karena memiliki keanekaragaman hayati, yang merupakan plasmanuftah langka.

     Tetapi masih perlu dilakukan rehabilitasi ekologisnya, akibat kegiatan perambahan hutan selama ini, ungkap Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Garut, Ir H. Eddy Muharam, M.Si kepada Garut News, Kamis.

     Dia mengingatkan, proses rehabilitasi secara alami dipastikan tidak menelan dana sepersen pun meski memerlukan waktu lama, justru besarnya biaya yang diperlukan untuk memenuhi akomodasi kegiatan penjagaan serta pengawasannya.

     Saat ini, katanya dilaksanakan kegiatan pengukuran tata batas oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Kementerian Kehutanan, menyusul yang terdapat selama ini hanya pemancangan tata batas sementara, katanya.

     Untuk membatasi cagar alam Sancang seluas 2.157,58 hektare serta cagar alam lautnya seluas 1.150 hektare, yang berbatasan dengan kawasan Perkebunan Karet di Mira Mare sekitar 4.000 hektare, serta dengan tanah milik masyarakat, sekurangnya terdapat tapal batas sejauh 40 km.  

     Ditemui terpisah Kasie BKSDA setempat, Ir Teguh Setiawan kepada Garut News mengemukakan, peran serta masyarakat dalam konservasi alam jika mereka telah merasakan manfaatnya.

     Karena manfaat konservasi juga bisa dirasakan pada 15-20 tahun mendatang, demikian pula bencana alam tanah longsor dan banjir lumpur saat ini, sebagai akibat rusaknya kawasan konservasi sejak belasan hingga puluhan tahun lalu, ungkapnya.

     Kegiatan konservasi kerap dihadapkan pula pada tawaran sangat menggiurkan, antara lain berupa pembukaan lahan untuk perkebunan maupun areal sayuran, katanya.

     Sedangkan kemungkinan Sancang bisa diusulkan sebagai situs warisan dunia, merupakan kewenangan pusat, dengan sejumlah kriteria yang belum sepenuhnya kita pahami bersama, populasi bantengnya pun yang tersisa masih misteri, ungkap Teguh Setiawan, ***(John).
Picture
Kelompok Anak Jalanan Yatim Berbuka Puasa Bersama Wabup Garut. (Foto : Anang).
WABUP   GARUT   BERBUKA   PUASA                                                                   BERSAMA   ANAK   JALANAN   YATIM
Garut News, (25/8).

     Wakil Bupati Garut, Rd Diky Chandra berbuka puasa bersama ratusan anak jalanan yatim di Gedung Wanita “Rd. Ajoe Lasminingrat”, yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) serta Ikatan Keluarga (IKA) SMAN 1 Garut, Rabu.

     Wakil Bupati menyempatkan melantunkan syair beberapa lagu penyemangat maupun penggugah motivasi, yang juga mengharapkan agar berbagai kegiatan positip bisa dilaksanakan dengan ikhlas.

     Ikhlas sebagai pengamen, disertai upaya nyata meningkatkan kualitas keterampilan supaya tidak hanya dapat tampil di sepanjang trotoar jalanan, juga di atas pentas yang bergengsi.

     Karena itu, meski sebagai anak jalanan, namun tetap harus memelihara sopan-santun, serta etika melaksanakan profesi kreatif, katanya antara lain. *** (John).
Picture
Kader Konservasi Nasional Asal Garut, Di Depan Gedung DPR RI. (Foto : Ist).
KADER  KONSERVASI  NASIONAL  HARAPKAN                             BERMUNCULAN  PRESTASI  LAIN  GARUT
Garut News, (21/8).

     Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, SE yang terpilih sebagai Kader Konservasi Tingkat Nasional mewakili Provinsi Jawa Barat, mengharapkan agar terus bermunculan para kader berprestasi lainnya dari Kabupaten Garut.

      Dia berpendapat, Kabupaten Garut memiliki kawasan konservasi sangat luas yang bisa dikembangkan kualitas pengelolaannya secara proporsional dan professional, imbuhnya kepada Garut News, Sabtu seusai bersilaturahmi dengan presiden RI.

     Sedangkan Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora, kini memiliki areal hampir seluas tiga hektare, selain memiliki serta mengelola satwa langka yang dilindungi Undang-Undang, juga masih memungkinkan banyak ditanam beragam jenis vegetasi konservasi lainnya.

     Bahkan menghadapi liburan Lebaran Idul Fitri 2010, dijalin koordinasi dengan aparat dan masyarakat setempat, agar para pengunjung bisa nyaman menikmati sarana yang bernuansakan pendidikan itu, katanya.

     Sementara itu, saat ditemui terpisah beberapa wisatawan asal Jakarta dan Bandung termasuk Fredy kepada Garut News mengemukakan, saatnya kini Pemkab setempat ikut serta secara nyata menunjang prestasi nasional Taman Satwa Cikembulan.

     Diantaranya memiliki kepedulian nyata, ikut serta memperbaiki sarana jalan sekitar 2 km yang masih berkondisi rusak, demi nama baik Garut di kalangan wisatawan domestik dan mancanegara, yang kerap berkunjung ke Taman satwa tersebut, ungkap Fredy menambahkan. *** (John).   

KORBAN  TERGERUS  OMBAK  DITEMUKAN                                                      DI  KARANGSARI  CIKELET
Garut News, (21/8).

     Hikmal, korban tergerus ombak Karang Papak Santolo, ditemukan Sabtu pagi di Desa Karangsari Kecamatan Cikelet, setelah menghilang selama belasan hari sejak yang bersangkutan berenang bersama rekannya, yang berhasil selamat.

     Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya kepada Garut News mengatakan, korban warga Majalaya Bandung, semula menikmati masa libur sekolah pada puasa Ramadhan yang ternyata berakhir dengan tragis, katanya.

     Dia juga melaporkan, korban tewas akibat kecelakaan pada bulan puasa ini masing-masing satu korban di Kecamatan Balubur Limbangan serta di Kecamatan Kadungora, selain itu seorang warga Kadungora juga menjadi korban tewas peristiwa mutilasi. ***(John).

KADER  KONSERVASI  NASIONAL  BERSILATURAHMI            DENGAN  PRESIDEN  RI
Garut News, (20/8).

      Rudi Arifin, SE pengelola taman satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, yang berhasil terpilih menjadi kader konservasi Tingkat Nasional 2010 mewakili Provinsi Jawa Barat, berkesempatan bersilaturahmi dengan Presiden RI.

    
Bahkan bisa berfoto bersama, selain itu berdialog dengan Menteri Kehutanan, Pasukan Pengibar Duplikat Bendera Pusaka (Paskibraka), juga bersama paduan suara Gita Bahana Nusantara, Pasukan Khusus TNI, AKPOL serta para teladan nasional.
  
     

      Sebelumnya diikutsertakan pada upacara kenegaraan memperingati detik-detik HUT ke-65 Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana, demikian Rudi Arifin dari Jakarta melaporkan kepada Garut News, Jumat.


        Dia katakan, tetap “concern”  mengembangkan kualitas konservasi satwa langka dan dilindungi Undang-Undang, untuk kepentingan dunia pendidikan, hiburan sehat serta kegiatan rekreasi keluarga, katanya.

        Taman satwa Cikembulan, juga dilengkapi sarana pertamanan serta tanaman dari beragam vegetasi yang terus dipelihara serta dijaga kelestariannya, termasuk ikut serta melestarikan produk kearifan lokal berupa seni musik angklung, ujar Rudy Arifin, menambahkan. **** (John).

LPP    GARUT    TERTINGGI    DI  WILAYAH    PRIANGAN    TIMUR
Garut News, (20/8).

     Hasil Sensus Penduduk (SP)2010, jumlah penduduk di Kabupaten Garut (angka sementara) 2.401.248 jiwa, terdiri 1.216.139 laki-laki dan 1.185.109 perempuan, dibandingkan hasil SP2000 dengan 2.051.092 penduduk, maka Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) nya 1,59 persen setiap tahun atau tertinggi di wilayah Priangan Timur. 
     Bahkan dari SP2010 tersebut, Kecamatan Garut Kota, Malangbong dan Karangpawitan merupakan tiga kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak, masing-masing 126.429 jiwa, 118.606 jiwa serta 115.926 jiwa, ungkap Kepala BPS setempat, Bambang Suyatno, SH,MM.

     Sedangkan kecamatan, yang jumlah penduduknya paling sedikit, yakni Kecamatan Mekarmukti dengan 15.601 jiwa, katanya kepada Garut News, Jumat.

     Perbandingan antara laki-laki dengan perempuan (sex ratio) 102,55 persen, namun dari 42 kecamatan, hanya tiga kecamatan memiliki sex ratio dibawah 100, terdiri Kecamatan Wanaraja, Sukawening dan Kecamatan Karangtengah.

     Bambang Suyatno katakan, dengan LPP 1,59 per tahun, jika dibandingkan dengan kabupaten/ kota lain di wilayah Priangan Timur, maka Garut yang paling tinggi, dengan kecamatan yang LPP tertinggi “Tarogong Kidul” 3,09 persen, dan yang terendah Leuwigoong 0,63 persen.

     Dengan luas wilayah 3.066,88 km2 dihuni 2.401.248 jiwa, maka rata-rata tingkat kepadatan penduduknya 783 jiwa/km2, dengan kecamatan yang paling tinggi kepadatannya yakni Kecamatan Tarogong Kidul dan Garut Kota.

      Kepadatan Tarogong Kidul 5.541 jiwa/km2 sedangkan dari 126.496 jiwa penduduk Kecamatan Garut Kota, kepadatannya 4.565 jiwa/km2.

      Saat Hindia Belanda melakukan Sensus Penduduk pada 1930, penduduk Garut 670,8 ribu jiwa, pada 1961 saat pertama kali SP pasca Indonesia Merdeka, jumlah penduduk 924,5 ribu jiwa, pada 1971 (1,2 juta jiwa), pada 1980 (1,48 juta jiwa), pada 1990 (1,74 juta jiwa), pada 2000 (2,05 juta jiwa) serta pada SP2010 sebanyak 2,40 juta jiwa.

     Sex ratio penduduk Kabupaten Garut, berdasarkan hasil SP2010 sebesar 102,62 persen, sehingga dalam setiap 100 perempuan, maka penduduk laki-lakinya sekitar 102 atau 103 jiwa, atau penduduk laki-laki lebih banyak 2,62 persen dibandingkan perempuan, katanya. ****
(John).

“DBHCHT”  Rp4,553 MILIAR  TAK  SEBANDING                                     KERUGIAN   KECANDUAN   ROKOK
Garut News, (20/8).

      Dialokasikannya “Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau” (DBCHT) tahun 2010 sebesar Rp4.553.534.987 untuk Kabupaten Garut, meski meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, namun dinilai tak sebanding dengan kerugian akibat kecanduan rokok.
     Terutama korbannya kalangan remaja dan generasi muda lainnya, yang selama ini juga dinina bobokan dengan daya tarik sangat memikat dari banyaknya beragam jenis iklan luar ruang  produk rokok.
      Fenomena tersebut, juga diakui Asisten Administrasi Pemerintahan dan Pembangunan Setda setempat, H. Budiman, SE, M.Si kepada Garut News, Jumat.
      Tetapi menurut dia, jika sama sekali tidak terdapat produksi rokok atau produktivitasnya secara drastis diturunkan, maka bisa menimbulkan keresahan sosial bagi para petani tembakau termasuk sangat banyaknya angkatan kerja, yang kehilangan usahanya.
     Sehingga diharapkan produk industri rokok bisa dikendalikan, karena selain merugikan pecandu juga siapapun yang berada di sekitar perokok dapat menjadi perokok pasif yang justru lebih membahayakan, katanya.
     Maka secara terencana dan terukur, juga perlu mewujudkan produk rokok berkadar “tar” serta nikotin yang sangat rendah.
     Selain itu, diperlukannya ketentuan yang lebih efektif agar promosi maupun iklan rokok tidak dilakukan secara vulgar, meski kenyataannya saat ini pun para kreator pembuat iklan sangat berinovasi mengemas tayangan iklan yang bisa membius siapapun yang melihatnya.
     Budiman berpendapat, satu-satunya koran nasional terbitan Jakarta yang tidak mau menayangkan iklan rokok jenis apapun, patut diapresiasi bersama sebagai media massa yang konsisten dengan misinya “ikut serta mencedaskan bangsa” dengan ketauladanan. **** (John).

Picture
Seorang Anah Asuh Panti 'Naila' Garut Terkapar Tak Berdaya, Diduga Kuat Terserang DBD. (Foto : Ahend).
ANAK    PANTI    “NAILA”    SAKIT,   SEORANG    TERKAPAR    TAK    BERDAYA
Garut News, (19/8).

     Sekurangnya 15 anak panti asuhan “Naila Ummi ” di komplek Paseban Garut mengalami sakit, bahkan seorang diantaranya atas nama Ai Sri(8) terkapar tak berdaya diduga kuat menderita Demam Berdarah Dangue (DBD).

     Sehingga terpaksa dibawa ke Puskesmas DTP Tarogong, sedangkan penderita lainnya sebagian besar batuk pilek serta sakit perut, demikian terungkap pada proses pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan tim dari rumah sakit Al-Islam Bandung, Kamis.

     Kegiatan tersebut dipimpin dr Dicky Rosyadi, pada sarana panti yang cukup berdesak-desakan di rumah sempit,  dengan kondisi higienitas dan sanitasi tidak terjaga sehingga mudah menularkan penyakit.     

    Pengasuh Panti Asuhan tersebut, Naila Umi Ratu Relisa mengakui rumahnya sempit dan pengap, yang sejak beberapa pekan lalu anak Panti Asuhan terdampar di rumah kontrakan Kompleks Paseban.


     Akibat terusir dari rumah panti semula, dikarenakan terjadi perceraian Ratu dan suaminya, menyebabkan 41 anak asuh hengkang dari panti di Kompleks Pesantren Al-Falah Biru. ***(John).
WABUP   GARUT   KECEWA   TERJADI  KASUS    PEMBUNUHAN    DI    CIPANAS
Garut News, (17/8).

     Wakil Bupati Garut Rd. Diky Chandra menyatakan kecewa dan sangat disesali, terjadinya dugaan kasus pembunuhan yang berlangsung Selasa dini hari, sekitar Pukul 02.30 WIB di Penginapan Lugina kawasan obyek wisata Cipanas.

      “Saya sangat menyesalkan peristiwa tersebut, padahal selama ini pihaknya berupaya keras mengangkat citra beragam potensi unggulan industri pariwisata Garut,” ungkap Diky Chandra kepada Garut News, seusai menghadiri upacara bendera HUT ke-65 RI.

     Dia menyerukan agar berbagai komponen dan elemen masyarakat di daerahnya, bersama-sama bahu-membahu, merefleksikan makna Kemerdekaan RI sekaligus merenungkan kembali nilai-nilai para pejuang kusumah bangsa.

     Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Garut, Yati Rohayati, SH, M.Si mengatakan, peristiwa dugaan pembunuhan itu dipastikan tidak akan menurunkan pamor maupun citra potensi wisata Cipanas, karena merupakan kasuistik.

     Sedangkan Sekretaris Umum Forum Komunikasi Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Garut, Puji Wuri Laksana saat didesak pertanyaan Garut News, enggan banyak berkomentar, dengan alibi masih belum tahu persis permasalahannya.   

     Ditemui terpisah, Kasat Reserse Polres setempat, AKP Oon Suhendar menegaskan, pihaknya masih terus menyelidiki dugaan kasus pembunuhan, dialami korban atas nama Erni berusia sekitar 24 tahun, diperkirakan warga Sukasenang Kecamatan Banyuresmi.

     Korban ditemukan tak bernyawa di dalam kolam rendam kamar penginapan tersebut, dengan luka pada lehernya akibat dicekik, sedangkan tersangka pelakunya diperkirakan melarikan diri melalui atap penginapan.

     Nyaris pada saat bersamaan terjadi kasus gantung diri hingga tewas, dilakukan seorang pria di Kecamatan Pasirwangi.

     Peristiwa serupa juga dilakukan penjual siomay yang masih bujangan atas nama Ofik(25) bin Otang, warga Kampung Padasuka RT.02/05 Desa/Kecamatan Banjarwangi, dia gantung diri hingga tewas di Kampung Cidahun RT. 02/08 Desa Jatimulya Kecamatan Pameungpeuk.

     Peristiwanya berlangsung pada lokasi sumur jamban umum, pertama kali ditemukan oleh warga setempat, Said.***(John).

SEMARAK    PERINGATAN    KEMERDEKAAN,  TIDAK    DIWARNAI    MAKAN    KERUPUK
Garut News, (16/8).

     Semarak peringatan HUT Ke – 65 Kemerdekaan RI, di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tahun 2010, termasuk yang dilaksanakan masyarakat tidak diwarnai lomba makan kerupuk, karena bersamaan dengan puasa Ramadhan.  

      Melainkan disesuaikan dengan kondisi yang ada, termasuk dalam pelaksanaan ibadah puasa diharapkan bisa direfleksikan pada kehidupan sehari-hari, imbuh Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD setempat, Ir Wawan Kurnia kepada Garut News, Senin.

     Dia antara lain juga mengemukakan, tradisi mudik sulit dihindari meski diharapkan tak menimbulkan permasalahan, karena jika hanya bersilaturahmi melalui komunikasi telefon maupun pesan singkat, masih dirasakan maknanya beda jika langsung saling mengunjungi.

     Justru yang perlu diperhatian, diantaranya setiap induvidu harus memiliki tanggungjawab terhadap keselamatan dan keamanan diri serta anggota keluarganya, jika mudik atau bepergian jauh, dengan kendaraan pribadi maupun menaiki angkutan penumpang umum.

     Selain itu diserukan pula, agar masyarakat dapat menikmati suasana Lebaran Idul Fitri sesuai dengan kemampuan sosial ekonominya masing-masing, atau tidak memaksakan diri untuk terlalu berpola hidup konsumtif, katanya.

     Sementara itu di gedung Pendopo Kabupaten Garut, Senin sore berlangsung pengukuhan anggota pengibar duplikat bendera pusaka Merah Putih, yang akan dikibarkan pada detik-detik Peringatakan HUT ke-65 Kemerdekaan RI, Selasa.

     Dibalik semarak peringatan Kemerdekaan RI, antara lain masih banyak anak terlantar dan berkondisi memprihatinkan.

     Diantaranya dialami, Didin(8) warga Wanakerta Kecamatan Cibatu, anak kandung Rachmat, yang sejak usia dua tahun kerap temperamental dan terbiasa mengonsumsi daging mentah, bahkan telinga rekan sekolahnya nyaris luka digigit Didin.

      Saat ini, masih intensif ditangani akhli jiwa serta psikiater RSU dr Slamet Garut, ungkap staf RSU tersebut, Asep Nunung kepada Garut News, menambahkan. ***(John).

KADER    KONSERVASI    INDONESIA    WUJUDKAN    KOMITMEN    BERSAMA
Garut News, (15/8).

      Kader Konservasi Indonesia wujudkan komitmen bersama, menyusul sebelumnya mereka menyelenggarakan temu karya melalui saresehan para pemenang lomba penghijauan dan “Konservasi Alam Wana Lestari 2010” di Jakarta, Sabtu malam.

     Sedangkan dari Kabupaten Garut, yang mewakili Provinsi Jawa Barat, tampil kader konservasi Tingkat Nasional “Taman Satwa Cikembulan”, Rudy Arifin, SE serta kriteria penghijauan hutan kota “Kerkhoof” diwakili Saeful Anwar dari Dinas Kehutanan Garut.  

      Mereka termasuk 242 rekannya yang terpilih memiliki keunggulan dari 33 provinsi di Indonesia, juga diikutsertakan dalam sidang paripurna DPR RI kemudian pada 17 Agustus 2010 mengikuti upacara Peringatan HUT ke-65 Kemerdekaan RI di Istana.

     Sedangkan keesokan harinya mengikuti temu wicara dengan Menteri Kehutanan serta ramah tamah dengan Presiden RI, demikian dilaporkan Rudy Arifin dari Jakarta kepada Garut News, Minggu.

      Dia juga mengemukakan, salah-satu komitmen yang dibangun seluruh peserta melalui permainan perangkat musik “angklung” dibimbing motivator dari Bandung, Joko yang hanya selama 30 menit seluruh peserta bisa memainkannya sebelum nyanyi bersama.

     Tetapi alat musik yang dipegang masing-masing peserta itu, harus terus-menerus dibawa kemana pun pergi, hingga pada saatnya permainan dan nyanyian bersamanya dipertunjukan, antara lain dihadapan Menteri Kehutanan serta para pejabat Negara lainnya. *** (John).
JERIT  TANGIS    HISTERIS   WARNAI       PEMAKAMAN    KORBAN    MUTILASI
Garut News, (15/8).

     Jerit tangis histeris mewarnai suasana pemakaman Ny. Dewi Wijaningsih(30), korban mutilasi di Bandung sekitar sepuluh hari lalu, dikebumikan di pemakaman Jereged Kampung Cikeusik Desa Neglasari Kecamatan Kadungora Garut, Minggu pagi.

     Jenazah korban setibanya di Kampung Cikeusik RT.05/03 itu, di shalatkan di masjid Al Hidayah, dihadiri seluruh sanak saudaranya termasuk ibu kandung korban, namun tak terlihat suami korban, Sofi Hamzah(39) serta saudaranya, ungkap seorang tetangga terdekat Ny. Nani.

     Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si kepada Garut News mengemukakan, sejauh ini masih belum diketahui motip dibalik kasus mutilasi tersebut, meski sementara diduga tersangka pelakunya, suami korban.

     Dari keterangan yang dihimpun Garut News menunjukan, pasangan suami-istri tersebut sempat bercerai kemudian sekitar Juni lalu rujuk kembali, katanya.

     Suami korban disebutkan sehari-hari antara lain berprofesi sebagai pengusaha maupun jual-beli mesin ketik, sedangkan korban berusaha memproduksi stempel.

     Pertama kali korban ditemukan dalam kondisi sangat memprihatinkan, oleh ibu kandungnya bersama pihak kepolisian yang terpaksa mendobrak pintu rumah Jl. Lengkong Tengah Gang I RT. 06/05 NO125/17-D Kelurahan Cikawao Kecamatan Lengkong Kota Bandung, Sabtu malam.

     Sementara dua anak korban, Dio(11) beserta Rega(5) diasuh ibu kandung korban, Ny. Titin,       ketika Ny. Titin dan Polisi berhasil mendobrak pintu, di dalam rumah berkondisi berantakan, bahkan dekat kamar terdapat sisa darah termasuk di dekat tangga mengalir air sangat bau.

     Ternyata ditemukan dua karung pada atap kamar Dewi, salah satu karung berisi potongan kaki, selanjutnya jenazahnya dikirim polisi ke RSHS Bandung.

     Sedangkan karung goninya dilapisi semacam aspal atau oli juga disediakan obat nyamuk menyala, namun di dalamnya terdapat karung plastik serta kresek warna hitam. *** (John).


JALAN  ALTERNATIF CIJAPATI  HANYA  BISA  DILINTASI  KENDARAAN  LAYAK  PAKAI
Garut News, (15/8).

     Kondisi jalan alternatif Cijapati dari arah Kadungora Garut tujuan Bandung, hanya bisa dilintasi kendaraan layak pakai, terutama yang berkondisi mesin serta cengkraman remnya memenuhi syarat, untuk melintasi medan sarat tikungan dan menurun tajam.

     Menyusul ruas jalan bekas jalur perkebunan itu, relatif sempit meski telah beraspal namun terdapat banyak bagian badan jalan retak, terutama menjelang perbatasan Garut-Bandung, sepanjang 9 km dari arah Kadungora.

     Demikian investigasi Garut News di lapangan, Minggu yang juga bersamaan saratnya kaula muda bergerombol menaiki speda motor sambil berpawai membawa bendera termasuk bendera Merah Putih, menyemarakan peringatan HUT ke-65 Kemerdekaan RI.

      Namun sangat ironis, rombongan berspeda motor dari Bandung tersebut, seorang diantaranya sengaja membuang bendera Merah Putih dari speda motornya yang melesat kencang.

     Dari arah berlawanan maupun dari Garut, terdapat anggota TNI yang mengendarai speda motor, kemudian menyempatkan berhenti untuk memungut dan menyelamatkan bendera tersebut.

     Ruas jalan ini, menjelang dan pasca Lebaran Idul Fitri 2010, dipastikan sarat dilintasi kendaraan arus mudik dan balik Lebaran, yang memanfaatkan jalur alternatif jika terjadi kemacetan total pada lintasan Nagrek.

     Sementara itu, hampir sepanjang ruas jalan kabupaten dan desa di wilayah Kecamatan Kadungora, kian semarak dengan umbul-umbul dan bendera Merah Putih menyambut peringatan kemerdekaan atau dikenal dengan sebutan tujuh belasan.

     Diantaranya semarak pada lintasan Perkampungan Jangkurang, termasuk di Kecamatan Leles, di stasiun maupun halteu KA Leles, juga terdapat warga yang menyempatkan diri “ngabuburit”. *** (John). 

KETUA    PARFI    GARUT    “NGABUBURIT”  DI    KAMPUNG    SITUSARI
Garut News, (14/8).

     Ketua Persatuan Artis Film (Parfi) Korda Garut, Ny. Rani Permata Dicky Chandra, yang juga istri Wakil Bupati setempat, Sabtu menyelenggarakan “ngabuburit” (menunggu waktu berbuka puasa) di Kampung Situsari Desa Situjaya Kecamatan Karangpawitan.

     Bahkan sekaligus bersilaturahmi dengan pemuka masyarakat, tokoh agama serta kalangan santri dan ulama lainnya di halaman pelataran Masjid Asy-Syifa, antara lain dihadiri Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si.

     Istri Wakil Bupati yang akrab disapa “Teh Rani”, antara lain dengan ramah mengemukakan, perlu ditingkatkannya kualitas peran ibu termasuk dalam berbhakti kepada kedua orang tuanya masing-masing.

     Sedangkan kalangan remaja dan santri, diharapkan bisa menjadi pemuda-pemudi yang berbudi luhur, memiliki keberanian membela nilai-nilai kebenaran, amanah, serta senantiasa meraih kemenangan juga kekalahan dalam segala bidang, dengan tetap elegan dan beretika.

     “Sebab kekalahan merupakan keberhasilan yang tertunda, yang harus disikapi dengan legowo dan keimanan”, katanya.

     Ketua DKM Asy-Syifa, Acep menyambut antusias silaturahmi yang dijalin Teh Rani melalui kemasan “ngabuburit” bersama tersebut.   

      Dalam pada itu, pantauan dan investigasi Garut News menunjukan, ruas jalan alternatif arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri pada lintasan Malangbong memasuki ruas jalan Kampung Bandrek Kecamatan Kersamanah hingga Cibatu cukup memadai.

     Namun yang melintasi Kampung Sasak Beusi, masih tidak memadai antara lain akibat adanya pasar tumpah dan komplek perdagangan di Cibatu, sehingga badan jalan menyempit bahkan dapat menjadi simpul kemacetan arus lalu-lintas. *** (John).
Picture
Penderita Sakit Ingatan Ini Dipastikan Bukan Warga Garut. (Foto : Nova Nugraha Putra).
WILAYAH    CIBIUK    KERAP    DIJADIKAN    PEMBUANGAN    PENDERITA    SAKIT    INGATAN
Garut News, (14/8).

      Wilayah Kecamatan Cibiuk di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang dilintasi ruas jalan provinsi menghubungkan Jakarta – Surabaya, selama ini kerap dijadikan lokasi pembungan para penderita sakit ingatan maupun “orang gila”.

      Bahkan selama ini pula, acap terdapat korban pembuangan dengan kondisi sakit ingatan sangat parah, seperti yang terjadi Sabtu, terpaksa aparat Kepolisian setempat mengantarkan seorang penderita jiwa ke Kantor Dinsosnakertrans kabupaten.

     Menyusul penderita yang belum diketahui asal dan identitasanya, berusia dibawah 30 tahun berjenis kelamin laki-laki tersebut, selalu mengamuk malahan sempat merusak dan memecahkan kaca bangunan salah satu SDN, tegas Kanit Reskrim Polsek Cibiuk, Aiptu Agus. Kustiawan.

     Kepada Garut News, dia mengemukakan penderita itu juga terpaksa ditangkap dan  tanggannya diborgol plastik ke belakang dengan dikawal beberapa anggota Polsek Cibiuk.

     Kepala Seksi Balinsos Dinsosnakertrans Kabupeten Garut, Drs Dadang Bunyamin menjelaskan, keterpaksaannya segera mengirimkan penderita sakit ingatan parah ini ke Yayasan Krisnangtung di Kabupaten Tasikmalaya, untuk dirawat dan disembuhkan.

     Karena dalam tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Dinsosnakertrans Garut, hanya menangani pemberdayaan mantan penderita sakit ingatan untuk dibina menjadi warga yang produktif, setelah yang bersangkutan dinyatakan sembuh oleh lembaga resmi atau dokter akhli jiwa.

     Sedangkan proses perawatan serta penyembuhannya, sama sekali bukan merupakan tugas dan kewenangan lembaganya, karena selain tidak memiliki sarana khusus juga tidak terdapat dokter akhli jiwa, ujar Dadang Bunyamin.

     Sementara itu, pihak Kepolisian berkewajiban mewujudkan ketertiban dan keamanan masyarakat termasuk dari adanya penderita sakit jiwa yang mengamuk dengan brutal, sedangkan penanganan selanjutnya dilakukan institusi teknis lainn, ujar Aiptu Agus menambahkan.

     Setelah di tangkap, tak mungkin dibuang begitu saja menyusul meski penderita sakit ingatan ini kebal hukum, namun juga manusia biasa yang perlu dihormati harkat dan martabatnya sebagai manusia, katanya.

     Diakuinya, selama ini banyak ditemukan penderita sakit ingatan di wilayah Cibiuk, yang mungkin dibuang dari daerah lainnya, karena selama ini juga umumnya penderita bukan berasal dari warga setempat. *** (John).

LINTAS    PATRIOT    GARUT    DIJADIKAN  ARENA    ATRAKSI    KEBUT - KEBUTAN
Garut News, (12/8).

     Lintasan Jl. Patriot Garut, sejak memasuki hari pertama Puasa Ramadhan 2010 setiap sorenya dijadikan arena atraksi kebut-kebutan speda motor, mengakibatkan para pengguna jasa jalan lainnya menjadi risi.

     Ruas jalan tersebut, selain melintasi komplek perkantoran yang kerap keluar-masuk kendaraan, juga terdapat komplek perumahan penduduk bahkan melintasi rumah dinas Wakil Bupati Garut.

     Pemantauan Garut News, Kamis sore menunjukan kalangan remaja dan anak baru gede dengan speda motornya masing-masing, melesat dengan kecepatan tinggi layaknya para pembalap, sambil beratraksi dengan beragam gaya.

     Menyebabkan pengendara motor lainnya dan pejalan kaki, kerap tergagap dan terpaksa menepi menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.

     Karena sepanjang ratusan meter, dijadikan arena atraksi liar bahkan kerap mengesankan brutal di bulan Ramadhan ini.

      Warga sekitarnya termasuk yang enggan disebut namanya mengharapkan, agar aparat kepolisian bisa melakukan penjagaan setiap sore, jauh sebelum terjadinya peristiwa kecelakaan, katanya.

     Karena selain itu, siapapun memiliki hak yang sama untuk memanfaatkan dan menikmati ruas jalan dengan aman dan nyaman, atau bebas dari raungan serta kebrutalan para pengendara speda motor. **** (John).

DIBALIK   JASA   BAIK   BASMAN,    DITEMUKAN    PESAWAT    RAIB
Garut News, (11/8).

      Dibalik jasa baik Basman(51), petugas Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut bersama sanak keluarganya, bisa berhasil menemukan bangkai pesawat dan jenazah yang selama ini dianggap raib.

       Sebelumnya, warga  sekitar Kecamatan Cisewu dan Talegong dikejutkan selebaran yang dijatuhkan dari lintasan pesawat.

     Berisi pernyataan bagi penemu Noto dan Panji akan diberi imbalan sebesar Rp15 juta, oleh Lanud Sulaiman Bandung atas nama Kapten  Budi, katanya.

      Basman melakukan pencarian dengan anaknya Jajang Nurjaman(23), Ade Hilman(30), dan Iyus(40), sedangkan kediamannya di Kampung Rancaringgih RT.04/09 Desa Sukarame Kecamatan Caringin, ujar Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya. M.Si, Rabu.

      Lokasi ditemukannya pesawat beserta dua jenazah, di Hutan Karasak Patok 107 A RPH/BKPH Cileuleuy KPH Garut Blok Gunung Abid, sekitar 300 meter dari Hulu Sungai Cihideung, ditempuh dari Kampung Cileunca Sukajaya Cisewu, berjalan kaki selama lima jam.

     Sementara, saat inipun Hikmal(17), siswa SMAN 3 Majalaya Bandung, asal warga Ciwateung Majalaya, masih dilakukan pencarian akibat tergerus ombak saat berenang di pantai Santolo Garut.

     Sementara itu Edi(560 warga Kampung Cigalumpit RT.01/10 Desa Sindang Suka Kecamatan Cibatu, ditemukan tewas di rumahnya yang terkunci, ungkap Dik Dik Hendrajaya.  ****(John).

AWAK    “TRIKE”,     DIKEBUMIKAN    
Garu  News, (10/8).

     
Almarhum
Noto Cipto Nartomo (56) dan Muhammad Panji, awak pesawat Trike yang ditemukan di Gunung Karasak Cisewu Kabupaten Garut, Jawa Barat,  keduanya  dikebumikan di Bandung, Selasa.

     Diduga kuat, jenis pesawat Trike PKS-135 yang dikemudikan Noto dan Panji, menghantam gunung kemudian meledak, menyusul adanya bangkai pesawat berkeping-keping sekitar lokasi, ungkap berbagai sumber yang dihimpun Garut News, Selasa sore.


     Kedua awak pesawat ini, juga diduga kuat langsung meninggal dunia, sejak 1,5 bulan lalu saat kehilangan kontak pada penerbangan mereka, sehingga dianggap hilang. ****( John).


DUA  KERANGKA  MANUSIA DITEMUKAN  DI PEGUNUNGAN GARSELA
Garut News, (9/8).

       Dua kerangka manusia telah ditemukan di pegunungan Karasak, Wilayah Garut Selatan (Garsela) Jawa Barat sejak Minggu.

     
Kapolres setempat AKBP Amur Chandra, Senin mengemukakan penemuan kerangka tersebut  berdekatan dengan lokasi penemuan serpihan jenis  pesawat Trike PK-S 135 yang raib sejak (4/7) lalu.

     "Sehingga diduga kuat kedua kerangka ini, pilot dan awak pesawat yang menghilang waktu itu,"  tegasnya.

      Namun untuk memastikan kedua kerangka manusia sebagai awak pesawat trike, masih diperlukan pemeriksaan detail dari tim medis guna membuktikannya.

      Meski pihak kepolisian, berdasarkan  laporan petugas gabungan di lapangan ditemukan dompet identitas atas nama Noto,  pilot PKS-135.

      Sedangkan  petugas gabungan berada di lokasi,  melakukan evakuasi bersama jajaran Polres  beserta unsur TNI dan tim SAR juga masyarakat yang terjun ke lokasi penemuan kerangka manusia dan puing pesawat.

      Tim gabungan berencana segera mengevakuasi penemuan tersebut itu ke wilayah kota, dari 100 km lebih arah selatan Pusat Kota Garut.


      Diperoleh informasi penemu pertamanya petugas Jagawana/ Perum Perhutani, Basman, warga Kampung Cilinggis Desa Sukarame Kecamatan Caringin.  (John).

SERPIHAN  PESAWAT  JATUH  DITEMUKAN  DI  BELANTARA  RIMBA  CISEWU 
Garut News, (9/8).

     Serpihan maupun puing jenis pesawat “trike”, yang menghilang sejak Minggu (4/7) sekitar Pukul 14.00 WIB,  kini diduga kuat telah ditemukan di kawasan belantara rimba Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut.

     Tepatnya di Kampung Margaluyu Desa Sukajaya, ditemukan petugas Perum Perhutani yang tengah menyisir kawasan lembah di perbatasan hulu Sungai Cihideung dengan Cilayu, ungkap Kabag Informatika Setda setempat, Dik Dik Hendrajaya, M.Si kepada Garut News, Senin.

     Saat berita ini disusun, dia langsung meluncur ke lokasi penemuan pesawat untuk membuktikannya, yang semula diterbangkan Noto bersama Panji dari Nusawiru Ciamis, yang tak pernah sampai ke Lanud Sulaeman Bandung. ***(John).

KOMPOR   GAS   BOCOR  BAKAR  SEBUAH   RUMAH  WARGA GARUT
Garut News, (9/8).

     Bocornya kompor gas mengakibatkan sebuah rumah penduduk berukuran 120 m2 milik Ny. Dedeh(60) dengan dua tanggungan keluarga, terbakar yang menelan kerugian sekitar Rp125 juta.

      Sedangkan lokasi peristiwanya di Kampung Cibinuang RT.01/09 Desa Bagendit Kecamatan Banyuresmi, berlangsung Sabtu (7/8) Pukul 19.30 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan warga setempat bersama Linmas dan dua unit mobil pemadam kebakaran pada Pukul 22.00 WIB.

      Demikian diungkapkan Camat setempat Drs A.A Hardaya, M.Si kepada Garut News, Senin menyusul telah dilaporkannya peristiwa mengenaskan tersebut, kepada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut.

     Sehingga diharapkan bisa mendapatkan bantuan sebagaimana mestinya, untuk meringankan beban korban beserta anggota keluarganya. ***(John).   

H.  USEP  ROMLI   KRITISI  GARUT AWARD
Garut News, (9/8). 

      Wartawan senior juga dari kalangan budayawan, H. Usep Romli(63) mengkritisi penyelenggaraan Garut Golden Award serta Garut Award, Sabtu malam lalu (7/8).

      Kepada Garut News, Senin dia mengemukakan meski sangat apresiasi serta menerima anugerah tersebut juga perlu dilestarikan setiap tahun, namun patut konsepnya diperjelas, maupun terdapatnya arah guna dijadikan acuan oleh Pemkab setempat, tegasnya.

     Karena pada penyelenggaraannya yang pertama kali itu, dinilai berkonsep kurang jelas, serta apa tindak lanjutnya dari penganugerahan tersebut, termasuk diperlukannya etika dari pihak pemberi anugerah terhadap para penerimanya.

     Menyusul selama ini bahkan hingga menjelang pemberian anugerah, sama sekali tak dilaksanakan ramah tamah antara penerima dengan pemberi anugerah, malahan pihak pemberi anugerah lebih sibuk menerima kehadiran tamu lain daripada para penerima anugerah, katanya.

     Sedangkan para penerima nyaris dilewatkan begitu saja, selain itu tak terdapat buku panduan indikator reputasi para penerima anugerah, ujar Usep Romli.

    Saya pun tak tahu motivasi perhelatan ini apa, yang dinilai tak terencana dengan matang, terburu-buru atau mungkin terdapat momen lain yang hendak dibidik, ungkapnya.

      Dia mengharapkan, kegiatan tersebut bisa diagendakan berlangsung setiap tahun terutama idealnya dilaksanakan pada momentum Hari Jadi Garut, imbuhnya pula.

      Tetapi juga diharapkan kritisi yang disampaikan ini, jangan justru disalah tafsirkan, harap Usep Romli, yang belum lama ini mendapat anugerah sastra Rancagedi Yogyakarta, meski tak mustahil banyak wartawan muda yang selama ini lebih banyak bergelut di tengah beragam permasalahan Garut. *** (John).

MAESTRO  PESILAT  EMPAT  JAMAN  PEROLEH    “GARUT    GOLDEN    AWARD”
Garut News, (7/8).

      Maestro pesilat empat jaman Kabupaten Garut, Jawa Barat, Hj. Eni dari padepokan “Panglipur”, memperoleh “Garut Golden Award” bersama sejumlah tokoh lainnya, antara lain Menteri Pariwisata Ir Jero Wacik, SE.

      Jugamantan Pangdam III Siliwangi, R.H. Iwan Sulanjana, mantan Kapolwil Priangan Anthon Charliyan, Istri Gubernur Jawa Barat serta Istri Wakil Bupati Garut, Ny. Rani Permata, ungkap Ketua Panitia Panggung Spektakuler, Janur M. Bagus kepada Garut News, Sabtu.

     Ny. Rani dinilai sebagai motivator peningkatan kesejahteraan serta perlindungan anak dan perempuan, yang juga aktif di Konsorsium Rela Untuk Mereka, katanya.

     Mereka termasuk 30 tokoh unggulan Garut, yang dijaring dari berbagai elemen masyarakat, atas prestasinya sebagai pegiat, yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Garut.

     Selama enam bulan terakhir tim penilai, yang diketuai Wakil Bupati Rd. Diky Candra bekerja keras menyeleksi 1.000 kandidat menjadi 30 tokoh unggulan peraih anugerah Garut Golden Award, Garut Award serta Parfi Award Korda Garut 2010.

     Ditemui Garut News News secara terpisah, Koordinator Lapangan (Korlap) Panggung Spektakuler Bertabur Bintang, Andri menyatakan, puncak acara diagendakan mulai Pukul 19.30 WIB, yang antara lain diawali pawai puluhan artis pada Pukul 16.00 WIB.

        Diiringi komunitas speda onthel, Scooter Owners Garut, juga iringan jenis Jeep terbuka, yang merupakan pelopor perhelatan pertama di Provinsi Jawa Barat, yang akan diusulkan mendapatkan Satya Lencara dari Presiden RI, ungkap Janur M. Bagus menambahkan.

     Sedangkan keesokan harinya, Minggu (8/8) berlangsung bhakti sosial khitanan massal di Gedung Pendopo Kabupaten, katanya. ***(John).

WABUP  SANGAT  SETUJU   “STIKES”  DIKEMBANGKAN  DI  GARSELA
Garut News, (5/8).

     Wakil Bupati Rd. Diky Chandra menyatakan sangat setuju, jika “Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan” (STIKES) Karsa Husada, bisa dikembangkan atau memiliki kelas jauh di wilayah  “Garut Selatan”  Garsela.

     Karena Lembaga Pendidikan Tinggi dibawah naungan Yayasan Dharma Husada Insani Garut ini, selain setiap tahunnya memiliki banyak peminat juga antara lain untuk mewujudkan pemerataan penyebaran tenaga Keperawatan dan Kebidanan, katanya, Kamis.

     Saat membuka perhelatan Pengenalan Program Studi (Prodi) Diploma Tiga Keperawatan dan Kebidanan serta Prodi Strata Satu Keperawatan, Wakil Bupati mengingatkan pula, diperlukannya keberanian kalangan generasi muda memiliki cita-cita dan mengolah diri.

     Dengan keimanan serta kreativitas, karena hidup ini adalah pilihan, imbuhnya antara lain dihadapan 465 mahasiswa baru.

     Sementara itu, Ketua Penyelenggara Pengenalan Prodi, Karnoto kepada Garut News mengemukakan, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut masing-masing diikuti 135 mahasiswa D3 Keperawatan dan Kebidanan, serta 195 Prodi Strata Satu.

     Dia katakan, selama ini cukup banyak lulusan STIKES yang berkarier di luar negeri, selain terntunya di Kabupaten Garut, Bandung serta ke luar Provinsi Jawa Barat, katanya. **** (John).


BUPATI  MINTA  DISEDIAKAN  AIR  SIAP  MINUM  DI  TERMINAL  GUNTUR
Garut News, (5/8).

      Bupati Aceng H.M Fikri minta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat agar segera menyediakan tanki air siap minum di Terminal Guntur Garut, serta di lapangan olahraga Merdeka Keerkhoof.

      Sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat yang menyelenggarakan perjalanan pada arus mudik serta arus balik Lebaran Idul Fitri 2010 ini, tegas Bupati Kepada Garut News di sela kunjungannya ke ruang pengendali Terminal Guntur, Kamis.

     “Saya telah langsung minta dan ingatkan Direktur PDAM”, ujar Bupati dengan nada ketus, dihadapan beberapa Kepala Dinas yang ikut serta mengikuti kunjungan ke lapangan tersebut.

     Selain itu, supaya secepatnya mengevaluasi sekaligus membenhi beragam jenis rambu lalu lintas serta petunjuk arah ruas jalan, untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas serta kelancarannya.

     Bupati juga mengharapkan, instansi teknis terkait memperbaiki kondisi ruas jalan becek maupun tergenang air sekitar terminal Guntur, sedangkan mengenai “uang munggah” bagi para pegawai tergantung pada setiap kebijakan “Satuan Organisasi Pemerintah Daerah” (SOPD).  

      Ungkapan senada disampaikan Sekretaris aerah (Sekda) setempat, H. Hilman Faridz, SE, M.Si dan menyatakan, pemberian uang munggah menjelang awal pelaksanaan ibadah puasa merupakan tradisi, sehingga tergantung kreativitas masing-masing SOPD, katanya.

      Bahkan pemberian uang munggah termasuk proses pengadaannya, merupakan tantangan tersendiri bagi Kepala SOPD, apakah memiliki kemampuan atau tidak untuk menyejahterakan pegawai di lingkungan mereka, imbuh Sekda Hilman Faridz.

     Ditemui terpisah Kadis Perhubungan, Drs Mlenik Maumeriadi kepada Garut News menjelaskan, saat ini terdapat 159 unit bis Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) serta yang beroperasi 150 unit dari 172 unit bis Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

     Termasuk 900 unit angkutan penumpang umum melayani kawasan Garut Selatan, namun dari 12.000 unit angkutan kota (Angkot) yang kini beroperasi hanya 600 unit, termasuk dari 50 unit jurusan Cikajang tetapi yang beroperasi hanya 15 unit, akibat banyaknya pemilik speda motor.  

     Mlenik Maumeriadi mengaku, terus melaksanakan evaluasi kondisi serta ketersediaan rambu lalu lintas serta petunjuk arah ruas jalan, untuk diupayakan pembenahan serta kelengkapannya. ***(John).

SUNGAI  CISANGGIRI  GARUT  TELAN  KORBAN
Garut News, (5/7).
      Saat menyeberangi Sungai Cisanggiri, Kamis Deding(40) bin Samhuri, warga Kampung Burujul RT.04/03 Desa Cikondang Kecamatan Cisompet Garut, terbawa hanyut luapan sungai tersebut.

      Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya kepada Garut News mengatakan, korban semula bersama dua rekannya masing-masing Dayat(35) serta Idun Kaka, salah satunya asal Kampung Sukamulya RT. 03/03 Desa karyamukti Kecamatan Cibalong.

      Upaya pencarian gencar dilaksanakan, sekitar dua jam kemudian korban ditemukan pada posisi sejauh 1 km lebih dari lokasi kejadian perkara, katanya. ***(John).  

WARGA  GARUT  MENJADI  TRANSMIGRAN  TELADAN  TINGKAT  NASIONAL 
Garut News, (4/8).

     Aceng Alawi(28), ayah dua anak asal desa Majasari Kecamatan Cibiuk Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil menjadi transmigran teladan Tingkat Nasional 2010 mewakili Provinsi Kalimantan Barat.

     Transmigrasi umum pengiriman 2007 itu, menempati Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT)/ Desa Sukamaju Kecamatan Mentebah Kabupaten Kapuas Hulu, telah mendapat undangan dari Presiden RI untuk mendapatkan penghargaan pada peringatan HUT RI 2010.

     Demikian diungkapkan Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Garut, Hj. Elka Nurhakimah, M.Si kepada Garut News, Rabu dan menyatakan apresiasi serta kebanggaannya karena bisa memotivasi para calon transmigran lainnya asal Kabupaten Garut.

     Menyusul saat ini, 65 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 325 jiwa calon transmigran asal Kecamatan Pakenjeng, Talegong serta Kecamatan Balubur Limbangan tengah mengikuti “Pelatihan Dasar Umum” (PDU), Angkatan III/IV.

     Diselenggarakan Balai Pelatihan Ketransmigrasian Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Jabar selama tujuh hari di Garut, untuk segera diberangkatkan ke Sulawesi Tengah, Bengkulu dan Kalimantan Timur, sebagaimana diakui Tati Hartini dari Dinkertrans Jabar.

     Ditemui terpisah, Kepala Seksi Transmigrasi Dinsosnakertrans Garut, Dindin Amirudin kepada Garut News mengemukakan, Transmigran Teladan Tingkat Nasional 2010, Aceng Alawi antara lain dinilai berprestasi sebagai Ketua Koperasi.

     Selain itu sebagai penggerak swadaya masyarakat, petani berhasil pada budidaya padi lahan kering, serta sebagai ustad/guru ngaji yang setiap hari memakmurkan masjid di lingkungan UPT/Desa Sukamaju Kecamatan Mentebah Kabupaten Kapuas Hulu, katanya.

     Sedangkan 65 KK calon transmigran, terdiri 25 KK akan menempati UPT/ Desa Balngara Kecamatan Ampana Kebe Kabupaten Tojo Una Una Provinsi Sulawesi Tengah, mereka berasal dari Kecamatan Pakenjeng Garut.

     Disusul 25 KK lainnya, akan menempati UPT/ Desa Bandar Agung Kecamatan Topos Kabupaten Lebong Bengkulu, berasal dari Kecamatan Peundeuy dan Balubur Limbangan Garut.

      Sementara itu, 15 KK akan menempati UPT/ Desa Sambungan Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Kidung Provinsi Kalimantan Timur, mereka berasal dari Kecamatan Talegong serta Cisurupan Garut.

      Terdapat pula 15 KK Trans Swakarsa Mandiri (TSM) yang akan menempati UPT Balngara, sehingga menurut Dindin Amiruddin, sejak 2004 hingga 2010 terdapat 305 KK atau sekitar 1.240 jiwa transmigrasi asal Kabupaten Garut menempati UPT di luar Pulau Jawa, katanya.

     Selain itu, juga terdapat Trasns lokal UPT Arinem Kabupaten Garut berasal dari korban Waduk Jati Gede Kabupaten Sumedang, pada 1996 sebanyak 95 KK dan pada 2010 hanya tinggal 12 KK, namun pemukiman tersebut kini dihuni 625 KK sebagian besar terdiri warga setempat.

     Di Trans Lokal UPT Cimahi Kecamatan Caringin Garut, sejak 2001 ditempati 592 KK, yang semula 400 KK, mereka terdiri korban konflik asal Sulawesi Tengah, Kalimantan Tengah, Papua serta asal Maluku, ungkapnya. ***(John).

SOSIALISASI   PERPAJAKAN  DI  GARUT  MENGESANKAN  TERTUTUP
Garut News, (4/7).
     Kegiatan sosialisasi perpajakan selama dua hari di Kabupaten Garut, yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda), H. Hilman Faridz, SE, M.Si, Rabu mengesankan tertutup, padahal diperuntukan bagi para bendahara Pemkab setempat.

     Tak satu pun sumber resmi dari DPPKA serta KPP Pratama Garut, bersedia memberikan keterangan Pers, mereka bungkam dengan beragam alasan saat didesak pertanyaan Garut News, mengenai konvensasi pajak bagi rakyat.

      Meski Sekda mengharapkan, di masa mendatang para bendahara mampu meningkatkan pengetahuannya, mengelola pajak pusat dan daerah.

      Sosialisasi pajak pusat 2010, diantaranya pajak kendaraan bermotor (PKB), biaya balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak air tanah, pajak air permukaan, dengan sekitar 66 peserta berlangsung selama dua hari. ***(John).
Picture
Situ Bagendit Miliki Gudang Senjata Dan Amunisi Peninggalan Perang Dunia Pertama. (Foto : Fendi Pamela).
BAGENDIT    MILIKI    GUDANG    SENJATA    PENINGGALAN    PERANG    DUNIA   PERTAMA
Garut News, (3/8).

     Pada obyek wisata Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Jawa Barat, memiliki gudang senjata dan gudang amunisi peninggalan perang dunia pertama, yang kini merupakan benda sejarah bernilai sangat tinggi.

     Kedua gudang tersebut, masing-masing berukuran 9 m2 serta 4 m2, yang terletak bersebelahan, dengan tembok permanen berpintu besi baja antara lain pernah dimanfaatkan Komandan Perang Belanda, Tn. Bochles pada 1919.

      Demikian diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Disbudpar Kecamatan Banyuresmi, Aan Heryana kepada Garut News, Selasa.

     Dia mengatakan, pada 2009 kedua peninggalan bersejarah tersebut mulai dibersihkan dan dipelihara dengan kondisi anggaran yang terbatas, padahal bisa dikemas menjadi salah-satu situs peninggalan dunia, jika sekitarnya dijadikan lokasi monumental lengkap dengan miniatur taman.

     Termasuk pagar serta tempat duduk istirahat bagi para pengunjung, dengan dana yang hanya berkisar Rp5 juta hingga Rp10 juta, katanya.

     Sehingga diharapkan bisa mendapatkan kepedulian dari parea dermawan termasuk Pemkab Garut, untuk memenuhi kebutuhan biaya penataannya agar monumen peninggalan perang dunia pertama tersebut, menjadi daya tarik wisatawan.

     Harapan senada juga mengemuka dari penduduk setempat, Ohim(92) mantan atau pensiunan ABRI, yang sangat memahami keberadaan gudang senjata serta gudang amunisi itu.

     Situ Bagendit, juga kerap dijadikan lokasi istirahat Komandan APRA, Westerling yang kerap datang dan pergi dengan menaiki pesawat amfibi sejenis pesawat Cesna, katanya. ****(John).
Picture
Wabup Rd. Diky Chandra Saksikan Simulasi 'Emergency Response Drill' Di Desa Bojong Kecamatan Pameungpeuk. (Foto : Ari).
DELEGASI   “PEACE   GENERATION”    APRESIASI  DISUGUHI  ATRAKSI  PENCAK  SILAT
Garut News, (31/7).

      Delegasi “Peace Generation” bekerjasama dengan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Jawa Barat,  sangat apresiasi saat disuguhi atraksi pencak silat di ruang pertemuan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul Garut, Sabtu sore.

      Mereka 20 pemuda asal AS, Canada dan Korea disertai 10 pemuda perwakilan Provinsi Banjarmasin, Riau, Jakarta dan Jawa Barat didampingi sepuluh personil panitia, akan bermalam berbaur dengan masyarakat, ungkap Hasan Iqbal dari IPM Jabar, kepada Garut News.

      Sebelumnya menggelar kegiatan di SMA Muhammadiyah Kadungora, dan berjalan kaki dari Cileunyi Bandung sepanjang 10 km hingga Bundaran Cicalengka, setiap harinya delegasi bermisikan perdamaian itu, berjalan kaki sepanjang 10 km, katanya.

     Dari 20 pemuda tersebut, terdiri masing-masing seorang asal Korea dan Canada, sedangkan selebihnya atau 18 pemuda mahasiswa dan pelajar setingkat SMA berasal dari AS, ujar Hasan Iqbal. *** (John).


DELEGASI    “PEACE   GENERATION”  LINTASI    DAN    KUNJUNGI    GARUT
Garut News, (31/7).

     Sebanyak 40 peserta delegasi dari “Peace Generation” asal Canada, Jerman, AS dan Australia termasuk 20 peserta dari seluruh Provinsi di Indonesia, beserta sepuluh anggota panitia Jakarta sejak Sabtu melintasi dan mengunjungi Kabupaten Garut, Jawa Barat.

     Mereka mendatangi pula “English Development Centre” (EDC) di Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul, antara lain menggelar diskusi antar pemuda lokal dan internasional, pertunjukan antar budaya serta penanaman 50 pohon jenis palm dan mahoni.

     Diagendakan Senin (2/8), mendatangi SMAN 15, SMAN 1 serta SMPN 1, menyusul seluruh lokasi yang dikunjungi, menyiapkan penyambutan kedatangan delegasi tersebut, sebagaimana diungkapkan Wakil Kepala SMAN 1 Bidang Kehumasan, Drs Wawan. AS kepada Garut News.

     Dia mengemukakan, Rintisan Sekolah bertaraf Internasional (RSBI) SMAN 1 Garut, dinilai relevan atas kunjungan ini sehingga sangat apresiasi menerima kehadiran delegasi “Peace Generation” dari mancanegara.

      Sebab lembaga pendidikan ini pun, akan terus menjalin kemiteraan dengan lembaga pendidikan lainnya termasuk pada institusi dibawah naungan OECD bahkan belum lama ini mendelegasikan tiga personil guru ke Singapura, katanya.

     Guna memacu perkembangan kualitas pendidikan semaksimal mungkin, antara lain dengan membenahi diri secara riel, sehingga pada 2011 mendatang akan dievaluasi, apakah layak atau tidak serta apa yang harus dibenahi sebagai RSBI.

     Meski saat ini SMAN 1 Garut paling unggul di wilayah Priangan Timur, bersamaan dituntaskannya status RSBI, ujar Wawan. AS.

      Sementara itu, sebelumnya delegasi “Peace Generation” mengunjungi dan menggelar kegiatan di Kecamatan Kadungora dan Leles, yang seusai menyinggahi Kabupaten Garut akan melanjutkan perjalanan mereka ke Pangandaran.  (John).

TANAH  DI  DESA  BOJONG  PAMEUNGPEUK  SEMPAT  RETAK
Garut News, (30/7).

     Kondisi tanah di Desa Bojong Kecamatan Pameuengpeuk Kabupaten Garut, Jawa Barat, sempat retak pada 2004 lalu, mengakibatkan 65 kepala keluarga (KK) atau sekitar 325 jiwa penduduknya terpaksa sempat direlokasi.

     Disusul 2007 terjadi luapan air bah sungai, bahkan mengalami kerusakan paling parah akibat diguncang gempa tektonik berkekuatan 7,3 pada Skala Richter (SR) tahun lalu, ungkap Kepala Seksi Bantuan dan Perlindungan Dinsosnakertrans Garut, Drs Dadang Bunyamin, Jumat.

     Sehingga desa tersebut dijadikan ajang “Emergency Response Drill”, berupa latihan tanggap darurat penanggulangan dampak bencana alam, katanya kepada Garut News.

     Sebanyak 150 peserta selama dua hari mengikuti pembelajaran teori di dalam kelas, dengan pemateri Dr Gatot Moch. Soedradjat, M.Sc dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, juga dari Basarnas serta Dinsosnakertrans setempat.

      Dilanjutkan simulasi meluncur dari tebing, panjat tebing serta kegiatan evakuasi, yang langsung disaksikan Wakil Bupati Rd. Diky Candra.

      Sekretaris Dinsosnakertrans Kabupaten Garut, Heri, SH mengemukakan sangat tingginya partisipasi masyarakat setempat, terhadap tanggap darurat penanggulangan dampak bencana alam.

      Kegiatan tersebut dinilai bisa dijadikan model, yang diharapkan kerap diselenggarakan oleh Pemkab Garut, sebagai respon tanggap darurat menghadapi bencana alam, katanya. *** (John).

WABUP  GARUT  SAKSIKAN  SIMULASI  “EMERGENCY  RESPONSE  DRILL”
Garut News, (29/7).

     Wakil Bupati Garut Rd Diky Chandra, Kamis menyaksikan simulasi “Emergency Response Drill”, berupa penanggulangan jika terjadi bencana alam yang dilaksanakan warga Desa Bojong di Kecamatan Pameungpeuk.

     Menyusul diselenggarakannya pelatihan penanggulangan bencana selama dua hari, digelar PT. Kaltim Pasifik Amoniak Bontang Kalimantan Timur bersama pihak BMG, termasuk antara lain pemberian peralatan radio komunikasi, pelampung, tali rescue dan megaphone.

     Wabup Diky Chandra mengatakan, penanggulangan pasca bencana juga diantaranya perlu dilakukannya pemulihan psikologi masyarakat, jaminan kelangsungan masa depan keluarga korban, pemulihan sosial ekonomi serta upaya pemukiman kembali yang memadai.

      Wilayah selatan Garut, memiliki potensi yang luar biasa indah mempesona dengan bentangan pantainya, terpanjang di Provinsi Jawa Barat, meski kawasan tersebut sarat lokasi rawan bencana alam termasuk banjir lumpur, katanya. ****(John).
Picture
Ketua Parfi Garut, yang Juga Istrti Wakil Bupati, Ny. Rani Permata Diky Chandra Berhasil Meredam Emosional Kalangan Seniman Di Kecamatan Samarang. (Foto : Ahmad Jabaludin).
KETUA  PARFI  GARUT  BERHASIL  REDAM  EMOSIONAL  SENIMAN  SAMARANG
Garut News, (28/7).

     Ketua Persatuan Artis Film Koordinator Daerah (Parfi Korda) Kabupaten Garut, Ny. Rani Permata Diky Chandra, berhasil meredam emosional kalangan seniman di Desa Cinta Karya Kecamatan Samarang, Rabu.

     Menyusul sebelumnya seniman dan pemuka masyarakat setempat, sempat marah besar dengan temperamental, karena merasa terhina atau dilecehkan pada perhelatan “Gebyar Desaku Sehat”, yang digelar antara lain atas kebersamaan PKBI dan Pertamina PLTP Kamojang.

     Pemuka seni tradisional warga Cinta Karya, Baban Rantas juga tokoh atraksi seni tradisional lainnya, Ata Sukanta, Ucu Jarkasu serta H. Eye Sutikno dengan nada kesal dan geram, mengaku kecewa atas susunan acara yang dikemas pihak protokoler Setda Garut.

     Sehingga jerih payah selama 40 hari berlatih atraksi seni tradisional tidak dihargai, sebab ternyata tak bisa ditampilkan diatas panggung, yang semula untuk menghormati kehadiran Bupati Aceng H.M Fikri beserta istrinya.

     Bahkan peralatan gamelan diatas panggung pun digusur harus diturunkan kembali, dengan alasan Bupati akan segera meninggalkan lokasi untuk menghadiri acara lainnya di gedung KPN Sasakadana.

     Mereka mengemukakan, jika sebelumnya dilakukan koordinasi dipastikan masyarakat tidak akan kecewa dan dengan tak terkontrol mengeluarkan kata-kata yang tidak senonoh, namun agenda acara dirubah secara tiba-tiba.

     Rombongan Bupati juga tiba sangat terlambat sehingga dinilai tidak disiplin waktu, padahal sejak dini hari masyarakat setempat telah berada di lokasi acara dengan persiapannya masing-masing, katanya.

     Ny. Rani dengan tenang dan ramah menyatakan permohonan maaf dan mengatakan, kesalahan ada di tingkat kabupaten, sehingga kepada seluruh petinggi Garut diserukan agar peristiwa serupa tak terulang kembali.

      Masyarakat juga mengingatkan, agar para penguasa di tingkat kabupaten tidak arogan, dan sangat protokoler tetapi kualitas disiplin waktunya “bobrok”, sebagaimana diungkapkan Ny. Mamah Cempaka kepada Garut News.

     Sebelumnya saat mengawali sambutannya, Bupati Aceng H.M Fikri minta maaf tak sempatnya ditampilkan atraksi seni, karena dia akan menghadiri acara lainnya, maka silahkan tampilkan seusai acara resmi, sebab masih banyak yang dapat menyaksikannya.

     Sementara itu kalangan seniman tetap menolak untuk menampilkan atraksi seninya, antara lain berupa reog dan celempungan, sedangkan warga lainnya menilai perhelatan tersebut diwarnai nyaris seperti lomba pidato.

     Terbukti Ketua Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Garut, Drs Uus Kudus saat menyampaikan laporan, selain menyita waktu lama juga seperti sedang lomba pidato, katanya.

“ 30  Anak  Ngelem “

     Pada perhelatan tersebut, Bupati Aceng H.M Fikri antara lain menyatakan, sekurangnya telah terjaring 30 anak seusia Sekolah Dasar (SD) di Kota Garut yang kecanduan “ngelem”, sementara jumlah penduduk kabupaten telah mencapai 2,7 juta jiwa.

     Sehingga selama tiga tahun terakhir terjadi lonjakan penambahan penduduk sebanyak 300 ribu, yang harus dikendalikan agar tidak hanya bangga dengan kuantitas melainkan juga setiap penduduk harus memiliki kualitas, katanya.

     Bupati mengajak ikut program keluarga berencana, dan Asgar Jarambah seperti halnya di Negara Cina meski penduduknya diatas satu miliar jiwa, namun pertumbuhan ekonominya telah mencapai diatas 13 persen, mereka melakukan “diaspora” atau merantau ke berbagai negara lain di dunia.  *** (John).
Picture
Atraksi 'Kaulinan Urang Lembur' Pada Puncak Hari Anak Nasional (HAN) di Alun-Alun Garut, Senin (26/7). (Foto : Farhan Aulia).
Picture
'Kaulinan Urang lembur' Warnai Hari Anak Nasional 2010 Di Alun-Alun Garut. (Foto : Ahmad Jabaludin).
PAHAM  AHMADIYAH  DI GARUT  MAKIN  DIDESAK  DIMUSNAHKAN
Garut News, (27/7).

     Paham Ahmadiyah di Kabupaten Garut, Jawa Barat, semakin didesak agar segera dibubarkan oleh aparat penegak hukum terutama oleh “Badan Koordinasi Aliran Kepercayaan Masyarakat” ( Bakor Pakem).

     Karena dinilai sesat dan menyesatkan, sehingga bisa kian meresahkan kaum Muslimin, apalagi kini diindikasikan telah memasuki pada sistem pemerintahan bahkan mempengaruhi kebijakan birokrasi Pemkab dan Setda Garut, tegas Ade Sumarna dengan nada lantang, Selasa.

     Desakan dari Gerakan Anti Ahmadiyah (Geram) tersebut, mengemuka saat beraudensi dengan Bakor Pakem, yang dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri setempat Wisnaldi Jamal, SH, M.Hum, Kabag Binamitra Polres Kompol Bambang Sugito, Depag, unsur Kodim dan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Suherman.

     Kepala Kejaksaan semula memaparkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 2008, terdiri Mendagri, Menteri Agama dan Jaksa Agung, namun di Kabupaten Garut pun terdapat SKB tahun 2005 tentang pelarangan paham Ahmadiyah.

     Ketua Komisi D DPRD setempat, dr H. Helmi Budiman yang mempasilitasi dan memimpin dengar pendapat, kepada Garut News menyatakan, pada pertemuan tersebut sangat gencar desakan pelaksanaan SKB Garut 2005.

     Desakan juga lantang diungkapkan elemen masyarakat lainnya termasuk dari kalangan LSM, Yahya Usman, Ustad Asep serta ulama K.H. Endang, yang mendesak dilaksanakannya SKB Garut 2005. **** (John).

KORBAN  “TRAFFICKING” ASAL  GARUT  TERBANYAK  KEEMPAT  DI  JABAR  
Garut News, (26/7).

     Korban perdagangan manusia (human trafficking) asal Kabupaten Garut, terbanyak keempat di Provinsi Jawa Barat, setelah Kabupaten Indramayu, Sukabumi dan Kota Cimahi Bandung.

     Sekurangnya kini 19 korban, dibina kewirausahaan agar pola pemikiran mereka tak hanya berobsesi menjadi tenaga kerja wanita di luar negeri melainkan dapat membuka usaha mandiri, ungkap Bunda Nita K. Wijaya kepada Garut News, Senin.

      Bahkan akan segera dijemput dua korban lainnya dari Pangkal Pinang Kalimantan Barat, serta mengirimkan enam korban juga dari Pangkal Pinang ke Jakarta untuk diikutsertakan pembinaan dan pelatihan, katanya.

     Nita dari LSM Mitra Perempuan seusai mendapat penghargaan pada puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Garut, atas dedikasi dan kepeduliannya menanggulangi permasalahan anak, mengatakan, yayasannya berupaya menghapus kekerasan terhadap perempuan.

     Penghargaan serupa diberikan kepada Kanit PPA Polres setempat Aiptu Wien Christianingsih, pada  peringatan HAN yang disemarakan beragam atraksi menarik termasuk “kaulinan urang lembur”, serta tampilan hiburan anak jalanan.

     Tanda tangan dukungan Garut sebagai kota layak anak, atraksi pencak silat serta penghargaan juara I kader PKK Kabupaten bagi Kecamatan Cisurupan.

     Bupati Aceng H.M Fikri antara lain mengemukakan, selama 60 tahun terakhir lebih, tak sedikit anak Indonesia tidak bisa menikmati masa kecilnya dengan ceria.

     Bupati yang sekaligus membuka bulan dana PMI mengatakan, Kabupaten Garut memiliki 30 titik rawan bencana, yang setiap musim penghujan memiliki intensitas kerentanan bencana yang tinggi, sehingga PMI dituntut meningkatkan dedikasinya memberikan pertolongan.

     Bulan Dana PMI berlangsung 26 Juli hingga 26 Oktober 2010, dengan target Rp225 juta, yang menurut Ketuanya H. Budiman, SE, MSi, lembaga PMI salah satu sarana untuk memberikan sumbangsih dan kepedulian terhadap korban bencana.

     Sehingga diharapkan adanya bulan dana PMI, bisa mengungkit kepedulian masyarakat dan ber empati terhadap penderitaan korban bencana, katanya. **** (John).

Picture
Wakil Bupati Rd. Diky Chandra Bersama 40 Perwira Siswa Mancanegara Dengan Keluarganya Di Lapangan Golf Flamboyant Ngamplang, Sabtu (24/7). (Foto : Nova Nugraha Putra).
Picture
Kaldera Gunungapi Papandayan Hasil Erupsi 2002 Terluas Di Asia Tenggara. (Foto : PVMBG).
WABUP  PROMOSIKAN  GARUT  PADA  PERWIRA  SISWA  MANCANEGARA
Garut News, (24/7).

     Wakil Bupati Rd Diky Chandra, mempromosikan beragam potensi unggulan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kepada 40 Perwira Siswa Mancanegara Sekolah Staf Komando (Sesko) TNI di ruang pertemuan lapangan Golf Flamboyant Ngamplang, Sabtu.

     Selain terdapat taman satwa Cikembulan, Garut pun memiliki kearifan lokal masyarakat adat di Kampung Pulo Situ Cangkuang, obyek wisata air panas alami, panorama gunungapi Papandayan serta bentangan pesisir pantai terpanjang di Provinsi Jawa Barat.

     Sedangkan potensi kulinernya, selain dodol juga kebun strawbery dan wisata agro, sedangkan produk kerajinannya berupa beragam hasil sentra penyamakan kulit, katanya kepada Garut News, seusai menerima kunjungan perwira siswa tersebut.

     Mereka antara lain dari Pakistan, Malaysia, India, Papua New Gunea, Pilipina, Singapura, Cina, Australia, Korea, Thailand, Brunei, Timor Leste, AS serta Jerman, ungkap Dandim 0611 Garut, Letkol ARM. Edi Yusnandar saat ditemui terpisah.

     Kegiatan pertukaran budaya itu, antara lain untuk menambah wawasan perwira siswa tentang potensi kearifan lokal Garut, sehingga beragam potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Garut bisa menyebar ke mancanegara, katanya.

     Jajaran Kodim Garut juga akan semakin mengembangkan aplikasi konsep pembinaan teritorial, dengan mengangkat beragam potensi masyarakatnya.

     Sementara itu, Kolonel Gend Hanstan dari Angkatan Darat Jerman menyempatkan menyanyikan lagu ”Rindu Lukisan” dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih. **** (John).

CHEVRON  MENGESANKAN  BERLINDUNG  DIBALIK  PERTAMINA  DAN  DIRJEN  ANGGARAN
Garut News, (23/7).

     PT. Chevron Geothermal Indonesia (CGI) yang mengekploitasi sekitar 110 Mega Wat elektrik (MWe) energi panasbumi di Kampung Darajat Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut, mengesankan selalu berlindung dibalik Pertamina dan Dirjen Anggaran Depkeu.

      Sehingga selalu tidak transfaran menjelaskan perhitungan bagi hasil (royalty) dari penjualan produk energi tersebut kepada Pemkab setempat, demikian pula Pemkab tak sepenuhnya terbuka kepada masyarakat, ungkap seorang pengamat sosial ekonomi Garut, Sugiman(40), Jumat sore.

     Kepada Garut News, dia mengemukakan di era keterbukaan serta adanya Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta Perda tentang Transfaransi, hendaknya berbagai informasi yang menjadi hak publik bisa dikemukakan sejelas-jelasnya.

     Agar tak menimbulkan saling mencurigai terutama mengenai perhitungan bagi hasil tersebut, katanya.

     Menyikapi pertemuan antara Perum Peduli Masyarakat Pasirwangi dengan Chevron dan Pemkab, yang dipasilitasi kalangan legislatif setempat, dinilai hasilnya masih belum jelas karena pihak Chevron tidak menyebutkan angka riel royalti 34 persen. Malahan pihak Chevron berjanji akan mempasilitasi pertemuan Pemkab Garut dengan Dirjen Anggaran Depkeu.

      Sebelumnya warga Pasirwangi menilai kejanggalan yang dilakukan, atau tak sesuai dengan yang diamanatkan UU No.40/2007 dan UU No. 27/2003, tegas Koordinator Lapangan (Korlap) PMPB, Asep Tajiri di depan pintu gerbang DPRD setempat, Senin lalu.

     Sehingga menuntut transfaransi dan kejelasan royalty (bagi hasil), 90 persen tenaga kerja diprioritaskan putra daerah, realisasikan dana CSR/ Community Development (CD) untuk rakyat, juga mendesak Pemkab Garut mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda).

     Khusus tentang kecamatan penghasil, dengan presentase 12 persen untuk daerah (kecamatan) dari dana perimbangan yang diperoleh Pemkab Garut, ketiga perusahaan tersebut juga dituntut menggunakan pola manajemen professional, proporsional dan efektif serta pro rakyat, katanya.

     Kabag Humas PT. Chevron, Puspo Utomo saat didesak pertanyaan Garut News berjanji akan meningkatkan kualitas komunikasi dengan lingkungan di sekitarnya, sedangkan mengenai aksi demo akan ditindaklanjuti dengan pertemuan refresentatif pada Jumat mendatang.

      Antara lain melibatkan unsur dari Pertamina, yang selama ini lebih mengetahui angka riel alokasi 34 persen untuk bagi hasil panasbumi, yang selama tiga tahun terakhir nilainya mencapai Rp56 miliar/ tahun, serta CSR setiap tahunnya Rp4 miliar, katanya. ***  *** (John).


P2TP2A  TANGANI  ANAK  TERLANTAR, KDRT  DAN PERDAGANGAN  ANAK
Garut News, (22/7).

     Kepala Seksi Perlindungan Anak Kabupaten Garut, Drs Rahmat. W mengemukakan, Kamis “Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak” (P2TP2A), selain menangani anak terlantar juga kekerasan terhadap anak.

     Selain itu menangani kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta perdagangan anak, katanya kepada Garut News, Kamis.

     Lembaga yang akan segera di wujudkan di Kabupaten Garut ini, termasuk menangani eksploitasi terhadap anak, katanya.

     Diingatkan eksploitasi terhadap anak, tidak didasari adanya keinginan sendiri melainkan terdapat pihak yang memberdayakan atau memanfaatkannya, sehingga pelakunya bisa dijerat hukuman, karena memenuhi unsur tindak pidana, tegas rahmat mengingatkan. **** (John).
Picture
Ny. Sumarni Dawam Raharjo, MBA Menjadi Nara Sumber Loka Karya Hari Anak Nasional Di Garut. (Foto : Fendi Famela).
INDONESIA  PERLUKAN  GENERASI  BERKUALITAS  PRIMA
Garut News, (21/7).

     Pemerhati masalah anak Ny. Sumarni Dawam Raharjo, MBA mengingatkan, Indonesia memerlukan generasi berkualitas prima untuk berkompetisi yang positip di era persaingan global yang semakin ketat.

     Karena setiap anak memiliki hak yang sama dengan orang dewasa, bahkan terdapat 31 hak anak, empat hak diantaranya paling mendasar untuk bisa dipenuhi dengan baik maupun memadai, ungkapnya pada Loka Karya, Menggagas Garut Sebagai Kota Layak Anak, Rabu.

     Dia mengemukakan, empat hak penting dan mendasar anak terdiri hak untuk hidup, hak tumbuh kembang harus terjamin, hak perlindungan dari tindak kekekarasan serta hak partisipasi anak termasuk suaranya harus didengar, katanya.

     Menjawab pertanyaan Garut News, dia juga mengemukakan diperlukannya komitmen Pemkab setempat didasari data base anak dalam mewujudkan Garut Kota Layak Anak.

     Di Indonesia terdapat 21 Kabupaten/Kota berpotensi yang kini terus dilakukan proses pengembangan sebagai Kota Layak Anak termasuk Kota Bandung, katanya pula.

     Asisten Pemerintahan Setda setempat R. Arus Sukarna, M.Si antara lain mengemukakan pihak pusat kerap menggulirkan program ke daerah tanpa didampingi pendukung secara utuh, sementara sumber dana di daerah terbatas, setiap tahun untuk gaji guru mencapai Rp600 miliar.

     Seorang penanya pada perhelatan di gedung Pendopo Kabupaten, Yuyu Susilowati melaporkan, saat Eka dan Eti keduanya siswa SLB Garut mengalami syndrome justru oleh ibu asrama di strika perutnya, sebagai akumulasi kejengkelan minimnya perhatian pemerintah. **** (John).

Picture
Kalangan Mahasiswa Garut Menuntut Penuntasan Pengusutan Dugaan Kasus Penembakan Rekannya Oleh Aparat Penegak Hukum. (Foto : Ridwan Mustofa).
SUASANA  MENCEKAM  WARNAI  PEMAKAMAN MAHASISWA  DI  PAKENJENG 
Garut News, (20/7).

     Suasana mencekam sempat mewarnai prosesi pemakaman Herman alias Oday(23) di Kampung Cipayung Desa Sukamulya Kecamatan Pakenjeng Garut, Selasa siang yang diduga korban tertembak aparat penegak hukum.

     Korban mahasiswa semester V jurusan PPKN STKIP Garut, tewas mengenaskan Senin (19/7) sekitar pukul 18.47 WIB di Kampung Cirengit dengan luka lubang pada bagian kepala sebelah kanan, ungkap Kepala Desa Sukamulya, Dedi Somantri kepada Garut News seusai pemakaman.

     Korban anak kedua dari dua bersaudara pasangan suami-istri Harun dan Ny. Kokom, yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani.

     Berbagai sumber yang dihimpun Garut News antara lain menyebutkan, pasca diduga terjadi kasus tertembaknya korban, sempat dibawa ke Puskesmas Cirengit kemudian dilarikan ke RSU dr Slamet, selanjutnya dibawa pulang ke kampung halamannya di Pakenjeng, Senin malam.

     Kedua orang tua korban, juga sempat menjerit histeris saat melihat anak mereka yang tewas dengan kondisi mengenaskan.

     Hingga berita ini disusun, belum diperoleh sumber resmi yang elegan menjelaskan identitas pelaku serta motip peristiwa  tersebut.

     Sementara itu, berbagai lapisan masyarakat mengharapkan hukum tetap ditegakan tanpa pilih bulu, sekalipun langit akan runtuh, katanya.  *** (John).
Picture
Sekda Garut Ditengah Ratusan Pendemo Yang Menghujat Dan Menuduh PT. Chevron Sebagai Yahudi. (Foto : Ahendy).
Picture
Sekurangnya 500 Warga Pasirwangi Demo PT. Chevron, Indonesia Power dan Pertamina. (Foto: Nova Nugraha Putra)
RATUSAN  PENDEMO  HUJAT  CHEVRON, INDONESIA POWER  DAN  PERTAMINA
Garut News, (19/7).
     Sekurangnya 500 pendemo dari Paguyuban Masyarakat Pasirwangi Bersatu (PMPB), termasuk 12 Kepala Desa di Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut, Jawa Barat, menghujat dan mengecam keras PT. Chevron, Indonesia Power serta PT. Pertamina.
     Mereka menilai adanya kejanggalan yang dilakukan ketiga perusahaan tersebut, atau tak sesuai dengan yang diamanatkan UU No.40/2007 dan UU No. 27/2003, tegas Koordinator Lapangan (Korlap) PMPB, Asep Tajiri di depan pintu gerbang DPRD setempat, Senin.

     Sehingga menuntut transfaransi dan kejelasan royalty (bagi hasil), 90 persen tenaga kerja diprioritaskan putra daerah, realisasikan dana CSR/ Community Development (CD) untuk rakyat, juga mendesak Pemkab Garut mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda).

     Khusus tentang kecamatan penghasil, dengan presentase 12 persen untuk daerah (kecamatan) dari dana perimbangan yang diperoleh Pemkab Garut, ketiga perusahaan tersebut juga dituntut menggunakan pola manajemen professional, proporsional dan efektif serta pro rakyat, katanya.

     Demo yang berlangsung bersamaan dengan rapat paripurna pembahasan LPP tahun anggaran 2009 itu, telah diserap seluruh aspirasinya kemudian ditampung untuk ditindaklanjuti guna mencari solusi terbaik, ungkap Sekda Garut, H. Hilman Faridz, SE, M.Si.

     Kapolres Garut AKBP Amur Chandra juga mengemukakan siap mengawal aksi sepanjang berjalan dengan tertib, beretika serta tidak anarkis.

     Namun pendemo langsung kembali membubarkan diri, menyatakan ke tidak puasan mereka meski kalangan legislatif setempat telah mendatanginya di luar pintu gerbang DPRD.

     Dari ratusan pendemo banyak melontarkan hujatan serta ungkapan kasar, termasuk menagih janji perjuangan aspirasi rakyat yang pekan lalu disampaikan anggota DPRD, Dewi.

       Kabag Humas PT. Chevron, Puspo Utomo saat didesak pertanyaan Garut News berjanji akan meningkatkan kualitas komunikasi dengan lingkungan di sekitarnya, sedangkan mengenai aksi demo akan ditindaklanjuti dengan pertemuan refresentatif pada Jumat mendatang.


      Antara lain melibatkan unsur dari Pertamina, yang selama ini lebih mengetahui angka riel alokasi 34 persen untuk bagi hasil panasbumi, yang selama tiga tahun terakhir nilainya mencapai Rp56 miliar/ tahun, serta CSR setiap tahunnya Rp4 miliar, katanya. ***  *** (John).


KADER  KONSERVASI  CIKEMBULAN  SEMENTARA MENEMBUS   SEPULUH  BESAR  INDONESIA
Garut News, (18/7).

      Rudy Arifin, SE pengelola taman satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, yang mewakili Provinsi Jawa Barat, untuk sementara menembus predikat sepuluh besar kader konservasi di Indonesia.

      “Saya sangat bangga dan tak menyangka bisa memperoleh keberkahan ini, meski tetap mengharapkan peringkatnya dapat terus meningkat,” ungkap Rudy Arifin kepada Garut News, Minggu.

     Sedangkan proses penilaian untuk mendapatkan ”Cipta Award 2010”, penghargaan cipta pesona wisata maupun pengelolaan daya tarik wisata alam Disbudpar Provinsi Jawa Barat, hingga kini masih terus berlangsung, katanya.

     Selama ini Rudy Arifin, mengelola areal tak kurang dari seluas 2,5 hektare, yang dihuni 111 spesies berpopulasi 517 ekor, diantaranya sepasang harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), bajing terbang, beragam jenis primata, aves, rusa dan buaya.     

      Dilengkapi pula dengan berbagai vegetasi dilindungi, hamparan taman, bunga dan kolam serta sarana rekreasi dan peristirahatan keluarga, pada lintasan persawahan sejauh mata memandang di kaki gunung Haruman yang menawan.     

      Taman Satwa itu pun, dijadikan obyek penelitian ilmiah mahasiswa pasca sarjana Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, termasuk Sri Yuningsih yang mengusung tulisan ”Valuasi Ekonomi Taman Satwa Cikembulan Kabupaten Garut Untuk Menyusun Arahan Rencana Pengelolaan Konservasi Ex Situ”.

     Sri Yuningsih mengharapkan, adanya dukungan dari berbagai kalangan terhadap pengelolaan serta pengembangan sarana konservasi alam ini, katanya.


     Pada puncak liburan panjang sekolah 2010, sarana konservasi hewan langka dan dilindungi Undang-Undang ini, setiap harinya dikunjungi tak kurang dari 1.200 wisatawan dari berbagai daerah, sedangkan pada liburan biasa rata-rata didatangi 700 pengunjung.

      Cuaca mendung disertai hujan pada Minggu (18/7), diharapkan tak menyurutkan jumlah pengunjung ke taman satwa satu-satunya di Provinsi Jawa Barat ini, imbuh Rudy Arifin, menambahkan.  

      Sementara itu, akibat cuaca mendung disertai hujan sejak Minggu pagi, terjadi penurunan kunjungan wisatawan lokal pada areal perkebunan teh di Cilawu, Cisurupan dan Cikajang, serta obyek wisata lainnya. **** (John).
Picture
Dari Ribuan Pengunjukrasa Pendukung Bupati Garut, Seorang Diantaranya Meninggal Dunia. (Foto : Nova Nugraha Putra).
SEORANG  PENGUNJUKRASA  PENDUKUNG   BUPATI   GARUT  MENINGGAL  DUNIA 
Garut News, (15/7).

      Dari ribuan pengunjukrasa Front Relawan Independen serta Solidaritas Rakyat Pendukung Independen, yang berdemo dan beraudensi dengan Komisi A dan perwakilan setiap Fraksi DPRD Garut, Kamis, seorang diantaranya meninggal dunia. 

     Agus berusia sekitar 22 tahun, warga Kecamatan Banjarwangi saat meninggal dunia diawali pingsan dan terjatuh di tengah ruas Jl. Patriot kemudian dilakukan pemeriksaan medis namun nadinya pun tak berdenyut lagi, diperkirakan menderita penyakit jantung, ungkap sejumlah saksi mata.

      Sedangkan pengunjukrasa lainnya antara lain menyampaikan aspirasi mendukung penuh kinerja Kepemimpinan Bupati Aceng H.M Fikri serta Wakil Bupati Rd. Diki Chandra untuk memimpin Kabupaten Garut hingga selesainya masa jabatan 2014 mendatang.

      Sebagaimana diungkapkan salah seorang koordinatornya, H. Yayan Suryana, SE yang juga mengemukakan dukungan terhadap upaya reformasi untuk kepentingan pelayanan publik, yang dilaksanakan Bupati dan Wakil Bupati, katanya.

      Sedangkan himbauan politiknya, agar dihentikan pembunuhan karakter, penyebaran informasi yang tidak benar dan provokatif, yang menyesatkan opini publik, tegasnya.

       Nyaris pada saat bersamaan 850-an tenaga kerja kontrak (TKK) mendesak Badan Kepegawain dan Diklat (BKD) setempat, agar mempedulikan nasib dan masa depan mereka, karena diindikasikan BKD terus-menerus menelantarkannya.  **** (John).
Picture
Geram Segel Kantor Insfektorat Garut, Karena Dituduh Terindikasi Paham Ahmadiyah. (Foto : Nova Nugraha Putra).
GERAM  SEGEL  SKPD  DAN  DPRD  GARUT
Garut News, (14/7).

     Aksi tiga ratusan pendemo dari Gerakan Rakyat Anti Ahmadiyah (Geram), sempat melakukan penyegelan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Garut dan DPRD setempat, karena dinilai terindikasi aliran diduga sesat ”Ahmadiyah”.

     Mereka dengan koordinator lapangan (Korlap) nya, Iyep mendesak agar Pemkab dan DPRD bersih dari indikasi oknum beraliran Ahmadiyah tersebut, yang juga harus dimusnahkan idealismenya.

     Sedangkan SKPD yang disegel antara lain Kantor Insfektorat Kabupaten, Disnakamla, Bappeda, BKD serta Dinas Pendidikan Kabupaten.

     Menyikapi hal tersebut, Wakil Bupati Rd. Diki Chandra menyatakan kepada Garut News, penyelesaian kasus yang dinilai beraliran sesat hendaknya dikembalikan kepada sistem maupun institusi resmi yang menanganinya maupun “PAKEM”.

     Agar kegiatan pelayanan publik pada masing-masing SKPD tak terganggu, selain itu masih diperlukannya pembangunan infrastruktur mental birokrasi juga masyarakat, meski memerlukan waktu dan tak semudah membalik telapak tangan, katanya.

     Sedangkan menyikapi unjukrasa yang digelar Kamis (15/7), Wabup harapkan tak terindikasi nyaris menyerupai “berbalas–pantun” , ungkapnya diplomatis. **** (John).

BNPB   DAN   BPBJ   PASOK   BANTUAN  PENCARI    ”TRIKE”
Garut News, (12/7).

       Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Jawa Barat (BPBJ), Senin sore memasok bantuan bahan makanan bagi relawan pencari jenis pesawat ”trike”, yang masih menghilang.

      Kedua tim penanggulangan bencana tersebut, langsung berkoordinasi dengan Camat Pamulihan, sambil menelisik informasi dimana lokasi hilangnya pesawat yang diawaki dua penerbang tersebut, ujar Kabag Administrasi Agkesra Setda Garut, Drs H. Dahlan.S.

       Sebelumnya tim bentukan Kabupaten Garut, bersama masyarakat menyisir hutan rimba dan pegunungan Desa Tanjung Jaya, serta Panyindangan di Kecamatan Pakenjeng serta kawasan hutan Gunung Halimun Kecamatan Pamulihan juga di Kecamatan Bungbulang.

     Penyisiran lembah dan bukit juga dilaksanakan di Desa Ciangkrong  dan Giri Mukti Kecamatan Pamulihan, bersama Dandim 0611 Garut, Letkol Inf. Herman Djatmiko, ungkap Kabag Informatika Setda setempat, Dik Dik Hendrajaya, M.Si.


       Pesawat microflight trike, berawak Panji dan Noto diinformasikan hilang kontak di kawasan Gunung Wayang  pada Minggu (4/7) pukul 14.00 WIB, saat menempuh perjalanan Pangandaran tujuan Lanud Sulaeman Bandung.

     Semula bersama satu pesawat sejenis, melintasi penerbangan pulang pergi atau lepas landas  pagi dari Lanud Sulaeman tujuan Nusawiru Ciamis tanpa mengalami kendala..

      Tetapi saat kembali ke Lanud Sulaeman, hanya satu pesawat yang tiba, sedangkan trike yang diawaki Noto dan Panji malahan hilang kontak, dan kemungkinan tak akan pernah sampai di Lanud Sulaeman..

       Gunung Wayang dan Santosa, terletak pada perbatasan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Garut, selama ini kerap bercuaca buruk dengan kondisi topografi terbilang berat untuk dijamah juga cukup terpencil. **** (John).

Picture
Gubernur Jabar H. Ahmad Heryawan Membuka Jambore Pemuda Indonesia dan Menanam Pohon Di Taman Wisata Situ Cibeureum Garut. (Foto : Farhan).
GUBERNUR    JABAR  MINTA    KONTRIBUSI   PEMIKIRAN    ILMIAH    PEMUDA
Garut News, (10/7).

      Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan minta agar kalangan pemuda bisa memberikan kontribusi pemikiran ilmiah, yang dapat mendesain kemajuan bangsa Indonesia.

     Selain itu mengharapkan kontribusi profesionalisme pemuda berkelas nasional bahkan intenasional, serta kontribusi kesejahteraan sebagai pendorong perekonomian Indonesia,  tegasnya saat ditemui Garut News, Sabtu pukul 16.12 WIB.

     Ditemui seusai membuka Jambore Pemuda Indonesia Tingkat Jawa Barat dan Kabupaten Garut di Taman Wisata Alam Kampung Lebak Bulus Desa Sukakarya Kecamatan Samarang Garut, Gubernur mengingatkan masih kurangnya pengusaha di Indonesia.  

     Padahal kondisi perekonomian akan normal, jika 2 – 4,5 persen dari jumlah penduduk sebagai pengusaha, sedangkan jumlah pengusaha di Indonesia hanya 0,2 persen dan di Provinsi Jawa Barat 0,5 persen, sehingga perlu ditingkannya spirit berusaha, katanya.

     Ditemui terpisah Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Wafik Muaharam menyatakan, persepakbolaan Indonesia harus tampil dengan dukungan politik will pemerintah.

     Maka pada 2011 mendatang akan dilaksanakan program sepakbola saba desa, dengan melibatkan kalangan pemuda, ungkapnya.

     Jambore Pemuda Indonesia berlangsung selama lima hari itu, diikuti 510 peserta terdiri 160 peserta perwakilan Jabar, 250 peserta dari 42 kecamatan se Kabupaten Garut serta 100 peserta dari Kecamatan Samarang, ungkap Kadisdik setempat H. Komar. M, M.Pd.

     Juga antara lain dihadiri perwakilan pemuda dari Provinsi Maluku, Sulawesi dan dari Kalimantan,  yang menampilkan atraksi Jaipongan disemarakan pula pertujukan Raja Dogar.

     Deli Renhoard dari Kabupaten Kepulauan Aru Maluku, kepada Garut New, menyatakan terkesan dengan beragam produk budaya etnik Garut, termasuk kesannya yang mendalam saat menari jaipong serta menyanyikan lagu ”Manuk Dadali”.

     Gubernur Ahmad Heryawan antara lain didampingi Bupati Aceng H.M Fikri dan Kadishut setempat Ir H. Eddy Muharam, melaksanakan penanaman pohon penghijauan dari 2.500 an pohon mahoni dan ecalyptus untuk ditebar di lahan kritis.

     Gubernur juga meninjau pameran produk pemuda serta memberikan sejumlah bantuan sosial kepada beberapa kelompok usaha kepemudaan dan masyarakat didampingi staf akhli kementrian Pemuda dan Olahraga, Lalu Wildan .

     Sebelumnya Gubernur Jabar, meresmikan Kampus II Stikes Karsa Husada, dan seusai membuka Jambore Pemuda Indonesia dilanjutkan meresmikan SMK Islam Terpadu  Daarul Abror di Kecamatan Cibiuk.   ****(John).

TAMAN   SATWA   CIKEMBULAN   OPTIMIS  PEROLEH    ”CIPTA  AWARD 2010”
Garut News, (10/7).

      Taman Satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut, optimis bisa memperoleh ”Cipta Award 2010”, penghargaan cipta pesona wisata maupun pengelolaan daya tarik wisata alam Disbudpar Provinsi Jawa Barat.
      Bahkan saat inipun sekaligus dalam proses penilaian Kader Konservasi Tingkat Nasional, bagi pengelola taman satwa tersebut, ungkap Managernya Rudy Arifin, SE kepada Garut News, Sabtu.

     Optimismenya itu, didasari semakin banyaknya peminat untuk mengunjungi sarana hiburan keluarga yang berbasiskan pendidikan atau ilmu pengetahuan ini, katanya.

     Saat ini ujar Rudy Arifin, tak kurang dari areal seluas 2,5 hektare telah dihuni 111 spesies berpopulasi 517 ekor, diantaranya sepasang harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), bajing terbang, beragam jenis primata, aves, rusa dan buaya.     

      Dilengkapi pula dengan berbagai vegetasi dilindungi, hamparan taman, bunga dan kolam serta sarana rekreasi dan peristirahatan keluarga, pada lintasan persawahan sejauh mata memandang di kaki gunung Haruman yang menawan.     


      Taman Satwa itu pun, dijadikan obyek penelitian ilmiah mahasiswa pasca sarjana Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, termasuk Sri Yuningsih yang mengusung tulisan ”Valuasi Ekonomi Taman Satwa Cikembulan Kabupaten Garut Untuk Menyusun Arahan Rencana Pengelolaan Konservasi Ex Situ”.

     Sri Yuningsih mengharapkan, adanya dukungan dari berbagai kalangan terhadap pengelolaan serta pengembangan sarana konservasi alam ini, katanya. **** (John).
Picture
Warga Kecamatan Pasirwangi Beraudensi Dengan Jajaran DPRD Garut, Akibat Diperlakukan Tidak Adil Oleh PT. Chevron. (Foto : Ridwan Mustofa).
KONTRIBUSI  KEPEDULIAN  CHEVRON  PADA  MASYARAKAT  DINILAI  SANGAT  MINIM
Garut News, (9/7).

      Kontribusi kepedulian PT. Chevron Geothermal Energi Indonesia (CGEI) pada masyarakat sekitar ekploitasi sekurangnya 110 Mega Watt elektric (MWe) energi panasbumi, selama ini dinilai sangat minim.

     Sehingga jika perusahaan tersebut, berkeinginan tetap eksis beroperasi dengan tentram dan nyaman, maka hendaknya merangkul dan melibatkan unsur masyarakat 12 desa di Kecamatan Pasirwangi, imbuh Wakil Ketua DPRD Garut, Dedi Hasan Bahtiar kepada Garut News, Jumat.

     Dia menyikapi ratusan warga yang beraudensi dengan Komisi A, B dan C DPRD setempat, terkait perlakuan ketidak adilan dari PT. Chevron, juga agar ditindaklanjuti dengan pemberian kontribusi yang layak dan maksimal.

     Karena mereka pun, tak menuntut berlebihan melainkan menghendaki proritas kepedulian secara wajar, konkrit dan jelas termasuk kontribusi pembagian ”Comunity Development” (CD), royalti serta penyerapan tenaga kerja lokal, tegas Dedi hasan Bahtiar, mengingatkan.

     Kembali dia mengingatkan, DPRD tetap berpihak kepada rakyat termasuk ikut serta mengawasi kontribusi pos dana bagi hasil, bahkan akan segera menggelar rapat kerja dengan PT. Chevron dan Pemkab setempat, untuk mempasilitasi aspirasi masyarakat Kecamatan Pasirwangi.

     Ratusan pengunjukrasa yang tergabung dalam Komite Masyarakat Desa Peduli Pasirwangi, terdiri seluruh 12 Kepala Desa, tokoh pemuda, tokoh ulama serta para pemuka warga, mengecam keras sikap keberadaan PT. Chevron tersebut selama ini.

     Mereka juga antara lain termasuk Aceng Riyad(35) dan Ended, menyesalkan minimnya penyerapan tenaga kerja dari penduduk setempat, tak adanya analisis dampak pencemaran udara serta tak jelasnya hasil penelitian akibat kerusakan tanaman pada 2005 lalu.

     Bahkan diindikasikan Chevron melakukan penebangan hutan cagar alam, yang dicurigai masih belum memperoleh perijinan, selain itu dampak kerusakan lingkungan lainnya akibat keberadaan lapangan geothermal itu.

     Sekjen Serikat Petani Pasundan, Agustiana menegaskan sangat diperlukannya pembicaraan bersama antara Chevron, Pemda dan masyarakat, malahan jika perlu dilakukannya kontrak ulang kegiatan eksploitasi.

     Agustiana berpendapat, keberadaan Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) Garut, sama sekali tidak memiliki peranan apapun, karena seluruh proses perijinan eksploitasi selama ini bersumber dari pusat termasuk penentuan royalti, katanya. *** (John).

JAMBORE  PEMUDA  INDONESIA, AJANG  PEREKAT  PERSAUDARAAN  GENERASI  MUDA
Garut News, (9/7).

      Penyelenggaraan Jambore Pemuda Indonesia (JPI) Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Garut di Arboretum serta Situ Cibeureum Kecamatan Samarang, merupakan ajang perekat persaudaraan generasi muda.

      Bahkan bermakna strategis meningkatkan kualitas daya saing generasi muda Indonesia, karena selain bisa mengakrabkan antar peserta, juga berlangsung trnaformasi budaya yang diwarnai workshop, peragaan produk daerah serta bakti penghijauan, ungkap Totong, M.Si, Jumat.

     Kabid Pemuda dan Olahraga Disdik setempat tersebut, kepada Garut News mengemukakan pula, kegiatan penunjang lainnya berupa ”out bond”, game serta donor darah, yang diharapkan sebagai momentum persiapan Garut menjadi tuan rumah JPI tingkat nasional 2012.

     Sedangkan kegiatan penghijauannya, antara lain didistribusikan pada kegiatan bakti pemuda di Desa Tanjung Jaya, yang belum lama ini dilanda bencana banjir dan longsoran pasir anak gunungapi Guntur, katanya.

     Perhelatan itu pun melibatkan seluruh unsur organisasi kepemudaan, antara lain menampilkan Ikon Garut yang telah menasional ”Raja Dogar” dari Kecamatan Cibatu, mengusung tema ”Pemuda Bersatu, Bangsa Kuat dan Maju”.  

     Diagendakan dihadiri Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Dr Andi Alfian Malarangeng,      
juga Gubernur H. Ahmad Heryawan, para Bupati/ Walikota beserta Wakil Bupati dan Wakil Walikota, didatangkan pula pemuda pelopor tingkat nasional serta anggota DPR RI Komisi X, Ferdiansyah.


     Bahkan hadir pemuda terbaik Tingkat Asia, menampilkan profil kesuksesan pemuda, Pengurus HIPMI Pusat, Pemuda Pelajar Nasional serta tamu undangan lainnya, termasuk 390 peserta terdiri 160 se Jabar dan 230 dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut. **** (John).


PEJABAT  GARUT  TAK  PUNYA  NYALI  SERAHKAN  ”LHKPN”
Garut News, (8/7).

     Banyak pejabat terutama eselon II di lingkungan Pemkab Garut, dinilai tak memiliki nyali untuk menyerahkan ”Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara” (LHKPN) dengan sejujur-jujurnya dan elegant kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  

     Mereka masih mengesankan ragu dan setengah hati, untuk mengisi formulir LHKPN dari KPK tersebut, padahal sebaiknya laporkan saja apa adanya, tegas Wakil Bupati setempat Rd Diky Candra saat didesak pertanyaan Garut News di Augusta Hotel dan Restoran Garut, Kamis.

     Dia menginstruksikan, agar formulir LHKPN dari KPK itu bisa diisi dengan jujur sesuai fakta sebenarnya, menyusul jika masih terdapat yang disembunyikan justru cepat atau lambat juga akan diketahui, katanya seusai membuka sosialisasi LHKPN dan Pembentukan Pokja Tim Kormonev.

     ”Apabila tak melakukan kesalahan (maling/ bangsat….….red), siapa takut, ”  ungkap Wakil Bupati sambil bergegas menaiki mobil dinasnya.

     Sementara itu, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Garut, H. Budiman, SE, M.Si saat didesak Garut News menyatakan, ada yang takut ada pula yang tidak, katanya, singkat.

    Materi sosialisasi LHKPN serta Tim Kormenev disampaikan Kabid Pengawasan dan Penyuluhan Anti Korupsi Kemeneg PAN & RB RI, Gunawan Sunendar, Ak serta Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, disajikan Inspektur Kabupaten Garut, H. Iman Alirahman, SH, M.Si, diikuti seluruh petinggi eselon II setempat.  *** (John).    


TIGA   SASARAN   PENCARIAN   ”TRIKE” DISELIMUTI   KABUT   PEKAT
Garut News, (6/5).

     Tiga sasaran kawasan pencarian jenis pesawat ”trike” bersama dua awaknya, di Kabupaten Garut, menjelang Selasa sore terpaksa dihentikan sementara akibat diselimuti kabut pekat disertai turun hujan.

     Menyusul tim pencari yang dibentuk di Kabupaten Garut, sebelumnya menyisir hutan dan pegunungan Desa Tanjung Jaya dan Panyindangan di Kecamatan Pakenjeng serta kawasan hutan Gunung Halimun Kecamatan Pamulihan dan di Kecamatan Bungbulang.

     Penyisiran juga dilaksanakan di Desa Ciangkrong  dan Giri Mukti Kecamatan Pamulihan, bersama Dandim 0611 Garut, Letkol Inf. Herman Djatmiko, ungkap Kabag Informatika Setda setempat, Dik Dik Hendrajaya, M.Si yang ikut serta melakukan pencarian.

      Pesawat microflight trike, berawak Panji dan Noto diinformasikan hilang kontak di kawasan Gunung Wayang pada Minggu (4/7) pukul 14.00 WIB, saat menempuh perjalanan Pangandaran tujuan Lanud Sulaeman Bandung.

     Semula bersama satu pesawat sejenis, bernomor 135 melintasi penerbangan pulang pergi atau lepas landas  pagi dari Lanud Sulaeman tujuan Nusawiru Ciamis tanpa mengalami kendala..

      Tetapi saat kembali ke Lanud Sulaeman, hanya satu pesawat yang tiba, sedangkan trike yang diawaki Noto dan Panji malahan hilang kontak, dan kemungkinan tak akan pernah sampai di Lanud Sulaeman..

       Gunung Wayang dan Santosa, terletak pada perbatasan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Garut, selama ini kerap bercuaca buruk dengan kondisi topografi terbilang berat untuk dijamah juga cukup terpencil. **** (John).
JAJARAN  PEMKAB  GARUT  PANTAU  LOKASI  PESAWAT  “TRIKE”  JATUH
Garut News, (5/7). 

      Jajaran Pemkab termasuk seluruh 42 camat di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diintruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) setempat, H. Hilman Faridz, SE, M.Si agar melaksanakan pemantauan di wilayahnya masing-masing.

       Sekaligus ikut membantu mencari jenis pesawat ”trike”  dengan dua awak, yang kemungkinan jatuh di Gunung Wayang Pangalengan Kabupaten Bandung, Minggu (4/7) lalu, ungkap Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si kepada Garut News, Senin.

       Menyusul hingga berita ini diturunkan, masih belum ditemukan tanda-tanda keberadaan pesawat yang naas tersebut, katanya.

       Pesawat microflight trike, berawak Panji dan Noto diinformasikan hilang kontak di kawasan Gunung Wayang pada Minggu pukul 14.00 WIB, saat menempuh perjalanan Pangandaran tujuan Lanud Sulaeman Bandung.

     Semula bersama satu pesawat sejenis, bernomor 135 melintasi penerbangan pulang pergi atau lepas landas  pagi dari Lanud Sulaeman tujuan Nusawiru Ciamis tanpa mengalami kendala..

      Tetapi saat kembali ke Lanud Sulaeman, hanya satu pesawat yang tiba, sedangkan trike yang diawaki Noto dan Panji malahan hilang kontak, dan kemungkinan tak akan pernah sampai di Lanud Sulaeman..

       Gunung Wayang dan Santosa, terletak pada perbatasan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Garut, selama ini kerap bercuaca buruk dengan kondisi topografi terbilang berat untuk dijamah juga cukup terpencil. **** (John).

GARUT  UNGGULI  EMPAT  BIDANG  LINGKUNGAN 
Garut News, (5/7).

       Kabupaten Garut, 2010 ini dinilai berhasil mengungguli empat bidang lingkungan Tingkat Provinsi Jawa Barat, sehingga keempat keunggulan tersebut tengah dikompetisikan pada Tingkat Nasional.

      Terdiri Lokasi Hutan Kota Kerkhoof yang memiliki 37 spisies langka termasuk pohon kayu Ki Sidem, Taman Satwa Cikembulan dengan kader konservasi alamnya Rudy Arifin, SE yang sejak empat tahun lalu, mewujudkan konservasi satwa langka dan vegetasi dilindungi Undang-Undang.

       Kemudian adanya sosok PPNS dari lingkungan BKSDA serta PT. Chevron yang dinilai memiliki kepedulian terhadap lingkungan, ungkap Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten setempat, Ir H. Edy Muharam, M.Si kepada Garut News, Senin.

      Camat Kadungora, Dadang Purwana saat dihubungi terpisah mengatakan, keberadaan Taman satwa Cikembulan selama ini, dinilai behasil mewujudkan sarana serta pengelolaan satwa dan tanaman langka, yang dilindungi negara.

      Bahkan selama ini pula, pengelolanya antara lain menjalin kemiteraan dengan organisasi angkutan tradisional serta  pengrajin kuliner setempat di Desa Cikembulan Kecamatan Kadungora.

      Meski masih diperlukan pengaspalan hotmix 600 meter, termasuk perlu lebih memadainya kondisi lintasan ruas jalan provinsi, yang menghubungkan Garut dengan Bandung, untuk menunjang potensi wisata pendidikan serta sarana rekreasi sehat keluarga itu, imbuh Camat.
**** (John).


LEDAKAN  KEMBANG  API  PORDA  JABAR  NYARIS  MENYERUPAI  BOM 
Garut News, (5/7).

       Dasyatnya bunyi ledakan kembang api, menandai pembukaan Porda XI Jabar 2010 pada tribun selatan Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, Minggu malam pukul 22.02 WIB, nyaris menyerupai bom.

       Selain merontokan sekitar 1,5 meter tembok tribun selatan tersebut, juga serpihan temboknya melukai beberapa korban serta merontokan kaca bis sekitar lokasi peristiwa, termasuk mengagetkan Wabub Garut Rd. Diky Candra beserta istrinya, seusai memimpin devile.

      Sedangkan akibat lainnya, sempat paniknya nyaris seluruh yang hadir pada perhelatan yang mempertandingkan 42 cabang olahraga itu, menyusul terjadi bersamaan saat Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan memijit tombol sirine, demikian pantauan langsung Garut News.**** (John).


PASAR  LEWO  MALANGBONG  TERBAKAR
Garut News, (5/7).

      Pasar Lewo yang merupakan pasar desa, terletak pada lintasan jalan provinsi Jakarta – Surabaya di Desa Sukaratu Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu malam terbakar.

      Sekurangnya 16 kios pada dua blok pasar tersebut hangus, meski peristiwa kebakaran itu bersamaan dengan berlangsungnya hujan deras, namun api bisa dipadamkan dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dari kabupaten.

     Kepala Bagian Informatika, Dik Dik Hendrajaya kepada Garut News, Senin juga melaporkan kasus kecelakaan mobil terguling di Halimun Cisandaan selain menewaskan seorang penumpang, delapan luka berat yang terpaksa dirujuk ke RSU dr Slamet, serta lima penumpang luka ringan.

     Sementara itu, lintasan Nagreg sejak menjelang Minggu tengah malam mengalami kemacetan total, sejak sebelum memasuki lintasan jalan di Kampung Nagrog.

     Bahkan menjelang Minggu sore, kemacetan arus lalu lintas berlangsung dari Bundaran Tarogong Garut, sehingga cukup banyak kendaraan yang terpaksa melintasi ruas jalan alternatif Cijapati, malahan melewati Jangkurang Leles. **** (John).   

WABUP  GARUT  GENCAR  PROMOSIKAN  TAMAN  SATWA  CIKEMBULAN
Garut News, (2/7)

      Wakil Bupati Garut, Rd Diky Candra gencar promosikan taman satwa Cikembulan, yang terletak di Kecamatan Kadungora, sekitar 15 km arah barat dari pusat Kota Garut.

     Taman satwa satu-satunya di Provinsi Jawa Barat tersebut, selama ini dinilai paling berhasil melaksanakan konservasi satwa langka yang dilindungi Undang-Undang, serta beragam vegetasi dan lingkungannya, ungkap Wabup dihadapan Komisi D DPRD Kabupaten Tanggerang, Jumat.  

     Sehingga sarana pendidikan dan rekreasi keluarga itu, terpilih mewakili Jabar pada ajang lomba ”konservasi” Tingkat Nasional 2010 ini, katanya.

     Dia mengharapkan do’a restu dari berbagai komponen dan elemen masyarakat Garut, agar taman satwa Cikembulan mendapat kepercayaan dan berpeluang unggul di Tingkat Nasional pada bidang konservasi.

      Saat menerima kunjungan kalangan legislatif membidangi pembangunan tersebut, juga dipresentasikan potensi unggulan wisata Kabupaten Garut lainnya, termasuk antara lain jeruk, domba, cabe paprika, ikan air tawar, jaket kulit, akar wangi, Cokodot van Java, batik serta dodol.

      Terkait pemulihan lahan kritis, terus berupaya membentuk kesadaran masyarakat, diantaranya berupa sosialisasi pentingnya kehijauan alam kepada genarasi muda, pengantin pohon yakni pasangan pengantin yang melakukan penanaman saat hendak menikah.

      Bahkan pasangan suami-istri yang akan bercerai pun, tetap dianjurkan bisa menyumbangkan pohon untuk mereka tanam, imbuh Wabup Diky Candra. *** (John).

TAMAN  SATWA  CIKEMBULAN  WAKILI   JABAR  LOMBA  KONSERVASI  NASIONAL
Garut News, (1/7).
     

     
Pengelolaan taman satwa Cikembulan di Kecamatan Kadungora, sekitar 15 km arah selatan dari pusat Kota Garut, kini mewakili Provinsi Jawa Barat yang diikutsertakan dalam ajang lomba ”konservasi” tingkat nasional.
    

     
Menyusul sarana rekreasi bernuansakan pendidikan tersebut, selain bersih dan asri juga memiliki koleksi beragam satwa langka dilindungi Undang-Undang, berformula pemeliharaannya selama ini dinilai memenuhi syarat konservasi, ungkap Wakil Bupati setempat Rd. Diky Candra.
      
     
Saat dihubungi Garut News, Kamis, dia mengemukakan optimis taman satwa satu-satunya di Jawa Barat ini, layak dijadikan situs warisan generasi saat ini dan mendatang, bahkan memiliki kepatutan dijadikan kawasan ”Amazon” nya Garut, katanya.
    

     
Manager Taman Satwa itu, Rudy Arifin, SE mengemukakan, tak kurang dari areal seluas 2,5 hektare, telah dihuni 111 spesies berpopulasi 517 ekor, diantaranya sepasang harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), bajing terbang, beragam jenis primata, aves, rusa dan buaya.
    

      Dilengkapi pula dengan berbagai vegetasi dilindungi, hamparan taman, bunga dan kolam serta sarana rekreasi dan peristirahatan keluarga, pada lintasan persawahan sejauh mata memandang di kaki gunung Haruman yang menawan.
    

       Sehingga pada musim liburan sekolah ini, setiap harinya sarat dikunjungi pelajar dari berbagai lembaga pendidikan termasuk kalangan mahasiswa dari berbagai daerah, sedangkan semua jenis satwa dan vegetasinya dilengkapi nama latin maupun ilmiah, katanya.
*** (John).           

KADISHUB  GARUT  TINJAU  RADIO  PENYIARAN INTAN-FM
Garut News, (29/6).     

     
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Drs Mlenik Maumeriadi, Selasa meninjau dan mengamati langsung kondisi Lembaga Penyiaran Publik Lokal, ”Suara Intan Patria”-FM dengan frequensi di ketinggian 93,20 Mhz.
    

      Radio penyiaran dengan ketinggian towernya 70 meter, jenis ”Self Supporting Tower” (SST) type Circular itu, selama ini memiliki daya jangkau hingga ke Kabupaten Tasikmalaya, Sumedang serta perbatasan Kabupaten Garut dengan Bandung, dan perbatasan Garut dengan Cianjur.

    
Namun kini kondisinya mengalami kerusakan, sehingga memerlukan penggantian tabung pemacar yang telah habis masa pakainya.
     Kadishub Mlenik Maumeriadi, menyatakan apresiasi terhadap keberadaan radio penyiaran publik itu, yang hingga kini seluruh asetnya masih dimiliki Pemkab setempat.     

     Sehingga sangat diharapkan, melalui alokasi dana pada perubahan APBD 2010 ini, bisa terpenuhi proses pengajuan anggarannya.
    

    
Karena keberadaan sarana komunikasi dan informasi tersebut, bisa dijadikan wahana sosialisasi pelaksanaan program pemerintah sekaligus sebagai sarana menyerap beragam aspirasi masyarakat, katanya.
**** (John).


DISHUB  GARUT  TERTIBKAN  TERMINAL  DAN  SARANA  PARKIR
Garut News, (28/6).
    

      Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Drs Mlenik Maumeriadi di ruang kerjanya kepada Garut News, Senin, menyatakan akan terus menertibkan pemanfaatan setiap terminal serta sarana parkir kendaraan.
    

      Terutama menghadapi arus mudik dan balik Lebaran, agar moda angkutan penumpang umum tidak ”ngetem” di pinggir jalan, melainkan secara persuasif diarahkan bisa maksimal memanfaatkan terminal, katanya menjelang meninjau Andir Bayongbong dan Kadungora.     

       Pihaknya pun telah menyiapkan rencana operasi manajemen lalu lintas, angkutan Lebaran diantaranya menginventarisir kerusakan rambu, pembatas dan marka jalan, petunjuk arah serta padamnya penerangan jalan umum (PJU) di wilayah utara Garut, ungkapnya.
    

      Selain itu, diharapkan ruas jalan lingkar Nagrek segera tuntas dan bisa dimanfaatkan, pada lintasan arus mudik dan balik Lebaran, tegas Mlenik Maumeriadi.
    

       Sedangkan kondisi kelayakan kendaraan penumpang umum, akan diperketat pemeriksaannya melalui pengujian, termasuk bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Kepolisian dalam pemeriksaan atau test urine para pengemudi.
    

      Masyarakat juga diserukan agar tertib dan berhati-hati setiap menaiki kendaraan, supaya tidak menjadi korban hipnotis, termasuk waspada memilih kendaraan yang akan dimanfaatkan untuk mudik, berwisata lebaran maupun bepergian ke luar kota, demikian Mlenik maumeriadi.
    

       Ungkapan senada juga mengemuka dari Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Terminal Guntur Garut, Deni Desta, yang juga secara detail mempresentasikan upayanya selama ini, terutama menghadapi arus mudik dan balik Lebaran.
**** (John)

”HULPPOST  GAROET  FALTER  1938”,  UNDANG  DECAK  KAGUM  PENGUNJUNG
Garut News, (27/6).

      ”Hulppost Garoet Falter 1938”, jenis speda onthel milik ”Post, Telegraaafen Telepont Falter 1938”, mengundang decak kagum ratusan pengunjung temu onthel nasional, pada milangkala kedua ”Paguyuban Sapeda Heubeul Garut” (PSHG), di Alun-Alun, Minggu.

      Bahkan banyak diantara pengunjung, bergantian menaiki serta berfoto pada speda antik pengantar surat dan paket tersebut, sekaligus mengabadikannya dalam ”Prangko Identitas Milik Anda” (Prisma), ungkap personil PT. Posindo setempat, Emat Ismat.

      Produk Prisma yang bisa langsung diperoleh setiap pemesan itu, dikemas di anjungan Kantor Pos Garut, oleh fotografer serta desain grafis bersama Suvervisor Filateli Kantor Pos Bandung, Diky Mulyana.

      Kepada Garut News dia mengemukakan, legalitas jenis prangko ini selain dapat dimanfaatkan sebagai kenang-kenangan dan dokumen bersejarah, juga bisa digunakan untuk berkirim surat ke seluruh wilayah nusantara termasuk ke luar negeri, katanya.

      Ungkapan senada juga mengemuka dari Onthelis asal Surabaya Jawa Timur serta dari Bali, sambil bangga menunjukan lembaran Prisma milik mereka, dan mengaku akan dibingkai dalam figura agar bisa dikenang oleh anak cucu-cunya sekembali ke kampung halaman masing-masing.

      Personil Palang Merah Indonesia (PMI) setempat, juga menyempatkan berfoto bersama ”Hulppost Garoet Falter 1938”, kemudian memesan Prisma dengan berfose di depan mobil unit PMI.

      Sementara itu, Erik Neo(36), juga bangga menampilkan speda bermerk ”Gasele” buatan Belanda tahun 1956, dia mengaku speda diperoleh dari kakeknya seharga Rp1 juta pada tahun 2000 an, terdapat pula ”sapeda heubeul” buatan 1947.

      Dia mengatakan, speda buatan Belanda empuk dinaiki dengan salah satu ciri khas memiliki 36 buah jari-jari, sedangkan buatan Inggris memiliki 38 - 40 jari-jari, katanya.

     Seribuan penggemar speda Onthel, semalam dihibur pula penampilan musik kroncong dengan salah seorang penyanyinya, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Garut, H. Budiman, SE, M.Si dengan suaranya yang mendayu dikeremangan pasca gerhana bulan. **** (John).
Picture
Wakil Bupati Garut Saat Menyerahkan Cendramata Kepada Komisi VII DPR-RI (Foto : Ari Maulana Karang)
GEMPA  BERKEKUATAN  6,3  SR  KEJUTKAN  WARGA  GARUT
Garut News, (26/6).

      Gempa tektonik berkekuatan 6,3 pada Skala Richter (SR), meski hanya berlangsung beberapa detik, namun sempat mengejutkan warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu sore.

      Informasi yang dihimpun Garut News dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukan guncangan gempa tersebut berlangsung pukul 16.50.45 WIB, pada posisi 8,37 LS – 107,98 BT.

      Berkedalaman 34 km, pada wilayah 118 km Barat Daya Tasikmalaya, yang juga disebutkan tidak berpotensi tsunami, katanya.

      Sementara itu, warga Kabupaten Garut yang berada di dalam bangunan Gedung Korpri setempat, berhamburan ke luar, demikian pula banyak penghuni hotel dan penginapan di kawasan wisata Cipanas, berhamburan pula keluar.

      Bahkan sempat terdengar teriakan kaum ibu dan anak-anak, yang tengah berlibur atau berakhir pekan, mereka panik saat berlangsung guncangan gempa bumi itu, tetapi penumpang di dalam kendaraan yang bergerak, tak merasakan guncangannya,  (John).

SEPANJANG  BANDUNG – GARUT  DILINTASI  SERIBUAN  SPEDA  ONTHEL  
Garut News, (26/6).

      Sepanjang 65 km ruas jalan provinsi yang menghubungkan Bandung dengan Kabupaten Garut, sejak Sabtu dini hari dilintasi seribuan pengendara speda onthel yang sebelumnya berdatangan dari pelosok tanah air.

      Mereka diantaranya berasal dari Bandung, Karawang, Jakarta, Bali, Palembang, Sulawesi Selatan, bahkan terdapat pengendara speda ”tempo doeloe” itu, dari Malaysia dan Brunei  Darrusalam, ungkap Kepala Bagian Informatika Setda setempat, Dik Dik Hendrajaya, M.Si kepada Garut News.

      Selain menghadiri temu onthel nasional di Alun Alun, juga melaksanakan jelajah wisata dan sejarah Garut, malahan komunitas onthel nasional tersebut, melakukan kegiatan penghijauan antara lain di kawasan wisata Situ Bagendit Kecamatan Banyuresmi, katanya.

      Ditemui terpisah, Wahyu kelahiran Jakarta 6 Nopember 1963 bersama rekannya Cepi(30), mengaku berangkat dari Sayati Bandung, Sabtu dini hari seusai melaksanakan shalat shubuh, ungkapnya saat melintasi jalan antara Kecamatan Kadungora dengan Leles.

      Menurut mereka, ajang silaturahmi ini diharapkan pula bisa memasyarakatkan jenis moda angkutan speda sambil berhibur menikmati potensi wisata, sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan carbon dioksida, yang berasal dari beragam jenis kendaraan bermotor.

      Malahan tertumpu harapan, dapat digemari kaula muda untuk mengantisipasi semakin maraknya ”gank” motor, yang selama ini kerap berperilaku brutal dan meresahkan masyarakat dimana pun, katanya.

      Temu onthel nasional ini, terkait pula dengan penyelenggaraan HUT ke-2 ”Paguyuban Sapeda Heubeul Garut” (PSHG), yang antara lain disemarakan kegiatan pameran produk pertanian tanaman pangan serta dialog dengan Wakil Bupati Rd. Diky Candra, Sabtu malam.   **** (John).  


DISHUB  GARUT  MINTA  MATERI  PENYIARAN  BERKUALITAS
Garut News, (26/6).

      Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Jawa Barat, minta agar radio penyiaran di daerahnya bisa menyajikan beragam materi penyiaran yang berkualitas dan bernuansakan pendidikan.

      Sehingga bisa memberdayakan beragam potensi sumber daya masyarakat, sekaligus mewujudkan kesadaran kolektif mereka mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga NKRI, tegas Kepala Dishub Garut, Drs Mlenik Maumeriadi di Bandung, Jumat malam (15/6).

      Dia mengingatkan, Kabupaten Garut sangat banyak memiliki informasi potensi kearifan lokalnya, yang bisa digali, dikemas serta dikembangkan menjadi naskah berita lembaga penyiaran di daerahnya, katanya melalui Kepala UPT Radio Intan-FM, John Doddy Hidayat.

      Pada kegiatan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat, dalam Evaluasi Dengar Pendapat (EDP), sebagai bagian dari prosedur perizinan terhadap permohonan izin penyelenggaraan penyiaran periode 2009-2010, diingatkan perlunya kesiapan SDM penyiaran.

      Sehingga materi program siaran, tak hanya membuai dan menina-bobokan masyarakat pendengar, melainkan dapat memiliki unsur pembelajaran kepada pihak manapun, katanya.

      Sementara itu, kritisi dan sumbang saran beragam kebijakan dan teknis penyelenggaraan radio penyiaran kepada pemohon izin PT. Radio Kusumah Putra Garut, dikemukakan Bidang Infrastruktur KPID Jabar, AS. Haris Sumadiria, M.Si.

      Juga masing-masing dikemukakan Bidang Isi Siaran, Deni Nurdyana, M.Si dan Nursyawai, S.Sos serta oleh M.Z. Al Faqih, S.S, M.Si dari Bidang Infrastruktur KPID setempat.  (John).

MALARIA  MASIH  MEWABAH  DI  KAWASAN  GASELA
Garut News, (25/6).

      Hingga kini malaria masih mewabah di kawasan Garut Selatan (Gasela), sehingga selama ini dinyatakan sebagai wilayah endemis jenis penyakit tersebut.

      Pada 2009 lalu, sekurangnya telah menyerang 278 penduduk, maka pada setiap Puskesmas disediakan tablet kloroquin dan primaquin, ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten setempat dr H. Hendy Budiman, M.Kes kepada Garut News, Jumat.

      Dia mengatakan, terdapat delapan wilayah kecamatan di kawasan Gasela yang selama ini endemis malaria, terdiri Kecamatan Cibalong, Cikelet, Pamengpeuk, Pakenjeng, Mekarmukti, Bungbulang, Cisewu dan Kecamatan Talegong, katanya.

      Sedangkan yang paling banyak penderitanya, warga Kecamatan Cibalong, menyusul pada 2009 lalu dari 278 penderita terbanyak terdapat di Kecamatan Cibalong meski sejak empat tahun terakhir, tak pernah menelan korban jiwa.

      Upaya penanggulangannya, antara lain minta agar masyarakat bisa pro aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk, termasuk meminta agar dinas terkait juga berupaya memperbaiki

      Kondisi rawa-rawa maupun lamun, karena sebagai lokasi berkembang biaknya nyamuk malaria.

      Saat ini sekurangnya terdapat delapan hektare lokasi rawa di delapan kecamatan Gasela tersebut, yang merupakan lokasi  berkembang biaknya jenis nyamuk Anopheles, dengan kondisi kandungan garam tinggi, yang dinilai cocok bagi perkembangan Anopheles, ujar Hendy.

      Diharapkan, upaya pemerintah melakukan pemberantasan sarang nyamuk, diantaranya dengan pengasapan juga perbaikan kondisi rawa-rawa, bisa meminimalisir penderita malaria di selatan Garut, katanya. **** (John).

RIBUAN  WARGA  MALANGBONG  KRITISI  ALOKASI  DANA  PNPM
Garut News, (24/6).    

     Ribuan warga di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang tersebar pada 23 desa, mengkritisi alokasi pemberian dana ”Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat” (PNPM).
     

     Penduduk yang berada di wilayah seluas 9.000 hektare lebih itu, hingga kini masih mengaku diperlakukan tidak adil, karena hanya mendapatkan alokasi Rp2,5 miliar sedangkan warga Kecamatan Kersamanah yang hanya memiliki lima desa mendapatkan dana sekitar Rp3 miliar.
    

     Kekecewaan dan keluh kesah masyarakat Malangbong tersebut, diakui Camat setempat, Drs H. Dedeng Thamrin saat ditemui Garut News, Kamis.
    

    
Kondisi tersebut juga merupakan salah-satu pemicu, mereka semakin gencar mendesak agar segera dilaksanakannya pemekaran wilayah, menjadi tiga kecamatan dengan 24 desa, katanya.
    

     Karena selama ini pun, bantuan kecamatan yang bersumber dari Pemkab Garut pun, nilainya relatif sama dengan kecamatan lainnya, padahal Malangbong dengan jumlah penduduk 117 ribu jiwa lebih pada 23 desa semestinya tak disamakan dengan kecamatan dengan lima desa.
    

     Sedangkan salah-satu potensinya, berupa Halteu di Kampung Cipeundeuy Desa Cikarag, yang menjadi lokasi pemberhentian jenis kereta api (KA) apapun, yang setiap saat melintasinya dipastikan menyempatkan berhenti, sehingga bisa memicu denyut perekonomian warga setempat.
    

     Ditemui terpisah Kepala Bagian Pemerintahan Umum, Teddi Iskandar, M.Si menyatakan, merespon keinginan warga Malangbong untuk dilaksanakan pemekaran kecamatan, sepanjang memenuhi syarat serta sesuai dengan peraturan yang berlaku, katanya.
*** (John).

  
DISHUB  GARUT  SIAPKAN  RENOP  PUASA  DAN  LEBARAN
Garut News, (24/6).    

     Jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, telah menyiapkan rencana operasi (Renop) menghadapi  kondisi arus lalu lintas selama pelaksanaan ibadah puasa dan Lebaran Idul Fitri 2010.
     Kepala Dinas Perhubungan setempat, Drs Mlenik Maumeriadi di ruang kerjanya kepada Garut News, Kamis mengemukakan, telah mengusulkan adanya bantuan dari pemerintah provinsi mengenai kerusakan pembatas jalan pada lintasan jalur alternatif Cijapati.      

     Selain itu, masih banyaknya kekurangan rambu lalu lintas, penunjuk arah serta kerusakan solar cell di Kecamatan Malangbong.
    

     Diharapkan pula, proyek pembangunan jalan layang di Nagreg bisa tuntas sebelum Lebaran Idul Fitri, katanya.
    

     Sedangkan upaya lainnya, berupa meningkatkan pembinaan kepada para operator angkutan penumpang umum dan barang, diintensifkannya pengujian terhadap kendaraan berusia tua serta pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi angkutan umum.
    

     Sementara itu, mengenai penertiban parkir diprioritaskan pada trotoar serta lintasan bahu jalan, namun meski sarana parkir toserba dan perhotelan bukan merupakan ranah Dishub, tetapi uji kelayakan teknis serta rekomendasinya dari Dishub, tegasnya.
    

     Masyarakat juga diserukan, agar memiliki kepedulian terhadap tertib berlalu lintas, juga ikut serta mengawasi keberadaan rambu-rambu jalan dan penunjuk arah, imbuhnya.
*** (John).
Picture
Bencana Talegong Telan Satu Korban Jiwa dan Tiga Luka Berat (Foto : Farhan)
PELEBARAN  JALAN  TALEGONG  TELAN  KORBAN  JIWA
Garut News, (24/6).    

     Proyek pelebaran jalan provinsi, yang menghubungkan wilayah Kecamatan Talegong dengan Cisewu di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menelan seorang korban jiwa serta tiga lainnya luka berat.
    

     Akibat terjadinya longsoran bukit di Kampung Jamaka RT. 04/06 Desa Sukalaksana Talegong, menyeret dan menimbun eskapator serta truk, yang tengah mengeruk dan mengisi tanah ke atas truk, ungkap Kabag Informatika Setda setempat, Dik Dik Hendrajaya kepada Garut News, Kamis.   
    

     Sehingga sopir dan kernet terkubur tanah longsoran, pada proyek yang digarap PT. Anten Jaya Perkasa itu, katanya.
    

     Pada peristiwa yang berlangsung Rabu (23/6) sore tersebut, masing-masing menyebabkan Baa (33) warga Soreang Kabupaten Bandug, Yayat(36) juga warga Soreang serta Yono (39)warga Jakarta ketiganya mengalami luka berat.
    

     Sedangkan Andri Ucok(20), warga Bekasi meninggal dunia, yang jasadnya baru bisa diketemukan pada pukul 17.30 WIB.
    

     Ketiga korban yang mengalami luka berat, saat itupun langsung dibawa ke Puskesmas Pangalengan Bandung, sementara hingga kini titik lokasi bencana masih dalam penyidikan Kepolisian dan Muspika Talegong, katanya. **** (John).



WABUP  GARUT  APRESIASI  BANTUAN  KOMINFO
Garut News, (23/6).

     
      Wakil Bupati Garut Rd. Diky Candra kepada Garut News, Rabu, mengemukakan apresiasinya terhadap bantuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, dalam pengembangan  internet  di pedesaan.
    

     Karena menurut dia, sangat pentingnya fungsi informasi dan komunikasi termasuk beragam informasi potensi yang dimiliki Kabupaten Garut, yang juga diharapkan bisa diakses setiap saat oleh jajaran Kominfo, katanya.     

     Penegasan tersebut mengemuka, seusai menerima 40 an peserta Diklat Pimpinan eselon IV dan V dari Kominfo, yang menyelenggarakan studi banding selama tiga hari di Garut.
    

     Kepala Seksi Perencanaan dan Program BTIP Kominfo, Beriantho Herlambang, SE, DEA menyatakan, pihaknya akan mewujudkan pusat pelayanan internet di Kecamatan Banyuresmi Garut, bekerjasama dengan pihak swasta dalam pengadaan perangkat akses layanannya.
    

     Sedangkan dari pihak kementerian, memberikan subsidi biaya jaringan selama empat tahun, yang untuk seluruh wilayah di Provinsi Jawa Barat mencapai nilai sekitar Rp120 miliar.
    

    Namun secara bertahap seluruh kecamatan di Kabupaten Garut pun, akan mendapatkan sentuhan subsidi tersebut, ungkap Beriantho bersama peserta Diklat Pimpinan tersebut, terdiri dari Dirjen Postel, Kominfo serta TVRI.
**** (John).


WABUP  HARAPKAN  DPR  PAHAMI  KONDISI  GARUT
Garut News, (22/6).

     Wakil Bupati Rd. Diky Candra mengharapkan, agar kalangan DPR RI bisa mengetahui serta memahami kondisi Kabupaten Garut, dengan beragam potensi yang dimilikinya.

      Sehingga daerah ini dilirik dan dijamah investor, untuk pengembangan berbagai sektor perekonomian termasuk energi ”geothermal” (panasbumi), tegas Diky Candra kepada Garut News, seusai menerima rombongan Komisi VII DPR RI membidangi energi di Garut, Selasa.

      Menurut Wakil Bupati, ternyata kalangan legislatif dari Jakarta itu, baru mengetahui Kabupaten Garut memiliki banyak potensi geothermal, energi air serta sumber energi matahari.

     Bahkan mereka pun, kini bisa mengetahui potensi wisata gunungapi Papandayan dan Guntur, Talaga Bodas serta wisata alam lainnya.

” Orde sebelumnya salah ”

      Salah seorang anggota Komisi VII, Sultan Batugana ketika didesak pertanyaan Garut News mengemukakan, yang salah orde sebelumnya jika saat ini terpaksa menaikan tarif dasar listrik (TDL), yang sejak 2003 silam belum pernah dinaikan.

      Karena semestinya berbagai potensi sumber energi, dibangun dan dimanfaatkan sejak 15 tahun lalu ketika jaman Presiden Suharto, sehingga kebutuhan 4.000 MWe energi listrik di Indonesia saat ini bisa terpenuhi, menyusul yang tersedia 25.000 MWe, katanya.

      Sehingga 40 persen kebutuhan energi listrik di Indonesia, akan dipenuhi dari pengembangan geothermal, yang dinilai murah dan ramah lingkungan, selain itu investasinya hanya satu kali.

     Maka akan dikembangkan pula dari potensi gunung Patuha serta Karaha Bodas di Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut, selain itu untuk pemenuhan energi 10.000 MWe juga antara lain dengan memanfaatkan sungai Cisokan.

      Sedangkan kenaikan TDL, rata-rata 10 persen itupun diberlakukan bagi sektor industri, dengan antisipasi pencurian energi listrik berupa dilaksanakannya pola pra bayar, ungkap Sultan Batugana.

      Rombongan Komisi VII dipimpin H. Teuku Riefky Harsya, sebelumnya mengunjungi PLGU Muara Tawar Bekasi, kemudian seusai berkunjungi ke Indonesia Power UBP Kamojang, akan melanjutkan perjalanannya ke PT. Pertamina Persero Unit Pengolahan Balongan. **** (John).

Picture
Bupati dan Wakil Bupati Garut Nampak Serius Ketika Menjadi Narasumber Seminar (Foto : Ahmad)
35       KORBAN  KEBAKARAN  KAMPUNG  CIPARAY  GARUT  DIEVAKUASI
Garut News, (21/6).

      Sebanyak tujuh kepala keluarga (KK) atau sekitar 35 korban kebakaran, di Kampung Ciparay RT. 01/04 Desa Saribakti Kecamatan Peundeuy Kabupaten Garut, masih dievakuasi di pengungsian rumah terdekat.

      Menyusul lima rumah yang mereka tempati ludes terbakar, Minggu sore diduga akibat arus listrik, dengan kerugian sekurang-kurangnya mencapai Rp175 juta, ungkap Kabag Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya kepada Garut News, Senin.

      Ditemui terpisah Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat, Hj. Elka Nurhakimah, M.Si mengemukakan, para korban kebakaran yang tidak menelan jiwa itu dipasok bantuan tanggap darurat, untuk pemenuhan hidup selama dua pekan.

       Termasuk peralatan dapur, sedangkan kebutuhan bantuan bahan bangunan rumah (BBR), akan segera diusulkan ke pemerintah pusat, yang diharapkan bisa segera dipenuhi, katanya. *** John. 


    


WARGA  DESA  HARUMAN  LELES  DISERANG  WABAH  CHIKUNGUNYA
Garut News, (20/6).

       Sekurang-kurangnya 20 warga Desa Haruman di Kecamatan Leles Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga kuat terserang wabah penyakit ”chikungunya”.

       Berdasarkan hasil observasi, penderita merasakan gejala sakit kepala dan nyaris pada seluruh persendian bahkan disertai demam berat, ungkap Kepala Bagian Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya kepada Garut News, Minggu.

       Bahkan juga merasakan sakit perut, terdapat bintik merah pada permukaan kulit yang berlangsung sejak 3 Juni lalu hingga saat ini, katanya.

       Dinas Kesehatan kabupaten setempat, dikabarkan telah menyelidiki dan memeriksa jentik nyamuk pada 50 kepala keluarga (KK), terdapat 15 KK diantaranya telah dinyatakan sebagai korban jenis penyakit itu.

       Mereka selama ini melakukan pengobatan antara lain ke dokter swasta serta mantri kesehatan, seorang penderita masih dirawat inap di Puskesmas Leles, ungkap Dik Dik Hendrajaya pula. *** (John).

 


SUAMI  BEKERJA  BHAKTI,  ISTRI  NEKAT  GANTUNG DIRI
Garut News, (20.6).

      Ketika seorang suami di Kampung Cijambe Desa/Kecamatan Caringin, sekitar 120 km arah selatan dari pusat Kota Garut, tengah asyik gotong royong bekerja bhakti, malahan istrinya Ny. Nurhaeni(25) nekat gantung diri hingga tewas mengenaskan, Minggu.

      Kepala Bagian Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si kepada Garut News mengemukakan,  selama ini almarhumah dikenal sebagai penderita penyakit jantung dan paru-paru, namun masih belum dipastikan motip ibu dari dua anak ini. nekat bunuh diri.

      Korban telah tuntas di kebumikan di kampung halamannya, diwarnai isak tangis serta kesedihan seluruh keluarga dan sanak saudaranya.

      Sementara itu, tetangga terdekat korban mengaku masih terkejut dengan peristiwa yang cukup menghebohkan masyarakat tersebut, justru berlangsung saat suami korban bekerja bhakti di desa, katanya. **** (John).

BUPATI  GARUT  NYATAKAN  MALU  DAN  TERPUKUL 
Garut News, (17/6).
    

     Bupati Garut, Aceng H.M Fikri saat ditemui, Kamis menyatakan malu dan terpukul, atas beredarnya tayangan Pornografi, yang diduga dilakukan oleh pasangan siswa SMP di daerahnya.
     

    Karena menurutnya, menyangkut kondisi moralitas pelajar, meski dipastikan tak seluruh pelajar berperilaku demikian namun jika terbukti benar, perbuatan itu mencoreng dunia pendidikan, tegasnya.     

    Dia menginstruksikan, seluruh lembaga pendidikan agar meningkatkan kualitas pengawasan dan pengamanan semua anak didiknya.
    

    ”Peristiwa tersebut, sangat memukul kita yang berada di kota santri dan ulama, jika memang peristiwanya terjadi, harus menjadi bahan instrospeksi bagi kita semua, ulama dan para orang tua,”
ungkap Bupati mengingatkan.     

     Meski, peristiwa di Garut ini, merupakan potret kecil dari peristiwa serupa yang menjadi perhatian khalayak banyak, tetapi tetap diperlukan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan pengawasan dan bimbingan moral kepada generasi yang akan datang khususnya pelajar.
    

     Kabag Bina Mitra Polres setempat, Kompol Bambang Sugito menegaskan, peredaran adegan pornografi tersebut, belum tentu pelakunya pelajar SMP sehingga pihaknya kini menjalin koordinasi dengan Dinas Pendidikan.
    

     Jika terbukti, maka pemeran atau pelaku termasuk yang mengontribusikan  tayangannya, akan dijerat psl.36 Undang-Undang Nomor.44/2008 Tentang Pornografi.
    
    Kepolisian juga akan mengundang petugas penjual karcis di lapangan Merdeka Keerkhoof, karena diduga adegan mesum pasangan remaja itu, dilakukan di samping tembok Wisma Atlet, katanya.
    

     Selain itu, akan semakin gencar dilaksanakan swiping telefon genggam para pelajar, pada setiap sekolah di Kabupaten Garut.
    

     Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Oon Suhendar, SH juga menegaskan, tengah gencar menyelidiki kasus itu, yang diperkirakan berlangsung pada siang hari bolong, sedangkan kapan berlangsungnya masih diselidiki, termasuk jika perlu mendatangkan akhli ”IT”.
    

         Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemkab Garut, H.B. Afif menyatakan, akan kembali gencar melaksanakan operasi di lapangan, termasuk penertiban pelajar yang belum lama ini sempat dihentikan, karena mereka menghadapi ujian di sekolah.
**** (John).


Picture
Kegiatan Positif Hindari Perbuatan Tak Terpuji (Foto : Informatika)
DIINDIKASIKAN   BEREDAR   ADEGAN  ”PORNOGRAFI”   
BERSERAGAM   SMP   DI   GARUT

Garut News, (16/6).
    

     Selama ini diindikasikan kuat, beredar tayangan mesum maupun ”pornografi” pasangan berseragam SMP di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
    


     Meski beberapa adegan berdiri pada tayangan, yang dapat disaksikan melalui telepon genggam tersebut, belum sempat memperlihatkan hubungan sebagaimana layaknya pasangan suami-istri, namun  tampilannya bisa menimbulkan rangsangan serta dampak negatif lainnya.
    

     Kepala Dinas Pendidikan kabupaten setempat, H. Komar. M, M.Pd saat dihubungi, Rabu sore menyatakan, akan segera menyelusuri dan melihat dahulu tayangan itu, apakah benar keduanya pelajar SMP di daerahnya atau bukan.
    

     ”Juga apakah perbuatan adegan ini,  dilakukan pada jam pelajaran sekolah, atau di luar jam pelajaran, serta perlu diketahui dahulu lokasi serta asal mereka dari SMP yang mana,”
katanya.     

    
Namun jika terbukti benar, Komar menyatakan sangat prihatin peristiwa tersebut bisa terjadi, meski mudah-mudahan mereka bukan siswa SMP, ungkapnya dengan nada lirih.
    

     Tetapi jika benar adanya, antara lain akan menjadi bahan evaluasi bagi masing-masing atau setiap sekolah di daerahnya, agar meningkatkan kualitas pengawasan, tegas Komar.
**** (John).



WABUP  GARUT  SAKSIKAN  PENYERAHAN 
ASET  POLWIL  PRIANGAN
Garut News, (15/6).
    

     Wakil Bupati Garut Rd. Diky Candra, Selasa saksikan penyerahan aset milik Polwil Priangan ke Polres setempat di Mapolwil setempat.
    
     Adanya penyerahan aset tersebut, menandai berbagai penanganan Kamtibmas akan dilaksanakan Polres serta seluruh jajaran Polseknya, ungkap Diky Candra seusai menghadiri perhelatan tersebut.         

     Sehingga jalinan kebersamaan unsur TNI, Polri dan Pemkab setempat, bisa tetap berlangsung dengan baik hinga ke masa mendatang, katanya.
    

     Menyikapi masih ramainya pembicaraan peredaran situs porno, Wabub memastikan warganya bisa menyikapinya dengan arif dan bijak, sekaligus dapat menghindari dampak negatifnya.
    

     Meski dia juga mengharapkan, agar berbagai kalangan masyarakat termasuk kaum remaja, dapat memilih maupun memilah, mana yang baik dan mana yang bermanfaat dari setiap perkembangan fenomena selama ini.
    
     Garut sebagai Kota Santri dan Kiayi, terpercaya mampu menangkal berbagai dampak informasi maupun jenis tayangan yang tidak bagus, ungkapnya.
**** (John).  


BAPPEDA   UPAYAKAN  PEMEKARAN  WILAYAH  GARUT  SELATAN Garut News, (14/6).     

     Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut, Drs Toni T. Somantri menyatakan, Senin lembaganya terus berupaya mempasilitasi gencarnya desakan sebagian masyarakat yang menghendaki pemekaran di wilayah Garut selatan.

      Meski  masih diperlukan perjuangan panjang dan melelahkan, menyusul sebelumnya dilaksanakan kajian politis dan ilmiah dengan menggandeng lembaga perguruan tinggi sejak 2009 lalu, katanya.     

     Bahkan  usulan berikut produk kajian tersebut, telah disampaikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kemudian telah dilengkapinya beragam pendataan teknis yang dinilai masih mengalami kekurangan.
    

     Namun dalam proses perjalanannya, bukan berarti sepi dari berbagai kendala termasuk kendala yang mungkin dihadapi presidium pemekaran wilayah Garut selatan, dipastikan mereka pun memerlukan akomodasi biaya untuk memprosesnya.
    

     Maka saat ini pun, tengah mencari solusi untuk bisa memenuhi berbagai keperluan yang erat kaitannya dengan pendanaannya, ungkap Toni T. Somantri.
    

     Karena itu, dia berharap berbagai lapisan komponen dan elemen masyarakat, dapat memahami berbagai kesulitan yang dihadapi dalam memproses pemekaran wilayah, termasuk adanya desakan warga Kecamatan Malangbong dengan 23 desa, yang saat ini pun menghendaki dimekarkan.
    

     Dipastikan dengan adanya pemahaman yang baik terhadap berbagai kendalanya, bisa mewujudkan langkah nyata dengan pemikiran yang jernih bahkan bisa jauh dari suasana emosional, katanya.
*** (John).


WABUP  GARUT  INSTRUKSIKAN  KESIAPAN  DANA  BENCANA
Garut News, (14/6).
    

     Wakil Bupati Garut R. Diky Candra, Senin menginstruksikan kepada seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar mengusulkan kebutuhan dana tanggap darurat, jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.
    

     Bahkan kesiapan dana tersebut, bisa dimanfaatkan untuk memenuhi operasional penanggulangan kasus penculikan anak, traficking, serta penyelenggaraan perlindungan anak, sehingga diharapkan dana itu bisa diproses pada perubahan APBD 2010 ini, katanya.
    

     Karena tak adanya kesiapan dana tanggap darurat, selama ini cukup merepotkan aparat di lingkungan Pemkab dan Setda setempat, terutama saat melaksanakan operasional di lapangan.
    

     Termasuk Wakil Ketua PKK Kabupaten Garut, Ny. Rani Permata terpaksa kerap berswadaya mempasilitasi proses pemulangan korban traficking, serta dalam melaksanakan operasional kegiatan sosial lainnya.
    

     Pada bagian lain keterangannya, Wakil Bupati menyatakan berbagai upaya mewujudkan sosok para Pimpinan di setiap SKPD, yang menurutnya harus bisa melindungi dan mengayomi setiap putra buahnya masing-masing.
    
     Sekaligus terus diperlukannya proses pencerahan, agar seluruh unsur Pimpinan bisa mengendalikan diri, mampu dan berani menentukan keputusan dengan tepat dan cepat, termasuk memiliki keberanian mengambil resiko, tegasnya.
    

     Saat inipun terus disosialisasikan Ketua Badan Pertimbangan dan Kepangkatan (Baperjakat), Pemkab setempat, agar seluruh komponen dan elemen masyarakat bisa mengetahuinya.
*** (John).


Picture
Lintasan Siliwangi Lodaya Safety Driving Jeep Tour 2010 (Foto : Fendi Pamela)
PEMKAB  GARUT  RESPON  TINDAK  LANJUT  PEMEKARAN  WILAYAH
Garut News, (14/6).
    

     Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, H. Hilman Faridz, SE, M.Si menyatakan, Senin merespon tetap bergulirnya tindak lanjut proses pemekaran wilayah kawasan Garut selatan, yang selama ini telah dilakukan berbagai kajian.
    

     Termasuk kajian yang dilaksanakan lembaga perguruan tinggi, yang kemudian diakomodasi lebih lanjut oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten, pada 2010-2011, katanya.     

     Bahkan Senin siang ini, kembali digelar pertemuan presidium pemekaran wilayah tersebut, dengan kalangan DPRD dan Pemkab setempat.
    

     Pihak Pemkab Garut pun, memiliki komitmen untuk mendukung tindak lanjut proses pemekaran itu, termasuk dari aspek administrasi, guna menunjang percepatan perkembangan pembangunan kawasan selatan.
    

     Sedangkan adanya keinginan pemuka masyarakat dan tokoh agama, termasuk para kepala desa di Kecamatan Malangbong untuk pemekaran kecamatan, menurut Hilman Faridz bukan sesuatu yang mustahil untuk dilaksanakan.
    

     Namun diingatkan, proses pemekaran wilayah ini harus membawa berkah atau bukan sebaliknya, meski dengan adanya pemakaran wilayah dipastikan terwujud struktur baru pemerintahan termasuk jabatan, dengan tetap memerlukan kesiapan SDM serta mengikuti kaidah tata aturan yang berlaku.
    
     Kendati pada akhirnya, juga tergantung pada persetujuan lembaga pemerintahan diatas, termasuk Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, ungkap Hilman faridz, mengingatkan.
**** (John).
Picture
Wabub Garut,Rd.Diky Chandra Memproduk Biopori di IBC (Foto : Informatika)
KASUS  PENCULIKAN  ANAK  HEBOHKAN  GARUT
Garut News, (12/6).
     

     Berawal dari hilangnya Annisa(6) sejak Senin (31/5) lalu, yang diduga kuat menjadi korban kasus penculikan, kini peristiwa tersebut semakin menghebohkan warga Kabupaten Garut, terutama di tengah kalangan ibu-ibu.

       Meski jajaran Polres Garut mengaku terus mendalami kasus tersebut, sebagaimana sempat diungkapkan Kabag Binamitra Polres setempat, Kompol Bambang Sugito, bahkan katanya untuk menutup akses penculik ke luar daerah, pihaknya meminta bantuan Mabes Polri.       

      Malahan selama ini pun, warga di Kecamatan Wanaraja ikut serta membantu mencari Annisa, dan mereka mengaku akan langsung melapor kepada keluarga Annisa dan aparat kepolisian, jika  menemukan anak yang ciri-cirinya mirip dengan Annisa.


      Sementara itu, ditengah upaya pencarian Annisa, mengemuka informasi indikasi terjadinya kasus serupa di lokasi lainnya, sehingga aparat penegak hukum mengharapkan agar masyarakat jangan panik dan mudah percaya sebelum benar-benar terbukti.

      Selain itu, tetap mewaspadai serta mengawasi anak-anak yang masih balita jika bermain di luar rumah. *** (John). 




KAMPUNG  DUKUH  SEGERA  DIPROSES  MENJADI  CAGAR  BUDAYA

Garut News, (11/6).

     Kampung masyarakat adat Dukuh di Desa Cijambe Kecamatan Cikelet, sekitar 140 km arah selatan dari pusat Kota Garut, akan segera diproses menjadi cagar budaya.

      Karena selama ini tidak terdapat Surat Keputusan (SK) Bupati mengenai hal itu, sehingga kondisi sosial kemasyarakatannya dinilai masih sangat memprihatinkan, ungkap Ketua Komisi D DPRD Garut, dr H. Helmi Budiman, Jumat.

      Maka jajaran Komisinya akan segera menggelar rapat kerja dengan dinas teknis terkait, karena kesulitan yang dihadapi warga tradisional tersebut, sangat memerlukan perhatian dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, katanya.

     Meski produk kearifan budayanya harus tetap terpelihara dan eksis, namun kondisi sosial masyarakatnya jangan justru terus-menerus terbelakang, menyusul selama ini masih langka yang bisa melanjutkan pendidikan ke SMP dan SMA/SLTA apalagi ke perguruan tinggi.

     Kondisi itu, juga diperparah kesehatan masyarakat yang langka tersentuh perhatian pemerintah, akibat mereka berlokasi di kawasan terpencil dengan sarana jalan memprihatinkan, jarak sejauh 6 km pun terpaksa harus ditempuh selama enam jam akibat jalan rusak berat. 

      Padahal jika telah memiliki legalitas cagar budaya, secara bertahap bisa mendapatkan dukungan pembangunan sarana dan prasarana fisik, bahkan bisa diwujudkan menjadi obyek wisata hutan bahkan dapat sekaligus dikembangkan menjadi obyek wisata pantai, katanya.

      Sebanyak 40 KK atau 172 penduduk Kampung Dukuh Dalam, serta 70 KK warga Kampung Dukuh Luar tersebut menempati areal seluas 10 hektare, bermata pencaharian utama bertani, beternak ayam, bebek, kambing, domba, kerbau, ikan dan penggilingan padi manual.

     Keunikan yang dimilikinya, berupa keseragaman struktur dan bentuk arsitektur bangunan pemukiman masyarakat, terdiri beberapa puluh rumah yang tersusun pada kemiringan tanah bertingkat, setiap tingkatan terdapat sederetan rumah membujur dari barat ke timur.

    Sebagai penduduk pedesaan dengan pola budaya religi yang kuat, berpandangan hidup berlandas sufisme dengan berpedoman pada Mazhab Imam Syafii.

    Antara lain tidak membolehkan berdinding rumah dari tembok dan atap dari genteng serta jendela dari kaca, serta tidak boleh menggunakan peralatan modern seperti radio, televisi apalagi internet, ungkap pemuka warga adat setempat H. Daud Mokhamad Komar, menambahkan.

    Peralatan makan dan minum pun terbuat dari kayu atau bambu tua, sedangkan seni budayanya antara lain debus, serupa dengan masyarakat adat Baduy Dalam dan Baduy Luar di Kenekes Provinsi Banten.
***** (John)


MASYARAKAT   ADAT   DUKUH   TERHARU   DIDATANGI   DPRD Garut News, (10/6).    

     Masyarakat adat Kampung Dukuh Dalam dan Dukuh Luar di Desa Cijambe Kecamatan Cikelet, sekitar 140 km arah selatan dari pusat Kota Garut, sangat bangga dan terharu didatangi kalangan DPRD kabupaten. 
    

     Seluruh warga tradisional yang bermukim pada areal 10 hektare, dengan menempati 42 rumah itu, menyambut ramah kedatangan anggota dewan dari Komisi D yang antara lain membidangi Pendidikan dan Kesehatan itu, ungkap tokoh pemudanya Yayan Hermawan(46), Kamis.
    

     Sehingga nyaris setiap kepala keluarga (KK), menyampaikan beragam aspirasi dan keluh-kesahnya masing-masing kepada wakil rakyat dari Komisi D, yang diketuai dr H. Helmi Budiman, Rabu (9/6) lalu.
    

     Yayan Hermawan mengaku, seumur hidupnya bahkan selama ini, baru sekali ini perkampungannya disinggahi para anggota dewan, sehingga merasa menyerupai mendapatkan durian runtuh maupun ketiban bulan, katanya.
    

     Karena selama ini pun, sebelumnya sama sekali tak menyangka akan di datangi kalangan legislatif kabupaten, maka seluruh warga adat merasa bangga dan terharu, maka diharapkan aspirasi masyarakatnya didengar dan dilaksanakan, ungkapnya dengan nada lirih.
     

     Sebanyak 40 KK atau 172 penduduk Kampung Dukuh Dalam, serta 70 KK warga Kampung Dukuh Luar tersebut, bermata pencaharian utama bertani, beternak ayam, bebek, kambing, domba, kerbau, ikan dan penggilingan padi manual.

     Keunikan yang dimilikinya, berupa keseragaman struktur dan bentuk arsitektur bangunan pemukiman msyarakat, terdiri beberapa puluh rumah yang tersusun pada kemiringan tanah bertingkat, setiap tingkatan terdapat sederetan rumah membujur dari barat ke timur.

    Sebagai area pedesaan dengan pola budaya religi yang kuat, yang berpandangan hidup berlandas sufisme dengan berpedoman pada Mazhab Imam Syafii.

    Antara lain tidak membolehkan berdinding rumah dari tembok dan atap dari genteng serta jendela dari kaca, serta tidak boleh menggunakan peralatan modern seperti radio, televisi apalagi internet, ungkap pemuka warga adat setempat H. Daud Mokhamad Komar, menambahkan.

    Peralatan makan dan minum pun terbuat dari kayu atau bambu tua, sedangkan seni budayanya antara lain debus, sebagaimana masyarakat adat Baduy Dalam dan Baduy Luar di Kenekes Provinsi Banten.
***** (John)

WARGA   MALANGBONG   DESAK  PEMEKARAN  WILAYAH 
Garut News, (9/6).
    

     Sekurang-kurangnya
80 pemuka masyarakat beserta 23 Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut, berdatangan ke kantor kecamatan setempat Selasa (8/6) lalu, kembali mendesak segera dilaksanakan pemekaran wilayahnya.    

     Mereka mengaku sangat kesal, menyusul tak adanya kepastian pemekaran padahal telah dirintis sejak sepuluh tahun lebih, ungkap Kepala Desa Kutanagara, Aay Syarif Hidayat.
    

     Dia menegaskan, pemekaran di wilayahnya merupakan harga mati yang tidak bisa ditangguhkan hingga tahun depan, katanya.
    

     Menurutnya, sejak pemerintahan Bupati Agus Supriadi, proses pemekaran Kecamatan Malangbong hampir terlaksana, bahkan ibukotanya pun telah ditentukan, tetapi kini malahan semakin mengambang atau tak ada kejelasan, malahan nyaris terdapat upaya memetieskannya.


     Ungkapan senada juga dikemukakan salah seorang tokoh masyarakat, Ayi Bukhori dan mengingatkan Kecamatan Malangbong sulit berkembang jika tak dimekarkan.

      Karena jumlah desa di Malangbong mencapai 23, berpenduduk sekitar 117.000 jiwa, namun alokasi anggaran kegiatan nyaris disamakan dengan kecamatan yang hanya memiliki lima desa, seperti Kecamatan Kersamanah.

      Kecamatan Malangbong tahun ini hanya mendapatkan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Desa Mandiri Rp3 miliar, atau sama dengan dana PNPM yang diperoleh di. Kersamanah.

     Pada pertemuan yang dihadiri unsur Muspika itu, mengemuka pula Malangbong direncanakan akan dimekarkan menjadi tiga kecamatan, terdiri  Kecamatan Malangbong Utara, Selatan dan Malangbong Barat, yang masing-masing memiliki delapan desa.

      Camat setempat, Dadeng Thamrin merespon keinginan sejumlah tokoh dan kadesnya agar  pemekaran bisa dipercepat.

     “Kami hanya bisa mengajukan ke tingkat kabupaten, yang juga sudah diagendakan bahkan . saat ini sedang dibahas di DPRD, katanya. **** (John).


KALANGAN  LEGISLATIF  TOLAK  PEMKAB  JUAL  BELIKAN  ASET
Garut News, (8/7).
    

     Kalangan Legislatif di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menolak keras Pemkab setempat memperjual-belikan aset milik daerah, berupa tanah seluas 26 hektare di kawasan Margawati, kepada Pemerintah Provinsi Jabar.

      Ketua Komisi A DPRD setempat membidangi Pemerintahan, Nono Kusyana mengingatkan, Selasa, sama sekali tidak terdapat istilah jual-beli antara Pemkab Garut dengan Pemprov Jabar.     

     Karena berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tidak mengharuskan peristiwa seperti itu, sehingga perlu ditempuh mekanisme yang sah berdasarkan hukum, katanya.
    

     Bahkan jika memungkinkan pun, diperlukan pula mekanisme secara lelang atau jika perlu dihibahkan, imbuh Nono Kusyana.
    

     Namun dia juga menegaskan, daripada aset berupa tanah tersebut diperjual belikan, lebih baik dikelola sendiri oleh Pemkab Garut atau dimanfaatkan untuk fasilitas lain, yang bernilai ekonomi maupun yang manfaat besar bagi masyarakat umum.
    

     Diantaranya untuk gelanggang olahraga, lokasi wisata dan lain sebagainya, meski selama ini dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat, untuk pembudidayaan potensi unggulan
”domba Garut”.      

     Sebelumnya proses pengalihan aset daerah itu, dijadikan salah satu nota pengantar Bupati Aceng H.M Fikri pada beberapa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Garut, yang selama ini dibahas kalangan legislatif setempat.
     

     Namun saat rapat paripurna pandangan umum setiap Fraksi DPRD, Raperda Tentang Pengalihan Aset Daerah ini mendapat penolakan keras.
    

     Sehingga, sejak Senin (7/6) pagi hingga pukul 22.00 WIB sama sekali belum diperoleh kesepakatan maupun persetujuan tentang rencana pengalihan aset milik daerah tersebut, kalangan DPRD hingga Selasa siang masih bersikeras melakukan penolakannya
.
**** (John).



ANJING  GILA  KEMBALI  MENYERANG  LIMA  WARGA  CISOMPET
Garut News, (4/6).

     Seekor anjing gila kembali menyerang lima warga di Kecamatan Cisompet Kabupaten Garut, Jawa Barat, meski tak menelan korban jiwa namun amukannya melukai lima korban yang terpaksa dirawat di Puskesmas setempat.

     Luka kelima korban kondisinya nyaris sama,  akibat cengkraman dan gigitan pada paha atas dan bawah sepanjang 1 cm, sehingga mereka disuntik vaksin anti rabies (VAR) kemudian diharuskan berobat ke puskesmas, ungkap Camat Cisompet, U. Haerudin saat dihubungi, Jumat.

      Sedangkan kelima korban itu, terdiri Ikin(50), Suparta(60) dan Apud(60) ketiganya penduduk Desa Cisompet, disusul Yani dan Esin keduanya warga Desa Sukamukti.

     Maka selama empat hari terakhir, korban gigitan tersebut telah mencapai delapan warga, karena sebelumnya tiga penduduk juga diserang dan digigit hewan itu, yakni Tresa(11) dan Amar (14) keduanya warga Kampung Datar Kenal Desa Cisompet serta Ade(50) asal  Kampung Keluwih Desa Sukamukti.

     Camat menyerukan agar seluruh warganya melalui para kepala desa melakukan pendataan anjing liar atau yang terdapat pemiliknya, supaya bisa segera diperiksa dan di vaksin, katanya.

      Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Peteriner (Kesmapet) pada Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakanla) setempat, Ir Dida Herdiana Endang mengatakan, sejak kasus gigitan anjing gila terjadi, tim dari Disnakanla turun ke lapangan melakukan penanganan, katanya pula. **** (John).

Picture
Bupati Lantik Kadishub Garut (Foto : Informatika)
MLENIK  MAUMERIADI    JADI    KADISHUB    GARUT
Garut News, (4/6).

     Drs Mlenik Maumeriadi, M.Si, Jumat sore mengucapkan sumpah dan janji serta dilantik menjadi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, menggantikan pejabat lama H. Hilman Faridz, SE, M.Si.

     Pejabat baru sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum Setda setempat, sedangkan pejabat lama saat ini menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Garut.

     Pengambilan sumpah dan pelantikan oleh Bupati Aceng H.M Fikri di Gedung Pendopo Kabupaten itu, bersamaan dengan enam pejabat eselon dua lainnya, serta 65 pejabat eselon tiga serta empat pejabat fungsional.

     Perhelatan tersebut, juga disaksikan Wakil Bupati Rd Diky Candra, Sekda Hilman Faridz, kalangan Muspida dan undangan lainnya.

     Suasana pada Gedung Pendopo Kabupaten beserta pelatarannya, sarat pula dipenuhi kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta elemen masyarakat lainnya. ****(John).

EROM  GANTUNG  DIRI  AKIBAT  PENYAKIT 
TAK  KUNJUNG  SEMBUH 

Garut News, (2/6).
    

     Erom(70), warga Kampung Sarjambe di Desa Cangkuang Kecamatan Leles Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu diketemukan tewas mengenaskan menggantung diri, akibat putus asa menderita gastritis (penyakit magh) kronis, yang selama ini tak kunjung sembuh.
    

     Kepala Bagian Informatika Setda setempat Drs Dik Dik Hendrajaya, M.Si menyatakan, korban tewas itu antara lain meninggalkan seorang istri serta akhli waris lainnya.
    

     Sejak ditemukannya korban tewas akibat gantung diri itu, pada pukul 09.00 WIB masih menimbulkan kehebohan warga sekitarnya, yang semula sama sekali tak menyangka pria berusia lanjut tersebut nekat mengakhiri hayatnya dengan cara tidak bagus, ungkap para tetangga korban termasuk Usman Sudirman(34).
    
     Padahal katanya, di wilayah tersebut, terdapat Puskesmas yang bisa dijadikan sarana pengobatan atau penyembuhan jenis penyakit apapun, bahkan jika perlu minta rujukan ke RSUD dr Slamet Garut dengan memanfaatkan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), katanya.
    

     Sedangkan aparat kepolisian setempat, hingga kini masih melaksanakan serangkaian penyelidikan  untuk memastikan motip korban nekat bunuh diri, yang  kini diduga kuat akibat putus asa penyakit gastritis kronis yang dideritanya tak kunjung sembuh. *** (John)

 
RATUSAN  WARGA  CIBATU  TERANCAM 
BENCANA  TANAH  LONGSOR

Garut News, (2/6).
    

      Ratusan warga Desa Padasuka di Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga kini masih terancam bahaya digerus bencana tanah longsor dari ketinggian ratusan meter bukit Cigalumpit.
 
    

      Bukit terjal tersebut, belum lama ini mengalami longsor, sehingga dampak gerusannya hanya menyisakan dua ratus meter dari pemukiman penduduk, sehingga perlu segera diantisipasi sebelum terjadinya longsor susulan dengan pembangunan tanggul maupun keermeer yang permanen, ungkap warga setempat termasuk Hanafiah(36), Rabu.
****(John). 



PEGAWAI  PEMKAB  GARUT  DISIBUKAN 
PENGUMPULAN  BIO  DATA

Garut News, (2/6).
    

     Nyaris seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Garut, kini kembali disibukan pengumpulan bio data kepegawaiannya masing-masing, mengakibatkan kinerja pelayanan publik mereka selama sepekan terakhir terganggu.
    

     Padahal kegiatan serupa selama ini kerap dilaksanakan, sesuai dengan permintaan Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) setempat, ungkap beberapa pegawai dengan nada kesal, Rabu.
    

     Pegawai lainnya berpendapat, seringnya pihak BKD meminta pengumpulan bio data kepegawaian, diindikasikan kuat akibat tak profesionalnya institusi kepegawaian itu mengelola, menata serta mendokumentasikan dokumen penting seluruh pegawai, katanya.
    

     Sehingga kalangan pegawai Pemkab dan Setda Garut, sering disibukan proses pengumpulan bio data, yang nyaris setiap tahunnya berlangsung, selain itu terbebani biaya penggandaan dokumen yang harus dilampirkan diantaranya Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS dan lain sebagainya.
     

     Kepala BKD Kabupaten Garut, H. Djadja Sudardja, M.Si saat berulangkali dihubungi untuk mengklarifikasikan keluhan pegawai tersebut, namun pesawat selulernya sama sekali tak diaktifkan. **** (John).


RUMAH   DAN   MADRASAH   DI   GARUT   TERSAMBAR   PETIR Garut News, (1/6).     

     Sebanyak 40 warga Kampung Dungusari RT. 01/09 di Desa Wanakerta Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang tengah mengikuti pengajian rutin di kediaman Ust. Asep(39) panik, akibat rumah dan madrasah tempat mereka berada tersambar petir.
    

     Peristiwa yang berlangsung Senin (31/5) lalu itu, meski tak menelan korban jiwa namun antara lain menghancurkan dua jendela kaca, atap dapur, serta sebagian kuda-kuda dan atap madrasah hancur, dengan total kerugian sekurang-kurangnya mencapai Rp15 juta, ujar pemiliknya, Selasa.
***(John).


KURSI  BEKAS  DITEMUKAN  DI  DALAM  GORONG  DRAINASE
Garut News, (1/6).
    
    
     Ketika gorong drainase yang melintasi bundaran Jl. Guntur di Kecamatan Garut Kota dibersihkan untuk diperbaiki petugas mitra kerja Dinas Binamarga, selain terdapat banyak tumpukan sampah juga ditemukan  kursi bekas, yang selama ini menyumbat aliran air.


     Sehingga sekitar lokasi bunderan depan bekas Pabrik Tenun Garut (PTG) tersebut, selama ini kerap digenangi limpahan air, setiap diguyur hujan deras yang juga berdampak terjadinya kemacetan arus lalu lintas, ungkap salah seorang mitra Bina Marga setempat, Arif, Selasa.

     Sedangkan proses pembersihan dan perbaikannya, berlangsung sejak Sabtu (29/5) lalu yang dilakukan secara bertahap masing-masing pada satu jalur ruas jalan agar tidak  menyumbat arus lalu lintas, katanya.

      Dia mengatakan, perbaikan bisa berlangsung selama sepekan dengan meninggikan permukaan badan jalan yang melintasi gorong drainase tersebut, sehingga diharapkan tak terjadi lagi luapan banjir, apalagi kursi bekas yang menyumbatnya telah dimusnahkan, ungkap Arif.**** (John).


Picture
Deputi Bidang Pembinaan Kearsipan Arsip Nasional RI, Gina Masudah Husni Memberikan Seperangkat UU No.43/2009 Tentang Kearsipan Kepada Sekda Garut (Foto : Ahmad Informatika)
DEPUTI   KEARSIPAN :   ARSIP   ASET   PALING   BERHARGA   NEGARA
Garut News, (31/5).

     Deputi Pembinaan Kearsipan Arsip Nasional RI, Gina Masudah Husni menyatakan dari semua aset negara, arsip aset paling berharga ia merupakan warisan nasional dari generasi ke generasi yang perlu dipelihara dan dilestarikan.

    Bahkan tingkat peradaban suatu bangsa, dapat dilihat dari pemeliharaan dan pelestarian terhadap arsipnya, katanya di Garut, Senin mengutip ungkapan Sir Arthur Doughty (1924), pada sosialisasi Undang-Undang RI Nomor 43/2009 Tentang Kearsipan, yang menggantikan Undang-Undang Nomor 7/1971 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan.

    Dia mengemukakan, tanpa arsip, suatu bangsa akan mengalami sindrom amnesia kolektif dan akan terperangkap dalam kekinian yang penuh ketidak pastian, karena itu tidaklah akan terlalu keliru jika dikatakan bahwa kondisi kearsipan nasional suatu bangsa, dapat dijadikan indikasi dari kekukuhan semangat kebangsaannya (Moerdiono, 1996).

    Sehingga dasar filosofis, sosiologis dan yuridisnya, antara lain arsip sebagai identitas dan jati diri bangsa, sebagai memori, dan bahan pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara harus dikelola dan diselamatkan oleh negara dalam rangka mempertahankan NKRI dan mencapai cita-cita nasional, tegas Gina Masudah Husni.

    Sehingga kegunaan arsip, sebagai darah kehidupan organisasi, tulang punggung organisasi, manajemen (perencanaan, pelaksanaan, pengawasan), sumber utama untuk pengambilan keputusan, penelitian dan lain-lain, juga sebagai bukti akuntabilitas kinerja organisasi dan aparatur, memori organisasi, identitas organisasi serta sebagai bukti sejarah.

    Namun kondisi kearsipan nasional saat ini, belum menjadi rujukan pemerintah/ masyarakat sebagai sumber informasi, belum optimalnya fungsi unit kearsipan pada lembaga negara dan badan pemerintahan pusat, dan belum optimalnya fungsi lembaga kearsipan pemerintahan daerah provinsi dan kabupaten/kota.

    Selain itu, pelaksanaan kearsipan belum dilaksanakan secara profesional, masih banyak lembaga negara dan badan pemerintah pusat dan daerah yang belum memiliki Jadwal Retensi Arsip, bidang kearsipan belum memanfaatkan teknologi dan informasi secara optimal, masih terdapat arsip yang memiliki nilai kebangsaan tidak berada di lembaga kearsipan, serta masih belum ditertibkannya dokumen Aset instansi.

    Sedangkan ketentuan dan pengaturan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kearsipan masih bersifat parsial dan tersebar dalam berbagai peraturan perundang-undangan, terdiri UU no. 24/2007 Tentang Penanggulangan Bencana, UU No. 11/2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), UU No. 14/2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta UU No. 25/ 2009 Tentang Pelayanan Publik.

    Deputi juga mengingatkan, kini memprioritaskan program pengelolaan Arsip Masuk Desa (AMD), yang dikhususkan karena masih banyak aset desa yang akan ditertibkan sejalan dengan adanya pengangkatan Sekretaris Desa sebagai PNS, juga desa sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

    Sementara itu Bupati Garut Aceng H.M Fikri yang diwakili Sekda, H. Hilman faridz antara lain menyatakan, diperlukannya pengelola arsip daerah menjalin kerjasama dengan Arsip Nasional RI (ANRI), dalam melaksanakan pengembangan sistem kearsipan hingga ke tingkat desa, katanya. *** (John)

SEKDA  GARUT  BERKOORDINASI  CEGAH  EKSODUS  IMIGRAN  AFGHANISTAN
Garut News, (31/5).

      Sekda Garut H. Hilman Faridz, SE, M.Si menegaskan, segera berkoordinasi dengan kalangan Muspida  untuk mencegah terjadinya eksodus imigran ilegal asal Afghanistan yang menyeberang ke Australia dari pantai Garut selatan.

    Menyusul kuatnya kecurigaan, bentangan pantai Garut selatan sepanjang 83 km lebih bisa dijadikan lokasi penyeberangan para imigran gelap tersebut, meski selama ini di kawasan itu terdapat Koramil, Polsek serta Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) termasuk kerap didatangi personil TNI-AL, ungkap Sekda, Senin.

    Dia menilai wilayah ini, juga sangat strategis sebagai zona ekonomi eklusif (ZEE), yang selama ini pula sering didatangi maupun dikontrol aparat penegak hukum dari Pangandaran dan Sukabumi dibawah koordinasi Polda Jawa Barat, katanya.

    Sedangkan kuatnya kecurigaan bisa dijadikannya lokasi penyeberangan imigran gelap, karena adanya laporan dari beberapa nelayan di Kecamatan Cibalong, yang pernah melihat beberapa orang asing menaiki perahu nelayan ke lepas pantai kemudian berpindah menaiki kapal motor.

    Masih menurut Sekda Hilman Faridz, sedangkan peristiwa sekitar 11 tahun lalu, adanya manusia perahu asal Irak yang mendarat di pantai Garut selatan, akibat kapal motor yang mereka naiki terhempas kuatnya arus ombak dan terdampar di pesisir pantai saat menuju Australia, katanya.

    Namun apapun kini fenomenanya tetap diwaspadai dan akan dilakukan pengawasan sangat ketat, agar wilayah Kabupaten Garut tak pernah kecolongan dijadikan lokasi transit para imigran ilegal dari manapun, tegas Hilman. ****(John).


PEMKAB   GARUT   SEGERA   TERTIBKAN   PENAMBANGAN   ILEGAL

Garut News, (31/5).

     Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, H. Hilman Faridz, SE, M.Si menegaskan akan segera menertibkan berbagai aktivitas penambangan ilegal di daerahnya.

      Sehingga akan segera dilakukan inventarisasi ke setiap lokasi penambangan emas, untuk mengetahui jumlah masyarakat yang terlibat serta tingkat kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya, sedangkan upaya penindakannya akan melibatkan tim gabungan antara lain terdiri aparat penegak hukum, katanya, Senin.

      Para penambang ilegal tersebut, inisiator dan pemodalnya umumnya warga asal luar Kabupaten Garut sedangkan warga setempat hanya berprofesi sebagai buruh, namun diindikasikan warga setempatlah yang dikedepankan atau dibenturkan kepada aparat yang akan melakukan penertibannya selama ini.

      Sehingga kondisi yang memprihatinkan tersebut, akan segera ditertibkan sekaligus dilaksanakan kajian mengenai potensi emas yang terkandung pada setiap lokasi penambangan liar itu, ungkap Sekda.

     Karena dipastikan pula berlangsung proses pencucian tanah yang telah ditambang, dengan memanfaatkan zat kimia yang bisa menghasilkan limbah mercuri, sehingga dapat mencemari lingkungan sekitarnya.

     Selain itu, lokasi penggaliannya pun dipastikan pula tak dilakukan rehabilitasi kembali mengakibatkan semakin banyaknya lubang bekas galian, yang dapat menimbulkan bencana tanah longsor serta banjir lumpur, jika diguyur hujan berintensitas tinggi secara terus-menerus. **** (John).


BUNDARAN   GUNTUR   KOTA   GARUT   TERENDAM   BANJIR
Garut News, (24/5).

     Kawasan bundaran Jl. Guntur Kota Garut hingga menjelang Senin siang masih terendam banjir, yang bersumber dari luapan air drainase kiri dan kanan perempatan ruas jalan sekitarnya.

    Genangan air setinggi puluhan centi meter yang mengepung tugu adipura itu, selain mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas, juga menyebarkan berserakannya beragam jenis sampah bahkan terdapat beberapa pengendara speda motor yang mogok di tengah jalan.

    Kepala Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten setempat, Ir Deni Suherlan saat ditemui mengaku akan segera membenahi kondisi drainase pada lintasan ruas jalan itu.

    Meski akan dilaksanakan secara berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga kabupaten, karena selain banyak disesaki sampah juga kapasitas saluran airnya itu bervolume relatif kecil, sehingga kapasitasnya tak mampu menampung luapan air saat diguyur hujan deras, katanya.

    Maka peristiwa serupa kerap terjadi, terutama jika berlangsung hujan deras cukup lama padahal lokasinya terdapat di kawasan pusat perkotaan.

    Dampak bundaran Guntur terendam banjir, mengakibatkan lintasan jalan sepanjang ratusan meter hingga samping lapangan Merdeka Keerkhof menjadi becek dan licin, malahan membahayakan keselamatan para pengguna jasa ruas jalan. **** (John)

TIGA  WARGA  GARUT  DIGIGIT  ANJING  DIDUGA  RABIES
Garut News, (29/5).

     Tiga warga Kabupaten Garut di Kecamatan Cisompet, menjadi korban gigitan anjing diduga rabies, dua diantaranya penduduk Kampung Datar Kenal Desa Cisompet dan seorang warga Kampung Keluwih Desa Sukamukti.

    Kepala Bagian Informatika Setda setempat, Dik Dik Hendrajaya serta Camat Cisompet, U. Haerudin menyatakan, Sabtu kasus gigitan pertama dialami Tresa(11) binti Dede Jamaludin pada Jumat (28/5) sekitar pukul 18.00 WIB mengalami luka pada bagian paha atas paha kiri sepanjang 1 cm.

    Satu jam kemudian korban berikutnya Amar(14), kaki kanannya luka sepanjang 1 cm serta mengalami luka gores di punggung, kemudian Sabtu hewan yang sama menggigit Ade(50) mengakibatkan luka robek sepanjang 3 cm pada pergelangan tangan kanan.

    Hewan yang menggigit ketiga korban tersebut, hingga kini masih terus dilakukan pencarian ke setiap desa dan perkampungan di wilayah Kecamatan Cisompet, menyusul banyaknya warga yang memelihara anjing untuk berburu di hutan.

    Namun hewan peliharaan itu, sebagian besar tidak dikandangkan melainkan dibiarkan berkeliaran untuk kemudian sewaktu-waktu diajak berburu.

    Bahkan banyak pemiliknya, yang sengaja menyembunyikan peliharaannya tersebut jika petugas Dinas Peternakan hendak memberikan suntikan anti rabies, karena suntikan anti rabioes dinilai bisa menurunkan produktivitas berburu, yakni anjing menjadi lesu selama beberapa hari, katanya. *** (John).


MABES   POLRI   IDENTIVIKASI   KEBAKARAN   PASAR   LELES   GARUT
Garut News, (28/5).    

      Camat Leles Drs Yaya Warya menyatakan, Jumat diagendakan hari ini tim dari Mabes Polri akan mengidentivikasi kasus kebakaran pasar tradisional Leles, yang terletak pada lintasan jalan provinsi Garut - Bandung.
 
     

     Rencana pelaksanaan identivikasi tersebut, berdasarkan koordinasi dengan Kapolsek termasuk jajaran Muspika setempat, sedangkan jumlah kios terbakar yang semula dilaporkan 400 unit lebih dari 411 seluruh kios, karena penghitungannya dilakukan dalam kondisi panik, katanya.
    

     Sedangkan dari hasil inventarisasi ulang, terdapat 156 kios beserta isinya yang ludes terbakar, 39 los serta sebuah mushola, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp1 miliar, namun kepastian penyebabnya masih belum diketahui, ungkap Camat Yaya Warya.
     

     Pihaknya pun akan segera mengumpulkan foto copy kartu tanda penduduk 156 pemilik kios dan 39 los pasar, untuk dilampirkan pada surat resmi pengajuan bantuan stimulan, akibat terbakarnya bagian tengah komplek pasar Leles, Kamis (27/5), yang menyediakan beragam komoditi dagangan termasuk kelontongan.
 

     Sementara itu, banyak diantara pemilik kios yang terbakar bersama warga setempat, sejak Jumat pagi banyak yang membersihkan lokasi bekas kebakaran, serta memungut barang-barang yang mereka nilai masih bisa dimanfaatkan.

     Kobaran api bisa dipadamkan setelah berlangsung sekitar dua jam, dengan mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran (Damkar), Satpol-PP Kecamatan, Anggota Koramil serta unsur masyarakat setempat lainnya.   
 

     Sumber lainnya juga menyebutkan, banyaknya kasus kebakaran di Kabupaten Garut selama ini, nyaris tak pernah diketahui secara umum atau misteri mengenai penyebab utamanya, meski setiap terjadi peristiwa tersebut kerap dilaksanakan berbagai penelitian dan identivikasi, katanya.
*** (John).       

 

 

 

 

Picture
Kebakaran Pasar Leles Garut (Foto : Erwin R. Widiagiri)
PENYEBAB   KEBAKARAN   400 KIOS   PASAR   BELUM   DIKETAHUI
Garut News, (28/5).

     Kepastian penyebab utama serta kerugian terbakarnya sekitar 400 kios pasar di Kecamatan Leles, 13 km arah barat dari pusat Kota Garut, Kamis (28/5)  hingga Jumat pagi masih belum diketahui.

    Namun terbakarnya ratusan kios pada bagian tengah komplek pasar tersebut, sempat memacet totalkan arus lalu lintas, yang diperparah pula kemacetan arus lalu lintas sejak pada lintasan Parakan Muncang akibat terjadinya perbaikan ruas jalan, ungkap Kepala Bagian Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, M.Si.

    Sementara itu, upaya penanggulangan terbakarnya pasar tradisional di Kecamatan Pameungpeuk pun, 96 km arah selatan dari pusat Kota Garut, hingga kini masih menunggu bantuan stimulan dari Pemkab setempat, untuk membangun kembali 208 kios milik pedagang yang ludes terbakar pada 5 Maret lalu.

    Meski terdapat beberapa kios yang telah dibangun pemiliknya, namun sebagian besar masih menempati lokasi pasar darurat pada areal bongkar-muat barang, sehingga kini sangat sulit ditertibkan akibat belum adanya bantuan stimulan tersebut, ungkap Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasai dan UKM setempat, Nul Harif.

    Dari 208 kios yang telah rata dengan tanah itu, terdiri 14 kios tipe A, 162 tipe B serta 32 tipe C, menelan kerugian sekurang-kurangnya Rp2,08 miliar, belum termasuk kerugian harta benda lainnya termasuk barang di dalam kios, katanya.

    Kepala Seksi Kebersihan dan Sarana Bidang Pasar, Diat Supriatna menyatakan sejak 8 Maret 2010 telah mengirimkan surat resmi tentang permohonan bantuan untuk 86 pemilik kios yang ludes terbakar tersebut, kepada Bupati Garut.

    Kabupaten Garut juga masih dihadapkan berbagai permasalahan pasar, antara lain akan kembali dibangunnya pasar tradisional di Kecamatan Cibatu, yang Kamis (27/5) telah mendapatkan persetujuan DPRD, ujar Dik Dik Hendrajaya, menambahkan. **** (John)


PENGELOLA   RSBI   SMPN   HARAPKAN   BANTUAN   PEMKAB   GARUT
Garut News, (28/5).

    Pengelola Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMPN 1 Garut, yang merupakan sekolah RSBI pertama di Kabupaten Garut, sangat mengharapkan adanya bantuan dan peran serta Pemkab setempat.

    Karena selama tiga tahun terakhir, selain hanya mengandalkan pasokan bantuan dari Pemerintah Pusat (Kemendiknas) juga dikembangkan dari peran serta orang tua siswa maupun swadaya masyarakat, sedangkan dari Pemkab Garut sama sekali belum ada kepedulian yang jelas, tegas Ketua Komite SMPN 1 Garut, Drs H. Abdul Muis, Jumat.

    Padahal lulusan RSBI SMPN 1 Garut, terdapat diantaranya yang bisa melanjutkan pendidikan formalnya di Melbourne Australia serta pada kelas RSBI dan akselerasi SMAN unggulan di Kabupaten Garut, Bandung serta pada kota kota besar lainnya.

    Kelas akselerasi SMA di Indonesia ini, jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari tangan, menyusul penerapan proses belajar-mengajarnya maupun pembelajarannya hanya berlangsung selama dua tahun, ungkap Abdul Muis.

    Pada 5 Juni mendatang RSBI SMPN 1 Garut, menjadi tuan rumah pertemuan para pengelola RSBI angkatan pertama di Indonesia, yang akan dihadiri sekurang-kurangnya 200 peserta antara lain membahas kesamaan persepsi pengelolaannya.

    Juga dibahas formulasi metode pembelajaran serta upaya pengembangan RSBI ke depan, dengan pembicara ilmiah dari beberapa pakar pendidikan nasional, katanya.

    Dalam rangkaian perhelatan tersebut, diperbincangkan pula peran pemerintah daerah setempat, termasuk Pemkab Garut yang selama ini masih belum ikut berperan serta secara faktual terutama berupa bantuan pengembangan fisik dan non fisik RSBI SMPN 1 Garut, tandas Abdul Muis, menambahkan. **** (John)


WARGA   GARUT   KELUHKAN   
MAHALNYA  BIAYA  PENCATATAN  NIKAH

Garut News, (28/5).

     Sebagian warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, terutama yang berdomisili di wilayah kecamatan terpencil dan pedesaan, mengeluhkan mahalnya biaya pencatatan dan akta nikah hingga mencapai Rp500 ribu.

    Padahal kemampuan masyarakat miskin yang hendak menikahkan anaknya, berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, ungkap warga Desa Singajaya di Kecamatan Singajaya, 65 km arah selatan dari pusat Kota Garut, termasuk Mohammad Haris(45), Jumat pagi.

    Ditemui terpisah di Garut, seorang pejabat di lingkungan Kementerian Agama pada Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Jawa Barat, Drs H. Abdul Muis menyatakan kecewa mahalnya biaya pencatatan dan akta nikah tersebut, karena Keputusan Menteri Agama (KMA) mengenai hal itu telah cukup lama dicabut.

    Dia mengingatkan, pencetakan akta nikah hanya dilaksanakan oleh Kementerian Agama, meski terdapat biaya penggantian yang harus disetorkan ke negara namun nilainya sekitar Rp75 ribu, sehingga wajar jika masyarakat memberikan dana kepada petugas pencatat di desa atau kelurahan sebesar Rp150 ribu.

    Atau Rp200 ribu jika pada hari libur atau hari-hari besar lainnya, namun jika nilainya mencapai Rp500 ribu, Abdul Muis berpendapat keterlaluan, katanya.

    Petugas pencatat nikah yang langsung memberikan akta nikah itu, selama ini oleh penduduk di Provinsi Jawa Barat dikenal dengan sebutan "Lebe", yang kerap terdapat keluhan masyarakat tentang Lebe yang terlambat datang atau sama sekali tak mau datang ke acara pesta pernikahan.

    Kondisi itulah, yang sangat dikhawatirkan masyarakat sehingga mereka berupaya memenuhi permintaan Lebe berupa dana Rp500 ribu, meski biaya sebesar itu dirasakan masyarakat miskin sangat memberatkan, ungkapnya.

    Padahal syahnya pernikahan dari pasangan calon suami-istri, yang beragama Islam sesuai yang dipenuhi berdasarkan rukun nikah, sedangkan pencatatan oleh negara yang langsung ditandai dengan pemberian akta nikah bisa dilaksanakan belakangan.

    Tetapi pemahaman masyarakat selama ini, terutama di pedesaan umumnya merasa tidak afdol jika dalam prosesi pernikahan tak langsung dihadiri Lebe, sehingga kerap terjadi pernikahan menjadi terlambat akibat menunggu dahulu kedatangan Lebe, ujar Abdul Muis.  *** (John)

RATUSAN   BURUH   PABRIK   BULU   MATA   PALSU   KESURUPAN
Garut News, (26/5).

     Ratusan buruh perempuan yang bekerja pada pabrik bulu mata palsu di Kelurahan Pataruman Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu mengalami kesurupan massal.

    Mereka yang bekerja di PT Surya Garut Indah itu, mengalami kesurupan secara berantai yang berlangsung selama satu jam lebih, ketika kembali hendak bekerja setelah istrirahat makan siang, ungkap seorang petugas keamanan pabrik tersebut, Nurodin.

    Peristiwa kesurupan massal ini, semula dialami seorang buruh kemudian merambat pada buruh lainnya yang berada di dalam satu gedung, bahkan dalam sekejap jumlah pekerja perempuan yang kesurupan meningkat tajam hingga mencapai lebih dari seratus.

     Mereka mengamuk dengan kondisi mata merah, sambil menjerit histeris dan melontarkan berbagai ungkapan yang tak jelas maknanya.

    Dalam kondisi panik, pihak pengelola pabrik pun segera mendatangkan seorang tokoh masyarakat setempat, meski banyaknya karyawan kesurupan mengakibatkan yang mengobatinya sangat kewalahan.

    Setelah mulai tenang, maka seluruh karyawan pabrik terpaksa dipulangkan agar tidak terus kembali merembet, ujar Nurodin, menambahkan.

     Sementara itu, Junaedi (32) warga setempat yang mengobati korban kesurupan juga mengaku kewalahan, karena jumlahnya sangat banyak, bahkan banyak diantara korban yang malahan melawan saat diobati, termasuk meludahi dirinya.

    Salah seorang staf kantor mengatakan, korban kesurupan yang terjadi di pabriknya, mayoritas terjadi di bagian farma dan packing, namun dia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kesurupan berantai yang dialami buruh pabrik tersebut, katanya. **** (John).-

KETUA  PMI  GARUT  BANTAH  BERIKAN  DARAH  RITUAL
Garut News, (26/5).

     Ketua PMI Cabang Kabupaten Garut, H. Budiman, SE, M.Si membantah keras jika selama ini Unit Transfusi Darah (UTD) PMI setempat, memberikan donor darah bagi kegiatan ritual manapun.

     Karena setiap penyaluran labu (kantong) darah dari UTD berdasarkan Referal, atau mekanisme aturan main melalui lembaga Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), serta PT. Askes bagi kalangan PNS yang memerlukannya, berdasarkan advice atau resep dokter tempat berobat, katanya.

     Sehingga tak mungkin labu darah UTD PMI diberikan secara sembarangan, selain kepada pasien maupun penderita yang sangat memerlukannya, tegas Budiman menyikapi adanya kemungkinan pihak tertentu yang kerap memerlukan darah untuk kegiatan ritualnya.

     Menurut Budiman, pada Mei ini dari 1.000 labu darah yang diperlukan, bisa terpenuhi 999 labu yang bersumber dari para pendonor.

     Proses pengolahan darah pada UTD PMI Garut, setiap harinya berlangsung selama 24 jam secara terus-menerus dengan memanfaatkan kemasan labu, yang hingga kini masih merupakan barang import, sehingga harganya pun cukup mahal.

     Diharapkan, masyarakat sukarela mendonorkan darahnya melalui PMI, karena selama ini semakin banyak yang mendesak memerlukannya, imbuh Budiman. **** (John)



Picture
Donor Darah Kodim Garut (Foto : Ridwan Mustofa)
WARGA  RAWAN  BENCANA  TAROGONG  BANGUN  TANGGUL  PLASTIK
Garut News, (26/5).

     Ratusan kepala keluarga (KK) penduduk rawan bencana banjir dan longsoran pasir anak gunungapi Guntur, kini membangun tanggul penahan dari 8.000 kantong plastik berisi pasir.

    Mereka pun telah mendapatkan bantuan bahan makanan tanggap darurat serta tikar dan sarana lainnya, dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, melalui Dinas Sosial kabupaten setempat, ujar Camat Tarogong Kaler, Nandang Sulaksana, Rabu.

    Dia mengemukakan, Pemkab Garut telah melaksanakan konsolidasi dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menanggulangi permasalahan utama penyebab bencana banjir dan longsoran lumpur itu.

    Namun penanganannya, kemungkinan mulai bisa dilakukan setelah selesainya musim penghujan, termasuk penanganan lahan kritis sekitar 1.000 hektare di lereng bukit kaki gunungapi Guntur itu.

    Sebab jika ditanggulangi di musim penghujan, bisa kembali tergerus banjir bandang seperti halnya selama ini ruas jalan yang dibenahi masyarakat, kembali tergerus, katanya.

    Camat juga melaporkan, tengah membangun mushola seluas 24 m2 di lingkungan Kantor Kecamatan Tarogong Kaler, secara swadaya murni dengan menelan dana Rp25 juta, yang kini telah mencapai 70 persen selesai, untuk meningkatkan kualitas keimanan aparat setempat. ****(John).-


Picture
Warga Banyuresmi Lumpuh Total Mengharapkan Bantuan Dermawan (Foto : Ridwan Mustofa)
WABUB  :  BANJIR  GUNTUR  AKIBAT  TAK  ADA  RESAPAN
Garut News, (24/5).

     Wakil Bupati Garut, Rd Diky Candra menyatakan, Senin salah satu kemungkinan penyebab banjir di bundaran ruas Jl. Guntur akibat tak adanya tanah resapan di kawasan "Intan Bisnis center" (IBC).

     Sehingga hari ini juga akan berekoordinasi dengan pengelola pusat pertokoan tersebut, untuk segera membuat biopori di lingkungan terbuka IBC tersebut, tegas Diky Candra menyikapi kian meluapnya air yang menggenangi lokasi perempatan ruas jalan itu.

      Dia mengharapkan pula agar warga kota, terutama para pemilik pertokoan, sarana perdagangan serta masyarakat umum tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke dalam parit karena drainase bisa tersumbat dan terjadi luapan air jika diguyur hujan deras, imbuhnya.

     Sehingga setiap pemilik toko dan pengelola berbagai sarana perdagangan, supaya menyiapkan tempat pembuangan sampah organik, non organik serta tempat pembuangan jenis sampah lainnya.

      Sementara itu Kepala Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Cipta Karya (Pertacip), Ir H. Deni Suherlan menyatakan, pihaknya pun secepatnya memproduk tata ruang drainase di perkotaan, sekaligus saat ini melaksanakan pembenahan saluran drainase yang tersumbat dan meluapkan air.

      Sedangkan cukup banyaknya ruas jalan yang berlubang sekitar perkotaan termasuk pada lintasan Jl. Pembangunan, penanganannya merupakan kewenangan Dinas Bina Marga, menyusul selama ini banyak terjadi pengendarana speda motor yang terjatuh terutama pada malam hari atau saat jalan tergenang diguyur hujan. **** (John)


Picture
Banjir di Bundaran Guntur Garut (Foto : Ridwan Mustofa)
BUNDARAN   GUNTUR   KOTA   GARUT   TERENDAM   BANJIR
Garut News, (24/5).

     Kawasan bundaran Jl. Guntur Kota Garut hingga menjelang Senin siang masih terendam banjir, yang bersumber dari luapan air drainase kiri dan kanan perempatan ruas jalan sekitarnya.

    Genangan air setinggi puluhan centi meter yang mengepung tugu adipura itu, selain mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas, juga menyebarkan berserakannya beragam jenis sampah bahkan terdapat beberapa pengendara speda motor yang mogok di tengah jalan.

    Kepala Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Cipta Karya Kabupaten setempat, Ir Deni Suherlan saat ditemui mengaku akan segera membenahi kondisi drainase pada lintasan ruas jalan itu.

    Meski akan dilaksanakan secara berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga kabupaten, karena selain banyak disesaki sampah juga kapasitas saluran airnya itu bervolume relatif kecil, sehingga kapasitasnya tak mampu menampung luapan air saat diguyur hujan deras, katanya.

    Maka peristiwa serupa kerap terjadi, terutama jika berlangsung hujan deras cukup lama padahal lokasinya terdapat di kawasan pusat perkotaan.

    Dampak bundaran Guntur terendam banjir, mengakibatkan lintasan jalan sepanjang ratusan meter hingga samping lapangan Merdeka Keerkhof menjadi becek dan licin, malahan membahayakan keselamatan para pengguna jasa ruas jalan. **** (John)

Picture
Ilham Aji Santoso, Pemeran MAPJ di Taman Satwa Cikembulan (Foto: Pendi Informatika)
RELAWAN   LITHUANIA   DAN   THAILAND                  MOTIVASI   PEMUDA   GARUT
Garut News, (23/5).

     Relawan dari Lithuania, Egli Ozolinliute Madhusen dan Sani (Husen) asal Thailand memberikan motivasi kepada pemuda di Kabupaten Garut, antara lain melalui penyelenggaraan "out bond" di taman wisata Ngamplang, Minggu.  

    Egli, pasca sarjana sosiologi bersama rekannya Husen, antara lain menyajikan permainan simulasi upaya berkreativitas pengembangan diri serta uji coba berinovasi yang bisa mewujudkan produktivitas bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat, ungkap Ny. Susi Budiani dari kelompok pengembangan studi Bahasa Inggris (CDC) di Kampung Panawuan Garut.


    Sebelumnya para relawan itu pun, mempresentasikan program pengembangan kreativitas kepemudaan untuk lingkungan masyarakatnya masing-masing, pada dialog interaktif di radio penyiaran berita "Green Leaves" FM, diselingi hiburan lagu-lagu segar bernuansakan edukatif.

    Selain itu mengangkat potensi pemberitaan yang dinilai bisa memberikan harapan dan motivasi, untuk membangun lingkungan kemasyarakatan ke arah yang lebih baik, diantaranya bidang kesehatan, peningkatan daya beli melalui usaha produktif serta sektor pendidikan non formal.

    Berupa penyelenggaraan diskusi, seminar dan workshop serta pelaksanaan kegiatan lainnya yang dipastikan bisa memberikan pencerahan, ungkap kedua relawan itu. ****    

LONGSOR   DI   LEUWIGOONG   TIMBUN   JALAN   DAN   IRIGASI
Garut News, (21/5).

     Bencana tanah longsor Kamis malam (20/5), pada tiga titik lokasi di Kampung Lempong Tengah, Wetan dan Kampung Patrol Desa Karanganyar Leuwigoong Garut, menimbun ruas jalan sepangan 50 meter serta jaringan irigasi.

    
Sehingga saat ini sangat memerlukan pasokan bantuan alat berat dari Dinas Bina Marga Kabupaten setempat, menyusul pembersihan material longsoran secara manual oleh warga sekitarnya masih belum membuahkan hasil maksimal, ungkap Kepala Bagian Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, Jumat.

    Dua hari sebelumnya, tanah longsor juga menerjang dua rumah warga Kampung Cibodas di Desa Cihaurkoneng Malangbong mengakibatkan rusak berat, menyebabkan pula 47 rumah lainnya terancam tergerus longsor susulan.

    Bahkan lintasan rel kereta api diatas perkampungan itu, juga terancam tergerus tanah longsor jika kondisi saat ini tak segera direhabilitasi, sebagaimana diakui Kepala Desa Cihaurkoneng, Akhmad.

    Sedangkan meski banjir disertai gerusan pasir di Kecamatan Tarogong Kaler telah surut, namun guyuran hujan yang berlangsung semalam mengakibatkan warga lima desa di wilayah kecamatan tersebut tak bisa tidur, ungkap Camat Tarogong Kaler, Nandang Sulaksana.

    Dia mengaku banyak mendapat keluhan warga, antara lain tergenangnya lumbung penyimpanan beras, serta hanyutnya bantal dan kasur tergerus banjir, sementara bantuan logistik dari Dinsosnakertrans belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan korban banjir dan gerusan pasir itu, katanya.
**** (John)


KADINSOSNAKERTRANS :   MICHELE    DIVONIS  
DELAPAN  TAHUN BISA BEREFEK  JERA 

Garut News, (20/5).

     Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, Hj Elka Nurhakimah mengharapkan, adanya amar putusan hakim Pengadilan Kuala Lumpur M Komathy Suppiah terhadap Michele diharapkan bisa berefek jera.

    Karena Michele atau Hau Yuang Tyng(44) terbukti menyiksa pembantunya Siti Hajar asal Kecamatan Limbangan Garut, sehingga juga diharapkan tak terdapat lagi majikan di manapun yang memperlakukan pembentu rumah tangga dengan semena-mena, imbuh Elka menyikapi putusan Pengadilan Kuala Lumpur tersebut, Kamis.

    Sedangkan mengenai amar putusan yang juga menjerat majikan Siti Hajar itu, dengan denda 5 ribu ringgit atau Rp13,25 juta, Elka Nurhakimah mengapresiasinya karena menurut dia merupakan ranah hukum di Malaysia, katanya.

    Sebelumnya Siti Hajar menjaga kedua anak Michele, namun dibalas dengan penyiksaan berakibat luka parah bahkan tak diberi gaji, kemudian Michele didakwa di Pengadilan Kuala Lumpur dengan tuduhan sengaja menyiksa Siti Hajar dengan menyiramkan air panas pada 7 Juni 2009, sekitar pukul 11 pagi dan sembilan malam.

    Dakwaan berikutnya, majikan Siti Hajar sengaja menyebabkan cedera parah pembantunya dengan menggunakan senjata martil yang dapat menyebabkan kematian.

    Serta dakwaan ketiga, Hua Yuan Tyng sengaja menyebabkan kecederaan Siti Hajar dengan menggunakan gunting pada 7 Juni 2009, katanya.

    Majikan Siti Hajar dikabarkan tak langsung masuk penjara karena mengajukan banding, meski ia harus memberikan uang jaminan yang akan ditentukan kemudian oleh pihak pengadilan di Kuala Lumpur, ungkap Elka Nur Hakimah. **** (John)

BANJIR  DI  GARUT  SEMPAT 
RENDAM  125  RUMAH  PENDUDUK

Garut News, (20/5).

     Tingginya curah hujan diatas 45 mm, mengakibatkan banjir sejak Rabu (19/5) pukul 19.00 WIB hingga Kamis pukul 04.30 WIB sempat merendam 125 rumah warga Kabupaten Garut, dengan ketinggian air mencapai satu meter.

    Bahkan banjir dan longsoran pasir yang bersumber dari perbukitan kaki gunung Cikatomas, anak gunungapi Guntur itu, juga merusakan sawah seluas 10 hektare bahkan menghanyutkan ribuan kubik pasir sepanjang 6 km hingga mencapai ruas jalan provinsi Garut-Bandung, ungkap Camat Tarogong Kaler, Nandang Sulaksana.

    Sehingga semalam suntuk warga lima desa yang terendam banjir sama sekali tak bisa tidur, mereka terjaga sambil berupaya mengendalikan aliran arus air berketinggian rata-rata 0,5 meter dari badan jalan, terdiri Desa Panjiwangi, Sukawangi, Mekarjaya, Cimanganten serta Desa Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler, katanya.

    Luapan air yang mulai surut Kamis pukul 04.30 WIB tersebut, juga sempat menggenangi tiga ruang rawat inap VIP Puskesmas Dengan Perawatan (DTP) Tarogong, sehingga ketiga pasiennya nyaris ditenggelamkan termasuk rumah dinas camat pun terendam air berketinggian 60 cm, maka semalam keluarga camat terpaksa melakukan pengungsian.

    Padahal lokasi Puskesmas DTP dan rumah dinas camat, berjarak 6 km lebih dari sumber datangnya air bah, yang menyebabkan pula ruas jalan sepanjang 4 km, yang menghubungkan Desa Sukawangi dan Panjiwangi kini berubah bentuk menjadi lekukan sungai berkedalaman rata-rata satu meter.

    Selain itu terdapat pula 400 halaman rumah penduduk yang masih tegenang air dan limpahan pasir, malahan pasir yang terseret sepanjang 6 km lebih, terdapat yang teronggok di depan rumah penduduk yang sedang membangun rumahnya di Tarogong sehingga pemilik rumah hanya tinggal menyediakan semen, ujar Camat Nandang Sulaksana.

    Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat, Hj. Elka Nurthakimah saat ini memasok bantuan logistik kebutuhan tanggap darurat, tikar, pakaian selimut serta kebutuhan dasar lainnya di Desa Panjiwangi dan Sukawangi.

    Menyusul 75 rumah warga Kampung Cipulus Desa Sukawangi kembali terendam banjir beserta seluruh isinya, sedangkan 15 rumah yang terendam di perumahan Surya Regency, merusakan seluruh peralatan elektronik dengan total kerugian akibat banjir itu, seluruhnya mencapai Rp1,5 miliar, ujar Camat Tarogong Kaler menambahkan.

    Penanggulannya yang permanen, antara lain perlu segera dibangun cekdam atau kantong lahar dingin serta rehabilitasi perbukitan anak gunungapi Guntur, yang kondisinya semakin kritis, katanya.***(John)

RATUSAN WARGA DUA DESA GARUT BERHAMBURAN KELUAR RUMAH
Garut News,(19/5)

     Ratusan Kepala Keluarga beserta warga lainnya di Desa Sukawangi dan Desa Panjiwangi Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga Rabu malam masih berhamburan keluar rumah.

    
    Mereka selain mengamankan dirinya masing-masing, juga berupaya mengamankan berbagai jenis fisik bangunan, akibat terjadinya kembali banjir bah disertai gerusan longsoran pasir dari tebing kaki gunung Putri, ungkap camat setempat, Nandang Sulaksana melaporkan dari lokasi kejadian.


    
    Camat berserta aparatnya, juga berupaya mengendalikan kesibukan warga membuat tanggul penyekat gerusan banjir dari kantong-kantong plastik berisi pasir, agar luapan air bisa diarahkan dan tidak semakin menggenangi rumah warga, katanya.


    
    
Karena selama ini, setiap diguyur hujan berintensitas tinggi terjadi banjir bah disertai gereusan pasir yang merendam puluhan rumah warga, bahkan sebelumnya jalan lintas Desa Sukawangi dengan Panjiwangi amblas sepanjang puluhan meter sedalam tiga meter, serta merendam puluhan rumah di kampung Cipulus.

    
    Mengakibatkan kondisi ruas jalan desa itu, sangat sulit dilalui berbagai jenis kendaraan bermotor, akibat terbelah-belah dan sarat bertebaran batu berukuran besar dampak gerusan air dan pasir, ujar Camat Nandang Sulaksana.

    
    Dia mengharapkan segera dituntaskan kajian teknis penanggulangannya, termasuk segera dibangunnya cekdam atau kantong lahar dingin di bagian hulu.


    
    Ditemui terpisah Kepala Bidang Konservasi dan Perlindungan Air pada Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) kabupaten setempat, Cece menyatakan institusinya telah mengirim surat resmi ke Balai Besar Sungai Cimanuk dan Cisanggarung, agar segera membantu pembangunan cekdam.


    
    Sementara itu, hingga saat ini curah hujan yang deras masih mengguyur kedua desa bahkan merata di Kabupaten Garut, sehingga dipastikan warga Desa Sukawangi dan Panjiwangi tak akan bisa tidur nyenyak hingga keesokan hari, ujar Camat Tarogong Kaler, menambahkan.
**** (John)

ITB   KEMBANGKAN   DESA   MANDIRI 
ENERGI  DAN  EKONOMI

Garut News, (19/5).

     Rektor Institut Teknologi Bandung, Prof Dr Akhmaloka menyatakan di Garut, Rabu lembaga pendidikannya akan terus mengembangkan kemandirian desa energi dan ekonomi di seluruh Provinsi Jawa Barat.

    Sebagai sumbangsih ITB bagi masyarakat tetangga terdekatnya di provinsi ini, sehingga produk Praktek Kerja Lapangan (PKL) 10 mahasiswa elektro mewujudkan energi listrik tenaga surya 1.000 Wp di Desa Mekarwangi Cihurip, 61,27 km arah selatan dari pusat Kota Garut itu, akan dijadikan "pilot projeck" pengembangannya.

    Dia mengemukakan, pengembangan kreativitas dan inovatif praktis lainnya pun akan terus disumbangkan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat, ungkap Akhmaloka saat ditemui ANTARA dan reporter Garut News serta Green Leaves-FM, menjelang peresmian pemanfaatan proyek Palapa II listrik tenaga surya elektro ITB tersebut.

    Sementara itu mahasiswa Elektro ITB, Aditya Banuaji mengatakan hasil PKL sepuluh mahasiswa semester VI dan VIII itu, selain bisa menerangi 125 rumah penduduk yang tersebar di empat RT, juga bisa menerangi sekolah, masjid, sarana pendidikan anak usia dini (PAUD) bahkan sarana ekonomi peternakan masyarakat.

    Di wilayah kecamatan sama, juga sebelumnya diselenggarakan PKL mahasiswa elektro dengan memproduksi energi listrik tenaga mikro hidro, sehingga 5.113 kepala keluarga (KK) atau 18.162  penduduk yang tersebar pada empat desa dengan luas wilayah 4.341,768 hektare di kecamatan ini, sebagian besar telah diterangi listrik.

    Energi listrik tenaga mikro hidro itu dikenal dengan sebutan proyek Palapa I, yang diagendakan akan terus dilanjutkan dengan proyek Palapa berikutnya. **** (John).

"MAPAG"   DESAK    DPRD   GARUT  
GUNAKAN   HAK   INTERPELASI

Garut News, (19/5).

     Meski pembahasan LKPJ Bupati 2009 berakhir dengan sejumlah catatan DPRD, namun ormas Islam, aktivis dan LSM yang tergabung  "Masyarakat Peduli Anggaran Garut" (MAPAG) mendesak DPRD agar menggunakan hak interpalasi.

    Sebagai upaya nyata melakukan fungsi pengawasannya secara serius melalui penggunaan hak politiknya, tegas Wakil Sekjen Pelaksana MAPAG, Asep Hermawan didampingi Ketua Pokja Advokasi Anggaran, Edi Surahman, Rabu.

     Keduanya mengemukakan, dalam pengelolaan anggaran 2009, Pemkab Garut dinilai telah melakukan pelanggaran hukum dan perundang-undangan yang berlaku, yakni melakukan perubahan Perda APBD hanya dengan menggunakan  Peraturan Bupati (Perbub), katanya.

    Sedangkan perubahan dimaksud, berupa perubahan ke dua APBD 2009 tertanggal 14 Desember 2009 diwujudkan dalam perubahan Perbub No. 335/2009  Tentang Penjabaran Perubahan APBD 2009 dengan menerbitkan Perbup No. 449/2009.

    Sehingga dinilai bertentangan dengan Undang-Undang No. 17/2003, Undang-Undang  No. 32/2004 dan PP No. 58/2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, ungkap mereka di Garut.

    Maka dengan diterbitkannya Perbup N0. 449 tanggal 14 Desember 2009 tersebut, merubah volume APBD Perubahan 2009 dari sebesar Rp1.406.949.386.190 menjadi Rp 1.542.860.407.696, yang terkesan sangat dipaksakan karena telah mengesampingkan Perda.

    Karenanya juga bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi yakni Undang-Undang No 12/2008, pasal 146 ayat (1)  dan (2), ungkapnya. ****  (John).


WARGA   GARUT   MASIH   DIHANTUI  
ADANYA   GEMPA   SUSULAN

Garut News, (18/5)

     Sebagian warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengaku dihantui adanya gempa susulan menyusul terjadinya guncangan saat terjadinya gempa tektonik berkekuatan 6,0 pada Skala Richter (SR) di Sukabumi, Selasa pukul 19.00 WIB.

    Banyak warga Garut termasuk Nandang Rustandi(23), warga Kampung Tanjung Sari Desa Mekarsari Kecamatan Cilawu itu, menyatakan terpaksa melaksanakan ronda malam maupun tidur bergantian akibat takut terjadinya gempa susulan.

    Mereka menempati pos ronda di perkampungannya, bahkan banyak warga yang berkumpul sambil mengaji di surau maupun mushola dan masjid di lingkungannya masing-masing.

    Warga di komplek perumahan serta perkampungan pun, saat terjadi guncangan banyak yang berhamburan keluar rumah, ungkap Ketua RW.06 di Kelurahan Jayawaras, Abah(52).

    Dia mengaku bisa meredam kepanikan warga, meski tetap dianjurkan agar mewaspadai setiap perkembangan yang berlangsung, katanya.

    Sejauh ini belum diperoleh laporan resmi tentang adanya kerusakan fisik bangunan, akibat guncangan gempa tersebut. ****  (John)

MAHASISWA  ITB   WUJUDKAN   
ENERGI   LISTRIK   DI   CIHURIP

Garut News, (18/5).

     Praktek Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa elektro Institut Teknologi Bandung, mewujudkan energi listrik tenaga surya berkapasitas 1.000 Wp di Desa Mekarwangi Kecamatan Cihurip, 61,27 km arah selatan dari pusat Kota Garut.  

    Camat setempat Drs Teten Sundana, M.Si saat dihubungi mengemukakan, Selasa proyek Palapa II listrik tenaga surya elektro ITB itu, selain bisa menerangi 125 rumah penduduk yang tersebar pada empat RT, juga akan dimanfaatkan menerangi sekolah, masjid, sarana pendidikan anak usia dini (PAUD) serta sarana peternakan.


    
    
Sedangkan penduduk di wilayahnya 5.113 kepala keluarga (KK) atau 18.162 jiwa tersebar pada empat desa dengan luas wilayah 4.341,768 hektare, sebagian besar telah mendapatkan jaringan penerangan listrik.

    
    Masing-masing bersumber dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang sebelumnya juga digarap PKL mahasiswa elektro ITB serta jaringan listrik dari PLN, katanya.


    
    Sementara itu, peresmian listrik tenaga surya berkapasitas 1.000 Wp diagendakan berlangsung Rabu (19/5), oleh Bupati Garut Aceng H.M Fikri atau yang mewakili, yang juga dihadiri kalangan dari ITB, ungkap Camat Teten Sundana.
**** (John).

MASSA   GMBI   BERDEMO  
KRITISI   PEMKAB   GARUT

Garut News, (18/5)

     Puluhan massa dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Garut, berdemo mengkritisi Pemkab setempat, di pelataran Kantor Kejaksaan Negeri, Selasa.

    Mereka secara bergantian berorasi dipimpin koordinator lapangan (Korlap) nya, Ade Wahidin antara lain mendesak kalangan Yudikatif agar segera menuntaskan dugaan kasus-kasus korupsi, yang dinilai telah melumpuhkan sendi - sendi tatanan sosial masyarakat.

    Sedangkan kalangan legislatif didesak, agar lebih mempertajam pengawasannya serta menggunakan hak-haknya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, katanya.

    Mereka juga mendesak Bupati Garut Aceng H.M Fikri beserta seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) supaya secepatnya mundur, jika tak mampu membawa visi dan misi sebagai pejabat publik.

    Kepada berbagai komponen dan elemen masyarakat, mengajak secara terus-menerus menggelorakan semangat pergerakan sebagai sosial kontrol terhadap kinerja aparatur pemerintahan, untuk mewujudkan "amar ma'ruf nahyi munkar.  

     Aparat Kejaksaan Negeri setempat, mengemukakan menampung aspirasi para pengunjukrasa itu, sementara Bupati Garut Aceng H.M Fikri pada saat bersamaan sedang melaksanakan kunjungan kerja ke Kecamatan Cikelet di kawasan Garut selatan. ****(John)

TKI   ASAL   GARUT   MENINGGAL   
DI   LUAR   NEGERI

Garut News, (18/5).

     Sejak Januari hingga pertengahan Mei 2010, terdapat tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, meninggal di luar negeri.

    Ketiga TKI tersebut masing-masing asal Desa Rancasalak Kecamatan Kadungora yang meninggal di Malaysia, disusul warga Desa Pamalayan Kecamatan Cikelet meninggal di Arab Saudi serta Ny. Siti Jenab(35) binti Ojan meninggal di Yordania pada 17 April lalu, ujar Kasie Penempatan Dinsosnakertrans Garut, Drs Yayat Hidayat, Selasa.

    Almarhumah Siti Jenab, asal Kampung Panyingkiran Desa Mekarsari Kecamatan Singajaya itu, hingga kini jenasahnya masih disimpan di Yordania atau belum dikebumikan, karena menunggu permintaan pihak keluarga.

     Namun sampai sekarang belum terdapat pihak keluarga almarhumah, yang datang ke Dinsosnakertrans untuk memprosesnya meski mereka telah diberitahu melalui kepala desa setempat, ungkap Yayat Hidayat.

    Malahan yang kini sibuk suami almarhumah memproses klaim asuransi, kendati selama ini berdomisili di Kabupaten Karawang, sedangkan ketiga anak kandungnya selama ini pula dititipkan di rumah kakeknya di Singajaya.

    Selama 2009 hanya terdaftar 300 TKI pada Dinsosnakertrans yang berangkat ke luar negeri, namun kenyataannya yang berangkat mencapai 2.967 TKI, mereka umumnya berangkat dengan jasa calo bahkan diberangkatkan dari Kabupaten Cianjur, terutama TKI asal Kecamatan Talegong, Cisewu dan Kecamatan Caringin Garut.

    Kendati berangkat dari Cianjur dan tidak terdaftar pada Dinsosnakertrans Kabupaten Garut, termasuk tiga TKI yang meninggal di luar negeri itu, tetapi jika bermasalah atau mengalami musibah selalu Dinsosnakertrans Garut yang dilibatkan untuk menanggulanginya, ungkap Yayat Hidayat.****(John).

TIGA   RAPERDA   GARUT  
DIKRITISI  TAJAM  KALANGAN  LEGISLATIF

Garut News, (17/5).

     Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Garut, Senin dikritisi tajam kalangan legislatif setempat dalam pandangan umum Fraksinya masing-masing, pada rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD, Senin.

      Ketiga Raperda tersebut, terdiri Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005-2025, Mekanisme penyusunan Program Legislasi Daerah (Prolegda), Pembentukan dan Struktur Organisasi PDAM Tirta Intan serta permohonan persetujuan DPRD.

    Terhadap pembangunan pasar Cibatu dan pembebasan tanah blok Margawati serta hibah tanah Perum Campaka Indah blok 5 Kelurahan Lebakjaya Kecamatan Karangpawitan kepada DKM Darut Taubah.

    Fraksi PKS diketuai Ir Wawan Kurnia dengan sekretaris H. Imron Rosyadi, Lc melalui juru bicaranya dr H. Helmi Budiman mengingatkan, agar Raperda yang diusulkan bupati merupakan prioritas yang telah diuji kelayakannya, melalui kajian yang menyeluruh, termasuk melibatkan masyarakat secara luas.

    Diingatkan, adanya Perda tentang Prolegda diharapkan menjadi acuan yang jelas dalam proses pembahasan setiap Raperda, sehingga semua pihak yang berkepentingan berkomitmen untuk melaksanakannya, terutama ketepatan waktu pembahasannya.

    Proses penyusunan RPJPD juga dinilai hanya dipersiapkan dan dibuat oleh segelintir orang, padahal RPJPD akan menentukan perjalanan masyarakat dan Kabupaten Garut selama 20 tahun ke depan, selain itu masih terdapat inkonsistensi antara analisis isu strategis dengan arah kebijakan pembangunan.

    Antara lain tidak terakomodirnya perencanaan pengembangan Garut selatan menjadi daerah otonom baru, padahal hal tersebut telah jelas dalam RPJMD 2010 - 2015, bahkan visi RPJPD mewujudkan Kabupaten Garut yang maju, sejahtera, adil dan berwawasan lingkungan, dinilai terlalu abstrak.

    Sehingga sulit dibayangkan dan dimengerti oleh semua stakehorder pembangunan, padahal visi merupakan gambaran ril masa yang akan datang, sebagai pedoman bupati dan seluruh masyarakat Garut, namun visi itu terlalu umum, tidak spesifik sehingga tak menampakan "mainstream" nya, ungkap Fraksi PKS.

    Fraksi lainnya pun diantaranya Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) serta seluruh Fraksi DPRD Kabupaten Garut, mengkritisi tajam Raperda itu dan minta segera bupati merevisinya, yang diharapkan bisa dikemukakan dalam jawaban bupati beberapa hari mendatang. (John) ****

2.385.790  PENDUDUK    GARUT    
HANYA  MENEMPATI  565.201  RUMAH


Garut News, (17/5).

     Dari 2.385.790 warga Kabupaten Garut, terdiri 1.206.751 laki-laki serta 1.179.039 perempuan hanya menempati 565.201 rumah, selebihnya menempati 625.548 bangunan fisik, 54.423 campuran/ruko dan 53.439 bukan tempat tinggal.

    Kepala BPS setempat, Bambang Suyatno, SH, MM menyatakan, hasil monitoring pengolahan data rekapitulasi blok listing (SP 2010-RBL1) hingga Senin (17/5) itu, juga menunjukan warga yang tidak menempati tempat tinggal antara lain berdomisili di ruang perkantoran.

    Bahkan pada 567.201 rumah tinggal tersebut, termasuk rumah milik, rumah sewa dan rumah kontrakan, baik yang berkondisi layak huni, cukup layak huni serta dinilai tidak layak huni.

    Sedangkan dari 116 gelandangan dan pengemis (Gepeng), terdapat 49 diantaranya tidak memiliki tempat tinggal sama sekali, masing-masing 36 laki-laki dan 13 perempuan sebagian besar anak-anak, selain itu terjaring pula pendataan enam orang gila.

    Kalangan tunawisma itu, tersebar di Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler dan Kecamatan Cibatu, katanya.

    Tunawisma di Kecamatan Garut Kota, masing-masing terdapat di Desa/Kelurahan Paminggir, Regol, Kota Wetan, Kota Kulon, Ciwalen dan Pakuwon, kemudian yang tersebar di Kecamatan Tarogong Kidul umumnya terdapat di Desa Haurpanggung.

    Disusul yang tersebar di Kecamatan Tarogong Kaler, terdapat di Desa/Kelurahan Langensari dan Pananjung, serta yang tersebar di Kecamatan Cibatu terdapat di Desa Cibatu, Mekarsari dan Keresek.

    Mereka sempat berlarian saat didatangi petugas SP 2010 dan satpol-PP, karena semula disangka terdapat operasi penertiban dan penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban, Kenyamanan dan Kebersihan (K3) Perkotaan.

    Sedangkan dari 1.179.039 penduduk perempuan di Kabupaten Garut, termasuk di dalamnya kalangan janda serta pekerja seks komersial (PSK), yang proses pendataannya dilaksanakan di rumahnya masing-masing karena di daerah ini tidak terdapat lokalisasi PSK, ungkap Bambang Suyatno.(John)****

WABUB   GARUT   INGATKAN   EFEKTIVITAS              KEGIATAN   STUDI   BANDING
Garut News, (17/5).

     Wakil Bupati Garut Rd. Diky Candra mengingatkan, diperlukannya efektivitas kegiatan studi banding, yang sepatutnya hanya dilaksanakan oleh para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau yang mewakilinya.

    Dia menilai kegiatan studi banding tidak efektif, jika terus-menerus dilaksanakan bupati atau wakil bupati, karena masa jabatan bupati dan wakil bupati terbatas, sedangkan SKPD bisa selamanya memanfaatkan hasil studi banding tersebut, tegasnya dihadapan ribuan pegawai peserta apel gabungan jajaran Pemkab/Setda setempat, Senin.

    Wakil Bupati Diky Candra juga antara lain mengemukakan, hendaknya setiap pejabat di lingkungannya jangan menyerupai pemain bodor atau badut, karena tak sesuai kenyataan dalam artian terbatasnya alokasi anggaran selama ini, jangan justru dimanfaatkan untuk bermain dengan perempuan di tempat-tempat diskotik, katanya.

    Sementara itu, ribuan peserta apel gabungan merespon ungkapan wakil bupatinya dengan tepuk tangan dan gemuruh pegawai, bahkan seusai apel banyak diantaranya yang berkomentar.

    Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda setempat, H. Budiman, M.Si menyatakan, penuturan Wakil Bupati Diky Candra dinilainya merupakan proses internalisasi untuk membangun sikap mental mapan, yang harus di tanamkan pada setiap benak aparatur pemerintahan.

    Upaya seperti ini pun, idealnya secara terus-menerus diingatkan kepada setiap pegawai, mulai dari petugas penyapu ruangan hingga kepada para pejabat pengambil keputusan, katanya. (John) ****

JALAN   DESA   AMBLAS   DAN   
75  RUMAH   TERENDAM

Garut News, (16/5).

     Kabag Informatika Garut, Dik Dik Hendrajaya melaporkan, Minggu jalan lintas Desa Sukawangi dengan Panjiwangi kini amblas sepanjang puluhan meter sedalam satu meter, serta 75 rumah di Perkampungan Cipulus masih terendam.

    Selain itu di Kampung Taman, sebuah rumah beserta seluruh isinya terendam banjir dan pasir setinggi 1,2 meter, sedangkan dua rumah lainnya saat ini nyaris rubuh, seluruhnya terjadi di wilayah kecamatan Tarogong Kaler yang selama ini sering dilanda banjir pasir dari longsoran tebing anak gunungapi Guntur.  

    Dihubungi terpisah Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat, Hj. Elka Nurhakimah mengingatkan, kerap terjadinya bencana banjir lumpur di Kecamatan Tarogong Kaler tersebut akibat masih belum dibangunnya tanggul penampung dan penahan lahar dingin.


    Sedangkan tanggul yang selama ini tersedia, seluruhnya nyaris penuh dengan endapan pasir dari longsoran lereng gunung, sehingga sejak semalam ratusan warga yang rumahnya terendam banjir dan pasir berkondisi sangat memprihatinkan, mereka panik berlarian mencari lokasi pengungsian.

    Diperaparah kondisi ruas jalan desa yang melintasinya, tak bisa lagi dilewati beragam jenis kendaraan akibat amblas serta rusak berat, ungkap Elka Nurhakimah yang mengaku sejak tadi malam memasok bahan makanan dan pangan untuk pelaksanaan tanggap darurat.

    Namun tegasnya, penanggulangan bencana tersebut tak bisa sebatas memberikan bantuan tanggap darurat, jika Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (SDAP) serta Dinas Perumahan, Tata Ruang dan Ciptakarya (Pertacip) tidak pro aktip segera membangun tanggul baru penahan lahar dingin itu, katanya.

    Kepala Dinas SDAP Garut, Ir Widyana yang selama ini banyak berdomisili di Bandung sangat sulit dihubungi memalui telepon genggamnya, demikian pula Kepala Dinas Pertacip Ir Deni Suherlan meski berulangkali dihubungi namun telepon genggamnya tidak aktip.

    Sementara itu, warga korban bencana mendesak segera dipasok bantuan alat berat, menyusul cuaca mendung terus menghantui wilayahnya sejak Minggu dini hari, ungkap Kepala Desa Sukawangi dengan nada lantang. ****(John).

WARGA   CIROYOM   GARUT   
BERSIHKAN   LUMPUR   DAN   BATU

Garut News, (16/5)

     Warga Perkampungan Ciroyom di Kecamatan Samarang Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga menjelang Minggu siang, masih sibuk membersihkan rumah dan halamannya masing-masing dari endapan lumpur dan batu.

    Kedua jenis material tersebut, sejak Sabtu malam menggenangi puluhan rumah penduduk akibat tergerus luapan banjir, yang bersumber dari genangan saluran air termasuk sungai di sekitarnya, ungkap beberapa korban banjir termasuk Usman Suhanda(34).

    Puluhan warga juga sigap menyiapkan karung plastik berisi pasir, untuk menyekat setiap celah yang bisa dilanda luapan air bah dari aliran sungai dan kanal maupun parit di sekitarnya.

    Kepala Bagian Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya mengaku masih melaksanakan inventarisasi lapangan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintahan kecamatan setempat, menyusul banjir dan longsor juga terjadi di wilayah desa serta kecamatan lain, katanya.

    Menyikapi cuaca mendung disertai hujan rintik sejak Minggu pagi, Hendrajaya menyerukan agar masyarakat jangan panik melainkan tetap mewaspadai setiap perkembangan cuaca tersebut, sekaligus segera melapor ke aparat terdekat jika terjadi bencana alam.

    Seluruh camat juga telah dianjurkan agar menyiagakan penuh setiap petugas Satlak PBP di wilayahnya masing-masing, hingga ke tingkat desa dan kelurahan supaya secepatnya melaporkan setiap perkembangan ke tingkat kabupaten, imbuhnya. *** (John).

KABUPATEN  GARUT  MAKIN 
DIKEPUNG  LONGSOR  DAN  BANJIR

Garut News, (16/5).

     Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak semalam hingga menjelang Minggu dini hari semakin dikepung bencana longsor dan banjir, menyusul terjadinya hujan deras secara terus-menerus sejak Sabtu siang.

     Kepala Bagian Informatika Setda setempat, Dik Dik Hendrajaya, M.Si menyatakan longsor di Kampung Cikananga RT.04/04 Desa Selaawi Kecamatan Talegong, 125 km arah selatan dari pusat Kota Garut menerjang sebuah rumah penduduk berukuran 72 m2 milik Saji(45), dengan nilai kerugian mencapai Rp15 juta lebih.

    Luapan banjir juga merendam tujuh rumah warga Kampung Gagak Lumayung RT.04/15 Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota, sedangkan di Kampung Batu Nanjeb Desa Panjawangi dua rumah penduduk jebol tergerus longsoran pasir serta 12 rumah lainnya terendam banjir.

    Kemudian di Kampung Sirah Cijugul terdapat tiga rumah serta satu mushola, hingga kini masih terendam air bah berketinggian diatas 0,5 meter, sementara itu di Kampung Citanam air setinggi 0,3 cm masih menggenangi kawasan tersebut, sehingga merendam berbagai sarana umum termasuk pemukiman warga.

    Banjir juga melanda Kampung Ciroyom di Kecamatan Samarang, sehingga Satlak PBP dan jajaran Pemkab Garut dari institusi teknis terkait, saat ini masih melaksanakan inventarisasi maupun verifikasi pendataan kerusakan yang diakibatkan longsor serta banjir, dampak derasnya curah hujan yang terus-menerus.

    Pemkab Kabupaten setempat melalui Kabag Informatika menyerukan, agar masyarakat dan Satlak PBP di setiap wilayah kecamatan terus mewaspadai perkambangan cuaca, sekaligus sedini mungkin segera melapor ke kabupaten jika di wilayahnya terjadi bencana, tegas Dik Dik Hendrajaya.****(John).


160  PELAJAR   GARUT   IKUTI   WORKSHOP         
PERFILMAN   PENDEK
Garut News, (15/5).

      Sekitar 160 pelajar dan mahasiswa Garut mengikuti workshop perfilman proses pembelajaran pendek membuat film pendek, diselenggarakan Pengurus Persatuan Artis Film (Parfi) Koordinator Daerah (Korda) setempat, Sabtu.

    Perhelatan yang berlangsung di aula Universitas Garut (UNIGA) itu, antara lain membahas proses menjadi pemeran, sutradara, produser serta cameramen film, dengan menampilkan pembicara Rd Diky Candra, Rani Permata, Diki Mega Umbara serta sutradara dan artis film nasional lainnya.

    Pada workshop itu, juga dibentuk beberapa kelompok untuk gencar dipromosikan mengikuti festival film "Kearifan Budaya Lokal", sebagai upaya menggali dan memanfaatkan potensi sumber daya perfilman nasional di Kabupaten Garut, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya, ungkap Diky Candra yang juga Wakil Bupati Garut.

    Dia mengemukakan, melalui media pembinaan dan penambahan ilmu serta wawasan pelajar dan mahasiswa tentang perfilman, dipastikan bisa menumbuhkembangkan industri kreatif, yang pada gilirannya banyak menciptakan lapangan kerja baru.

    Sehingga usia produktif kaula muda di daerahnya, tidak hanya terbelenggu dengan sempitnya lapangan kerja formal, melainkan bisa mengembangkan inovasi serta kreativitasnya melalui dunia pertunjukan film bernuansakan promosi potensi wisata serta pendidikan, katanya.

    Sementara itu Ketua Parfi Korda Kabupaten Garut, Ny. Rani Diky Candra mengemukakan, institusinya pun telah menyelesaikan pengambilan gambar untuk film "Safana", yang seluruh lokasi shoting nya di pantai Rancabuaya dengan melibatkan para pemain pendukung warga setempat, untuk menjaring para investor industri pariwisata.

    Telah pula dirampungkan film berjudul "Cintaku Selegit Dodol" serta "Bintik Bintik Cinta Di Garut", yang seluruhnya mempresentasikan beragam potensi etnik setempat, termasuk kerap digelarnya "Rineke Kesenian Sunda" (Rakasun), yang antara lain mengangkat guyonan segar khas garutan, katanya.    

    
Sedangkan Diki Mega Umbara, secara rinci mempresentasikan produk film dokumenter yang dimulai dari membangun gagasan, riset, menyusun alur ceritera, menyusun desain produksi, proses shoting serta editing, dengan hanya melibatkan tiga komponen terdiri produser, kameramen serta sutradara. **** (John).

TUJUH WARGA GARUT TERANCAM KELAPARAN
Garut News, (14/5).

      Eutik(45), janda miskin dengan enam anak warga Kampung Cipicung RT.01/11 Desa Cijolang Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut, saat ini terancam kelaparan akibat berdaya beli rendah.

    Mereka menempati rumah panggung berdinding anyaman bambu tanpa jendela berukuran 10 m2, setiap hari hanya bisa mengais rejeki sebagai buruh tani dan bekerja serabutan bersama keenam anaknya, ungkap Kepala Desa Cijolang, Deden Mutaqien seusai mendapingi petugas Sensus Penduduk (SP) 2010, D. Sunara, Jumat.

    Selama ini keluarga sangat miskin itu, kerap mendapat pasokan bantuan makanan secara bergiliran dari para tetangga terdekatnya, sedangkan keenam anaknya tak bisa disekolahkan lagi meski terdapat sekolah gratis namun diakui Eutik, biaya penunjang lainnya lebih besar dibandingkan dengan iuran SPP, katanya.

    Keenam anaknya terdiri Pena(20), Wahyu(14), Enis(13) dan Rochayati(11), terpaksa diikutsertakan sering membantu ibunya bekerja di sawah dan kebun milik tetangga, sedangkan jarak tempuh dari Desa Cijolang ke Kampung Cipicung sejauh 7 km lebih, yang hanya bisa dilintasi dengan berjalan kaki.

    Aparat desa setempat pernah mengusulkan rehabilitasi rumah Eutik, yang dinilai sangat tak layak huni ke Dinas Perumahan Tata Ruang dan Cipta Karya, serta ke Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut, namun hingga kini belum terdapat jawaban, kendati warga sekitarnya akan membangunnya secara gotong royong.

    Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan kabupaten setempat, Ir Tatang saat ditemui tak ada di tempat, untuk mengklarifikasikan desakan kebutuhan keluarga miskin yang selama ini masih tetap dibiarkan terancam kelaparan. ****

2.718  PENDERITA  TBC  DI  GARUT  BELUM  TERPANTAU
Garut News, (14/5)
     
     Dari 75 persen cakupan pencarian penderita penyakit Tb Paru atau TBC di Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga saat ini terealisasi 57 persen atau masih terdapat 2.718 penderitanya yang belum terpantau.
     
     Sehingga mereka belum bisa mendapatkan proses pengobatan maupun penyembuhannya, padahal setiap penderita bisa mengakibatkan sepuluh warga sekitarnya terpapar suspeks Tb Paru, ungkap Kepala Dinas Kesehatan setempat dr H. Hendy Budiman, M.Kes di ruang kerjanya, Jumat.
     
     Sedangkan kebijakan cakupan pencarian penderita TB Paru, berdasarkan pro aktif masing-masing penderita baru memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit, sehingga diharapkan agar masyarakat penderita baru jenis penyakit ini bisa segera memeriksakan kondisi kesehatannya.
    
     Sementara itu, kebijakan pencarian penderita penyakit malaria, dilaksanakan secara langsung ke setiap lokasi korban, yang selama ini berlangsung pada delapan wilayah kecamatan pesisir pantai Garut selatan, 80 persen penderita diantaranya terdapat di Kecamatan Cibalong.
    Selama 2009 lalu terdapat 289 kasus malaria di Kabupaten Garut, 80 persen diantaranya terjadi di Kecamatan Cibalong disusul pada 2010 ini terdapat 41 kasus malaria, 36 penderitanya warga Kecamatan Cibalong, ungkap Hendy Budiman.      
     Dikemukakannya, pada tahun ini masih memprioritaskan penanganan jenis penyakit demam berdarah dangue (DBD), kemudian diare dan malaria serta jenis penyakit TB Paru.
    
  Meski kini terdapat kejadian luar biasa (KLB) Chikungunya di Kecamatan Kadungora dengan 35 kasus serta di Kecamatan Limbangan 98 kasus, namun tewasnya Rifan, bayi laki-laki berusia sembilan bulan warga Kampung Halteu, Desa/Kecamatan Kadungora dipatikan bukan akibat Chikungunya melainkan komplikasi penyakit lain, katanya. **** (John).
 
KERUGIAN  PUTING   BELIUNG  CAPAI                                      PULUHAN  JUTA  RUPIAH    

Garut News, (13/5).

      Tersapunya ribuan genting dari sekitar 32 rumah, yang dihuni 160 penduduk di Kampung Lio, Desa Tambaksari, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut oleh angin putting beliung, Rabu, menelan kerugian puluhan juta rupiah.

     Selain itu, berdampak terjadinya kerusakan peralatan rumah tangga, termasuk barang-barang elektronik yang diguyur hujan deras, ungkap petugas Satpol PP kecamatan Leuwigoong, Nurdin Jafar Achmad, Kamis.

     Hingga Kamis siang warga setempat, bergotong royong membenahi rumah, yang menjadi korban terjangan jenis angin putting beliung tersebut, katanya. (John).

GENTING   PULUHAN   RUMAH   DITERBANGKAN PUTING    BELIUNG
Garut News, (12/5)
      Genting dari sekurang-kurangnya 32 rumah, yang dihuni sekitar 160 penduduk Kampung Lio di desa Tambaksari Kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut, Rabu diterbangkan angin puting beliung kemudian diguyur hujan deras.


       Kabag Informatika Setda setempat, Dik Dik Hendrajaya, M.Si menyatakan akibat berterbangannya genting rumah menyebabkan pula terjadinya kerusakan peralatan rumah tangga, termasuk barang-barang elektronik yang diguyur hujan deras.

      Bahkan pada Rabu malam, sebagian besar warga yang genting rumahnya beterbangan terpaksa melakukan pengungsian ke rumah saudaranya masing-masing.

      Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun peristiwa tersebut menelan kerugian cukup besar yang inventarisir pendataannya masih dilaksanakan aparat kecamatan setempat, katanya. ****

DISDIK  GARUT  BANTAH  TERLANTARKAN  SDRSN
Garut  News, (11/5).
      Kepala Subag Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Cecep Firmansyah, M.Pd membantah keras 20 Sekolah Dasar Rintisan Standar Nasional (SDRSN) dari 1.526 SD di daerahnya diterlantarkan.

      Karena perencanaan program yang dikemasnya selama ini, telah diproduk sesempurna mungkin, sedangkan jika terdapat kekecewaaan dalam pelaksanaannya, antara lain berupa pencairan dana dari pusat bersamaan dengan berdatangannya penawaran barang, merupakan perbuatan oknum pegawai yang tercela, katanya, Selasa.

      Sedangkan mengenai sumber bantuan dari APBD, diwujudkan dalam penyediaan termasuk pembangunan sarana dan prasarana penunjang proses belajar mengajar (PBM), ungkapnya.

      Dia juga menyesalkan, jika perencanaan yang telah dikemasnya dengan sempurna justru bisa dinodai perilaku oknum pegawai yang memiliki nuansa berbisnis, sebab dapat berdampak negatif pada bagian perencanaan dalam laporan evaluasi pelaksanaan program.

      Karena itu pihaknya, akan menelisik fakta di lapangan sebagai upaya evaluasi secara keseluruhan, menyusul pada 2010 ini juga direncanakan penambahan 20 SDRSN, sehingga jumlahnya menjadi 40 SDRSN.

      Selama 2009 lalu, sekurangnya terdapat 8.752 ruang kelas SD yang dikelola 7.773 guru dengan 327.756 murid, atau berasio perbandingan guru dan murid 1 : 2, katanya. ****

PETUGAS  SP 2010  GARUT  HABISKAN  18.368  PENSIL
Garut News, (11/5).

      Dari sebanyak 4.592 petugas Sensus Penduduk (SP) 2010, di Kabupaten Garut yang mendata 412 pertanyaan pada sekitar 2,5 juta warga setempat, menghabiskan sekurangnya 18.368 pensil jenis 2 B khusus SP 2010.

      Karena yang semula setiap petugas dibekali tiga pensil, dengan formulir pencacahan rumah tangga dan penduduk, memasuki hari ke sebelas pelaksanaan SP tersebut umumnya minta penambahan pensil, sehingga setiap pertugas dibekali empat pensil, ungkap Kepala Seksi Sosial BPS setempat, Dani Hapidin Rajab, Selasa.

      Dia mengemukakan, listing (pendaftaran) pada pelaksanaan SP di daerahnya saat ini telah tuntas 100 persen, sedangkan pencacahan lengkapnya dimulai sejak 9 Mei lalu, yang optimis seluruhnya bisa tuntas pada 31 Mei mendatang, katanya.

      Sementara itu kendalanya, selain kondisi cuaca yang kerap tidak menentu bahkan sering diguyur hujan deras, juga banyak kepala keluarga (KK) yang didatangi petugas sibuk bekerja, sehingga pendataan banyak dilaksanakan pada sore bahkan menjelang malam.

      Menurut Dani Hapidin Rajab, sampai sekarang sama sekali tidak terdapat kelompok masyarakat mananpun yang melakukan penolakan untuk di sensus, malahan terdapat diantaranya yang menyambut hangat kedatangan petugas termasuk menyuguhi hidangan ringan.

      Maka sama sekali tidak benar, adanya pemberitaan yang menyebutkan terdapat kelompok masyarakat tertentu yang melakukan penolakan, tegasnya. 

      SP 2010 itu, berlangsung pada 1 - 31 Mei mendatang, untuk mengetahui jumlah penduduk Indonesia, yang kini dilaksanakan berbeda dari sensus sebelumnya, bahkan untuk pertamakalinya SP 2010 mendata lengkap setiap penduduk meliputi nama, alamat, umur, jenis kelamin, pendidikan, kesehatan, dan status ketenagakerjaan.

      Selain itu, juga dicatati informasi berkaitan dengan fasilitas perumahan, akses media komunikasi, dan berbagai informasi lain, dengan sekitar 412 pertanyaan yang melibatkan 4.592 petugas sensus yang akan mendatangi sekitar 2,5 juta lebih warga di kabupaten Garut. ****
(John).

WARALABA   REBUT   18 PERSEN 
KONSUMEN   TRADISIONAL   GARUT
Garut News, (10/5).

     Sektor waralaba berupa ratusan mini market di kabupaten Garut, Jawa Barat, kini telah merebut 18 persen konsumen dari 17 pasar tradisional setempat, yang memiliki 6.953 kios, 5.278 los serta 452 pedagang kaki lima (PKL).

    Termasuk merebut konsumen kios dan warung, yang tersebar pada setiap pemukiman dan perkampungan penduduk, ungkap Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Garut, H. Budiman, SE, M.Si, Senin.

    Sehingga upaya pengendaliannya, antara lain berupa pemberlakuan zonasi atau tata ruang pendirian waralaba minimal 200 meter dari pasar tradisional, bahkan untuk jenis waralaba tertentu didorong dapat memanfaatkan produk lokal, katanya.

    Dilaksanakannya program meningkatkan daya saing Usaha Kecil Menengah (UKM), mempasilitasi bantuan stimulan dan mempermudah proses pendirian UKM, serta mengoptimalisasi peran perbankan untuk memberikan modal usaha produktif.

    Selain itu, membenahi kondisi kebersihan, kerapihan dan ketertiban pasar tradisional desa, kecamatan dan pasar tradisional kabupaten agar berdaya tarik tinggi, sedangkan kontribusi waralaba selama ini selain bisa menyerap tenaga kerja lokal juga dapat melengkapi ketersediaan penyaluran pemenuhan kebutuhan barang bagi konsumen.

    Namun diingatkan pula, merebaknya sektor waralaba kian berdampak menjadikan masyarakat konsumtif, yang tidak sebanding dengan pendapatan, sehingga mengakibatkan warga bergaya hidup "STEL" (selera tinggi ekonomi lemah), juga menyebabkan semakin langka masyarakat yang bisa menabung untuk masa depannya, ujar Budiman. **** (John).

DPRD   PERTANYAKAN   GARUT  2011   HENDAK DIBAWA   KEMANA

Garut News, (8/4).

     Wakil Ketua DPRD, Ir Lucky Lukmansyah Trenggana dengan nada lantang mempertanyakan, kabupaten Garut 2011 hendak dibawa kemana, menyusul selama ini dinilai banyak bermunculan program pembangunan atas dasar kepentingan.

     Maupun tak mencerminkan skala prioritas yang bernuansakan keinginan masyarakat, bahkan kondisi tersebut diperparah setiap kegiatan pembangunan di daerahnya, mengesankan hanya mengandalkan alokasi dana APBD, tegasnya pada musyawarah "rencana kerja pemerintah daerah" (RKPD) setempat 2011 di gedung Korpri, Kamis.

    Padahal menurut dia, APBD 2011 mendatang yang diperkirakan Rp1,4 triliun itu, sebesar Rp900 miliar diantaranya terkuras untuk memenuhi gaji pegawai, sehingga jika hanya mengandallan APBD hingga 25 tahun mendatang pun, kabupaten Garut tetap berstatus sebagai daerah tertinggal, ungkapnya.

    Maka diserukan agar bisa menggali sumber keuangan yang sah dari potensi masyarakat, sehingga kegiatan perbaikan jalan gang yang becek pun tak hanya mengandalkan APBD, karena itu diperlukan kebijakan Pemkab untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat.

    Lucky Lukmansyah Trenggana, juga mengemukakan masih tidak jelasnya sejauhmana Pemkab berhadapan serta berinteraksi dengan kalangan pengusaha sukses di daerah ini, yang selama ini pula banyak diuntungkan, katanya.

    Sedangkan para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), hendaknya berkreatif dan inovatif mencari celah fiskal daerah secara legal untuk menutupi kekurangan APBD, karena sekitar 2,5 juta penduduk Garut banyak mengemukakan ketidak puasan mereka terhadap kegiatan pembangunan di wilayahnya masing-masing.

    Diingatkan juga, supaya hasil RKPD menjadi stimulus bagi DPRD, atau jangan hanya dijadikan ajang formalitas atau sebagai sarana penyerapan aspirasi, yang kenyataannya hanya terakomodir 10 persen, selain itu jalin sinergitas wujudkan skala prioritas pembangunan berdasar kepentingan rakyat, bukan hanya kepentingan kelompok tertentu.

    Sementara itu Bupati Aceng H.M Fikri saat membuka perhelatan tersebut, menegaskan Musrenbang bukan hanya dijadikan serimonial tahunan, sedangkan banyaknya permasalahan di daerahnya dinilai tak berbanding lurus dengan anggaran tersedia.

    Namun untuk membuka akses sumber dana dengan menjaring investor, dana provinsi dan pusat masih dihadapkan kondisi stabilitas pemerintahan, politik dan stabilitas dunia usaha di daerah ini, padahal hingga akhir 2014, dari 550 km ruas jalan kabupaten ditargetkan tuntas direhabilitasi, tetapi tak mungkin bisa ditanggulangi dengan dana belanja langsung, katanya. ****  
(John).

DPRD   GARUT  SEPAKATI  PEMBENTUKAN  PANSUS   PENGELOLAAN   SAMPAH

     Garut News,- Jajaran Komisi "B" DPRD Garut, yang membidangi infrastruktur menyepakati pembentukan "panitia khusus" (Pansus) pengelolaan sampah di daerahnya, sebagai kajian penyusunan rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Sampah.

     Adanya Perda tentang sampah tersebut, dipastikan nantinya bisa mengimplementasikan Undang Undang tentang pengelolaan lingkungan hidup dan pengelolaan sampah, ungkap Wakil Ketua Komisi B DPRD setempat, Agus Joy saat menyikapi desakan ratusan pengunjukrasa dari kampung Pasir Bajing desa Sukaraja kecamatan Banyuresmi, Rabu.

     Namun Tanto Reza, dari LSM pendamping warga sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Pasir Bajing mengingatkan, disela pembentukan Pansus serta pembahasan Raperda tentang sampah agar penduduk perkampungan sekitar TPA mendapatkan kompensasi serta modal usaha pemberdayaan ekonomi lemah.

      Karena selama ini, perkampungan mereka tercemar bau busuk sampah bahkan rumah penduduk kerap diserang serbuan lalat hijau dari tumpukan sampah, akibat tak dimilikinya standar pengelolaan sampah di TPA.

      Sehingga jika diguyur hujan deras, genangan air kotor berwarna hitam pekat berbau sangat menyengat, dari tumpukan sampah mengalir menyeberang ke kawasan perkampungan penduduk, selain itu tumpukan sampah yang menggunung bisa menimbulkan bencana bagi penduduk sekitarnya, ungkap Ateng. M juga dari LSM pendamping.  

     Kepala Dinas Perumahan Tata Ruang dan Cipta Karya Garut, Ir H Deni Suherlan, juga mengemukakan sepakat segera dibentuknya Pansus sampah, serta pembahasannya bersama seluruh institusi teknis terkait terutama dengan Badan Lingkungan Hidup kabupaten setempat.

 

Ketua Fraksi PKS DPRD Garut, Ir Wawan Kurnia menyatakan, dibuangnya ratusan kubik sampah busuk di pelataran utama gedung wakil rakyat ini, bisa dimaklumi sebagai puncak kekesalan masyarakat Pasir Bajing, namun peristiwa serupa tak diharapkan kembali terulang, meski dilakukan pembuangan di gedung Pendopo atau di halaman Pemkab.

 

     Peristiwa ini, akan dimaknai sebagai peringatan kepada eksekutif dan legislatif agar senantiasa mau mendengar dan merealisasikan aspirasi obyektif masyarakat, yang selama ini merasa diterlantarkan oleh pemerintah dan para wakilnya, imbuh Wawan Kurnia. ****